لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُل اللّهِ
Sesungguhnya Aku berniat kerana اللهَ
Tugasan gerak organ-organ tubuh badanKu kepada اللهَ
Daku Niatkan Tasbih anggota-anggota organ tubuhku buat اللهَ.
Ku serahkan seluruh kehidupanku kebergantungan sepenuhnya KepadaMu Ya اللهَ
(الْحَمْدُ لِلَّهِ)Tahmid Dengan Denyutan Nadiku
(لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱلله)Tahlil Degupan Jantungku
(اللَّهُ أَكْبَرُ)Takbir dalam Hela Turun Naik Nafasku
اَلْحَمْدُ ِللهِ syukur kepadaMU YA اللهَ
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ ... اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ ALLAH اللهَ
ALLAH اللهَ
EMPAT GHAIB DALAM SATU [EMPAT GHAIB DALAM SATU]
بسم الله الرحمن الرحيم
(EMPAT GHAIB DALAM SATU)
Dalam proses kejadian anak Adam, menyebutkan bahwa Manikam
tidaklah sendirian di dalam tara’ib, ia dijaga oleh empat sahabat yang saling
bahu-membahu dalam membina pribadi Nur Muhammad menumbuhkan manikam menjadi
bentuk yang lebih sempurna yaitu anak insan yang bakal menampakkan sifat-sifat
Tuhan selepas kelahirannya.
Empat sahabat itu sekarang sudah menjadi satu dalam kehidupan
diri manusia. Ketika di dalam rahim sendiri-sendiri wujudnya. Tapi, ketika bayi
sudah lahir, secara jasmani hanya ada satu wujud. Empat sahabat itu ghaib,
tetapi tetap menyertai dalam wujud ruhani, tidak kasat mata. Itulah daya roh
idhafi (roh pendukung) dalam diri manusia yang juga berasal dari Nur Muhammad.
Ia tetap hidup hayyun walaupun nanti harus terpisah dari jasad apabila manusia
telah mati. Daya Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail yang diibaratkan dengan
warna merah, putih, hitam, dan hijau sebenarnya menjadi obor bagi Diri, tetapi
jika tidak bijak diri manusia boleh terbakar sehingga kehilangan sifat-sifat
manusiawinya. Obor itu berupa empat kekuatan jiwa atau nafsu: al-ammārah,
al-lawwāmah, al-șūfiyah, dan al-muțma'innah.
1. Camariyah : cahaya merah unsurnya api yaitu darah,
malaikatnya Jibril,
2. Tubaniyah : cahaya putih unsurnya air yaitu air mani,
malaikatnya adalah Mikail,
3. Tambuniyah : cahaya hitam unsurnya tanah yaitu daging,
malaikatnya adalah Israfil, dan
4. Uriyah : cahaya hijau, unsurnya angin yaitu nafas,
malaikatnya adalah Izrail.
Pertama, Camariyah adalah unsur api bagi diri manusia.
Camariyah sebagai daya yang memancarkan cahaya merah mendorong tumbuhnya emosi.
Daya yang merah ini juga menimbulkan berbagai macam keinginan. Lemahnya daya
ini pula menyebabkan hilangnya rasa cinta, hilangnya selera dalam hidup. Tanda
cinta atau kasih sayang dilambangkan dengan warna merah. Cahaya merah pada api
sekaligus simbol kekuatan, keberanian, keperkasaan, dan kebesaran. Api pula
memiliki daya membakar yang sangat hebat. Dalam sekejap mata api boleh
menghanguskan benda apa saja. Kemampuan untuk mengendalikan kekuatan yang berwarna
merah ini akan melahirkan sikap hidup yang penuh kedermawanan bagi sesamanya.
Si Camariyah ini memang harus diperhatikan agar kita boleh menjadi manusia
pemaaf, bukan manusia pendendam. Kehidupan yang damai tak pernah terwujud bila
dendam selalu dilampiaskan.
Sifat-sifat yang melekat pada Camariyah adalah sifat malaikat
Jibril. Allah menyifatkan malaikat Jibril sebagai suatu perkara yang besar
(shadīd al-quwā), di samping mempunyai tempat dan kedudukan yang tinggi di sisi
Allah pemilik Arasy, justru Jibril ditaati di alam malaikat dan sangat amanah,
oleh itu Jibril bertugas sebagai duta antara Allah dan rasul-Nya.
