28 March 2020

Rukun Iman



 ‏اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
3X سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقَهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Sesungguhnya Aku berniat kerana اللهَ
Tugasan gerak organ-organ tubuh badanKu kepada اللهَ
Daku Niatkan Tasbih anggota-anggota organ tubuhku buat اللهَ.
Ku serahkan seluruh kehidupanku kebergantungan sepenuhnya KepadaMu Ya اللهَ
Kerdipan Mataku berIstighfar Astaghfirullah (أسْتَغْفِرُاللهَ)‎  
Hatiku berdetik disetiap saat menyebut Subhanallah (سُبْحَانَ اللَّهِ)‎
Denyutan Nadiku dengan  Alhamdulillah  (الْحَمْدُ لِلَّهِ)‎
Degupan Jantongku bertasbih LA ILAHA ILLALLAH  (لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱلله)‎
Hela Turun Naik Nafasku berzikir Allāhu akbar   (اللَّهُ أَكْبَرُ)‎
الْحَمْدُ لِلَّهِ syukur kepada وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ    ...اللهَ 

Rukun Iman


Rukun Iman

0

Didalam pembicaraan petaruh-petaruh kerajaan Allah ini perlu dijelaskan sebelum memasuki keterangan ketingkat iman berikutnya untuk menambah ghasanah/pembendaharaan ilmu bagi penuntut ilmu-hikmah dalam studi perbandingannya dengan enam masa Allah menjadikan langit dan bumi serta urutannya dengan rukun iman yang enam sebagai berikut :

1.        Ajali dan Percaya kepada Allah,
Masa Ajali ini, hanya Allah yang memerintah dengan sendiri-Nya sebelum alam semesta dan Nuur Muhammad; maka tiada yang melihat Kesempurnaan, Kebesaran dan Keindahan-Nya Yang Maha Agung.

2.        Shuluhi Qadim dan Percaya kepada Malaikat,
Masa Shuluhi Qadim ini dalam alam Nadzarullah (Nuur Muhammad), Uzazil menerima petaruh kerajaan Allah, sehingga seluruh malaikat patuh tunduk kepada Dzat Allah; tiada yang durhaka. Sehingga tidak terlihat kegagahan-Nya dan ketika Allah hendak menurunkan Adam menjadi khalifah dimuka bumi, durhakalah Uzazil sehingga ia menjadi Iblis: maka mulailah kebesaran Allah terlihat dari dua arah. Kekafiran dan Keimanan, barulah sempurna segala sifat-sifat-Nya. Maka habislah masa malaikat menerima petaruh kerajaan dialam Nuur.

3.        Tanzizi Qadim dan Percaya kepada Kitab-kitab Allah,
Studi perbandingannya adalah setelah manusia diturunkan kebumi ini, banyaklah Rasul-rasul yang berdasarkan Undang-undang Kitabullah yang menjadi raja, seperti Nabi Zulkifli, Nabi Yusuf, Nabi Sulaiman dan lain-lain. Tetapi apabila wafat nabi yang menuntun umat, maka banyaklah manusia yang kembali durhaka kepada Allah sehingga sampailah kepada nabi akhir zaman yang tiada nabi sesudahnya; kecuali Al Úlama Waratsatul An Biyaa’ yang meneruskan ajarannya dengan kelengkapan ilmu Islam yang empat derajat tersebut; itupun telah pula dibatalkan oleh kebanyakkan Úlama akhir zaman ini yang menolak adanya Thareqatulah dengan ilmu tashauf didalam Islam dan mengatakan ajaran thareqat itu bukan daripada ajaran Rasul, melainkan dari ajaran agama diluar Islam; sehingga dengan fitnah-fitnah yang demikian, hancurlah jantung dan ruhnya Islam dimata dunia akibatnya negara-negara Islam jatuh ketangan penjajahan barat yang sampai saat ini dapat kita rasakan. Sehingga kebudayaan baratlah yang telah menguasai dunia ini dan identitas kebudayan Islam itu sulit untuk ditemukan kembali.

4.        Tanzizi Muhaddits dan Percaya kepada Rasul-rasul Allah,
Masa dan rukun iman keempat ini, adalah dimulainya alarn baharu. Limpahan kurnia kerajaan yang dipertaruhkan kepada para Rasul telah habis masanya, karena telah ditutup oleh nabi akhir zaman yang tiada lagi nabi sesudahnya; maka limpahan petaruh kerajaan Allah itu dikurniakan kepada para Bangsawan dan Raja-raja, Kaisar, Lord, Sultan dan didunia Islam bukan lagi pemerintahan itu berdasarkan Kitabullah yang menjadi undang-undang tetapi adalah Sunnah Rasul yang bersifat baharu dan ini berlaku sejak zaman khalifah ke-V (kelima) didunia Islam, yaitu Muáwwiyah dan Islam sejak itu sudah tidak mengenal lagi demokrasi sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw., tetapi telah menjadi dinasti.
Dalam limpahan kerajaan kepada para kaum bangsawan dan feodalisme ini, banyaklah para sultan dan raja-raja yang zalim kepada dirinya dan kepada rakyatnya, akibatnya terjadilah revolusi diseluruh benua terhadap raja-raja dan sultan-sultan dari rakyat yang dipimpin dan dikuasainya selama ini. Sehingga negara dalam bentuk kerajaan saat ini sudah tinggal sedikit, itupun telah mengangkat orang-orang biasa yang mampu untuk menduduki tingkat menteri dan perdana menteri, seperti: Inggris, Malaysia, Brunai Darussalam dan lainnya, yang telah memulai demokrasi kedalam pemerintahannya, karena takut digilas oleh revolusi rakyatnya sendiri.

