Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sesungguhnya Aku berniat kerana Allah:
Daku Niatkan Tasbih anggota tubuhku buat Allah.
Ku serahkan seluruh kehidupanku kebergantungan sepenuhnya kepada Mu Ya Allah..
Hatiku berdetik disetiap saat menyebut Subhanallah سبحان الله
Denyutan Nadiku dengan Alhamdulillah الحمد لله
Degupan Jantongku bertasbih LA ILAHA ILLALLAH لا إله إلا الله
Hembusan Nafasku berzikir Allāhu akbar الله أكبر
الحمد لله syukur kepada الله
PEKALONGAN RUQYAH CENTER (PRC)
Jl. Sriwijaya No.3 Masjid Baitul uluum Komplek Kampus Terpadu Universitas Pekalongan
Jumat, 23 Januari 2015
WASPADAI TIPU DAYA SYETAN
MEWASPADAI
TIPU-DAYA SYAITHAN
Ust. Ibnu Sholeh, M.A,M.P.I
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Barangsiapa mengikuti langkah-Iangkah syaithan, maka sesungguhnya dia (syaithan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dad perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah Membersihkan siapa yang Dia Kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. " (Surat An-Nur: 21)
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa permusuhan syaithan terhadap manusia benar-benar serius dan terus-menerus di setiap kesempatan dan di setiap urusan manusia.
عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَىْءٍ مِنْ شَأْنِهِ
Dari Jabir Ra berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya syaithan selalu mendatangi seseorang diantaramu dalam segala sesuatu dari urusannya." (HR. Muslim)
Dari Saburah bin Abu Fakih berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
ِ عَنْ سَبْرَةَ بْنِ أَبِي فَاكِهٍ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الشَّيْطَانَ قَعَدَ لِابْنِ آدَمَ بِأَطْرُقِهِ فَقَعَدَ لَهُ بِطَرِيقِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ تُسْلِمُ وَتَذَرُ دِينَكَ وَدِينَ آبَائِكَ وَآبَاءِ أَبِيكَ فَعَصَاهُ فَأَسْلَمَ ثُمَّ قَعَدَ لَهُ بِطَرِيقِ الْهِجْرَةِ فَقَالَ تُهَاجِرُ وَتَدَعُ أَرْضَكَ وَسَمَاءَكَ وَإِنَّمَا مَثَلُ الْمُهَاجِرِ كَمَثَلِ الْفَرَسِ فِي الطِّوَلِ فَعَصَاهُ فَهَاجَرَ ثُمَّ قَعَدَ لَهُ بِطَرِيقِ الْجِهَادِ فَقَالَ تُجَاهِدُ فَهُوَ جَهْدُ النَّفْسِ وَالْمَالِ فَتُقَاتِلُ فَتُقْتَلُ فَتُنْكَحُ الْمَرْأَةُ وَيُقْسَمُ الْمَالُ فَعَصَاهُ فَجَاهَدَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ قُتِلَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ وَإِنْ غَرِقَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ وَقَصَتْهُ دَابَّتُهُ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ
"Sesungguhnya syaithan duduk menghadang anak Adam di setiap jalannya, ia menghadang di jalan Islam, maka ia berkata: "Kamu masuk Islam? Kamu tinggalkan agama kakek-kakekmu dan agama moyang kakekmu? Maka anak Adam membangkang syaithan dan tetap masuk Islam. Kemudian ia duduk menghadang di jalan Alllah, maka ia berkata: kamu berhijrah tinggalkan bumimu dan langitmu? Seorang muhajir hanyalah ibarat seekor kuda tunggangannya. Maka anak Adam membangkangnya dan tetap berhijrah. Kemudian syaithan duduk menghadang di jalan jihad, dan berkata: Kamu berjihad ? Itu mengorbankan jiwa dan harta, kamu akan diperangi dan terbunuh, istrimu akan dinikahi orang lain, hartamu akan dibagi, maka anak adam membangkangnya, maka tetap berjihad. Rasulullah SAW bersabda: Maka barangsiapa melakukan itu, adalah hak atas Allah 'azza wa jalla untuk memasukkannya ke dalam surga, dan barangsiapa terbunuh adalah hak atas Allah 'azza wa jalla untuk memasukkannya ke dalam surga, dan apabila fa tenggelam adalah hak atas Allah 'azza wa jalla untuk memasukkannya ke dalam surga, atau fa terpental dari kudanya adalah hak atas Allah 'azza wajalla untuk memasukkannya ke dalam surga." (HR. An-Nasai 2124 dan Ahmad 15528)
Keahlian pasukan syaithan dalam menggoda manusia agar semuanya bisa disesatkan:
Syaithan memasuki ahli ibadah lewat pintu ibadah.
Sebagaimana seorang 'abid dari Bani Israil merasa aman dari gangguan syaithan, syaithan datang menyamar sebagai ahli ibadah yang lebih khusyu' dan menangis setiap shalat dan berdoa. 'Abid bertanya: Kenapa engkau shalat dan berdoa begitu khusyu'? Bagaimana caranya? Syaithan menjawab: "Aku bisa khusyu' dan menangis setiap shalat dan berdoa karena aku selalu ingat dosa-dosa besar saya, makna kalau kamu ingin khusyu' ikuti cara saya, lakukan dosa-dosa besar kemudian kamu bertaubat. Akhimya 'abid melakukan dosa-dosa besar dan sampai akhir hayatnya tidak bisa bertaubat karena di bawah kekuasaan syaithan.
Syaithan memasuki ahli zuhud lewat pintu zuhud.
Zuhud adalah hilangnya ketergantungan hati kepada keduniaan,seperti harta, tahta, dan wanita. Syaithan datang menggeser sifat zuhud bukan di hati, akan tetapi hanya di lahimya, maka orang berzuhud dengan menampakkan penampilan yang sederhana, rurnah yang ala kadamya, kendaraan yang jelek, istri yang tidak terurus. Akan tetapi hatinya gersang mengharap tetesan dunia dari penguasa. Imam Ahmad pemah ditanya: Apakah orang yang memiliki 1000 dinar bisa dikatakan zuhud? Beliau menjawab: Ya, apabila 1000 dinar itu bertambah, ia tidak girang dan apabila berkurang ia tidak bersedih."
Syaithan memasuki ahli ilmu Iewat pintu ilmu.
Syaithan menjadikan orang yang mencari ilmu semata-mata untuk ilmu dan kebanggaan, sehingga tidak terlihat manfaat ilmu itu dalam perbuatan atau membentuk karakter. Maka Nabi SAW berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat.
Syaithan memasuki orang bodoh lewat pintu kebodohan.
Syaithan menggoda orang bodoh yang tidak mengetahui syariat dengan malas belajar, tidak merasa buth ilmu, sehingga pandangan hidupnya sempit, aqidalmya kotor, ibadalmya rusak, mudah disesatkankan dengan janji-janji palsu dukun, tawaran manis jasa perdukunan, seakan-akan ilmu tukang sihir bisa menyulap kehidupannya.
Syaithan memasuki ahli dakwah lewat pintu dakwah.
Syaithan menjerumuskan para juru dakwah dengan membuat mereka hanya pandai menyampaikan ajakan baik saja, dan agar mereka merasa cukup dengan itu. Karena syaithan tahu, disitulah sebab murka Allah ketika seorang mengatakan sesuatu yang tidak ia lakukan.
Syaithan memasuki ahli politik lewat pintu politik.
Syaithan mendorong ahli politik untuk membohongi publik, sehingga berbohong sebagai kebiasaannya, menipu ummat banya untuk meraih jabatan dan harta, berpolitik dengan menghalalkan segala cara.
Syaithan memasuki ahli seni lewat pintu seni.
Syaithan menggiring seniman untuk berkreasi bebas nilai, seni untuk seni, tanpa ikatan agama, maka seniman mengatasnamakan seni berkreasi melampaui batas-batas syariat, seperti bikin patung, gambar porno, tarian seksi, penampilan buka aurat, kalimat syair yang merusak akidah.
Syaithan memasuki ahli dzikir lewat pintu dzikir.
Syaithan menyimpangkan niat dzikir bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, akan tetapi untuk meraih ilmu-ilmu bantuan syaithan,seperti kekebalan, tenaga dalam, bahkan tata-cara dzikir juga dirusak dengan goyang, telanjang sambil berendam di telaga, telanjang menghadap matahari terbit, i'tikaf di kuburan, dzikir over dosis sampai jadzab dan hilang kesadaran, bahkan ada yang sampai merasa dirinya menyatu dengan Tuhan. Dan banyak orang berdzikir dengan riya' (pamer) tanpa belajar ilmu syari'at. Seakan-akan dzikir sebagai segala-galanya.
Syaithan memasuki ahli qiraah lewat pintu qiraah.
Yang paling banyak ahli qiraah Qur'an terjerumus dalam riya' ketika membaca Al-Qur'an, apalagi hanya mengutamakan lagu tanpa peduli tajwid, hanya membaca tanpa belajar memahaminya, kemudian merasa. cukup, maka ada ahli qiraah juga sebagai penyanyi bergoyang seksi, ada ahli qiraah tetapi akhlaqnya jauh dari AI-Qur'an.
LANGKAH-LANGKAH SYAITHAN DALAM MENIPUDAYA MANUSIA
1. Mengajakmu kepada kufur, syirik, dan murtad:
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ
Dan sungguh, ia (syaithan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak berfikir? (Surat Yasin: 62)
• Iblis berkata: Kafirlah kamu! Wahai manusia!
كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ
(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) syaithan ketika ia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu!" Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alamo".(Al-Hasyr: 16)
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
(Iblis) menjawab,"Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." (Surat Shaad 38: 82-83)
2. Memperindah amalan bid’ah seakan akan amalan sunnah
قَالٌ رَسُولَ اللَّهِ َإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
"Jauhilah olehmu perkara-perkara syariat yang diada-adakan, karena setiap yang diada¬ adakan dalam syariat adalah bid'ah, dan sesungguhnya setiap bid'ah adalah kesesatan. "
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَأَمْرُهُ رَدٌّ »
"Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang bukan berdasarkan alas perkara syariat kami maka amal itu tertolak. "
Bid'ah adalah mengada-adakan sesuatu ke dalam syari'ah Islam yang tidak ada landasan dari Qur'an ataupun Sunnah Nabi SAW.
Maka sesuatu yang ada dasarnya dalam syari'ah kemudian ada ikhtilaf antar ulama mujtahidin, bukanlah bid'ah yang dimaksudkan oIeh hadits tersebut, misalnya: qunut dalam shalat Shubuh. Atau sesuatu yang menjadi sarana efektif pelaksanaan syari'ah, bukanlah termasuk bid'ah yang disebutkan dalam hadits tersebut, seperti pengeras suara untuk adzan, . kacamata untuk baca Al-Qur'an, naik pesawat terbang dari Indonesia untuk hajji dan urnrah.
Bid'ah ada dua tingkatan:
1. Bid'ah mufassiqah: menjadikan pelakunya fasiq, seperti membaca ayat Al-Qur'an dan dzikir dengan telanjang dan berendam di air telaga, puasa mutih, puasa ngrowot, puasa patigeni, puasa ngebleng.
2. Bid'ah mukaffirah: menjadikan pelakunya kafir, misalnya: menulis ayat Al-Qur'an dengan darah haidh untuk melakukan sihir, mengubah ayat Al-Qur'an dengan membacanya dari belakang untuk mendapatkan ilmu karamah, mengaku jasadnya bersatu dengan Al-Khaliq saat berdzikir, mengaku bisa mengetahui hal-hal ghaib setelah dzikir.
Ahli Bid'ah Mukaffirah merasa bangga dengan amal ibadahnya yang sesat:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آَيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا
"Katakanlah (Muhammad), "Maukah Kami Beritahukan kepadamu tenlang orang yang paling rugi amal-amalnya?"(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan bobot timbangan terhadap mereka pada hari Kiamat. Demikianlah, balasan mereka itu neraka Jahannam, karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai bahan olok-olok" (Surat Al¬ Kahfi: 103-106)
Ahli bid'ah lebih berbahaya dibandingkan ahli maksiyat.
Karena orang yang menjalankan bid'ah dengan semangat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, maka ia merasa benar. Sedangkan ahli maksiyat menuruti hawa nafsunya dan bagaimanapun ia merasa berdosa besar, sehingga lebih mudah untuk dinasehati agar bertaubat.
Penampakan syaithan di hadapan orang-orang yang sesat:
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bag; mereka perbuatan-perbuatan mereka dan mengatakan, "Tidak: ada yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu" Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah. " Allah sangat keras siksa-Nya. (Surat Al-Anfal: 48)
3. Mendorongmu untuk melakukan dosa besar:
• Beramal dengan Riya':
وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا
"Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena ria kepada orang lain (ingin . dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada allah dan kepada hari. kemudian. Barangsiapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat. " (Surat An-Nisa: 38)
• Mendorong untuk makan dan minum yang haram:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baikyang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah- langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. " (Surat Al-Baqarah: 168)
Karena seorang mukmin bisa ditolak doanya dan ibadahnya ketika mengkonsumsi makanan . yang haram, atau mengambil harta orang lain dengan cara yang haram.
• Berpaling dari hukum Allah:
Bal'am bin Ba'ura' (Alim) pengikut Nabi Musa 'alaihis salam yang dibujuk untuk mendoakan kekalahan bagi pasukan Nabi Musa 'alaihis salam.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آَبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ
"Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang Diturunkan Allah!" Mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaanyang kami dapati dari nenek . moyang kami." Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun . sebenarnya syaithan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)?" (Surat Luqman:21)
• Mengelabui manusia agar membuka auratnya:
فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآَتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ
.
Kemudian syaithan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (syaithan) berkata, "Tuhan-mu hanya melarang . kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga). " (Surat Al-A'raf 20)
• Membantah ayat-ayat Allah:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ
"Dan di antara manusia ada yang berbantah-bantahan tentang Allah tanpa ilmu dan hanya mengikuti para setanyang sangat jahat. " (Surat Al-Hajj 22: 3)
• Memunculkan permusuhan:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
"Dengan minuman keras dan judi itu, syaithan hanyalah bermaksud menimbulkan . permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat . Allah dan melaksanakan shalat maka tidakkah kamu mau berhenti?" (Surat Al-Maidah: 91)
4. Mendorongmu untuk melakukan dosa-dosa kecil:
Ketika anda selamat dari ajakan syaithan untuk melakukan dosa besar, maka syaithan berusaha membujuk: anda melakukan dosa-dosa kecil sehingga anda tidak merasa terbebani . dengan dosa itu, tidak terdorong untuk menjauhinya, atau meninggalkannya, apalagi menyesalinya, bahkan cenderung melakukannya secara terus-menerus.
Para Ulama berkata:
لا كبيرة مع الاستغفار ولا صغيرة مع الإصرار (الديلمى عن ابن عباس وعن أنس)
Bukanlah dosa kecil kalau dilakukan secara terus-menerus. Tiada dosa besar bagi orang yang sudah bertaubat.
Tidakkah anda pemah melihat butiran pasir yang kecil? Tapi karena banyak sekali, maka menjadi padang pasir."
5. Syaithan memperindah hal-hal yang mubah sehingga lebih diutamakan atas yang sunnah.
• Mengutamakan permainan sehingga meninggalkan yang sunnah, atau bahkan yang wajib.
• Mementingkan hobby sampai menghabiskan biaya besar, dengan mengabaikan yang wajib.
• Berlebihan dalam menikmati yang halal, sampai memubadzirkan harta.
6. Mementingkan hal-hal yang sunnah dengan mengabaikan hal yang wajib
• Memperbanyak sholat sunnah dan dzikir tanpa belajar membaca Al-Qur'an dengan benar.
Padahal seluruh Ulama sepakat, bahwa praktik membaca AI-Qur'an dengan tajwid hukunmya fardhu 'ain, sedangkan mendalami ilmu tajwid hukumnya fardhu kifayah.
• Ibarat orang memperbagus rumah dengan cat warna-warni yang indah, tetapi temboknya mau roboh.
• Hidup bermewah-mewah dan berfoya-foya dengan alasan mensyukuri nikmat Allah.
7. Syaithan mengerahkan pasukannya untuk melakukan serangan fisik dan psychis:
• Membujuk keluarga dekat untuk menghalang-halangi orang beriman berbuat baik
• Mengerahkan musuh Islam untuk menakut-nakuti orang yang beriman
• Mendorong musuh Islam untuk menyakiti, menagkap, membunuh ulama Islam
• Membangkitkan semangat permusuhan terhadap ummat Islam dan memerangi mereka.
\
SEPAK TERJANG SYAITHAN TERHADAP MANUSIA
Syaithan-syaithan dari golongan jin selalu berusaha menyesatkan manusia, maka dengan berbagai caranya mereka berusaha dekat dan berinteraksi dengan manusia untuk mempengaruhi manusia.
1. Sikap sombong dan hasad syaithan terhadap manusia
Syaithan selalu menyombongkan diri terhadap manusia, karena ia merasa lebih baik daripada manusia. Allah menyebutkan pemyataan Iblis kepada Allah sebagai alasan tidak mau sujud . perhormatan kepada Mam dalam AI-Qur' an:
قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Artinya: "Iblis berkata: "Aku lebih baik dari padanya (Adam), Engkau telah menciptakan saya dari api sementara Engkau menciptakannya dari tanah" (QS. Al-A 'raf: 7:12).
2. Manusia sejak awal dilahirkan sudah diganggu oleh syaithan
Sejak bayi lahir dari kandungan ibunya, syaithan sudah mulai menggodanya dengan tusukan jannya.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « كُلُّ بَنِى آدَمَ يَطْعُنُ الشَّيْطَانُ فِى جَنْبَيْهِ بِإِصْبَعِهِ حِينَ يُولَدُ ، غَيْرَ عِيسَى بْنِ مَرْيَمَ ، ذَهَبَ يَطْعُنُ فَطَعَنَ فِى الْحِجَابِ »
"Abu Hurairah berkata: "Saya pemah mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Setiap anak Adam ditusuk oleh syaithan dengan jarinya pada Zambungnyasaat dilahirkan, kecuali Isa bin Maryam, syaithan bergerak menusuk, maim hanya menusuk pada hijab.' (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena Allah melindungi Maryam dan putranya berkat doa istri 'Imran:
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
"Maka ketika melahirkannya, dia berkata,"Ya Tuhan-ku, aku telah melahirkan anak perempuan." Padahal Allah lebih Tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. "Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlin-dungan¬ Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk:(((Surat Ali 'Imran: 36)
3. Cara syaithan makan dan minum dengan tangan kiri:
عَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ جَدِّهِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ ».
"Dari Ibnu Umar bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila. salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya, dan apabila ia, minum, maka mtnumlab dengan tangan kanannya, karena syaithan makan dan minum. dengan tangan kirinya" (HR. Muslim).
4. Syaithan berusaha memperoleh makan gratis dan bermalam gratis dirumah-rumah manusia:
Dari Jabir bin 'Abdillah RA aku mendengar Nabi SAW bersabda;
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ ».
"Apabila seseorang dari kamu masuk ke dalam rumahnya, lalu menyebut nama Allah ketika : memasukinya dan ketika hendak makan, berkatalah syaitan (kepada sesamanya): "Tiada: tempat bermalam dan tiada makan malam untuk kamu semua!" Dan apabila seseorang . masuk ke dalam rumahnya tidak menyebut nama Allah ketika memasukinya, maka berkatalah ' syaitan: Kamu semua telab mendapat tempat bermalam. Jika dia tidak menyebut nama Allah: ketika hendak makan, berkatalah syaitan: Kamu semua telah mendapati tempat bermalam i berikut makan malam. " (HR. Muslim)
عن حُذَيْفَةَ - رضي الله عنه - ، قَالَ : كُنَّا إِذَا حَضَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - طَعَاماً ، لَمْ نَضَعْ أيدِينَا حَتَّى يَبْدَأَ رَسُولُ الله - صلى الله عليه وسلم - فَيَضَعَ يَدَهُ ، وَإنَّا حَضَرْنَا مَعَهُ مَرَّةً طَعَاماً ، فَجَاءتْ جَارِيَةٌ كَأنَّهَا تُدْفَعُ ، فَذَهَبَتْ لِتَضَعَ يَدَهَا في الطَّعَامِ ، فَأَخَذَ رسولُ الله - صلى الله عليه وسلم - بِيَدِهَا ، ثُمَّ جَاءَ أَعْرَابِيّ كأنَّمَا يُدْفَعُ ، فَأخَذَ بِيَدهِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - : (( إنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أنْ لا يُذْكَرَ اسمُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ ، وَإنَّهُ جَاءَ بهذِهِ الجارية لِيَسْتَحِلَّ بِهَا ، فأَخَذْتُ بِيَدِهَا ، فَجَاءَ بهذا الأعرَابيّ لِيَسْتَحِلَّ بِهِ ، فَأخذْتُ بِيَدِهِ ، والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ ، إنَّ يَدَهُ في يَدِي مَعَ يَدَيْهِمَا )) ثُمَّ ذَكَرَ اسْمَ اللهِ تَعَالَى وَأكَلَ
Dari Hudzaifah RA berkata: Kami apabila berkurnpul bersama Rasulullah Saw lalu dihidangkan makanan kepadanya, kami tidak menyentuh makanan tersebut sebelum Rasulullah Saw terlebih dahulu menyentuhnya. Suatu hari, dihidangkan kepada karni makanan. Tiba-tiba, datang seorang budak wanita yang terdorong begitu melihat makanan di hadapan kami, ia langsung mengulurkan tangannya untuk menyentuh makanan tersebut.
Rasulullah Saw kemudian memegang dan menahan tangan budak wanita itu. Kemudian datang juga seorang arab baduwi yang terdorong laIu mengulurkan tangannya ke makanan, Rasulullah Saw memegang tangannya Rasulullah kemudian bersabda: "Sesungguhnya syaithan akan ikut makan makanan yang tidak disebutkan nama Allah sebelumnya. Syaithan menyertai budak wanita, lalu syaithan itu bermaksud mengambil makanan dengan menggunakan tangan budak wanita itu. Demikian juga, syaithan datang menyertai orang arab baduwi untuk mengambil makanan, dan karena itulah saya pegang dan saya tahan tangan kedua orang tadi. Demi Dzat yang diriku di Tangan-Nya, sesungguhnya tangannya (syaithan) itu berada pada tangan saya bersama tangan orang itu." DaIam riwayat lain: Kemudian beliau menyebut nama Allah dan makan. (HR. Muslim 102/2017).
5. Dengan bismilIah di akhir saat makan, syaithan muntah sehabis makan bersama Anda:
وعن أُمَيَّةَ بن مَخْشِيٍّ الصحابيِّ - رضي الله عنه - ، قَالَ : كَانَ رسولُ الله - صلى الله عليه وسلم - جَالِسَاً، وَرَجُلٌ يَأكُلُ، فَلَمْ يُسَمِّ اللهَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلاَّ لُقْمَةٌ ، فَلَمَّا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ ، قَالَ : بِسْمِ اللهِ أوَّلَهُ وَآخِرَهُ ، فَضَحِكَ النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - ، ثُمَّ قَالَ : (( مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأكُلُ مَعَهُ ، فَلَمَّا ذَكَرَ اسمَ اللهِ اسْتَقَاءَ مَا فِي بَطْنِهِ )) رواه أَبُو داود والنسائي .
Dari Umayyah bin Makhsyi Ash-Shahabi RA berkata: Rasulullah SA W sedang duduk, dan ada seorang laki-laki sedang makan tidak membaca basmalah sampai makanan tinggal satu suap, maka ketika mengangkat tangannya ke mulutnya sambi1 membaca bismillahi , awwalahu wa akhirahu,maka Nabi SA W tertawa kemudian berkata:"Syaithan senantiasa ikut makan bersamanya, maka ketika ia menyebut nama Allah, syaithan memuntahkan apa yang ada di perutnya. "
6. Pekerjaan tetap syaithan dan anak buahnya
Rasulullah saw bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِىءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِىءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ - قَالَ - فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ »
"Sesungguhnya Iblis menempatkan singgasananya di atas iaut, kemudian ia mengirim . pasukan-pasukan syaithan. Yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah syaithan yang paling besar melakukan fitnah. Salah satu pasukannya datang menghadapnya melaporkan: "Aku tidak meninggalkan manusia sehingga aku pisahkan ta dari istrinya. Maka Iblis mendekatkannya seraya berkata: "Sebaik-baiknya pasukan adalah kamu. " (HR. Muslim)
7. Kalimat yang membuka peluang pekerjaan syaithan
Mengandai-andaikan sesuatu yang sudah berlalu adalah mustahil, karena hal itu hanyalah angan-angan belaka, sebagai perasaan tidak ridha kepada ketentuan Allah.
Rasulullah saw bersabda:
وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ ؛ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اللَّهُ، وَمَا شَاءَ فَعَلَ ؛ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ?" رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
"Apabila ada sesuatu menimpamu, maka janganlah kamu berkata: "Seandainya aku lakukan ini dan ini pastilah begini dan begini." Akan tetapi katakan: "Sudah Allah taqdirkan, dan apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, karena mengandai-andai hanyalah membuka pekerjaan syaithan." (HR. Muslim).
8. Buka mulut saat menguap bisa membuat syaithan tertawa dan masuk lewat mulut Anda
Rasulullah saw bersabda:
إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ، فَإِنَّهُ إِذَا فَتَحَ فَاهُ ، فَقَالَ : دَاهِ ، ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ
"Apabila seorang diantaramu menguap, maka tahanlah semampu mungkin! Karena apabila ia bersuara: Haa, syaithan tertawa karenanya." (HR. Bukhari)
Dan Rasulullah saw bersabda:
إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ -أيِ يَدْخُلُ من الفم-
"Apabila seorang diantaramu menguap, maka hendaklah ia tahan semampu mungkin, karena syaithan mau masuk. Yaitu masuk lewat mulut." (HR. Muslim)
9. Anda sujud tilawah membuat syaithan menangis.
Rasulullah saw bersabda:
إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ - يَا وَيْلِى - أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ
"Apabila Anak adam membaca ayat sajdah, kemudian ia sujud, syaithan menyingkir sambil menangis dan berkata: "Aduhai celakanya aku, anak Adam disuruh sujud, ia bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku disuruh bersujud, tapi aku tidak mau, maka bagiku neraka. " (HR. Muslim)
10. Syaithan berusaha memperindah penampilan wanita di hadapan laki-laki
Rasulullah saw bersabda:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
'Wanita adalah 'aurat, maka apabila ia keluar rumalmya, syaithan memperindalmya di hadapan lelaki." (HR. Turmudzi).
Oleh sebab itu kaum laki-laki diperintahkan untuk menundukkan pandangan matanya ketika di hadapan wanita lain dan begitu pula kaum wanita diperintahkan untuk menundukkan pandangan matanya di hadapan kaum laki-laki.
11. Mencaci maki syaithan memnyebabkan syaithan tambah besar, tetapi menyebut kalimat Allah menyebabkan syaithan mengecil:
Rasulullah saw bersabda:
اذا تعست دابة احدكم فلايقل تعس الشيطان فإنه اذا قال ذالك تعاظم حتي يكون مثل البيت
ولكن قل بسم الله فإنك اذا قلت ذالك تصاغر حتي يكون مثل الذباب
Apabila kendaraan seseorang diantararnu mogok, maka janganlah ia mengatakan:"Celakalah syaithan!" karena kalau ia katakana demikian, syaithan akan membesar sampai menjadi seperti rumah, akan tetapi katakan: "Bismillah." Maka jika kamu katakan itu, syaithan mengecil sampai menjadi seperti lalat." (HR. Abu Dawud)
12. Agar rumah Anda tidak kemasukan syaithan:
"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
أَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا وَأَطْفِئُوا ، مَصَابِيحَكُمْ
"Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), karena setan tidak akan membuka pintu yang sudah terkunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang terbuat dari kuit binatang) dan bejana-bejana kalian (untuk masa sekarang seperti lemari, bupet, kulkas dan lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun kalian hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian" (HR. Muslim).
عَنْ أَبِى أُمَامَةَ الْبَاهِلِىِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلٌ خَرَجَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ وَرَجُلٌ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ وَرَجُلٌ دَخَلَ بَيْتَهُ بِسَلاَمٍ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ».
Dari Abu Umamah al-Bahili dari Rasulullah SAW bersabda: "Tiga golongan, kesemua mereka yang dijamin dart Allah 'azza wajalla: yaitu seorang lelaki yang keluar berperang di jalan Allah, dia berada di dalam jaminan Allah, sehingga dia gugur lalu dimasukkan ke da/am Syurga, atau dia pulang dengan memperoleh pahala a/au ghanimah. Juga seorang lelaki yang keluar ke masjid, dia berada di da/am jaminan Allah, sehinggalah dia mati lalu dimasukkan ke dalam syurga a/au dia pulang dengan memperoleh pahala dan ghanimah. Juga seorang lelaki yang memasuki rumahnya dengan memberi salam, dia berada di dalam jaminan Allah SWT. (HR. Abu Dawud: 2494 dishahihkan oleh AI-Albani di dalam Shahlh At-Targhib)
13. Adzan berkumandang membuat syaithan lari menjauh sambilterkentut-kentut:
Kalimat adzan adalah kalimat suci untuk sebuah panggilan suci beribadah kepada Allah, maka syaithan berusaha menjauhi panggilan itu saat dikumandangkan.
Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ذَهَبَ حَتَّى يَكُونَ مَكَانَ الرَّوْحَاءِ
"Sesungguhnya syaithan apabila mendengar adzan untuk shalat ia pergi menjauh sampai ke tempat sepi.' (HR. Muslim)
14. Syaithan melakukan korupsi dari sebagian shalat Anda
Segala gangguan syaithan ketika seorang hamba sedang menjalankan shalat adalah upaya syaithan mengkorupsi, mencuri sebagian shalatnya, seperti disebutkan dalam hadits-hadits: menguap menoleh, bermain kerikil, menengadah ke langit, tergesa-gesa, meludah, memikirkan hal-hal di luar shalat, lupa bacaan shalat, sampai lupa jumlah rakaat, atau tiba¬ tiba merasa kentut dan sering was-was.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنْ الاِلْتِفَاتِ فِى الصَّلاَةِ فَقَالَ « هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ الْعَبْدِ »
Dari 'Aisyah RA berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang menoleh dalam shalat. Beliau bersabda: "Itulah korupsi syaithan yang fa lakukan dart shalat seorang hamba." (HR. Bukhari 751)
15. Syaithan menguasai masyarakat,ketika mereka tidak menegakkan shalat berjama'ah
Sebagaimana Abud Darda' berkata: Aku mendangar Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ
"Tak ada tiga orang pun di desa atau di gurun pasir yang tidak ditegakkan di dalamnya shalat berjamaah, kecuali syaithan menguasai mereka. Maka atas kalian berjamaah, karena srigala hanya akan menerkam dari kambing yang terpencil." As-Saib berkata: maksudnya adalah shalat berjamaah. (HR. An-Nasai 847, Abu Dawud 547)
16. Syaithan mengencingi telinga orang yang bangun kesiangan:
Diantara kejahatan syaithan terhadap manusia adalah membuat manusia malas beribadah, .terutama shalat shubuh berjamaah, maka ketika berhasil menggoda orang untuk tetap tidur . saat shubuh sampai tidak shalat shubuh berjamaah, kemudian syaithan menghinakan orang' itu dengan mengencingi kedua telinganya.
Rasulullah saw bersabda tentang seseorang yang tidur sampai kesiangan
قَارَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-ِ فِى رَجُلٌ نَامَ لَيْلَةً حَتَّى أَصْبَحَ
ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِى أُذُنَيْهِ
"Itulah seorang `yang dikencingi syaithan di telinganya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
17. Syaithan berjalan dengan satu sandal
Rasulullah saw melarang seseorang berjalan dengan satu sandal, dan beliau bersabda:
نهي رسول الله ان يمشي الرجل بنعل واحدة وقال إنها مشية الشيطان
"Sesungguhnya itu adalah cara jalan syaithan." (Hadits dishahihkan oleh AI-Albani)
18.Tempat yang disukai syaithan untuk duduk disitu
Rasulullah saw bersabda:
نهي رسول الله ان يجلس بين الظل والشمش وقال إنه مجلس الشيطان
Rasulullah saw melarang seseorang duduk diantara tempat teduh dan terik matahari, dan beliau bersabda: "Sesungguhnya itu adalah tempat syaithan." (HR. Imam Ahmad)
19. Alat syaithan dalam merusak harta dan membakar rumah
Syaithan senang dengan tabdzir (menyia-nyiakan) harta dalam hal yang tidak bermanfaat, merusak harta, merusak nikrnat Allah yang diberikan. .
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَاءَتْ فَأْرَةٌ فَأَخَذَتْ تَجُرُّ الْفَتِيلَةَ فَأَلْقَتْهَا بَيْنَ يَدَىْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى الْخُمْرَةِ الَّتِى كَانَ قَاعِدًا عَلَيْهَا فَأَحْرَقَتْ مِنْهَا مِثْلَ مَوْضِعِ الدِّرْهَمِ فَقَالَ « إِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوا سُرُجَكُمْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدُلُّ مِثْلَ هَذِهِ عَلَى هَذَا فَتَحْرِقَكُمْ »
Dari Ibnu Abbas RA berkata: "Seekor tikus datang menyeret larnpu (menyala), kemudian . dilemparkannya di depan Nabi SAW mengenai tikar yang beliau duduk di atasnya, maka terbakarlah selebar Dirham dari tikar itu. Maka Nabi Saw bersabda: "Apabila kalian tidur, matikanlah lampu kalian, karena syaithan bisa mengarahkan seperti in; (seekor tikus) ke ini (lampu) sehingga dapat membakar kalian" (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).
20. Pasar adalah tempat berebut syaithan menancapkan bendera perangnya:
Tempat masyarakat berkumpul untuk urusan dunia adalah peluang besar bagi syaithan untuk membujuk rayu mereka agar melakukan traksaksi dengan cara-cara menipu, curang dalam takaran, timbangan, ukuran, kualitas, atau hitungan, sehingga rizki yang diperoleh dengancara haram tidak diberkahi dan mudah digoda untuk berbuat maksiat. Rasulullah saw bersabda:
عَنْ سَلْمَانَ قَالَ لاَ تَكُونَنَّ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلاَ آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ
"Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang pertama-kali masuk ke dalam pasar, kalau bisa dan orang yang terakhir keluar dart pasar, karena pasar adalah tempat pertikaian syaithan dan didalamnya ia menancapkan benderanya. (HR. Muslim)
Dan Rasulullah saw bersabda:
أَحَبُّ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلاَدِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا
"Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid negeri itu, dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar negeri itu." (HR. Muslim)
21. Kalimat untuk menutupi pandangan mata syaithan agar tidak melihat aurat kita
Dari Anas RA berkata: Rasulullah SAW bersabda:
ستر ما بين أعين الجن وعورات بنى آدم أن يقول الرجل المسلم إذا أراد أن يطرح ثيابه
بسم الله الذى لا إله إلا هو (ابن السنى عن أنس)
"Penghalang antara pandangan mata jin dan aurat anak Adam adalah ketika seseorang, mau melukar pakaiannya mengucapkan: Dengan nama Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia. " (HR Ibnus Sunni)
22. Bisikan Syaithan langsung ke dada manusia
Surat yang terakhir mengajarkan kepada kita cara pembentengan diri dari pengaruh bisikan ' syaithan yang langsung ke dada kita
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan manusia". Raja manusia. Sembaha manusia, dari kejahatan syaitan pembisik yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke , dalam dada manusia, dari jin dan manusia (Surat An-Nas 114: 1-6)
23. Syaithan membelenggu saraf-saraf di tengkuk manusia
Syaithan membuat belenggu di tengkuk. manusia saat ia tidur tanpa membaca doa penjagaan, sehingga menimbulkan kemalasan dalam beribadah dan ia merasakan tidak fresh saat bangun.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- « يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلاَثَ عُقَدٍ إِذَا نَامَ بِكُلِّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْكَ لَيْلاً طَوِيلاً فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَتَانِ فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتِ الْعُقَدُ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ ».
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: ''Syaithan mengikat di tengkuk kepala seseorang dari kalian saat ia tidur dengan tiga ikatan, dan setiap ikatan diletakkan pada tempatnya kemudian (dibisikkan), atasmu malam yang panjang maka tidurlah nyenyak. Jika ia bangun serta mengingat Allah maka lepaslah satu ikatan, kemudian jika ia berwudhu lepaslah satu ikatan lagi dan apabi/a ta mendirikan shalat malam maka lepaslah satu ikatan lagi. Maka pada pagi harinya ia akan bersemangat serta sud jiwanya, namun bila ia tidak melakukan hal tersebut maka pada pagi harinya jiwanya kotor serta menjadi pemalas. " (HR. Bukhari 1142, Muslim 776)
24. Mimpi buruk adalah gangguan syaithan saat Anda tidur
Syaithan mampu menimbulkan gangguan mimpi buruk saat Anda tidur tanpa membentengi diri dengan doa penjagaan sebelum tidur
عَنْ أَبِى قَتَادَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنَ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا السَّوْءُ مِنَ الشَّيْطَانِ فَمَنْ رَأَى رُؤْيَا فَكَرِهَ مِنْهَا شَيْئًا فَلْيَنْفِثْ عَنْ يَسَارِهِ وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ لاَ تَضُرُّهُ وَلاَ يُخْبِرْ بِهَا أَحَدًا فَإِنْ رَأَى رُؤْيَا حَسَنَةً فَلْيُبْشِرْ وَلاَ يُخْبِرْ إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ ».
Dari Abu Qatadah RA ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda: "Mimpi-mimpi baik itu datang dari Allah dan mimpi buruk datang dari syaithan. Maka apabi/a salah seorang di antara kalian bermimpi yang adak menyenangkan hendakiak dia meludah ke samping kiri sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatannya sesungguhnya mimpi itu tidak akan membahayakannya, dan ia tidak memberitahukannya kepada orang lain, dan barangsiapa bermimpi bark, maka hendaklah menceritakan kabar gembira itu, dan jangan memberitahu kecuali orang yang ia cintai. " (HR. Bukhari dan Muslim)
25. Syaithan menghinakan Anda dengan tidur bersama di rongga hidung Anda
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « إِذَا اسْتَيْقَظَ - أُرَاهُ - أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثًا ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ »
Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW berkata: "Apabila seseorang diantaramu bangun dari tidurnya kemudian ia berwudhu, maka hendaklah memasukkan air ke hidungnya sebanyak tiga kali, karena syaithan tidur bermalam pada rongga hidungnya." (HR. Bukhari 3295 dan Muslim 238)
26. Syaithan menggoda manusia sampai manusia menghembuskan nafasnya yang terakhir
Syaithan selalu menggoda manusia sampai datang ajalnya, sehingga manusia rnengakhiri hidupnya dengan su'ul khatimah. Maka Rasulullah SAW mengajarkan doa kepada kita agar kita berlindung dari godaan syaithan di akhir hayat
عَنْ أَبِى الْيَسَرِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَدْعُو « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّى وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرَقِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِى الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِى سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا ».
Dari Abul Yusri RA berkata: Rasulullah SAW berkata: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi, tertimpa bangunan, tenggelam, dan terbakar, dan aku berlindung kepada-Mu dari kerasukan syaithan saat akan meninggal, dan ak:u berlindung kepada-Mu dari kematian di jalan-Mu dalam posisi menghadap ke belakang, dan ak:u berlindung kepada-Mu dari kematian karen a dipatok ular," (RR. An-Nasal 5531 dan Abu Dawud 1552)
27. Orang yang selamat dari penyesatan syaithan
Iblis mengakui kelemahan dirinya di hadapan Allah, karena ia tidak mampu menyesatkan orang-orang pilihan yaitu orang yang ikhIash beribadah kepada Allah. Allah menjelaskan dalam Al-Qur'an:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
(Iblis) berkata, "Tuhan-ku, oleh karena Engkau telah Memutuskan bahwa aku sesat, aku . pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan , mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." (Surat AI- . Hijr: 39-40)
28. Agar Anda terjaga dari godaan syaithan sepanjang hari
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ قَالَ « أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ». قَالَ أَقَطُّ قُلْتُ نَعَمْ. قَالَ فَإِذَا قَالَ ذَلِكَ قَالَ الشَّيْطَانُ حُفِظَ مِنِّى سَائِرَ الْيَوْمِ.
Dari Abdullah bin Amr bin 'Ash RA dari Nabi SAW bahwasanya beliau apabila masuk . masjid berdoa: ''Aku berlindung dengan Allah Yang Maha Agung dan dengan wajahnya : Yang Mulia dan kekuasaanNya yang kekal dari syaitan yang direjam. Perawi berkata: . "Apakah itu saja?" Ak:u jawab: 'Ya." Beliau bersabda: "Apabila ia mengatakan itu, maka syaithan berkata: "Ia terjaga dari godaanku sepanjang hari." (HR. Abu Dawud 461)
29. Doa pengamanan saat singgah di suatu tempat
Dari Khaulah binti Hakim As Sulamiyah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa ' sallam bersabda,
مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
"Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan, "Aku berlindung . dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala makhluk yang Dia ciptakan ", maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut. "
30. Syaithan yang tinggaI di rumah akan menyingkir ketika rumab itu dibacakan surat AI- Baqarah
Rasuluiullah SAW menjelaskan adanya syaithan yang tinggal di rumah-rumah manusia yang sepi dari dzikir, tidak pemah dikumandangkan bacaan Al-Qur'an di dalamnya, keluar-masuk rumah tanpa salam, makan-minum tanpa bismillah. Akan tetapi ketika penghuni rumah berusaha membentengi diri dan rumahnya dengan membaca surat Al-Baqarah, maka syiathan akan terusir dan Iari dari rumah itu.
Rasulullah Saw bersabda:
لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
"Janganlab kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhna syaithan akan lari menyingkir dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah." (HR. Muslim)
31. Perangkap-perangkap syaithan untuk menjerat manusia
1. Mengeksploitasi aurat wanita lewat berbagai media
2. Nyanyian yang menjauhkan dari dzikrullah
3. Angan-angan kosong dalam menggapai kebahagiaan dunia, misalnya lewat mabuk- mabukan dan perjudian.
4. Menunda-nunda pelaksanaan kewajiban sampai akhir waktunya.
5. Tabdzir (buang-buang) harta, waktu, kesempatan.
6. Ilmu sihir dan perdukunan yang mudah dipelajari bukunya dan dijual-belikan bebas bahkan bisa beli secara online.
7. Menimbulkan kebencian, kekerasan, permusuhan, pertikaian, dan perpecahan dalam tubuh ummat Islam.
8. Mengobral janji-janji palsu, saksi palsu, sumpah palsu, kebohongan, penipuan, dan kecurangan.
9. Menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan, kesulitan ekonomi, krisis moneter, kesusahan mencari jodoh.
10. Menghilangkan rasa malu dalam berbuat dosa-dosa besar, sehingga manusia melakukan promosi ilmu perdukunan, ilmu sihir, perbuatan zina, homosex, lesbi, atau minum khamer dengan terang-terangan.
GANGGUAN JIN DALAM JASAD MANUSIA
Bagaimanapun syaithan selalu berusaha menguasai manusia dari segala arah, agar ia bisa ditundukkan untuk mengikuti kesesatannya. Allah menjelaskan tekad kuat syaithan menggoda itu dalam Al-Qur'an
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah Menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang Iurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan . mereka bersyukur. "(Surat Al-A'raf 17)
Ketika manusia berhasil dikuasai dan menjadi korban penyesatan syaithan, maka dengan leluasa syaithan mengarahkan manusia itu menurut keinginan-keinginan jahatnya, seperti makan haram, bermaksiat kepada Allah, dan tenggelam dalam dosa-dosa besar. Na'udzu billahi min dzalik. Sebagaimana seorang ulama Bani Israil yang bernama Bal'am bin Ba'ura yang dikenal sebagai orang yang mustajab doanya, karena syaithan terus-terus menerus mengikutinya sampai akhirnya ia tersesat atas bisikan syaithan. Allah berfirman:
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آَتَيْنَاهُ آَيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami Berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat. Dan sekiranya Kami Menghendaki niscaya Kami Tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir." (Surat Al-A'raf 175- 1'76)
KENAPA SYAITHAN MASUK KE JASAD MANUSIA
1. Jin adalah makhluq yang memiliki hawa nafsu dan birahi sebagaimana manusia, maka jin laki-laki bisa jatuh cinta pada wanita cantik dari manusia yang membuka auratnya, atau wanita dari jin jatuh cinta kepada laki-laki dari manusia yang tidak menjaga kehormatannya. "Hal itu bisa terjadi hubungan seksual lewat mimpi sampai mengeluarkan mani.
2. Karena dendam kepada manusia yang berbuat kesalahan kepada bangsa jin dan ia tidak berlindung kepada Allah. Setiap orang yang mengajarkan kebaikan akan dimusuhi oleh syaithan, karena ketika banyak manusia yang berilmu syari'at, syaithan semakin sulit untuk menyesatkan manusia, maka syaithan semakin dendam kepada para ulama. Oleh sebab itu kita harus selalu berlindung kepada Allah.
3. Karena ingin menganiaya dan menyesatkan manusia. Sudah menjadi tekad bulat Iblis untuk menjerumuskan manusia ke dalam neraka dengan mengerahkan segala pofesinya untuk mensukseskan program itu.
4. Karena diperintahkan oleh tukang sihir untuk menganiaya manusia dengan imbalan mpengabdian kepada syaithan, menuruti kernauan syaithan, seperti sesaji, menyembelih binatang sebagai syaratnya.
5. Karena jin dimintai bantuannya oleh manusia dengan cara dan syarat perdukunan, maka semakin besar permintaan bantuannya, semakin besar pula kesesatannya.
Allah berfirman
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
"Dan bahwasannya ada beberapa orang laid-laid di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laid-laid di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. " (Surat Al-Jinn (72): 6)
KAPAN JIN MASUK KE DALAM JASAD MANUSIA?
1. Saat manusia marah besar dalam urusan duniawi tanpa mengendalikan diri.
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ قَالَ اسْتَبَّ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - وَنَحْنُ عِنْدَهُ جُلُوسٌ ، وَأَحَدُهُمَا يَسُبُّ صَاحِبَهُ مُغْضَبًا قَدِ احْمَرَّ وَجْهُهُ فَقَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « إِنِّى لأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ لَوْ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
"Dan Sulaiman bin Shurrad berkata: "Ada dua orang saling memaki di hadapan Rasulu11ahSAW, saat itu kami sedang duduk di sampingnya. Salah seorang dad keduanya memaki temannya dengan sangat marah sehingga tampak. mukanya memerah. Rasulullah Saw kemudian bersabda: "Sesungguhnya saya mengetahui sebuah kalimat yang apabila kalian ucapkan, maka marah kalian akan hilang, yaitu: A 'udzu billah minasy syaithanir rajim. " (Aku berlindung kepada Allah dad godaan syithan yang terkutuk) (HR. Bukhari Muslim).
عَنْ عَطِيَّةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ
وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ ».
Dari 'Athiyyah berkata: Rasulullah SA W bersabda: "Sesungguhnya marah itu dari syaithan, dan sesungguhnya syaithan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air, maka apabila seseorang diantaramu marah, hendaklah ia segera berwudhu '. (HR. Abu Dawud 1784 dan Ahmad 17524)
Sedangkan marah karena Allah adalah pertanda imannya hidup dan sehat. Sebagaimana Rasulullah SAW marah karena Allah, ketika ada panggilan jahiliyah pada shahabatnya, ada upaya memberikan pembelaan kepada pencuri dari kalangan orang yang terhormat, ada shahabat membawa lembaran Taurah dihadapan beliau.
2. Saat manusia ketakutan berlebihan dan tidak berlindung kepada Allah
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mimpi buruk itu dari syaithan, maka orang yang bangun dari mimpi buruk hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, berta'awwudz, tidak menceritakannya, dan yakin bahwa mimpi itu tidak akan membahayakannya, Apabila orang khawatir akan terjadi yang tidak diinginkan, maka segera membaca
اللَّهُمَّ لاَ يَأتِي بِالحَسَناتِ إلاَّ أنْتَ ، وَلاَ يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إلاَّ أنْتَ ، وَلاَإله غيرك
"Ya Allah adak ada yang mendatangkan kebaikan-kebaikan kecuali Engkau dan tidak ada yang mampu mencegah keburukan-keburukan kecuali Engkau, dan tidak ada yang disembah selain Engkau. "
3. Saat manusia menuruti kesenangan hawa-nafsunya dalam perbuatan haram, seperti orang yang hobi berjudi, bermabuk-mabukan, zina, menyuap, menjual agama untuk dunia.
Allah berfirman:
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Dan sekiranya Kami Menghendaki niscaya Kami Tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) flu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti hawa-nafsunya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang¬ orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisab itu agar mereka berpikir. (Surat Al-A'raf 176)
Manusia memang tempat dosa dan kesalahan, maka apabila ia terjatuh dalam dosa dan kesalahan segeralah ia bertaubat kepada Allah tanpa ditunda-tunda, sebelum datang ajalnya. Allah memberi khabar gembira kepada pelaku maksiyat dan kezhaliman dalam firman-Nya:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Katakanlah, "Wahai hamba- hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiril Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah Sesungguhnya Allah Mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia-lah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Surat Az-Zrunar:53)
4. Saat manusia sedih berkesinambungan karena tidak ridha dengan musibah yang menimpanya.
Kewajiban orang yang terkena musibah adalah ridha dengan taqdir, sehingga Allah meridhainya. Rasulullah SAW mengajarkan bagi orang yang menghadapi masalah berat untuk segera memohon kepada Allah dengan wasilah asrna-Nya dan beristighatsah kepada- Nya
Dari Abdullah bin Mas'ud RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tak seorang hamba pun yang tertimpa kesusahan atau kesedihan yang berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَبْنُ عَبْدِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدَلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَنُورَ بَصَرِي ، وَجِلاءَ حُزْنِي ، وَذَهَابَ هَمِّي وغمي
"Ya Allah, aku sungguh sebagai hamba-Mu, anak seorang hamba laki-laki-Mu, dan anak seorang hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, berlaku pada diriku segala ketentuan-Mu, adil terhadap diriku segala keputusan-Mu, aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama-Mu yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan nama itu dalam kitab-Mu, atau engkau ajarkan nama itu kepada seseorang dari manusia yang Engkau ciptakan, atau Engkau khususkan nama itu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, semoga Engkau menjadikan Al- Qur'an tumbuh subur di hatiku, pelita di dalam dadaku, penyingkap kesusahanku, dan penghapus sedih dan deritaku. " Kecuali Allah 'azza wa jalla singkapkan kesusahannya dan Ia gantikan kesedihannya dengan kegembiraan." Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, sepantasnya kami mempelajari kalimat ini. " Beliau bersabda: ''Ya, sepantasnya orang yang mendengar kalimat ini untuk mempeZajarinya." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).
Dan beliau juga berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemaZasan,dan aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kebakhilan, dan aku berlindung kepada-Mu dari dominasi utang dan paksaan orang-orang jahat. "
Maka musibah datang dihadapi dengan sabar, ridha kepada taqdir Allah, kemudian segera bermunajat kepada Allah untuk memohon perlindungan, dan dibebaskan dari derita. Jangan menambah derita dengan membuka peluang syaithan masuk!
5. Saat manusia lalai berat dan jauh dari dzikrullah, sehingga Allah jadikan ia lupa terhadap dirinya sendiri.
Allah berfirman
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah Menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik:" (Surat AI¬ Hasyr: 19)
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (al-Quran), Kami biarkan syaithan (menyesatkannya) dan menjadi ternan karibnya. (Surat Az-Zukhruf: 36)
TINGKATAN GANGGUAN JIN
1. Gangguan total: kesurupan, tidak bisa mengendalikan diri, bicara atau terawa dan menangis sendiri, seIuruh tubuh gerak sendiri, tidak kenaI orang dekatnya, melawan orang yang di dekatnya.
2. Gangguan parsial: sakit pada bagian tertentu, gemetaran, kesemutan, gerakan terganggu.
3. Gangguan terus-menerus: gatal-gatal, sakit pada bagian tertentu, tidur melulu.
4. Gangguan temporer: bisikan terhadap orang shaleh untuk berbuat dosa atau meninggalkan kewajiban.
GEJALA-GEJALA GANGGUAN JIN PADA PASIEN SEBELUM RUQYAH
1. Saat Terjaga
a. Badan terasa lemah, malas, berat untuk begerak tanpa sebab tertentu.
b. Sakit kepala atau bagian tertentu tanpa sebab.
c. Ada bagian tubuh yang bergerak sendirifbergetar tanpa sebab.
d. Tersenyum sendiri atau bicara sendiri tanpa sebab.
e. Merasa kantuk ketika membaea Al Qur'an, Sholat atau mendengarkan nasehat kebenaran.
f. Bersemangat untuk melakukan hal-hal maksiat atau tidak berguna
g. Muncul kedutan di bagian anggota tubuh tertentu
h. Muneul emosi yang sulit dikendalikan.
i. Muneul rasa kebencian atau ketakutan ketika berhadapan dengan orang sholeh.
j. Berat untuk.melakukan kebaikan dan ketaatan.
k. Banyak menghayal dan melamun.
l. Banyak lalai dari peringatan Allah.
m. Makan banyak tidak merasa kenyang atau makan
n. Tidak makan lama tetapi fisik kuat sekali.
o. Muneul kekuatan diIuar kemampuan manusia.
p. Terjadi kesurupan seperti orang gila.
q. Melakukan gerakan-gerakan seperti binatang tanpa disadari
r. Sering melihat jin atau punya kepekaan di tangan ketika ada jin disekitarnya.
s. Muneul was-was, ragu-ragu saat bersuei, wudhu, mandi, sholat atau membaea do'a sehingga diulang-ulang karena ragu dan lama sekali selesainya.
t. Sering kentut, buang air setelah wudhu atau ketika mengikuti sholat berjamaah.
u. Ada getaran pada bagian tubuh, kesemutan atau rasa panas, dingin, berdebar, sesak napas;
v. pusing ketika membaca AI-Qur'an dan dzikir dengan khusyu'.
2. Saat Tidur
a. Sulit untuk tidur tanpa sebab.
b. Terlalu banyak tidur dan mengantuk terus.
c. Sering tindihan bukan karena darah rendah atau ketindihan orang.
d. Mengigau saat tidur dengan kata-2 kotor atau tidakjelas artinya,
e. Melakukan gerakan aneh saat tidur,
f. Melakukan gerakan mengunyah dengan keras sehingga giginya beradu.
g. Bermimpi buruk, seperti melihat binatang atau mahkluk aneh, mau jatuh, berada di tempat yang menyeramkan menjijikkan, dikejar-kejar musuh, berbuat maksiat dan lain-lain.
h. Mimpi bersambung atau berulang dan sarna, padahal tidurnya sudah terputus dengan bangun atau menjalankan aktifitas lainnya.
i. Mimpi ditemui jin yang mengaku dirinya sebagai arwah orang tertentu.
j. Mimpi mendapat wahyu, berita ghaib, rarnalan, perintah untuk berbuat maksiat.
k. Mimpi merasuki dunia jin.
l. Dipindah ke tempat lain saat tidur, tanpa berjalan sendiri.
m. Diganggu dengan cekikan di leher, digelitiki, ditendang dan sebagainya
soD?��m c @� �Ҽ 1'>
Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada junjungan kami Muhammad, dan keluarga junjungan kami Muhammad sebagaimana Engkau telah menyampaikan shalawat kepada junjungan kami Ibrahim dan keluarga junjungan kami Ibrahim. Dan berkati junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarga junjungan kami Ibrahim di alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luhur ( x3 )
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِى ، اغْفِرْ لِى ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakan aku, aku adalah hamba-Mu dan aku akan senantiasa berada di alas kekuasaan-Mu danjanji-, Mu sepanjang kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan, aku akui segala keni'matan-Mu atas diriku dan aku akui segala dosa-dosaku. Maka dari itu ampuni dosa dosaku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau (3x)
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ المولى وَنِعْمَ النصير
Cukuplah Allah bagi kami dan dia sebaik-baik pemimpin , sebaik-baik pelindung, sebaik¬balk penolong. (3x)
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ
Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami, sekiranya Engkau tidak mengampuni kami, dan memberi belaskasih kepada kami, pasti kami termasuk orang orang yang merugi.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat aniaya (3x)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ ، رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Memiliki arsy agung, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Memiliki seluruh langit dan bumi, Yang Memiliki 'arsy yang mulia
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dengan nama Allah Yang karena bersama nama-Nya tidak ada sesuatu apapun di langit atau di bumi mampu mendatangkan bahaya, dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئاً نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ نَعْلَمُ
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu apapun jua yang kami ketahui dan kami memohon ampunan dari-Mu atas apa yang tidak kami ketahui (3x)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala kejahatan makhluk-Nya. (3 x)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ
Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka dan siksa-Nya, dan dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari godaaan syaithan, serta dari kedatangan mereka kepadaku.
َأَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ َمَنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ و مِنْ كُلِّ عَيْنٍ لامَّةٍ
Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaithan dan binatang beracun dan setiap pandangan mata yang yang berbahaya.
يا حيّ يا قيوم برحمتك أستغيث أصلح لي شأني كله، ولا تكلني إلى نفسي طرفة عين
Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Menegakkan segala urusan dengan rahmat-Mu, aku memohon pertolongan, Tuhan perbaiki segala urusan kami dan janganlah Engkau serahkan kami kepada diri kami sekejap matapun
أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ اللَّاتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنْ السَّمَاءِ وَشَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَشَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ وَشَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang adak akan dilampui oleh siapapun yang baik ataupun yang jahat, dari kejahatan makhluk-Nya yang Dia ciptakan, Dia buat, dan Dia jadikan, dan dari kejahatan yang turun dari langit ataupun yang naik ke sana, dan dari kejahatan yang keluar dari bumi ataupun yang turun ke sana, dan dari kejahatan fitnah malam dan siang, dan dari kejahatan setiap pendatang yang tiba, kecuali pendatang yang tiba dengan rnembawa kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Kasih-sayang
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّةِ مِنْ شَرِّ مَا أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ اللَّهُمَّ أَنْتَ تَكْشِفُ الْمَغْرَمَ وَالْمَأْثَمَ اللَّهُمَّ لاَ يُهْزَمُ جُنْدُكَ وَلاَ يُخْلَفُ وَعْدُكَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ
Ya Allah kami berlindung dengan wajah-Mu yang mulia, dan dengan kalimat-Mu yang sempurna dari kejahatan makhluk yang ubun-ubunnya di tangan-Mu. Ya Allah Engkaulah yang menghapuskan dosa dan derita. Ya Allah sesungguhnya tak terkalahkan pasukan-Mu dan tidak akan Engkau ingkari janji-Mu, Maha Suci Engkau dan Maha Terpuji Engkau.
أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْعَظِيمِ الَّذِى لَيْسَ شَىْءٌ أَعْظَمَ مِنْهُ وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِى لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ وَبِأَسْمَاءِ اللَّهِ الْحُسْنَى كُلِّهَا مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَبَرَأَ وَذَرَأ
Aku berlindung dengan wajah Allah yang Agung, yang tidak ada sesuatu lebih agung dari¬ Nya, dan dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang adak akan dilangkahi oleh makhluk yang baik atau yang jahat, dan dengan Asma Allah yang baik yang telah aku ketahui ataupun yang belum aku ketahui dari kejahatan makhluk-Nya yang Dia ciptakan, Dia buat, dan Dia jadikan, dan dari kejahatan setiap makhluk yang aku tidak sanggup menghadapi kejahatannya, dan dari kejahatan setiap yang jahat yang ubun-ubunnya ada di tangan-Mu, sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.
اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت عليك توكلت وأنت رب العرش العظيم ، ما شاء الله كان ، وما لم يشأ لم يكن ، لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم ، أعلم أن الله على كل شيء قدير ، وأن الله قد أحاط بكل شيء علما ، اللهم إني أعوذ بك من شر نفسي ، ومن شر كل ذي شر ، ومن شر كل دابة أنت آخذ بناصيتها إن ربي على صراط مستقيم
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang haq disembah kecuali Engkau, kepada-Mu aku bertawakkal, dan Engkaulah Pemilik arsy (singgasana) yang besar, apapun yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apapun yang tidak Allah kehendaki pasti tidak akan terjadi. Tidak ada upaya dan kakuatan kecuali bersama Allah. Aku yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Allah telah menjangkau segala sesuatu dengan ilmu, dan telah menghitung segala sesuatu dengan bilangan. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan syaithan dan kemusyrikannya, dan dari kejahatan setiap makhluk berjalan yang Engkau pegang ubun-ubunnya, sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus". .
تحصنت بالله الذي لا إله إلا هو إلهي وإله كل شيء، واعتصمت بربي ورب كل شيء، وتوكلت على الحي الذي لا يموت، واستدفعت الشر بلا حول ولا قوة إلا بالله، حسبي الله ونعم الوكيل، حسبي الرب من العباد، حسبي الخالق من المخلوق، حسبي الرازق من المرزوق، حسبي الله هو حسبي، حسبي الذي بيده ملكوت كل شيء، وهو يجير ولا يجار عليه، حسبي الله وكفى، سمع الله لمن دعا، وليس وراء الله مرمى، حسبي الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم
Aku berlindung diri kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Tuhanku dan Tuhan segala . sesuatu, dan aku berpegang teguh kepada Penguasaku dan Penguasa segala sesuatu, dan aku bertawakkal kepada Yang Maha Hidup yang tidak akan mati, dan aku singkirkan segala kejahatan dengan La haula wala quwwata illa billah. Cukuplah Allah bagiku, Dialah sebaik-baik Pelindung. Cukuplah Penguasa Alam bagiku dari kejahatan hamba-hamba-Nya, Cukuplah Al Khaliq bagiku dari kejahatan makhluk-Nya, Cukuplah Pemberi Rizki bagiku dari kejahatan orang yang diberi rizki-Nya, Cukuplah bagiku Yang Memegang kekuasaan atas segala sesuatu, dialah yang melindungi dan tidak minta dilindungi. Cukuplah Allah bagiku dan cukuplah Dia bagiku, Allah telah mendengarkan permohonan bagi orang yang berdo 'a, dan tidak ada tujuan di balik Allah.
بسم الله أمسينا بالله الذي ليس منه شيء ممتنع وبعزة الله التي لا ترام ولا تضام وبسلطان الله المنيع نحتجب وبأسمائه الحسنى كلها عائذ من الأبالسة ومن شر شياطين الإنس والجن ومن شر معلن أو مسر ومن شر ما يخرج بالليل ويكمن بالنهار ويكمن بالليل ويخرج بالنهار ومن شر ما خلق وذرأ وبرأ ومن شر إبليس وجنوده ومن شر كل دابة أنت آخذ بناصيتها إن ربي على صراط مستقيم أعوذ بالله بما استعاذ به موسى وعيسى وإبراهيم الذي وفى من شر ما خلق وذرأ وبرأ ومن شر إبليس وجنوده ومن شر ما يبغي أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم - والصافات صفا * فالزاجرات زجرا * فالتاليات ذكرا * إن إلهكم لواحد * رب السماوات والأرض وما بينهما ورب المشارق * إنا زينا السماء الدنيا بزينة الكواكب * وحفظا من كل شيطان مارد * لا يسمعون إلى الملإ الأعلى ويقذفون من كل جانب * دحورا ولهم عذاب واصب * إلا من خطف الخطفة فأتبعه شهاب ثاقب -
Dengan Nama Allah, kami berada di pagi/sore ini karena Allah, tiada sesuatu yang mampu mempertahankan diri dari Allah. Dan dengan 'izzah Allah yang tak tergapai dan terpeluk, dan dengan kekuasaan Allah yang kokoh kami membentengi diri, dan dengan Asma Allah Yang Mulia berlindung dari segala Iblis, dan dari segala syaithan manusia dan jin, dan dari setiap yang menampakkan diri dan yang menyembunyikan diri, dan dari kejahatan yang keluar di malam hari dan bersembunyi di siang hari, dan dari kejahatan yang bersembunyi di malam hari dan keluar di siang hari, dan dari kejahatan makhluk-Nya yang Dia ciptakan, Dia jadikan, Dia wujudkan, dan dari kejahatan iblis dan pasukannya, dan dari kejahatan setiap makhluk yang berjalan, Engkau pemegang ubun-ubunnya sesungguhnya Tuhanku diatas jalan yang lurus. Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat yang dipakai berlindung Ibrahim, Musa, dan 'Isa dari kejahatan makhluk-Nya yang Dia ciptakan, Dia jadikan, Dia wujudkan, dan dari kejahatan Iblis dan bala tentaranya, dan dari kejahatan penganiayaannya.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ َالْعَافِيَةَ فِى دِينِى وَدُنْيَاىَ وَأَهْلِى وَمَالِى اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى اللَّهُمَّ احْفَظْنِى مِنْ بَيْنِ يَدَىَّ وَمِنْ خَلْفِى وَعَنْ يَمِينِى وَعَنْ شِمَالِى وَمِنْ فَوْقِى وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِى
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku Ya Allah tutuplah seluruh auratku, dan amankan aku, jagalah aku dari depanku dan dari belakangku, dari kananku dan dari kiriku dan dari atasku, aku berlindung dengan keagungan-Mu dari serangan dari bawahku.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا
Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikan seluruhnya, yang segera dan. yang tertunda. Yang aku ketahui dan yang belum aku ketahui. Ya Allah aku memohon. kepada-Mu kebaikan yang di mohon oleh hamba dan nabi-Mu. Dan aku mohon perlindungan. kepada-Mu dari kejahatan yang hamba dan nabi-Mu berlindung darinya. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan setiap amal atau ucapan yang bisa mendekatkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka, dan setiap ucapan dan perbuatan yang bisa mendekatkan kepadanya. Dan aku memohon kepada-Mu setiap keputusan yang Engkau putuskan sebagai kebaikan bagiku.
حصنت نفسي ومالي واها لي وكل شيء اعطانيه ربي بالحي القيوم الَّذِى لا يموت ابدا ودفعت عنهم السوء بلا حول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم
Aku bentengi diriku, hartaku, keluarga-keluargaku, dan segala sesuatu yang Tuhan berikan kepadaku dengan : Al Hayyul Qayyuum (Yang Maha Hidup kekal dan Maha Pengurus makhluq-Nya) yang tidak akan mati selamanya, dan aku singkirkan kejahatan dart merekam dengan: Laa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhim. (3x)
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِى ، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Ya Allah, wahai Penguasa seluruh manusia Yang Menghilangkanlah penyakit, sembuhkanlah! Engkaulah Yang menyembuhkan, tidak ada yang menyembuhkan kecuali Engkau, sembuhkanlah dengan kesembuhan sempurna tanpa meninggalkan rasa sakit. Hapuskanlah penyakit ini, wahai Penguasa manusia, di Tangan Engkaulah ada kesembuhan, tidak ada yang menyingkirkan penyakit kecuali Engkau.
بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ و اللَّهُ يَشْفِيكَ مِنْ كُلِّ داءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ إذأ حسد اللَّهُ يَشْفِيكَ بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ.
Dengan Nama Allah, aku menjampimu, dan Allahlah yang menyembuhkanmu dari segala penyakit yang mengganggumu dan dari setiap orang pendengki ketika dengki, dari dari kejahatan setiap orang yang punya ‘ain (pandangan mata yang berbahaya), semoga Allah menyembuhkanmu. (3x)
"بسم الله" ""بسم الله" "بسم الله" أ َسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Dengan Nama Allah, dengan Nama Allah, dengan Nama Allah, aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung Pemilik 'arsy yang agung agar Dia menyembuhkan kamu.(7x)
"بسم الله" ""بسم الله" "بسم الله" أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Dengan Nama Allah, dengan Nama Allah, dengan Nama Allah, aku melindungimu dengan keperkasaan Allah dan kekuasan-Nya dari kejahatan yang kau hadapi dan aku hindari (7x)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يا الله بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ . الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ فاغفرلي إنك غفور رحيم
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, Ya Allah Engkaulah Yang Satu Yang Maha Esa Yang Maha Kokoh tempat bergantung segala urusan, yang tidak berputra dan tidak diputrakan, dan tidak ada seorangpun yang menyamainya, agar Engkau mengampuni segala dosaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (3x)
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Ya Allah, perbaiki bagiku agamaku yang menjadi penjaga urusanku, dan perbaiki bagiku duniaku yang di dalamnya ada penghidupanku, dan perbaiki bagiku akheratku yang kesana tempat kembaliku, dan jadikanlah hidup ini selalu menambah kebaikan bagiku, dan jadikanlah matiku sebagai istirahat dari menghadapi setiap kejahatan. Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku di akhirnya, dan sebaik-baik hariku pada hari aku menghadap-Mu.
اللَّهُمَّ إِنِّى عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِى بِيَدِكَ مَاضٍ فِىَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِىَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِى وَنُورَ صَدْرِى وَجَلاَءَ حُزْنِى وَذَهَابَ هَمِّى وغمي
Ya Allah, aku sungguh sebagai hamba-Mu, anak seorang hamba laki-laki-Mu, dan anak seorang hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada ditan angan-Mu, berlaku ada diriku segaia ketentuan-Mu, adil terhadap diriku segala keputusan-Mu, aku memohon kepada-Mu dengan setia nama-Mu yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan nama itu dalam kitab-Mu, atau engkau ajarkan nama itu kepada seseorang dari manusia yang Engkau ciptakan, atau Engkau khususkan nama itu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, semoga Engkau menjadikan Al Qur'an sebagai buah hatiku pelita di dalam dadaku, penyingkap kesusahanku, dan penghapus sedih dan deritaku
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampuni kami, dan rahmati kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (Al Baqarah: 286)
رَبَّنَا آَتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Ya Tuhan kami berikanlah kepada kami dari sisi-Mu Rahmat dan persiapkan petunjuk-Mu dalam urusan kami.( Al Kahfi:10)
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Ya Tuhan kami, jangalah Engkau palingkan hati kami dari kebenaran setelah Engkau memberi kami hidayah, dan berikanlah kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. (Ali 'Imran: 8)
اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِى دِينِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Ya Allah, berilah kami rasa takut kepada-Mu yang menghalangi kami bermaksiyat kepada Mu, dan taat kepadamu yang menghantarkan kami ke surga-Mu, dan keyakinan yang bisa meringankan beban derita dunia kami, dan bahagiakanlah kami dengan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama Engkau beri kami hidup, dan jadikanlah yang demikian bagi pewaris kami, dan jadikanlah balasan kami terhadap orang yang menzhalimi kami, dan tolonglah kami atas orang yang musuh kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia sebesar-besar perhatian kami dan jangan pula batas jangkauan ilmu kami, dan janganlah Engkau menjadi pemimpin kami orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak berbelas kasihan kepada kami.
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا
Ya Allah satukanlah hati kami, damaikanlah perselisihan antar kami, dan birnbinglah kami ke jalan-jalan keselamatan, dan selamatkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya, dan jauhkanlah kami dari tindakan keji yang tampak maupun yang terselubung, dan berkati kami dalam pendengaran kami, penglihatan kami, dan hati kami, istri-istri kami, dan anak keturunan kami. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Dan jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Mu, memuji Engkau alas nikmat itu, selalu menerima nikmat itu dan sempurnakanlah nikmat itu bagi kami. amiin
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَسْأَلَةِ وَخَيْرَ الدُّعَاءِ وَخَيْرَ النَّجَاحِ وَخَيْرَ الْعَمَلِ وَخَيْرَ الثَّوَابِ وَخَيْرَ الْحَيَاةِ وَخَيْرَ الْمَمَاتِ وَثَبِّتْنِي وَثَقِّلْ مَوَازِينِي وَأَحِقَّ إِيمَانِي وَارْفَعْ دَرَجَتِي وَتَقَبَّلْ صَلاتِي وَاغْفِرْ خَطِيئَتِي، وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ آمِينَ
Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu sebaik-baik permohonan, dan sebaik-baik do'a, dan sebaik-baik keselamatan, dan dan sebaik-baik amal, dan sebaik-baik pahala, dan sebaik-baik hidup, dan sebaik-baik mati, dan teguhkanlah hatiku, dan beratkanlah. timbanganku, dan jadikanlah imanku hakiki, dan tinggikanlah derajatku, dan terimalah shalatku, dan ampuni kesalahanku, dan aku memohon tingkatan-tingkatan tinggi dari surga, amiin
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فَوَاتِحَ الْخَيْرِ وَخَوَاتِمَهُ وَجَوَامِعَهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَظَاهِرَهُ وَبَاطِنَهُ، وَالدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ آمِينَ
.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu pembuka-pembuka kebaikan dan penutup-penutupnya dan pengumpul-pengumpulnya, awal kebaikan dan akhirnya luar kebaikan dan dalamnya, dan aku memohon tingkatan-tingkatan tinggi dari surga
اللهم إني أسألك خير مااتي وخيرماا فعل وخير ما ا عمل وخير ما بطن وخير ما ظهر والدرجات العلى من الجنة، آمين
Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu sebaik-baik apa yang aku jalani, dan sebaik baik apa yang aku kerjakan, dan sebaik-baik apa yang aku lakukan, dan sebaik-baik yang tersembunyi dan sebaik-baik yang tampak, dan tingkatan-tingkatan tinggi dari syurga.
اللهم إني أسألك أن ترفع ذكري وتضع وزري وتصلح أمري وتطهر قلبي وتغفر ذنبي وتحفظ فرجي وتنور قلبي وتغفر ذنبي، وأسألك الدرجات العلى من الجنة، آمين
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sekiranya Engkau tinggikan derajatku, dan Engkau hilangkan bebanku, dan Engkau perbaiki urusanku, dan Engkau sucikan hatiku, dan Engkau bentengi kemaluanku, dan Engkau sinari hatiku, dan Engkau ampuni dosaku, dan aku memohon tingkatan-tingkatan tinggi dari surga, amiin
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تُبَارِكَ لِي فِي نَفْسِي وَفِي سَمْعِي وَفِي بَصَرِي وَفِي رُوحِي وَفِي خُلُقِي وَفِي خَلِيقَتِي وَأَهْلِي وَفِي مَحْيَايَ وَفِي مَمَاتِي، اللَّهُمَّ وَتَقَبَّلْ حَسَنَاتِي، وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ آمِينَ
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sekiranya Engkau memberi keberkatan dalam jiwaku, pendengaranku, dan penglihatanku, dalam ruhku, bentukku,dan akhlaqku, dalam keluargaku, hidupku, matiku, dan amalku. Dan terimalah segala kebaikanku, dan aku memohon kepada-Mu tingkatan-tingkatan tinggi dari surga, amiin
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Wahai Tuhan kami kabulkanlah permohonan kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akherat, serta jauhkanlah kami dari siksa neraka.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Maha Suci Tuhanmu (wahai Rasul) Pemilik keperkasaan dari apa yang mereka sifatkan dan salam kepada seluruh para utusan, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.
Maha Suci Engkau, Ya Allah dan dengan segala puji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu, dan bertaubat kepada Mu.
REFERENSI
Abdud Daim Al-Kahiil. 2006. 'Alij Nafsaka bil Qur'an.
Abdul Aziz bin baz. t.t. Fatawa wa Maqalat. www.islamspirit.com.
Abdullah Al-Khathir. t.t. Madakhilu Asy-syaithan. t.k.: t.p.
Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh. 195711377 H. Fathu Al-Majid Syarh Kitab At-Tauhid, ditahqiq oleh Muhammad Hamid Al-Fiqi. Kairo: Mathba 'ah As¬ Sunnah Al-Muhammadiyah.
Abu Daud. t.t. Sun an Abu Daud dalam Mausu'atu AI-Hadis An-nabawi Asy¬ Syarif.
Abul Fida' Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasy Ad-Dimasyqi. 199911420 H, Tafsir Al-Quran Al-Adzim, ditahqiq oleb Sami bin Muhammad Salamah. t.k: Dar Thaiba li An-Nasyr wa At-Tauzi'.
Ad-Darimi. t.t. Sunan Ad-Darimi dalam Mausu'atu Al-Hadits An-nabawi Asy¬ Syarif.
Ad-Daruquthni. t.t. Sunan Ad-Daruquthni dalam Mausu'atu Al-Hadits An-nabawi Asy-Syarif.
Ahmad bin Hambal. t.t. Musnad Ahmad bin Hambal dalam Mausu'atu Al-Hadits An-nabawi Asy-Syarif.
Al-Baihaqi. t.t. Sunan Al-Baihaqi dalam Mausu 'atu Al-Hadits An-nabawi Asy¬ Syarif.
Al-Bukhari. t.t. Sahih Al-Bukhari dalam Mausu 'atu Al-Hadits An-nabawi Asy¬ Syarif.
Al-Hakim. t.t. Mustadrak Al-Hakim dalam Mausu'atu Al-Hadits An-nabawi Asy¬ Syarif.
Al-Kalam, program AI-Qur 'anul Karim digital,
An-Nasa'i. t.t. Sunan An-Nasa'i dalam Mausu'atu Al-Hadits Annabawi Asy¬ Syarif.
An-Nawawi. t.t. Al-Adzkar. t.k.: t.p.
At-Tirmidzi. t.t. Sunan At-Tirmidzi dalam Mausu'atu Al-Hadits An-nabawi Asy¬Syarif
Ibnu Khuzaimah. t.t. Sahih Ibnu Khuzaimah dalam Mausu 'atu Al-Hadits An¬ nabawi Asy-Syarif.
Ibnu Majah. t.t. Sunan Ibnu Majah dalam Mausu 'atu Al-Hadits An-nabawi Asy¬ Syarif.
Ibnu Hibban. t.t. Sahih Ibnu Hibban dalam Mausu'atu Al-Hadits An-nabawi Asy¬ Syarif.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. t.t. Ath- Thibbu An-Nabawi. t.k.: t.p.
Imam Malik t.t. Muwattha'u Malik dalam Mausu'atu Al-Hadits An-nabawi Asy- Syarif. . Lajnah Ad-Da 'imah li Al-Buhuts Al-Ilmtyyab wa Al-Ifta'.
Kumpulan.Fatwa. Saudi Arabia.
Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman At-Tamimi. t.t. Kitabu At-Tauhid Alladzi Huwa Haqqullah ala Al-Abid, ditahqiq oleh Abdul Aziz bin Abdurrahman As-Said dan lainnya. Riyad: Universitas Imam Muhammad bin Sa'ud.
Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy-Syaukani. t.l. Fathu Al-Qadir Al-Jami' baina Fannai Ar-Riwayah wa Ad-Dirayah min 'Ilmi At-Tafsir.
Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib Al-Amali, Abu Ja far Ath¬ Thabari. 200011420 H Jami 'u Al-Bayan fi Ta 'wil Al-Quran, ditahqiq oleh Ahmad Muhammad Syakir.t.k.: Muassasah Ar-Risalah.
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, t. t. Fatawa wa Rasa 'il.
Muslim. t.t. Sahih Muslim dalam Mausu'atu Al-Hadits Annabawi Asy-Syarif
Shalih bin Abdullah Al-Utsaimin. t.t. Al-Mulakhkhash fi Syarhi Kitab At-Tauhid.
Sulaiman bin Abdullah 1Iu Asy-Syaikh. 200211432 H Taisir Al-Aziz AI-Hamid fi Syarhi Kitab At-Tauhid, ditahqiq oleh Zuhair Asy-Syawisy. Beirut: Al-Maktab AI¬ Islami.
Syekh Alu Hukmy. t.t. Ma'arij Al-Qabul fi Syarhi Sulam Al-Wushus. t.k.: t.p.
Wahid Abdussalam Bali. 199711418. Wiqayatu Al-Insan min AI-Jin wa Asy¬ Syaithan. Dubai dan Jeddah: Maktabah As-Sahabah.
Wahid Abdussalam Bali. 1992. Ash-Sharim Al-Battar fi At-Tashaddi li As-Sihri wa Al-Asyrar. Dubai dan Jeddah: Maktabah As-Sahabah.
Unknown di
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.
🕋💟🌏🌎💙🌍💚♥️💛💎💜💔💕💖💗💞💝💝💌🖤💝💓❤💘🕌

No comments:
Post a Comment