أعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Sesungguhnya Aku berniat kerana اللهَ
Tugasan gerak organ-organ tubuh badanKu kepada اللهَ
Daku Niatkan Tasbih anggota-anggota organ tubuhku buat اللهَ.
Ku serahkan seluruh kehidupanku kebergantungan sepenuhnya KepadaMu Ya اللهَ
(الْحَمْدُ لِلَّهِ)Tahmid Dengan Denyutan Nadiku
(لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱلله)Tahlil Degupan Jantungku
(اللَّهُ أَكْبَرُ)Takbir dalam Hela Turun Naik Nafasku
اَلْحَمْدُ ِللهِ syukur kepadaMU YA اللهَ
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ ... اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ ALLAH اللهَ
ALLAH اللهَ
KEJADIAN
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ ... اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ ALLAH اللهَ
KEJADIAN
[KEJADIAN]
بسم الله الرحمن الرحيم
Tuak Ilahi
Bermula untuk mengadakan pengenalan kepada Allah swt itu hanya
ada tiga jalan, Yang mana ketiga jalan itu harus dilalui satu per satu dengan
baik dan istiqomah.
Karena hanya dengan ketiga jalan itulah yang dapat
menghantarkan seseorang hamba untuk sampai kepada hakekat pengenalan yang
sebenarnya, Sedangkan kendaraannya adalah diri kita.
Ketiga jalan itu adalah sebagai berikut:
1. Mengenal asal muasal kejadian diri, Dari tiada, menjadi
ada, dan pada akhirnya kelak kembali kepada ketiadaan.
Allah swt berfirman di dalam Al Qur'an : "Hendaknya kamu
(manusia) memikirkan asal muasal dirimu".
2. Mengenal jati diri sejati, siapa sebenarnya diri kita ini
(mengenal diri).
Allah swt berfirman dalam hadits qudsy : "Barang siapa
mengenal akan dirinya, niscaya ia akan mengenal tuhannya. Dan barang siapa
mengenal akan tuhannya maka binasalah ujud dirinya dan tuhan akan ada
didalamnya".
3. Mematikan diri. Mati disini bukan mati secara jenazah, akan
tetapi mati disini adalah mati dalam artian ma'nawiyah.
Allah swt telah berfirman didalam hadits qudsy :
"Rasakanlah mati sebelum engkau mati".
"Barang siapa yang tidak mematikan dirinya, maka tidak
akan dia dapat beroleh pengenalan kepadaku".
Demikianlah langkah-langkah yang harus dilalui seorang hamba
untuk dapat sampai kepada Allah dan karam bersamanya.
"Aku adalah gudang yang tersembunyi, maka aku suka jika
aku dikenal. Lalu aku ciptakan makhluk (manusia) supaya mengenal aku".
(hadits qudsy)
Jalan Pertama : Mengenal asal muasal kejadian diri( dari
tiada, menjadi ada, dan pada akhirnya kelak kembali kepada ketiadaan).
Sebelum kita mengupas tentang asal muasal kejadian diri itu,
satu hal hendaknya yang harus kita ketahui yaitu kita harus memilah antara asal
muasal hamba dengan asal muasal insan (manusia).
Sebab dari kedua hal tersebut diatas pengupasannya sedikit
berbeda, Kalau hamba itu isinya tanah, air, angin, api.. karena keempat anasir
itu adalah sifat (hamba).
Sedangkan insan (manusi) itu isinya waddu, waddi, mani dan
manikam.. karena keempat anasir itu adalah sifat insan (manusia).
Begitu pula dengan:
•Sifat hayat, isinya: bulu, kulit, daging, urat, tulang, otak,
dan sumsum.
•Sifat ilmu, isinya: pengrasa, hawa, nafsu, akal, pikir, ilmu
pengetahuan dan rahasia.
•Sifat tuhan, isinya: zat, sifat, asma, dan af'al.
•Sifat Allah, isinya: iman, islam, tauhid, dan ma'rifat.
•Sifat ta'ala, isinya: tauhidu zat, tauhidu sifat, tauhidu
asma, tauhidu af'al.
•Sifat muhammad, isinya: hidup, tahu, berkehendak, dan
bergerak.
Adapun asal kejadian insan/ anak adam (manusia) itu
sebagaimana yang sudah sama-sama kita ketahui, bahwa kejadiannya dikarenakan
berprosesnya kedua orang tua (ibu-bapak kita) didalam melakukan hubungan badan
(bersenggama/ bersetubuh).
Saat persetubuhan itu berlangsung, keempat anasir yang
merupakan sifat insan (manusia) itupun berproses juga. Dari keempat anasir itu
hanya manikamlah yang merupakan cikal-bakal insan.
Dan manikam itu sendiri hanya dimiliki oleh laki-laki,
perempuan tidak. Adapun istana manikam itu pada otak laki-laki.
Didalam otak itu ada lemak, didalam lemak itu ada minyak,
didalam minyak itu ada nur, didalam nur itu ada nur aqli (akal), dan didalam
nur aqli itu ada hijabun nur. Dan didalam hijabun nur itulah manikam.
Masa manikam itu 40 hari, yaitu:
•7 hari pertama manikam itu berada di istananya
•7 hari kemudian manikam itu turun pada tulang belakang dan
bertahan pada punggung kita.
•7 hari kemudian berada pada tulang dada.
•7 hari berikutnya berada pada pusat.
•7 hari kemudian turun pada sulbi.
•5 hari kemudian berpindah pada zakar/ kalam (kemaluan
laki-laki).
Untuk kemudian jatuh pada rahim seorang perempuan bernama
"taraib". Untuk selanjutnya dikandung selama 9 bulan 9 hari.
Ini juga mengisyaratkan tentang 99 nama Allah (Asmaul Husna)
dan juga mengisyaratkan tentang perjalanan 99 yang ada.
Dikatakan manikam apabila ia jatuh rahim perempuan, jika tidak
jatuh pada rahim perempuan, maka tidak bisa dikatan manikam. Karena manikam
inilah yang bernama nur muhammad, atau ruh Idhofi atau syahadat dalam
pengertian ilmu.
Adapun rangkaian prosesnya adalah sebagai berikut:
1.Rangkaian tanah asal.
2.Air mani laki-laki.
3.Pencampuran sperma.
4.Segumpal darah.
5.Tulang belulang.
6.Daging pembungkus.
7.Ruh.
Tujuh rangkaian tersebut diatas juga mengisyaratkan tentang:
•7 sifat pada manusia.
•7 anggota dalam sembahyang.
•7 hari dalam seminggu.
•7 bintang yang besar.
•7 lautan yang besar.
•7 lapis langit.
•7 lapis bumi.
•7 neraka.
•7 syurga.
Dan banyak lagi yang menyatakan jumlah ataupun hitungan 7 itu.
Tatkala manikam itu sampai 4o hari lamanya didalam tara'ib
perempuan, maka berhentilah darah haid yang biasa dialami oleh seorang
perempuan. Hal ini dikarenakan sebab tertutupnya peranakan oleh manikam tadi.
Baru setelah 4 bulan manikam itu berada didalam rahim, ia
bernyawa (bergerak).
Darah haid yang berhenti karena tertutup oleh manikam, pada
bulan kelima menjadi tembuni (ari-ari). Peristiwa ini seluruhnya berlangsung
didalam rahim.
Dan tatkala sampai pada masanya lahir, maka darah haid yang
berhenti pada 40 hari sebelum manikam itu bernyawa (bergerak) itulah yang akan
menjadi darah nifas.
Manikam yang dikandung oleh perempuan pada masa:
1 hari 1 malam : pujinya Hu
3 hari 3 malam: pujinya Allah
7 hari 7 malam: pujinya Innallah
40 hari 40 malam: pujinya Turobbunnur
4 bulan 4 hari: pujinya Subhanallah
6 bulan 6 hari: pujinya Alhamdulillah
8 bulan 8 hari: pujinya Allahu Akbar
9 bulan 9 hari: pujinya Inna ana amanna
INNA: Sessungguhnya
ANA: Saya (Aku)
AMANNA: (aman (Iman)
Inilah asal kejadian "AIR ZATULLAHU AKBAR". Beberapa
dasar yang melandasi tentang asal muasal kejadian diri:
1.Abdullah Ibnu Abbas Ra dari Nabi Saw : "Bahwa sesungguhnya
Allah ta'ala menjadikan dahulu daripada segala sesuatu yaitu Nur nabimu".
2.Syech Abdul wahab As -Syarani Ra berkata :
"Sesungguhnya Allah ta'ala menjadikan Ruh Nabi Muhammad itu daripada
zatnya dan dijadikannya ruh sekalian alam dari pada nur Muhammad saw".
3.Nabi Muhammad Saw bersabda : "Aku bapak dari sekalian
ruh dan adam itu bapak dari sekalian batang tubuh". Adapun lembaga Adam
itu dijadikan oleh Allah Swt daripada tanah.