5.        Tanzizi Muqaddar dan Percaya kepada Hari Kiamat,
Setelah empat derajat alam akal-fikir yang menjadi petaruh kerajaan Allah sejak dari Allah sendiri sampai kepada para bangsawan, semua ada kekurangannya; dan Allah sendiri yang hendak menyempurnakannya. Maka akibat kezalirnan raja-raja, bergejolaklah revolusi rakyat mengambil alih kekuasaan raja-raja tersebut; terjadilah pemerintahan oleh rakyat biasa sebagai bekas dari budak raja-raja dan kaum penjajah yang dengan muluknya ketika revolusi itu dikatakan; dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat diseluruh dunia yang merevolusi raja-rajanya; baik itu di Eropa, Amerika, Asia, Afrika dan juga Australia. Tetapi kenyataannya, tidak seperti yang diharapkan oleh rakyat itu sendiri, karena terjadilah kepentingan pribadi yang merupakan para diktator sebagai pengganti raja-raja yang zalim tersebut. Malahan ada yang lebih fatal seperti dinegara-negara komunis dan ada yang mementingkan golongan dengan partai-partainya yang juga mengakibatkan terjadinya kudeta. Dan ini biasanya digerakkan oleh kaum militer yang mempunyai kekuatan persenjataan.
Dizaman raja-raja, kita mendengar bahwa yang selalu ingin menjadi raja dan merebut kekuasaan adalah para perdana menterinya, para panglima hanya sebagai pembantunya; tetapi dizaman masa kelima Allah menciptakan langit dan bumi ini adalah panglimanya yang banyak mengadakan kudeta dan sipilnya tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
Dan dari pada itu dalam suatu negara terjadilah perang suku, perang idiologi, perang partai dan lain sebagainya dimana para panglima menjadi raja, maka yang bicara adalah kekuatan senjata; akhirnya perang besar-besaran, perang suku, perang golongan, perang antar bangsa; hari ini membangun besok penghancuran akibat perang, dan kemudian Amerika merencanakan perang bintang, perang ekonomi dan segala jenis perang; termasuk perang dingin yang membara, intai mengintai sesama manusia yang satu asal dari datuk nenek Adam dan Hawa yang hidup dalam satu rumah tangga yang berkamar lima benua dalam satu atap langit, satu sumur lautan luas; apakah yang dicari manusia ini?!
Sebagaimana terlihat pada limpahan yang kelima dari kurnia kerajaan Allah adalah sejajar dengan Tanzizi Muqaddar (alam dunia sekarang ini) dan sejajar pula pada rukun iman yang kelima; yaitu percaya kepada hari kiamat. Maka sangat jelas sekali ketinggian filsafat kejadian enam masa dan rukun iman yang diciptakan oleh Allah itu bagi siapa yang dapat membacanya.