Kedua, Tubaniyah adalah cahaya putih unsurnya air yaitu air
mani. Tuban adalah cairan yang berfungsi sebagai penjaga badan janin di dalam
rahim. Tetapi bukan dalam artian ini yang dimaksud tubaniah ketika menyatakan
ia adalah malaikat Mikail. Tubaniyah adalah manifestasi malaikat Mikail yg akan
sentiasa bertanggungjawab akan urusan rizki dan kesejahteraan janin sehingga
dia habis umurnya. Malaikat Mikail bertugas memelihara kehidupan,. mempunyai
tempat dan kedudukan yang tinggi dan mulia di sisi Tuhan, memiliki
pembantu-pembantu yang diperintahkan untuk melaksanakan tugas-tugasnya, seperti
menggiring angin dan awan dan menyiramkannya pada suatu negeri dan kampung
sehingga hujan boleh turun di situ.
Tuban merupakan lokus, tempat dudukan bagi malaikat Mikail.
Air tuban berfungsi sebagai pelindung kesejahteraan dan keamanan janin di dalam
rahim, memberikan keamanan dan tempat tinggal yang nyaman. Mikail oleh
Komunitas sufi dipandang sebagai sahabat yang akan menjalankan perintah Tuhan
untuk melindungi dan mensejahterakannya.
Tubaniyah adalah cahaya putih. Putih melambangkan perdamaian
dan kesucian. Artinya, manusia sejak keberadaannya di dalam rahim telah
dibekali oleh Allah dengan potensi fitrah yang suci dan damai. Dikatakan dalam
hadis setiap anak dilahirkan dalam keadaan potensi fitrah, yaitu suci. Hendak
menjadi apa ia kelak tergantung kepada pendidikan kedua ibu bapaknya. Apabila
dididik dengan benar maka ia akan tumbuh dan berkembang tetap dalam kesucian
dan kedamaian. Oleh itu diperlukan pengetahuan yang mendalam tentang potensi
cahaya putih ini.
Ketiga, Tambuniyah pula adalah cahaya hitam unsurnya tanah ia
menjadi daging disebut malaikat Israfil. Daya yang memancarkan cahaya hitam
boleh membangkitkat rasa marah dan sakit hati. Jika daya hitam ini menguasai
manusia maka ia akan berbuat secara membabibuta, berbuat tanpa arah. Tetapi,
daya yang berwarna hitam ini juga berfungsi secara positif bila dikuasai.
Keperkasaan manusia bahkan wujud dari pancaran cahaya hitam tambuniyah dalam
dirinya. Kharisma manusia juga zahir dari daya yang berwarna hitam.
Warna hitam pula simbol bagi dunia gelap. Manusia tercipta di
alam yang gelap gulita. Kegelapan di rahim ibu, secara normal janin manusia
selama 9 bulan 10 hari berada di kegelapan rahim ibu. Pelupuk mata tak
berfungsi, tambuniyah yang oleh kaum sufi disifatkan sebagai malaikat Israfil
tetap mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kegelapan.
Malaikat Israfil adalah malaikat yang ditugaskan untuk meniup
sangkakala sebanyak tiga kali tiupan : tiupan yang mengejutkan semua makhluk,
tiupan kematian, dan tiupan kebangkitan. Sangkakala atau Al-șur adalah tanduk
yang ditiup. Setiap lengkung daripadanya seperti antara langit dan bumi dan di
dalam tanduk itu terletak roh sekalian hamba. Disebutkan dalam hadis gharīb
bahwa di antara Malaikat Israfil dan Tuhan ada 70 cahaya, tiada di antara
cahaya itu dengan yang lainnya yang berdekatan dengannya, melainkan terbakar.
Di hadapannya ada Lauh. Apabila Allah mengizinkan sesuatu di langit atau di
bumi, maka Israfil pun melihat, maka apabila ia adalah tugas Jibril, dia
memerintahkan kepada Jibril untuk mengerjakannya, dan apabila tugas malaikat
Mikail, dia memerintakannya pula, dan apabila ia dari tugas malaikat maut, dia
memerintahkan kepadanya.
Fungsi tambuni adalah untuk memayungi janin sampai ke tempat
tujuan. Dialah yang memberikan kekuatan berupa nutrisi makanan janin selama di
dalam rahim ibu. Tambuni terbentuk setelah (bakal janin) tumbuh di lapisan pada
rahim selama dua bulan. Setelah bakal janin tumbuh menjadi janin, tambuni
terbentuk dan berfungsi sebagai sarana untuk pertukaran zat (makanan dan
buangan) dan darah bagi janin. Sangkakala kehidupan bekerja di dalam rahim.
Tambuni betul-betul bagaikan lapisan atmosfer yang memberikan kehidupan dan
kematian calon bayi dalam rahim.
Eksistensi tambuni sejajar dengan posisi malaikat Israfil.
Seperti halnya tuban, eksistensi tambuni tetap memberikan perlindungan bagi
manusia setelah dilahirkan. Meskipun jasadnya sudah tak ada lagi. Dari sisi
keberadaannya, malaikat Israfil dicipta Tuhan lebih dulu daripada malaikat
Mikail dan Jibril. Israfil akan selalu memberikan perlindungan metafisik kepada
manusia. Israfil diyakini sebagai pelita hati, agar hati tetap terang. Itulah
sebabnya sejahat-jahat manusia masih ada secercah cahaya dalam hidupnya. Tetap
ada kebaikan yang dimilikinya, meski sebesar debu.
Keempat, Uriyah adalah cahaya hijau, unsurnya angin yaitu
nafas, ia adalah malaikat Izrail. Izrail dikenal sebagai malaikat maut yang
bertugas mencabut nyawa dibantu oleh satu jamaah malaikat yang terdiri dari dua
kelompok yaitu malaikat rahmat dan malaikat azab. Izrail adalah jenis malaikat
yang menakutkan, tetapi berlemah lembut terhadap orang mukmin, justru ia akan
datang dengan bentuk rupa yang bagus dan menarik ruh orang mukmin yang saleh
secara lembut serta bercakap kepadanya dengan percakapan yang bagus pula.
Apabila ajal seorang hamba telah sampai, Allah memerintahkan
malaikat maut agar mencabut nyawa hamba tersebut. Selanjutnya, malaikat Izrail
menghantar ruh manusia pergi melalui tujuh peringkat langit menuju sidrat
al-muntaha untuk menghadap Tuhan yang untuk selanjutnya dikembalikan lagi ke
dalam jasadnya di alam barzah untuk dimintai pertanggungjawapan.
Fungsi Izrail sebenarnya memberikan kemudahan hidup manusia.
Ia adalah kekuatan Tuhan yang berada di dalam nafas. Dengan kata lain, ia
mempunyai kekuasaan atas nafas kehidupan manusia. Ketika manusia masih dalam
rupa janin, Izrail mengatur suplay oksigen dari ibunda ke janin. Dia terlibat
secara fisik sejak janin masih lagi dalam rahim sehingga mati. Izrail tetap
setia mendampingi kehidupan manusia sama ada di saat ia tidur mahupun jaga.
Izrail pula yang setia membantu manusia memisahkan Diri dari badannya. Dalam
al-Qur'an disebutkan bahwa jiwa manusia setiap hari pulang pergi dari jasad.
Apabila tidur, jiwa berkelana, dan kembali ke jasad ketika bangun.
Meski semua yang ada di alam ini dalam kekuasaan Allah, tapi
kerja alam ini berdasarkan suatu sistem. Jika pada Q.S. 39:42 dinyatakan bahwa
Allah yang mengendalikan jiwa manusia, tapi pada Q.S. 6:61 disebutkan bahwa
Allah mengutus penjaga-penjaga ke dalam diri setiap insan. Penjaga-penjaga
inilah yang menunaikan tugasnya untuk memulakan dan sekaligus mengakhiri
kehidupan manusia bila sudah sampai ajalnya.
Keempat-empat malaikat yaitu Jibril, Mikail, Izrail dan
Israfil disebut Empat Sekawan, adalah para malaikat mulia. Jibril dan Mikail
adalah isyarat dari sifat Jalal dan Jamal Allah. Sementara itu pasangannya
adalah malaikat Izrail dan Israfil sebagai i`tibār sifat Allah yang Maha Qohhār
dan Maha Kamāl. Sifat Jalal adalah aspek keagungan, kehebatan, kedahsyatan yang
mencekam, mengancam, menakutkan dan kerana itu mesti ditaati. Sifat Jalal
tampil sebagai malaikat yang bertampang sangar, bengis, murka, dan menakutkan.
Namun, sifat Jalal Allah tidak mengesankan Tuhan itu suka membalas dendam, atau
sakit hati bila tidak dipatuhi perintah-Nya. Dia adalah Maha Suci daripada
segala sifat yang tak patut bagi-Nya. Dia telah mengatur alam raya ini dengan
hukum yang benar, adil, objektif, dan seimbang. Sifat Jalal berpasangan dengan
sifat Jamal, yaitu keindahan, kecantikan, memesonakan, menimbulkan cinta, dan
kasih sayang. Seorang anak Manusia yang dibina oleh perpaduan daripada
kedua-dua potensi Jalal dan Jamal menjadikannya tumbuh dan berkembang menjadi
orang yang memiliki kekuatan mengagumkan, kharisma dan kewibawaan.
(Tuak ilahi)
Like · Share
ALLAH اللهَ ALLAH اللهَ ALLAH اللهَALLAH اللهَ
اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
والله أعلم بالـصـواب
Moga Bermanfaat.
....................................................................................
...........................................................................................................
...............................................................................................................................................
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُم
Maka sebutlah, ucaplah, lafazlah dengan lidahmu disetiap saat akan zikir memuji dan mengAgungkan kebesaran ALLAH Swt dengan Tasbih dibawah secara istiqomah.
100 X (سُبْحَانَ اللَّهِ)
100X (أسْتَغْفِرُاللهَ)
100X (الْحَمْدُ لِلَّهِ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ)
100X (اللَّهُ أَكْبَرُ)
100X (اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُل اللّهِ)
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ
اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
اَلْحَمْدُ ِللهِ syukur kepadaMU YA اللهَ Ameen.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Subhanallah 100X سبحان الله
Alhamdulillah 100X الحمد لله
LA ILAHA ILLALLAH 100X لا إله إلا الله
Allāhu akbar 100X الله أكبر
Alhamdulillah syukur kepada ALLAH
Sesungguhnya Aku berniat kerana اللهَ
Tugasan gerak organ-organ tubuh badanKu kepada اللهَ
Daku Niatkan Tasbih anggota-anggota organ tubuhku buat اللهَ.
Ku serahkan seluruh kehidupanku kebergantungan sepenuhnya KepadaMu Ya اللهَ
(الْحَمْدُ لِلَّهِ)Tahmid Dengan Denyutan Nadiku
(لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱلله)Tahlil Degupan Jantungku
(اللَّهُ أَكْبَرُ)Takbir dalam Hela Turun Naik Nafasku
اَلْحَمْدُ ِللهِ syukur kepadaMU YA اللهَ
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ ... اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ ALLAH اللهَ
ALLAH اللهَ
EMPAT GHAIB DALAM SATU [EMPAT GHAIB DALAM SATU]
بسم الله الرحمن الرحيم
(EMPAT GHAIB DALAM SATU)
Dalam proses kejadian anak Adam, menyebutkan bahwa Manikam
tidaklah sendirian di dalam tara’ib, ia dijaga oleh empat sahabat yang saling
bahu-membahu dalam membina pribadi Nur Muhammad menumbuhkan manikam menjadi
bentuk yang lebih sempurna yaitu anak insan yang bakal menampakkan sifat-sifat
Tuhan selepas kelahirannya.
Empat sahabat itu sekarang sudah menjadi satu dalam kehidupan
diri manusia. Ketika di dalam rahim sendiri-sendiri wujudnya. Tapi, ketika bayi
sudah lahir, secara jasmani hanya ada satu wujud. Empat sahabat itu ghaib,
tetapi tetap menyertai dalam wujud ruhani, tidak kasat mata. Itulah daya roh
idhafi (roh pendukung) dalam diri manusia yang juga berasal dari Nur Muhammad.
Ia tetap hidup hayyun walaupun nanti harus terpisah dari jasad apabila manusia
telah mati. Daya Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail yang diibaratkan dengan
warna merah, putih, hitam, dan hijau sebenarnya menjadi obor bagi Diri, tetapi
jika tidak bijak diri manusia boleh terbakar sehingga kehilangan sifat-sifat
manusiawinya. Obor itu berupa empat kekuatan jiwa atau nafsu: al-ammārah,
al-lawwāmah, al-șūfiyah, dan al-muțma'innah.
1. Camariyah : cahaya merah unsurnya api yaitu darah,
malaikatnya Jibril,
2. Tubaniyah : cahaya putih unsurnya air yaitu air mani,
malaikatnya adalah Mikail,
3. Tambuniyah : cahaya hitam unsurnya tanah yaitu daging,
malaikatnya adalah Israfil, dan
4. Uriyah : cahaya hijau, unsurnya angin yaitu nafas,
malaikatnya adalah Izrail.
Pertama, Camariyah adalah unsur api bagi diri manusia.
Camariyah sebagai daya yang memancarkan cahaya merah mendorong tumbuhnya emosi.
Daya yang merah ini juga menimbulkan berbagai macam keinginan. Lemahnya daya
ini pula menyebabkan hilangnya rasa cinta, hilangnya selera dalam hidup. Tanda
cinta atau kasih sayang dilambangkan dengan warna merah. Cahaya merah pada api
sekaligus simbol kekuatan, keberanian, keperkasaan, dan kebesaran. Api pula
memiliki daya membakar yang sangat hebat. Dalam sekejap mata api boleh
menghanguskan benda apa saja. Kemampuan untuk mengendalikan kekuatan yang berwarna
merah ini akan melahirkan sikap hidup yang penuh kedermawanan bagi sesamanya.
Si Camariyah ini memang harus diperhatikan agar kita boleh menjadi manusia
pemaaf, bukan manusia pendendam. Kehidupan yang damai tak pernah terwujud bila
dendam selalu dilampiaskan.
Sifat-sifat yang melekat pada Camariyah adalah sifat malaikat
Jibril. Allah menyifatkan malaikat Jibril sebagai suatu perkara yang besar
(shadīd al-quwā), di samping mempunyai tempat dan kedudukan yang tinggi di sisi
Allah pemilik Arasy, justru Jibril ditaati di alam malaikat dan sangat amanah,
oleh itu Jibril bertugas sebagai duta antara Allah dan rasul-Nya.
Kedua, Tubaniyah adalah cahaya putih unsurnya air yaitu air
mani. Tuban adalah cairan yang berfungsi sebagai penjaga badan janin di dalam
rahim. Tetapi bukan dalam artian ini yang dimaksud tubaniah ketika menyatakan
ia adalah malaikat Mikail. Tubaniyah adalah manifestasi malaikat Mikail yg akan
sentiasa bertanggungjawab akan urusan rizki dan kesejahteraan janin sehingga
dia habis umurnya. Malaikat Mikail bertugas memelihara kehidupan,. mempunyai
tempat dan kedudukan yang tinggi dan mulia di sisi Tuhan, memiliki
pembantu-pembantu yang diperintahkan untuk melaksanakan tugas-tugasnya, seperti
menggiring angin dan awan dan menyiramkannya pada suatu negeri dan kampung
sehingga hujan boleh turun di situ.
Tuban merupakan lokus, tempat dudukan bagi malaikat Mikail.
Air tuban berfungsi sebagai pelindung kesejahteraan dan keamanan janin di dalam
rahim, memberikan keamanan dan tempat tinggal yang nyaman. Mikail oleh
Komunitas sufi dipandang sebagai sahabat yang akan menjalankan perintah Tuhan
untuk melindungi dan mensejahterakannya.
Tubaniyah adalah cahaya putih. Putih melambangkan perdamaian
dan kesucian. Artinya, manusia sejak keberadaannya di dalam rahim telah
dibekali oleh Allah dengan potensi fitrah yang suci dan damai. Dikatakan dalam
hadis setiap anak dilahirkan dalam keadaan potensi fitrah, yaitu suci. Hendak
menjadi apa ia kelak tergantung kepada pendidikan kedua ibu bapaknya. Apabila
dididik dengan benar maka ia akan tumbuh dan berkembang tetap dalam kesucian
dan kedamaian. Oleh itu diperlukan pengetahuan yang mendalam tentang potensi
cahaya putih ini.
Ketiga, Tambuniyah pula adalah cahaya hitam unsurnya tanah ia
menjadi daging disebut malaikat Israfil. Daya yang memancarkan cahaya hitam
boleh membangkitkat rasa marah dan sakit hati. Jika daya hitam ini menguasai
manusia maka ia akan berbuat secara membabibuta, berbuat tanpa arah. Tetapi,
daya yang berwarna hitam ini juga berfungsi secara positif bila dikuasai.
Keperkasaan manusia bahkan wujud dari pancaran cahaya hitam tambuniyah dalam
dirinya. Kharisma manusia juga zahir dari daya yang berwarna hitam.
Warna hitam pula simbol bagi dunia gelap. Manusia tercipta di
alam yang gelap gulita. Kegelapan di rahim ibu, secara normal janin manusia
selama 9 bulan 10 hari berada di kegelapan rahim ibu. Pelupuk mata tak
berfungsi, tambuniyah yang oleh kaum sufi disifatkan sebagai malaikat Israfil
tetap mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kegelapan.
Malaikat Israfil adalah malaikat yang ditugaskan untuk meniup
sangkakala sebanyak tiga kali tiupan : tiupan yang mengejutkan semua makhluk,
tiupan kematian, dan tiupan kebangkitan. Sangkakala atau Al-șur adalah tanduk
yang ditiup. Setiap lengkung daripadanya seperti antara langit dan bumi dan di
dalam tanduk itu terletak roh sekalian hamba. Disebutkan dalam hadis gharīb
bahwa di antara Malaikat Israfil dan Tuhan ada 70 cahaya, tiada di antara
cahaya itu dengan yang lainnya yang berdekatan dengannya, melainkan terbakar.
Di hadapannya ada Lauh. Apabila Allah mengizinkan sesuatu di langit atau di
bumi, maka Israfil pun melihat, maka apabila ia adalah tugas Jibril, dia
memerintahkan kepada Jibril untuk mengerjakannya, dan apabila tugas malaikat
Mikail, dia memerintakannya pula, dan apabila ia dari tugas malaikat maut, dia
memerintahkan kepadanya.
Fungsi tambuni adalah untuk memayungi janin sampai ke tempat
tujuan. Dialah yang memberikan kekuatan berupa nutrisi makanan janin selama di
dalam rahim ibu. Tambuni terbentuk setelah (bakal janin) tumbuh di lapisan pada
rahim selama dua bulan. Setelah bakal janin tumbuh menjadi janin, tambuni
terbentuk dan berfungsi sebagai sarana untuk pertukaran zat (makanan dan
buangan) dan darah bagi janin. Sangkakala kehidupan bekerja di dalam rahim.
Tambuni betul-betul bagaikan lapisan atmosfer yang memberikan kehidupan dan
kematian calon bayi dalam rahim.
Eksistensi tambuni sejajar dengan posisi malaikat Israfil.
Seperti halnya tuban, eksistensi tambuni tetap memberikan perlindungan bagi
manusia setelah dilahirkan. Meskipun jasadnya sudah tak ada lagi. Dari sisi
keberadaannya, malaikat Israfil dicipta Tuhan lebih dulu daripada malaikat
Mikail dan Jibril. Israfil akan selalu memberikan perlindungan metafisik kepada
manusia. Israfil diyakini sebagai pelita hati, agar hati tetap terang. Itulah
sebabnya sejahat-jahat manusia masih ada secercah cahaya dalam hidupnya. Tetap
ada kebaikan yang dimilikinya, meski sebesar debu.
Keempat, Uriyah adalah cahaya hijau, unsurnya angin yaitu
nafas, ia adalah malaikat Izrail. Izrail dikenal sebagai malaikat maut yang
bertugas mencabut nyawa dibantu oleh satu jamaah malaikat yang terdiri dari dua
kelompok yaitu malaikat rahmat dan malaikat azab. Izrail adalah jenis malaikat
yang menakutkan, tetapi berlemah lembut terhadap orang mukmin, justru ia akan
datang dengan bentuk rupa yang bagus dan menarik ruh orang mukmin yang saleh
secara lembut serta bercakap kepadanya dengan percakapan yang bagus pula.
Apabila ajal seorang hamba telah sampai, Allah memerintahkan
malaikat maut agar mencabut nyawa hamba tersebut. Selanjutnya, malaikat Izrail
menghantar ruh manusia pergi melalui tujuh peringkat langit menuju sidrat
al-muntaha untuk menghadap Tuhan yang untuk selanjutnya dikembalikan lagi ke
dalam jasadnya di alam barzah untuk dimintai pertanggungjawapan.
Fungsi Izrail sebenarnya memberikan kemudahan hidup manusia.
Ia adalah kekuatan Tuhan yang berada di dalam nafas. Dengan kata lain, ia
mempunyai kekuasaan atas nafas kehidupan manusia. Ketika manusia masih dalam
rupa janin, Izrail mengatur suplay oksigen dari ibunda ke janin. Dia terlibat
secara fisik sejak janin masih lagi dalam rahim sehingga mati. Izrail tetap
setia mendampingi kehidupan manusia sama ada di saat ia tidur mahupun jaga.
Izrail pula yang setia membantu manusia memisahkan Diri dari badannya. Dalam
al-Qur'an disebutkan bahwa jiwa manusia setiap hari pulang pergi dari jasad.
Apabila tidur, jiwa berkelana, dan kembali ke jasad ketika bangun.
Meski semua yang ada di alam ini dalam kekuasaan Allah, tapi
kerja alam ini berdasarkan suatu sistem. Jika pada Q.S. 39:42 dinyatakan bahwa
Allah yang mengendalikan jiwa manusia, tapi pada Q.S. 6:61 disebutkan bahwa
Allah mengutus penjaga-penjaga ke dalam diri setiap insan. Penjaga-penjaga
inilah yang menunaikan tugasnya untuk memulakan dan sekaligus mengakhiri
kehidupan manusia bila sudah sampai ajalnya.
Keempat-empat malaikat yaitu Jibril, Mikail, Izrail dan
Israfil disebut Empat Sekawan, adalah para malaikat mulia. Jibril dan Mikail
adalah isyarat dari sifat Jalal dan Jamal Allah. Sementara itu pasangannya
adalah malaikat Izrail dan Israfil sebagai i`tibār sifat Allah yang Maha Qohhār
dan Maha Kamāl. Sifat Jalal adalah aspek keagungan, kehebatan, kedahsyatan yang
mencekam, mengancam, menakutkan dan kerana itu mesti ditaati. Sifat Jalal
tampil sebagai malaikat yang bertampang sangar, bengis, murka, dan menakutkan.
Namun, sifat Jalal Allah tidak mengesankan Tuhan itu suka membalas dendam, atau
sakit hati bila tidak dipatuhi perintah-Nya. Dia adalah Maha Suci daripada
segala sifat yang tak patut bagi-Nya. Dia telah mengatur alam raya ini dengan
hukum yang benar, adil, objektif, dan seimbang. Sifat Jalal berpasangan dengan
sifat Jamal, yaitu keindahan, kecantikan, memesonakan, menimbulkan cinta, dan
kasih sayang. Seorang anak Manusia yang dibina oleh perpaduan daripada
kedua-dua potensi Jalal dan Jamal menjadikannya tumbuh dan berkembang menjadi
orang yang memiliki kekuatan mengagumkan, kharisma dan kewibawaan.
(Tuak ilahi)
Like · Share
ALLAH اللهَ ALLAH اللهَ ALLAH اللهَALLAH اللهَ
اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
والله أعلم بالـصـواب
Moga Bermanfaat.
Moga Bermanfaat.
....................................................................................
...........................................................................................................
...............................................................................................................................................
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُم
Maka sebutlah, ucaplah, lafazlah dengan lidahmu disetiap saat akan zikir memuji dan mengAgungkan kebesaran ALLAH Swt dengan Tasbih dibawah secara istiqomah.
100 X (سُبْحَانَ اللَّهِ)
100X (أسْتَغْفِرُاللهَ)
100X (الْحَمْدُ لِلَّهِ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ)
100X (اللَّهُ أَكْبَرُ)
100X (اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُل اللّهِ)
100X (اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ)
100X (لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُل اللّهِ)
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ
اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
اَللَّهُمَّ صَلِّىْ عَلَىْ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Subhanallah 100X سبحان الله
Alhamdulillah syukur kepada ALLAH





No comments:
Post a Comment