4.Allah ta'ala berfirman didalam Al Qur'an : " Aku
jadikan insan Adam itu dari pada tanah, dan tanah itu dari pada air, dan air
itu dari pada angin, dan angin itu dari pada api dan api itu dari pada nur
Muhammad".
"Sesungguhnya telah datang kepadamu dari Allah ta'ala
yaitu: nur".
Dan kepada Nur itulah perhentian perjalanan segala aulia dan
ambiya yang mursalin mengenal Allah ta'ala. Akan tetapi bila sudah sampai
kepada nur, maka fanakanlah nur itu pada zat yang wajibul wujud, supaya jangan
sampai hamba itu semata-mata bertuhan kepada nur. Akan tetapi hendaklah tetap
bertuhankan kepada Allah zat wajibul wujud. Dengan begitu maka nyata nur itu
hanya wasilah kita untuk dapat sampai kepada Allah ta'ala.
"Hai orang yang beriman, takutlah kepada Allah dan
carilah wasilah (perantara) yang bisa menyampaikan kamu kepadanya dan hendaklah
kamu bersungguh-sungguh dijalnnya, supaya kamu dapat kejayaan". (Al
Qur'an)
Hal lain yang tak kalah pentingnya didalam pengenalan
asal-muasal kejadian diri adalah anasir-anasir yang ada pada dirimu, Baik
anasir dari Muhammad, dari bapak, dari ibu, sebagai berikut:
1.Anasir tuhan pada muhammad meliputi: sir, budi, cinta dan
rasa atau penglihatan, pendengaran, penciuman, dan pengrasa.
2.Anasir tuhan pada bapak meliputi: urat, tulang, otak dan
sumsum.
3.Anasir tuhan pada ibu meliputi: rambut(bulu), kulit, darah,
dan daging. Satu anasir dari tuhan yaitu hayat (nyawa).
JABARUT = peringkat dibawah Lahut dan
diatas Malakut
KHATRAT = bisikan hati dari Alam Ghaib
KERAMAT = perbuatan luar biasa oleh wali Allah
KHIDR = namanya ialah Baliya Ibn Mulkan yang telah meminum Air
Kehidupan
KALAM – i – ZATI = Kalam Zat tanpa perkataan & bunyi
KALAM – i – TAFSILI = kata kata dalam perkataan = Kalam – i-
Lazfi
PENTAJALLIAN MANUSIA ITU MELALUI TUJUH ALAM:
Tajallinya BENIH yaitu Mani Setitik
Maka Terciptalah Manusia Yang Lengkap ( Akbar ) Dikandung oleh
Mani itu ( ain Sabitah ) ialah WUJUD tetapi belum nyata wujudnya – umpama Dalam
biji sawit lengkaplah segala-galanya yaitu akarnya, batangnya, pelepah, bunga,
tandan buah malah biji biji sekali..
Berarti Wujud Jasad ( Jasmani ) & Wujud Ruh ( Ruhani )
Melalui Tujuh ( 7 ) Alam atau Mertabat Pentajallian.
Dalam Ilmu Hakikat ini dirujuk sebagai MERTABAT TUJUH:
ALAM LAHUT : Dimana Wujud Zat sedia-dianya. Belum ada satu pun
wujud yang lain.
ALAM JABARUT : Ditajallikan Muhammad Mustaffa ( Hakikat
Muhammad ) yaitu Sifat Zat Yang Agung melalui NURZAT melalui ILMUNYA yang SIRR
/ RAHASIA oleh KUDRATNYA disebabkan IRADATNYA.
Apabila Tajalli SifatNya Muhammad Mustaffa, maka
dipancarkanNyalah HAYATNYA maka hiduplah Muhammad didalam Wahdaniat pada
SifatNya yaitu MENGESAKAN ZAT yang menjadikanNya.
Muhammad dikatakan Mustaffa yaitu yatim piatu karna ianya
tiada diperanakkan atau beranak. Asma atau namaNya ialah Allah.
ALAM MALAKUT : Muhammad Mustafa pula mentajallikan malaikat
melalui NurNya Nur Muhammad. Satelah terciptanya Malaikat, oleh kerana asyiknya
Muhammad kepada ZatNya, Muhammad telah menyatakan kepada malaikat bahwa ianya
bernama Allah yaitu Tuhan Sekalian Alam.
Maka malaikat pun mengenali Allah melalui Sifat 20 di-Alam
Malakut dan kenallah malaikat akan dirinya bahwa ianya adalah sifat kepada
Sifat Zat Yang Agung, Muhammad Mustaffa.
ALAM RUH : Penciptaan Dunia, Allah telah memerentahkan
malaikat Jibrael, Izrael, Mikael & Israfil untuk mencipta dunia ini.
Izrael mencipta bumi dan kehidupan
Jibrael mencipta langit dan lautan
Mikael mencipta bulan dan matahari
Israfil mencipta angin dan udara
Setelah terciptanya dunia, barulah Allah menciptakan manusia
untuk dijadikan Khalifah didunia . Manusia diciptakan oleh Allah atas
permintaan Muhammad. Malaikat dijadikan panduan menzahirkan rupa manusia :
Jibrael sebagai cermin
Mikail sebagai rupa
Israfil menghantar ruh
Izrail sempurnakan sifat
Maka wujudlah manusia yang lengkap dengan segala sifat
malaikat dikenali sebagai RUH. Ianya dikenali sebagai MANUSIA AWAL.
Yang demikian malaikat ialah kembar manusia dan manusia itu
sesifat malaikat.
Dialam ruh manusia ujud tetapi belum kelihatan oleh pandangan
kerana belum diberi jasad.
Setelah Ruh Manusia diwujudkan dari sifat malaikat, Zat
memperkenalkan diriNya melalui SifatNya Muhammad Mustaffa sebagai Tuhan Manusia
& Tuhan Semesta Alam bernama Allah.
Maka Ruh Manusia pun mengenali akan Tuhannya yaitu Zat Mutlak
melalui SifatNya Yang Agung Nur Muhammad bernama Allah
Ruh Manusia juga mengenali dirinya yaitu:
Dirinya sesifat malaikat. Malaikat sesifat Muhammad Mustaffa /
Nur Muhammad. Muhammad Mustaffa pula ialah Sifat Zat Mutlak Yang Agung
ditajalikan melalui NURZAT. Zat pula meliputi (SE) SifatNya yaitu Muhammad
Mustaffa. Sifat Zat pula ialah Zat Mutlak itu sandiri.
Ruh memohon agar Allah memberikan DUNIA untuk ditadbirnya
sebagai khalifah. Tuhan menunaikan permintaan dengan memberikan Jasad dan alam
semesta untuk didiami dan ditadbir oleh ruh manusia (Jasad = Alam Saghir /
Kecil Alam Semesta = Alam Kabir / Alam Maya.
Sebelum ruh manusia diberikan Jasad dan Dunia, Allah telah
meminta mereka membuat Perjanjian dan Pengakuan seperti berikut:
- Ruh berikrar dan mengaku bahwa Zat Mutlak yakni Allah-lah
Tuhan Semesta Alam dan mereka ( ruh & alam ) adalah HAMBA.
- Sebagai hamba mereka tidak akan menyekutukan Allah dengan
yang lain. Yang Wujud Hanya Allah.
- Akan tetap mengenali Asal Usul Dirinya dan mengembalikan Hak
Allah yang diberikan kepadanya yaitu jasad & ruh dengan sempurna ( tidak
akan memisahkan ruh & jasad atau SE-kan dirinya )
- Akan menjadi CERMIN BERGILAP bagi Allah dan menjaga RAHASIA
dan AMANAH ALLAH serta mengembalikan rahasia dan amanah itu kepada Allah bila
tiba masanya.
- Menjalankan SYIAR ALLAH
Allah pula berjanji :
- Ruh akan diberi Jasad sesifat dirinya ( ruh )
- Urusan kehidupan ruh didunia adalah semata-mata urusan Allah
dan perbuatan manusia adalah Af’al Allah semata-mata. Lalu adakah pelajaran yg
dapat diambil dari postingan ini,?
(Tuak ilahi)
ALLAH اللهَ ALLAH اللهَ ALLAH اللهَALLAH اللهَ
اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
والله أعلم بالـصـواب
Moga Bermanfaat.
Moga Bermanfaat.
....................................................................................
...........................................................................................................
...............................................................................................................................................
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُم
Maka sebutlah, ucaplah, lafazlah dengan lidahmu disetiap saat akan zikir memuji dan mengAgungkan kebesaran ALLAH Swt dengan Tasbih dibawah secara istiqomah.
100 X (سُبْحَانَ اللَّهِ)
100X (أسْتَغْفِرُاللهَ)
100X (الْحَمْدُ لِلَّهِ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ)
100X (اللَّهُ أَكْبَرُ)
100X (اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُل اللّهِ)
100X (اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُل اللّهِ)
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ
اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Subhanallah 100X سبحان الله
Alhamdulillah 100X الحمد لله
LA ILAHA ILLALLAH 100X لا إله إلا الله
Allāhu akbar 100X الله أكبر
Alhamdulillah syukur kepada ALLAH





No comments:
Post a Comment