Bumi ini akan kiamat dan penyebabnya adalah tangan-tangan manusia sendiri yang merusak alam lingkungan hidup kemanusiaannya dengan perang yang tidak berkesudahan dan perampasan-perampasan energi bumi oleh manusia yang tamak, loba dan rakus, padahal samalah itu artinya merusak dan membakar rumah kediamannya sendiri, membuat lobang untuk kuburannya sendiri, merusak hutan habis-habisan, menggali mineral dan gas bumi untuk dimusnahkan. Sedangkan mereka bukan tidak tahu semua itu akan merusak bumi tempat tinggalnya; tetapi karena tertutupnya mata hati terhadap kebenaran yang hakiki, maka kebinasaan itu kembali kepada dirinya sendiri.
Sebagai kesimpulannya, masa abad ke-XX dan ke-XXI nanti, dengan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi manusia yang bersumberkan akal-fikir yang dikaruniai oleh Allah, adalah merupakan “mukaddimah hari kiamat”, karena telah habislah limpahan kurnia kerajaan Allah itu kepada makhuk yang berakal: malaikat, para rasul, para raja dan rakyat biasa; namun tidak ada kemungkinan manusia diperintah oleh jin atau syaitan dimuka bumi yang beranasir empat ini; atau oleh hewan/binatang yang tidak dikurniai akal oleh Allah sebagaimana akal manusia. Maka limpahan kerajaan Allah yang terakhir dimuka bumi ini adalah yang ada sekarang ini, yaitu pemerintahan rakyat biasa yang bertindak sebagai petaruh/amanah di muka bumi dengan revolusi fisiknya. Karena sesuatu yang didapati dengan pengorbanan darah, maka darah-darah itu rnenuntut darah-darah yang mengorbankannya; karena darah itu berasal dari kejadian api yang membara, maka terjadilah dendam dan kesumat dibumi.
Tuntunan tertinggi untuk memperbaiki keadaan dunia ini sebelum kiamat besar itu terjadi, umat Islam sedunialah yang harus menanggung jawabi keberadaan ini. Karena bumi ini pada hakikatnya dikuasakan oleh Allah kepada hati-hati hamba-Nya yang berisikan iman, Islam, ma’rifah, tauhid dan nuur, bukan kepada mereka yang durhaka. Untuk itu, wahai umat Islam sedunia, mari hidupkan kembali jantung dan ruhnya addinul Islam dengan mengumandangkan dzikrullah (Q.S. An Nuur : 35-38) setiap lima waktu sehari semalam disetiap masjid dan mushalla dengan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illalallah beberapa ratus kali, barulah keluar dari masjid atau mushalla. Maka yang demikianlah arti memakmurkan masjid-masjid Allah dimuka bumi ini dengan memperbanyak dzikir (ingat) kepada Allah; bukan hanya sekedar shalat yang lima waktu saja.
Kebanyakkan umat Islam pada hari Jumát, apabila telah selesai salam, jangankan untuk dzikrullah, untuk menantikan selesai doa sajapun mereka tidak sabar rnenanti; padahal hari Jumát itu adalah hari kemuliaan untuk umat Islam dalam beramal shaleh untuk menghadapi hari akhirat yang tidak berkesudahan.
Islam tidak akan bangkit dengan syariát-fiqh semata, karena hal itu hanyalah merupakan tubuhnya Islam, bukan jantung dan ruhnya yang akan menghidupkan jiwanya Islam dihati umat dan ingatlah bahwa “Awal agama adalah mengenal Allah” melalui sifat-sifat-Nya yang diamanahkan Allah kepada alam semesta. Terutama manusia yang dipilih-Nya untuk menjadi Khalifah-Nya; apakah amanah itu telah kita laksanakan sesuai dengan kehendak-Nya? Umat Islam hampir-hampir tidak lagi mengenal Allah dengan benar, selain dari sebutan semata, apalagi umat Islam Timur Tengah; itulah sebabnya Allah murka kepada mereka sehingga terus menerus dilanda bencana dalam berbagaai masalah.
Pada akhir zaman ini, bila bangsa dan negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Tauhid, jika kembali mengamalkan dzikrullah dan memperbaiki áqidah-tauhidnya dari nilai-nilai kebendaan kepada nilai-nilai Ketuhanan serta mengamalkan ilmunya; kelak akan menjadi contoh bagi umat lainnya, baik itu didalam era ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun dalam teologi. Karena dengan dzikrullah itu akan membuka alam fikir yang seluas-luasnya (Q.S.Ali Imraan : 191), menyingkap tabir rahasia langit dan bumi untuk dua dimensi kehidupan, dunia dan akhirat.
Bila umat Islam kembali membangun jantung (thareqat) dan ruh (áqidah)nya Islam, maka Islam akan bangkit pada abad ke-XXI masehi bersamaan dengan abad ke-XV hijriah ini sebelum kiamat terjadi.

6.        Alam Barzah dan Percaya kepada Qadha dan Qadar Allah.
Sebelum habisnya limpahan kurnia pemerintahan Allah kepada makhluk yang dibebani alam akal-fikir yakni manusia, maka tamatlah riwayat kehidupan alam dunia dan pemerintahan kembali ketangan (kekuasaan) Allah dan sempurnalah janji Allah kepada segenap manusia untuk mengisi dua tempat kembali, yaitu surga bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan neraka bagi manusia yang berbuat keingkaran dan yang durhaka kepada Allah; dengan melalui alam barzah untuk melihat kebenaran qadha dan qadar-Nya yang banyak didustakan umat.

Sekarang fikir sendirilah, sedang berada dimasa manakah keadaan alam duniawi yang sekarang, menilik dari hikmah enam masa Allah menciptakan langit dan bumi serta penyesuaian perjalanan rukun iman yang enam perkara itu; mudah-mudahan manusia akan kembali menyadari itu semua untuk berbenah diri dalam menghadapi hari yang kekal yang tiada alam kebinasaan di dalamnya, baik bagi pengisi surga maupun pengisi neraka.
Rukun Iman

Wallahu Alam Bishshawab.


Moga Bermanfaat.


Insya ALLAH 

.........................................................

No comments: