26 March 2020

Menguak Dunia Jin



 ‏اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقَهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Sesungguhnya Aku berniat kerana اللهَ
Tugasan gerak organ-organ tubuh badanKu kepada اللهَ
Daku Niatkan Tasbih anggota-anggota organ tubuhku buat اللهَ.
Ku serahkan seluruh kehidupanku kebergantungan sepenuhnya KepadaMu Ya اللهَ
Kerdipan Mataku berIstighfar Astaghfirullah (أسْتَغْفِرُاللهَ)‎  
Hatiku berdetik disetiap saat menyebut Subhanallah (سُبْحَانَ اللَّهِ)‎
Denyutan Nadiku dengan  Alhamdulillah  (الْحَمْدُ لِلَّهِ)‎
Degupan Jantongku bertasbih LA ILAHA ILLALLAH  (لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱلله)‎
Hela Turun Naik Nafasku berzikir Allāhu akbar   (اللَّهُ أَكْبَرُ)‎
الْحَمْدُ لِلَّهِ syukur kepada وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ    ...اللهَ 

Menguak Dunia Jin



2  -                                                                 Menguak Dunia Jin                         Diterbitkan atas kerjasama Penerbit abshor dengan Pondok Pesantren As-Salafi AL-FITHRAH Sumurrejo Gunungpati SEMARANG September 2007          


  “RUQYAH” dampak dan bahayanya                                  -  3       Perpustakaan Nasional RI: Katalog Dalam Terbitan (KDT)          ISBN 979  152967  1  Disain Sampul: M. Luthfi Gh. Lay Out: M. Luthfi Gh. Editor:  Tim Santri Ponpes Al-Fithrah Gunungpati Semarang Cetakan 2, September 2007  Penerbit:  Abshor, Semarang Jl. Raya Ungaran Gunungpati KM. 4 Sumurrejo Gunungpati Semarang Tlp. (024) 70794008. E-mail: malfi_ali@yahoo.com Website: www.alfithrahgp.com  Didistribusikan oleh: ABSHOR Hidmah dan IbadaH Jl. Raya Ungaran Gunungpati KM. 4 Sumurrejo Gunungpati Semarang Tlp. (024) 70799949 - Fax. (024) 70794008 E-mail: abshor_smg@plasa.com  Hak cipta dilindungi Undang-Undang Hak cipta (Copyright©2007) milik M. Luthfi Ghozali dan abshor Diterbitkan oleh abshor, Semarang  Dilarang memperbanyak atau mengutip sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, termasuk ilustrasi tanpa ijin tertulis dari penulis dan penerbit abshor     GHOZALI, Muhammad Luthfi Menguak Dunia Jin : RUQYAH dampak dan bahayanya/Muhammad Luthfi Ghozali Semarang: abshor, 2007 AB: 08. 007 – 0022 -  475. 14x20 ISBN 979  152967 - 1 
4  -                                                                 Menguak Dunia Jin            PENGANTAR PENERBIT   Buku di tangan anda ini edisi revisi dari buku terdahulu  yang  diterbitkan  dengan  judul  yang  sama. Bedanya,  dalam  edisi  revisi  ini  penulis  tidak  hanya menyikapi pelaksanaan ―ruqyah‖ saja, tapi juga lebih menekankan  paparan  tentang  dimensi  alam  jin  yang ada  disekitar  jasad  manusia  dengan  segala  dampak dan  bahayanya.  Hal  itu  bertujuan,  supaya  para pembacanya  lebih  mendapatkan  pemahaman  yang cukup  perihal  dimensi  jin  tersebut  sebelum  mereka mencoba  diri  mengerjakan  pekerjaan  yang bersinggungan  dengan  dimensi  jin,  seperti pelaksanaan ruqyah yang marak.  Revisi  ini  didasari  pengalaman  penulis  dalam melayani  pertanyaan  sekitar  penulisan  buku terdahulu—baik  saat  diadakan  bedah  buku  maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para pembacanya  secara  langsung,  juga  tambahan pengalaman  di  dalam  menangani  penyembuhan berbagai  macam  penyakit  pasien  yang  datang  di pondok pesantren. Untuk itu tentunya buku ini lebih menarik untuk dibaca dan dikaji.    Betapapun  dampak  dimensi  jin  dapat mengancam  keselamatan  hidup  manusia,  namun demikian  keberadaannya  di  tengah  kehidupan





prevnext
3
out of 475
Download Ruqyah and 1
Post on 11-Sep-2015


DESCRIPTION

ruq
TRANSCRIPT

RUQYAH dampak dan bahayanya - 1 2 - Menguak Dunia Jin Diterbitkan atas kerjasama Penerbit abshor dengan Pondok Pesantren As-Salafi AL-FITHRAH Sumurrejo Gunungpati SEMARANG September 2007 RUQYAH dampak dan bahayanya - 3 Perpustakaan Nasional RI: Katalog Dalam Terbitan (KDT) ISBN 979 152967 1 Disain Sampul: M. Luthfi Gh. Lay Out: M. Luthfi Gh. Editor: Tim Santri Ponpes Al-Fithrah Gunungpati Semarang Cetakan 2, September 2007 Penerbit: Abshor, Semarang Jl. Raya Ungaran Gunungpati KM. 4 Sumurrejo Gunungpati Semarang Tlp. (024) 70794008. E-mail: malfi_ali@yahoo.com Website: www.alfithrahgp.com Didistribusikan oleh: ABSHOR Hidmah dan IbadaH Jl. Raya Ungaran Gunungpati KM. 4 Sumurrejo Gunungpati Semarang Tlp. (024) 70799949 - Fax. (024) 70794008 E-mail: abshor_smg@plasa.com Hak cipta dilindungi Undang-Undang Hak cipta (Copyright2007) milik M. Luthfi Ghozali dan abshor Diterbitkan oleh abshor, Semarang Dilarang memperbanyak atau mengutip sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, termasuk ilustrasi tanpa ijin tertulis dari penulis dan penerbit abshor GHOZALI, Muhammad Luthfi Menguak Dunia Jin : RUQYAH dampak dan bahayanya/Muhammad Luthfi Ghozali Semarang: abshor, 2007 AB: 08. 007 0022 - 475. 14x20 ISBN 979 152967 - 1 4 - Menguak Dunia Jin PENGANTAR PENERBIT Buku di tangan anda ini edisi revisi dari buku terdahulu yang diterbitkan dengan judul yang sama. Bedanya, dalam edisi revisi ini penulis tidak hanya menyikapi pelaksanaan ruqyah saja, tapi juga lebih menekankan paparan tentang dimensi alam jin yang ada disekitar jasad manusia dengan segala dampak dan bahayanya. Hal itu bertujuan, supaya para pembacanya lebih mendapatkan pemahaman yang cukup perihal dimensi jin tersebut sebelum mereka mencoba diri mengerjakan pekerjaan yang bersinggungan dengan dimensi jin, seperti pelaksanaan ruqyah yang marak. Revisi ini didasari pengalaman penulis dalam melayani pertanyaan sekitar penulisan buku terdahulubaik saat diadakan bedah buku maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para pembacanya secara langsung, juga tambahan pengalaman di dalam menangani penyembuhan berbagai macam penyakit pasien yang datang di pondok pesantren. Untuk itu tentunya buku ini lebih menarik untuk dibaca dan dikaji. Betapapun dampak dimensi jin dapat mengancam keselamatan hidup manusia, namun demikian keberadaannya di tengah kehidupan RUQYAH dampak dan bahayanya - 5 manusia tidak dapat dihindari. Seperti akibat orang terkena santet atau orang kesurupan jinbaik pasca diruqyah maupun tidakyang boleh mengakibatkan timbulnya penyakit di dalam jasad manusia, dunia ini ternyata tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Terlepas orang percaya atau tidak terhadap dimensi jin ini, namun ketika orang menderita sakit dan disaat dokter yang mengobati penyakit tersebut ternyata tidak berhasil menemukan penyebab penyakit yang diderita itu sehingga sakitnya tidak juga sembuh, orang yang sakit tersebut seringkali berusaha mencari kesembuhan melalui jalan alternatif. Supaya pencarian itu tidak salah jalan, seperti datang ke dukun dan paranormal yang seringkali melaksanakan praktek penyembuhan dengan cara tidak islami, maka buku ini sangat membantu kaum muslimin untuk menemukannya. Di dalam buku ini, jalan alternatif penyembuhan yang ditawarkan hanya yang menggunakan cara yang islami, artinya hanya berdasarkan ayat al-Quran dan hadits shoheh yang dipadukan dengan pengalaman pribadi penulisnya. Meskipun yang tertulis di dalam buku ini hanya sebatas teori ilmiyah, namun dengan mengenal teori itu supaya orang tidak salah melangkah. Mereka tidak mengalami seperti istilah: Selamat dari mulut buaya malah masuk mulut singa, terlebih terjebak perbuatan syirik yang dapat menghancurkan aqidah islamiyah. Oleh kerana itu, sebelum para penderita atau keluarganya mencari jalan alternatif tersebut, dengan membaca buku ini, insya Allah mereka 6 - Menguak Dunia Jin mendapatkan gambaran kongkrit tentang sakit yang sedang diderita itu. Apabila pencarian jalan alternatif tersebut salah, terlebih mereka terjebak praktek syirik yang dilakukan oleh para dukun dan paranormal. Ikhtiar penyembuhan itu disamping boleh menjebak orang Islam terpelosok dalam perbuatan dosa yang tidak terampuni, juga seringkali tidak dapat menyembuh-kan penyakit yang sedang diderita. Usaha itu boleh jadi malah menimbulkan masalah baru yang tidak kalah membahayakan daripada penyakit itu sendiri. Itu boleh terjadi, ketika dukun dan paranormal itu memvonis penyebab sakit tersebut sebagai akibat perbuatan santet dan sekaligus menyebutkan pelakunya, maka usaha penyembuhan itu malah melahirkan fitnah dan bahkan mengakibatkan terjadinya permusuhan yang berkepanjangan antara sesama manusia. Dengan buku ini penulis tidak hanya berusaha menyelamatkan kaum muslimin dari penyakit jasad saja, tapi juga penyakit aqidah dan penyakit sosial masyarakat. Dengan penyajian bahasa yang khas dan ala kadarnya, buku ini menjadi mudah dipahami bagi para awam. Semoga anda betah membacanya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 7 DAFTAR ISI PENGANTAR PENERBIT . 4 DAFTAR ISI ................................................................. 7 MUQODDIMAH . 11 BAB PERTAMA : BAHWA RUQYAH BUKAN MENGELUARKAN JIN DARI TUBUH MANUSIA AKAN TETAPI JUSTRU MEMBANTU MEMASUKKANNYA UNTUK MENGUASAI KESADARAN MANUSIA 18 ALASAN PERTAMA : Menjual Ayat Dengan Harga Murah .. 33 ALASAN KEDUA : Beramal Tanpa Bimbingan Guru . 40 ALASAN KETIGA : Membaca Dalam Keadaan Lalai .. 49 ALASAN KEEMPAT : Sihir Jin Yang Ditiupkan .. 60 ALASAN KELIMA : Ancaman Yang Mengelilingi .. 68 ALASAN KEENAM : Jin Mana Yang Akan Dikeluarkan Dari Tubuh Manusia? . 85 BAB KEDUA : TIGA HAL YANG MENJADIKAN SEBAB JIN DAPAT DENGAN MUDAH MENGUASAI KESADARAN MANUSIA 100 MANUSIA KESURUPAN JIN . 109 8 - Menguak Dunia Jin Dosa Syirik Adalah Dosa Yang Tidak Diampuni 118 TIGA SEBAB YANG DAPAT MERUSAK PENJAGAAN MALAIKAT ATAS MANUSIA .. 138 SEBAB PERTAMA : Manusia Memasuki Atau Merusak Habitat Jin Dengan Cara Yang Tidak Benar .. 139 SEBAB KEDUA : Kerana Rasional Dalam Keadaan Tidak Berdaya Dalam Menghadapi Realita Sehingga Emosional Dominan Menguasai Jalan Hidup Manusia 154 SEBAB KETIGA : Kerana Kondisi Manusia Lemah, Baik Dhohir Maupun Batin Akibat Terlalu Sering Diperdaya Oleh Makhluk Jin, Selanjutnya Manusia Dimasuki Jin Qorinnya Sendiri .. 160 BAB KETIGA : PENYAKIT MANUSIA YANG DITIMBULKAN AKIBAT GANGGUAN MAKHLUK JIN . 172 PENYAKIT PADA TUBUH MANUSIA . 172 PENYAKIT PADA KESADARAN MANUSIA 184 PENYAKIT DALAM HATI MANUSIA .. 190 SUMBER SEGALA PENYAKIT ............. 205 APAKAH MANUSIA DAPAT MELIHAT JIN? . 210 RUQYAH dampak dan bahayanya - 9 BAB KEEMPAT : LIMA TAHAP YANG HARUS DILEWATI JIN UNTUK MENGUASAI KESADARAN MANUSIA 228 TAHAP PERTAMA : Sunnah Yang Terfasilitasi .. 234 TAHAP KEDUA : Dengan Suara Yang Ditusukkan Ke Dalam Wilayah Kesadaran . 240 TAHAP KETIGA : Ditarik Masuk Ke Dalam Dimensi Alam Jin . 249 TAHAP KEEMPAT : Jin Bersekutu Dengan Manusia Di Dalam Urusan Harta dan Anak . 253 Sejak BilaJin Bersekutu Dengan Manusia Di Dalam Urusan Keturunan? 261 HIKMAH DAN RAHASIA AQIQOH .. 267 PENDIDIKAN ANAK SECARA ISLAMI 273 TAHAP KELIMA : Memberikan Janji-Janji Bohong 283 Serba Serbi Dunia Jin Di Seputar Jasad Manusia 294 BAB KELIMA : JALAN DAN UPAYA UNTUK MENDAPAT PERLINDUNGAN DARI GANGGUAN JIN 306 JALAN PERTAMA : Hendaknya Pengabdian Dilakukan Dengan Ikhlas .. 309 JALAN KEDUA : Seorang Hamba Yang Bersyukur .. 329 Nikmat Penciptaan Dan Nikmat Pertolongan .. 337 10 - Menguak Dunia Jin RAHASIA SUMBER INAYAH . 344 JALAN KETIGA : Berdzikir Dengan Dasar Takwa 378 BAB KEENAM : PENANGGULANGAN DAN PENYEMBUHAN AKIBAT TERKENA GANGUAN JIN .. 390 Kekuatan Yang Mengalahkan . 394 Kekuatan Yang Dikalahkan . 408 Penanggulangan ORANG KESURUPAN JIN . 416 Penyembuhan Penyakit AKIBAT GANGGUAN MAKHLUK JIN 427 Membentengi Diri Dari GANGGUAN MAKHLUK JIN 436 BACAAN-BACAAN RUQYAH SUFIYYAH 450 PENUTUP . 460 DAFTAR PUSTAKA 462 RIWAYAT PENULIS 464 ISTIGHOTSAH 466 RUQYAH dampak dan bahayanya - 11 MUQODDIMAH Alhamdulillah, segala puji bagi Allah , Tuhan Pencipta dan pemelihara Alam Semesta yang telah memberikan perlindungan kepada hamba-hambaNya yang beriman dari gangguan Setan jin dengan persaksian suatu ayat ; Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. QS:15/42. maka setan-setan Jin menjadi kecewa dan putus-asa menghadapi hamba-hambaNya yang telah mampu beribadah dan mengabdi kepada Tuhannya dengan hati yang ikhlas. Kekecewaan itu telah dinyatakan Iblis dengan suatu pernyataan di hadapanNya; Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya - Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka. QS:38/84-85. Sungguh sangat beruntung orang-orang yang telah mampu berbuat dengan ikhlas, 12 - Menguak Dunia Jin beribadah kepada Allah semata-mata hanya mengharap ridhoNya, sehingga mereka selalu mendapatkan pertolongan untuk dapat mensyukuri segala karunia dan anugerah, kerana dengan syukur itu mereka akan terhindar dan terjaga dari ancaman musuh besarnya, yaitu setan Jin dengan suatu pernyataan Iblis di hadapan Allah ; "Kerana Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, - kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at). QS:7/16-17. Sholawat dan Salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Rasulullah . Ikutan yang baik. Manusia utama yang pancaran akhlak dan kasih sayangnya telah menghidupkan iman di hati manusia setelah dalam kurun waktu yang lama iman itu menjadi gersang dan mati. Pancaran kasih yang tercurahkan bagaikan air hujan yang diturunkan dari langit, maka tanah-tanah yang asalnya tandus dan gersang menjadi hidup dan bergairah kembali. Dengan itu, maka sarang-sarang kemusyrikan dan kedholiman berangsur-angsur menjadi hancur. Dimana-mana tempat RUQYAH dampak dan bahayanya - 13 yang asalnya gelap dan remang-remang menjadi terang benderang. Juga kepada para keluarga, para sahabat, para pengikut yang setia serta pengikutnya para pengikut dengan baik sampai hari kiyamat yang telah menyulutkan obor warisan di seluruh belahan bumi, sehingga dalam waktu yang relatif singkat bumi persada menjadi terang benderang, sehingga setan Jin menjadi semakin garang kerana iman umat manusia semakin kuat dan cemerlang. Selanjutnya. Akhir-akhir ini telah marak apa yang dikatakan oleh para pelakunya sebagai Ruqyah, saudara-saudara kita seiman dan seislam dengan bangga di sana-sini telah melaksanakan dan mensyiarkan apa yang mereka katakan Ruqyah. Mereka membacakan ayat-ayat suci al-Quran al-Karim kepada para pendengar yang khusu, bagaikan ahli sihir yang sedang membacakan mantra-mantra kemudian para pendengar itu seketika menjadi bergelimpangan tidak sadarkan diri bahkan ada yang muntah-muntah dan kencing di dalam masjid. Para pendengar itu bareng-bareng kesurupan makhluk Jin. Mereka lupa ingatan dan berteriak-teriak bagaikan orang gila, ironisnya para pelaku Ruqyah itu mengatakan bahwa apa yang 14 - Menguak Dunia Jin dikatakan Ruqyah itu adalah sarana untuk mengeluarkan makhluk jin dari tubuh manusia. Sudah banyak buku yang ditulis tentang Ruqyah itu. Dengan buku ini penulis tertarik ikut bicara, namun barangkali pemahamannya yang berbeda. Kalau teman-teman terdahulu mengatakan bahwa pelaksanaan ruqyah tersebut adalah sarana untuk mengeluarkan jin dari dalam tubuh manusia, dengan tulisan ini penulis berpendapat sebaliknya. Pelaksanaan ruqyah, dalam arti, orang yang asalnya sadar setelah dibacakan ayat-ayat suci al-Quran al-Karim, menjadi kesurupan jin, selanjutnya jin itu dikeluarkan lagi oleh para ustadznya dengan susah payah, menurut penulis perbuatan itu justru membantu makhluk jin masuk ke dalam jasad manusia. Jin tersebut menguasai kehidupan manusia melalui wilayah kesadaran. Ruqyah seperti itu justru membantu jin merusak benteng pertahanan manusia yang dibangun Allah untuk melindungi manusia dari gangguan makhluk jin. Buku ini terdiri dari enam bab: 1. Ruqyah bukannya mengeluarkan jin dari tubuh manusia, tetapi justru membantu memasukkan untuk menguasai kesadaran manusia. RUQYAH dampak dan bahayanya - 15 2. Tiga hal yang menjadikan sebab Jin dapat dengan mudah keluar masuk ke dalam tubuh untuk menguasai kesadaran manusia. 3. Lima cara dan tahapan Jin dapat keluar masuk ke dalam tubuh manusia untuk menguasai kesadarannya. 4. Beberapa jenis penyakit pada manusia yang ditimbulkan akibat gangguan Jin. 5. Jalan dan upaya manusia untuk mendapatkan perlindungan dari gangguan Jin. 6. Penanggulangan dan penyembuhan akibat terkena gangguan Jin. Kepada para alim dan para ahlinya, penulis mohon doa restu serta koreksi terhadap segala kesalahan dan kekhilafan. Juga terima kasih yang tidak terhingga kepada teman seperjalanan dalam mengabdi, sebagai sumber inspirasi dan dorongan semangat yang tiada henti, sehingga yang seharusnya sudah menjadi layu dan kaku, kembali tumbuh dan bergairah. Semoga setiap cita-cita dan harapan disampaikan olehNya dan setiap usaha dibalasNya dengan berlipat ganda, pahala untuk bekal dikemudian hari. Selanjutnya apa yang telah ada sebagai hasil usaha dan jerih payah menjadi berguna. Secara khusus kemanfaatan buah karya, oleh penulis dihadiahkan kepada para Guru yang 16 - Menguak Dunia Jin suci lagi mulia yang telah menempa, kepada segenap para orang tua yang telah banyak berjasa, kepada anak-anak, istri dan keluarga, serta kepada teman-teman seperjuangan dalam pengabdian tiada henti yang tercinta. Semoga Allah senantiasa meridhoi mereka. Terakhir, apa yang dapat terguratkan pena, walau ia tiada berharga, kerana tergurat dengan apa adanya, semoga hasilnya dapat terpatri dalam keabadian iman di dalam sanubari serta menjadi penerang jalan sampai di kemudian hari. Hanya Allah yang pertama kali telah memberi, maka semoga dengan pemberianNya pula pemberian-pemberian itu menjadi abadi. Yang fakir dan sangat membutuhkan pengampunan dari Tuhannya serta dhoif lagi bodoh. MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI RUQYAH dampak dan bahayanya - 17 18 - Menguak Dunia Jin RUQYAH Bukan Mengeluarkan Jin dari Tubuh Manusia, Tapi Justru Membantu Memasukkan untuk Menguasai Kesadarannya uqyah menurut bahasa artinya membaca-kan mantra atau jampi-jampi kepada orang sakit. Sedangkan menurut istilah, ruqyah ialah cara penyembuhan terhadap orang sakit. Ruqyah telah dilakukan sejak zaman sebelum islam datang. Kemudian pelaksanaan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam dibenarkan oleh Baginda Nabi . Dengan istilah lain ruqyah adalah membacakan mantra atau jampi-jampi kepada orang sakit, baik dengan ayat-ayat al-Quran al-Karim maupun doa-doa supaya orang sakit mendapat kesembuhan dari Allah . RUQYAH dampak dan bahayanya - 19 Sebagaimana contoh yang pernah terjadi pada zaman Rasulullah yang tersebut di dalam hadits di bawah ini: : * Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri berkata: Sesungguhnya beberapa orang dari kalangan Sahabat Rasulullah sedang berada dalam perjalanan. Mereka pergi ke salah sebuah kampung Arab dan mereka berharap agar boleh menjadi tamu kepada penduduk kampung tersebut. Namun ternyata penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka. Tetapi ada yang bertanya: Apakah ada di antara kamu yang boleh menjampi?, kerana ketua atau penghulu kampung kami terkena sengat. Salah seorang dari para Sahabat menjawab: Ya, ada. Lalu beliau menemui ketua kampung tersebut dan menjampinya dengan surah al-Fatihah. Kemudian ketua kampung tersebut sembuh, maka 20 - Menguak Dunia Jin Sahabat tersebut diberi beberapa ekor kambing. Beliau tidak mau menerimanya dan mengajukan syarat: Aku akan menyampaikannya kepada Nabi , beliau pun pulang menemui Nabi dan menyatakan pengalaman tersebut. Beliau berkata: Ya Rasulullah! Demi Allah, aku hanya menjampi dengan surah al-Fatihah. Mendengar kata-kata itu, Rasulullah tersenyum dan bersabda: Tahukah engkau, bahwa al-Fatihah itu memang merupakan jampi. Kemudian baginda bersabda lagi: Ambillah pemberian mereka dan pastikan aku mendapatkan bagian bersama kamu. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pengobatan hadits nomor 5295. Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4080. Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Sholat hadits nomor 1989. Menurut hadits Nabi di atas yang dimaksud dengan Ruqyah adalah membacakan mantra atau jampi-jampi, baik dengan ayat-ayat al-Quran al-Karim maupun kalimat doa-doa kepada orang yang sakit supaya sakitnya menjadi sembuh. Ruqyah bukan dilakukan kepada orang yang sehat wal afiat dan sadarkerana alasan-alasan tertentukemudian menjadi hilang ingatan atau kesadarannya kerana dikuasai makhluk jin, sebagaimana yang setiap saat dapat kita lihat dari tayangan televisi akhir-akhir ini. Kita perlu bertanya; mengapa orang dibacakan ayat-ayat al-Quran al-Karim boleh RUQYAH dampak dan bahayanya - 21 kehilangan kesadaran dan kesurupan jin...? dan yang dikatakan oleh para pelaku ruqyah tersebut malah mengeluarkan jin...? Benarkah itu.....? Marilah kita ikuti jawabannya insya Allah. Makhluk jin adalah makhluk yang lebih kuat daripada manusia. Jin diciptakan Allah dari api sedang manusia diciptakan dari debu. Mereka dapat melihat manusia dari dimensi yang manusia tidak boleh melihat mereka. Mereka boleh dengan leluasa memasuki tubuh manusia, manusia tidak dapat memasuki tubuh mereka. Bahkan nenek moyang jin itu yang dahulu hidup di surgasebelum mendapatkan julukan Iblissesungguhnya namanya adalah al-Abid atau orang yang ahli ibadah. Iblis pernah mendapat perintah Allah memimpin sepasukan malaikat untuk membersihkan bumi dari makhluk jin yang lebih dahulu mendiami Bumi. Hal itu kerana bumi nantinya akan dihuni manusia. Akan tetapi akibat al-Abid membangkang perintah Allah untuk sujud(mengabdi) kepada manusia, Nabi Adam , akhirnya dia mendapat laknat dan namanya diganti menjadi Iblis. Sejak itu di hatinya sudah tergores rasa permusuhan yang mendalam kepada manusia. 22 - Menguak Dunia Jin Konon ketika Nabi Adam masih berbentuk tanah liat, belum mendapatkan ruh kehidupan dan diletakkan Allah di halaman surga selama 40 tahun. Melihat kesempurnaan dan keserasian tubuh Nabi Adam yang lebih indah daripada tubuhnya sendiri, al-Abid merasa kagum dengan bentuk tubuh makhluk baru tersebut. Dalam hati al-Abid berkata: Untuk Apa Allah menciptakan makhluk seindah ini ? Al-Abid kemudian memasuki urat jalan darahnya, mempelajari anggota tubuh dalam makhluk yang belum bernyawa itu. Al Abid kemudian duduk di dalam hati makhluk baru tersebut sambil berkata: Hai makhluk baru, nanti ketika kamu sudah sudah hidup, kamu harus tunduk kepadaku. Di surga ini tidak boleh ada makhluk yang lebih berkuasa daripada diriku. Semua penduduk surga harus hidup dibawah perintahku, termasuk malaikat yang pernah aku pimpin untuk membersihkan bumi dari makhluk jin. Hal itu kerana al-Abid merasa paling dekat kepada Allah . Namun apa jadinya, ternyata al-Abid dan malaikat diperintahkan sujud kepada Nabi Adam. Oleh kerana al-Abid meresa lebih baik darinya, maka al-Abid menolak perintah Allah tersebut. RUQYAH dampak dan bahayanya - 23 Iblis dengan segala kekuatan dan bala tentaranya kemudian bersumpah untuk memper-daya anak manusia dan membelokkannya dari jalan yang lurus, sehingga Iblis dan balaten-taranya yaitu para setan jin yang terkutuk telah ditetapkan oleh Allah sebagai musuh utama manusia. Allah berfirman: Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuhmu, kerana sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.QS.Fathir:35/6. Untuk itu, manusia harus waspada kepada tipudaya setan jin dan memperlakukannya sebagai musuh yang utama. Memperlakukan setan sebagai musuh itu adalah termasuk juga mengenali secara mendalam akan kekuatan dan kelemahannya, taktik, strategi tipudayanya, senjata-senjata dan kendaraan yang dijadikan alat perang serta balatentara untuk menguasai manusia. Kalau tidak, manusia akan dengan mudah dapat diperdaya oleh mereka. Sasaran utama tipudaya mereka adalah kesadaran dan hati manusia. Hal itu supaya manusiadengan sadar maupun tidak24 - Menguak Dunia Jin menjauhi jalan-jalan Allah dan meninggalkan berdzikir kepada-Nya. Manusia akan dijadikan tentara-tentara bentukan mereka (wali-wali setan) untuk membantu perjuangan mereka dalam mengalahkan musuh-musuh setan yang utama, yaitu hamba-hamba yang beriman dan bertakwa kepada Allah yang selalu berbuat ikhlas dalam mengabdi dan beribadah. Kepada hamba Allah yang ikhlas itu setan jin tidak mempunyai kekuatan untuk dapat mengalahkan secara langsung kecuali melalui tentara bentukan tersebut, yaitu manusia yang hatinya lalai dan telah jauh meninggalkan Tuhannya. Allah mengabarkan hal tersebut dengan firman-Nya: Allah adalah (Walinya) Pelindungnya orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran dan kemusyrikan) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindung (wali-wali)nya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran dan kemusyrikan). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. QS.AlBaqoroh:2/257. RUQYAH dampak dan bahayanya - 25 Juga firman Allah : Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah bala tentara setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya bala tentara setan itulah golongan yang merugi.QS.Al-Mujaadilah:58/19. Lebih detail lagi adalah firman Allah : Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. QS.Al-Furqon:25/31. Wilayah kesadaran manusia adalah bagian yang paling utama yang harus mendapatkan perhatian dan penjagaan dengan bersungguh-sungguh. Itu adalah anugerah tuhan yang paling utama bagi manusia yang tidak seharusnya dipertaruhkan dengan sesuatu yang belum pasti. Terlebih dengan alasan yang dibuat-buat dan ditakut-takuti dengan tidak masuk akal. Yang 26 - Menguak Dunia Jin pasti adalah kesadaran itu. Apabila dirasakan sehat, ya berarti sehat dan tidak ada jin di dalamnya. Jangan kerana sekedar sering kentut dan susah tidur kemudian orang takut di dalam tubuhnya ada jin selanjutnya kesadaran itu justru yang dikorbankan kepada jin, sehingga berakibat menjadi hilang ingatan kerana kesurupan jin seperti orang gila walau hanya sebentar. Hal tersebut bukan sekedar kesalahan tetapi bahkan kebodohan. Dengan kesadaran itu, manusia di dalam keadaan bagaimanapun supaya tetap dapat berdzikir atau ingat kepada Allah : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat (QS.An-Nur/37), selanjutnya supaya manusia dapat bersyukur atas segala anugerah dan kenikmatan yang telah diturunkan kepada-nya. Dengan dzikir dan syukur itu berarti manusia dapat melaksanakan pengabdian yang hakiki. Itulah jalan-jalan utama yang menjadi sasaran setan untuk dihalangi. Untuk itu manusia harus selalu menjaga kesadarannya. Yang menjadi pokok permasalahan di dalam pelaksanaan ruqyah, ketika orang yang asalnya sadarhanya khawatir ada jin di dalam RUQYAH dampak dan bahayanya - 27 tubuhnya, dengan tanda-tanda yang kesannya dibuat-buat sebagaimana yang mereka ajarkanmaka kesadarannya dipertaruhkan. Mereka minta diruqyah, ketika diruqyah, mereka menjadi tidak sadar dan bahkan sampai muntah-muntah dan kencing di tempat. Mengapa yang demikian itu dikatakan mengeluarkan jin dari tubuh manusia..?. Seharusnya yang dikatakan mengeluarkan jin itu, mengeluarkan jin dari wilayah kesadaran manusia yang sudah terlanjur dikuasai oleh jin. Yaitu ketika manusia sedang kesurupan makhluk jin dan dibacakan ayat-ayat suci al-Quran kemudian menjadi sadar sebagaimana semula. Bukan sebaliknya, dengan bacaan ayat-ayat suci al-Quran orang yang asalnya sadar malah menjadi tidak sadar. Barangkali kerana banyak kalangan kurang memahami, sesungguhnya makhluk jin dapat bebas keluar masuk ke dalam tubuh manusia melalui jalan darahnya, baik untuk sekedar memberi informasi maupun mengadakan tipudaya kepada manusia bahkan langsung melalui hatinya. Demikian pula, jin boleh tinggal di dalam lubang hidung manusia sekedar untuk beristirahat. (Pada pembahasan berikutnya akan penulis ketengahkan dalilnya insya Allah), 28 - Menguak Dunia Jin Kawasan yang tidak dapat dimasuki jinkerana memang dijaga oleh Allah adalah wilayah kesadaran manusia. Allah menjaga wilayah kesadaran itu supaya manusia sebagai makhluk yang paling dimuliakan tidak dapat dikuasai jin melalui kesadarannya. Hal tersebut kerana manusia sebagai kholifah Allah di muka bumi supaya dapat menjalankan pilihan hidupnya dengan sadar, melaksanakan hak Hurriyatul Irodah atau kebebasan dalam memilih dan menentukan jalan hidup dengan kesadaraan penuh, bukan dengan kesadaran yang dijajah oleh siapapun. Kerana dengan itu kelak manusia harus mampu mempertanggung-jawabkan segala perbuatannya dengan sadar pula. Seharusnya orang yang sedang tidak sadarkan diri diruqyah menjadi sadar, bukan malah sebaliknya. Orang yang sedang sakit akibat ganguan jin diruqyah menjadi sembuh, bukan yang sembuh malah menjadi terluka akibat tusukan jin pada wilayah kesadarannya yang bahkan kadang-kadang boleh berakibat sakit yang berkepanjangan. Untuk itu kita renungkan lagi tentang kegiatan yang mereka katakan ruqyah itu. Bukankah yang diruqyah adalah orang yang RUQYAH dampak dan bahayanya - 29 sadar kemudian menjadi tidak sadar? Ketika tidak sadar, para pelaksana ruqyah tersebut bersusah-susah mengeluarkan jin yang terlanjur menguasai kesadaran itu, bahkan dengan tenaga dalam (katanya) sampai-sampai dengan mengeluarkan keringat segala?. Kalau yang asalnya sadar kemudian menjadi tidak sadar dan disadarkan lagi, bukankah yang demikian itu berarti memasukkan tidak mengeluarkan..?. Inilah pokok pembahasan yang paling utama. Dengan pelaksanaan itu sejatinya manusia telah mengundang jin untuk menguasai kesadarannya sendiri. Berarti manusia tanpa sadar telah melukai alat atau sarana penunjang kehidupannya yang paling vital yaitu akal. Kerana tanpa akal manusia menjadi gila. Akibat perbuatan itu, suatu saat jin dapat dengan mudah menguasai kesadaran manusia itu kembali, terutama ketika pikiran mereka sedang tidak mampu menanggung beban berat. Luka pada wilayah kesadaran manusia akibat kesurupan jin itu akan membekas untuk selama-lamanya. Orang tersebut akan menjadi orang yang dalam hidupnya pernah hilang ingatan atau gila walaupun hanya sebentar. Siapapun yang menyaksikan hal tersebut harus cepat-cepat sadar bahwa yang demikian itu 30 - Menguak Dunia Jin adalah aib besar bagi kesucian asal usul/garis silsila atau kesucian nama besar garis keturunan. Siapa yang tidak malu menjadi keturunan orang yang pernah gila atau pernah hilang ingatannya? Ibarat gelas kaca ketika sudah terlanjur pecah, sesempurna apapun orang dapat menyambungnya, bekas pecah itu selamanya akan tetap kelihatan. Demikian pula wilayah kesadaran manusia, luka itu akan membekas untuk selama-lamanya. Akibat yang paling berbahaya, ketika suatu saat rasional manusia terpaksa harus menanggung beban kehidupan yang agak berat, menghadapi musibah misalnya, sehingga orang tersebut harus memeras akal untuk mencari solusi. Oleh kerana dahulu wilayah rasional itu pernah luka, maka luka itu akan mudah kambuh lagi sehingga menjadi stres, atau paling tidak kekuatan dan daya tahannya berkurang. Kalau hal itu terjadi akibat perbuatan yang disengaja, berarti manusia dengan sengaja telah berbuat kebodohan dengan merusak diri sendiri bahkan kesucian garis keturunannya. Ironisnya sarana untuk merusak kehidupan manusia itu adalah ayat-ayat suci Al-Quran al-Karim yang semestinya obat untuk menyembuhkan sakit RUQYAH dampak dan bahayanya - 31 manusia, tidak hanya kesadarannya bahkan juga hatinya. Konkritnya, ketika manusia dengan sengaja berkonsentrasi mendengarkan ayat-ayat al-Quran al-Karim yang dibaca dengan irama yang syahdu. Tanpa terasa manusia justru cenderung terjebak memaksakan kehendak nafsu sahwat untuk boleh berbuat khusu1 (bukannya khusu tapi mengkhusu-khusukan diri). Terlebih ketika tujuan amal itu bukan semata melaksanakan bentuk pengabdian yang hakiki kepada Allah , bahkan dengan sengaja dan persiapan secara rasional telah mengarah kepada dimensi jin, atau bertawajjuh kepada dimensi jin, maka dengan amal perbuatan tersebut sejatinya manusia telah terjebak kepada dominasi kemauan emosional (nafsu syahwat) yang wilayahnya2 di dalam jiwa manusia sangat berdekatan dengan wilayah dimensi jin. Dengan konsentrasi tersebut ketika batas-batas ruang wilayah rasional semakin terdesak 1 Berbuat khusu itu artinya semeleh atau pasrah untuk mengikuti arus kehendak dan takdir Allah pada saat itu, bukan mengkondisikan diri supaya dapat khusu. 2 Wilayah emosional itu juga disebut quwatul hayaliyah, yaitu alam manusia yang ada di dalam jiwanya yang dimensinya berdekatan dengan dimensi jin. Simak buku Ilmu Laduni. 32 - Menguak Dunia Jin oleh dorongan emosional, sehingga keadaan manusia menjadi sadar dan tidak sadar, berarti saat itu manusia benar-benar telah mendekati wilayah dimensi jin. Artinya dengan kekuatan emosionalnya sendiri manusia telah membuka benteng pertahanan rasionalnya mengundang jin untuk menguasai jiwa raganya melalui wilyah kesadaran tersebut. Ini adalah urusan yang halus-halus yang jarang dimengerti kecuali orang yang ahli mujahadah dan riadhoh di jalan Allah atau juga disebut orang yang mengembarakan ruhaniyah. Dengan pengembaraan ruhanaiyah itu berarti manusia sedang mengadakan perjalanan keluar masuk antara dua alam berbeda yang ada dalam jiwanya sendiri, yaitu alam lahir dan alam batin. Batas antara dua alam itulah kedudukan alam jin berada. Oleh kerana itu, tanpa bimbingan guru ahlinya, jiwa para pengembara dengan kendaraan ruqyah tersebut sebagian besar malah diterkam jin, kerana jiwa yang lemah itu terlebih dahulu tersesat di alam jin. RUQYAH dampak dan bahayanya - 33 ALASAN PERTAMA : Menjual Ayat dengan Harga Murah Firman Allah al-Quran al-Karim Surat al-Isra/ayat, 17/82-84. Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.. QSAl-Isra:17/82-83. Ayat 82 di atas menunjukkan bahwa di dalam al-Quran terdapat sesuatu yang dapat menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang yang beriman. Namun bagi orang-orang yang zalim, al-Quran itu hanya menambah kerugian belaka. Siapakah yang dimaksud orang yang zalim tersebut? Ayat selanjutnya menyatakan, 34 - Menguak Dunia Jin yaitu orang-orang yang: Apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya mereka berpaling dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. QS:17/83. Ayat-ayat di atas menegaskan dengan gamblang bahwa al-Quran tidak hanya untuk mengobati jasmani manusia saja tetapi yang paling utama adalah ruhani dan kesadarannya. Terhadap orang yang zalim, yaitu orang-orang yang pola pikirnya tidak sehat kerana di hatinya ada penyakit hasud kepada orang lain yang mendapatkan kenikmatan dari Allah dan mudah putus asa apabila mendapatkan musibah. Kepada orang tersebut al-Quran itu bahkan hanya akan menambah kerugian belaka. Apabila ayat tersebut dikaitkan dengan hadits Rasulullah di bawah ini : : RUQYAH dampak dan bahayanya - 35 * Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri berkata: Sesungguhnya beberapa orang dari kalangan Sahabat Rasulullah sedang berada dalam perjalanan. Mereka pergi ke salah sebuah kampung Arab dan mereka berharap agar boleh menjadi tamu kepada penduduk kampung tersebut. Namun ternyata penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka. Tetapi ada yang bertanya: Apakah ada di antara kamu yang boleh menjampi? Kerana ketua atau penghulu kampung kami terkena sengat. Salah seorang dari para Sahabat menjawab: Ya, ada. Lalu beliau menemui ketua kampung tersebut dan menjampinya dengan surah al-Fatihah. Kemudian ketua kampung tersebut sembuh, maka Sahabat tersebut diberi beberapa ekor kambing. Beliau tidak mau menerimanya dan mengajukan syarat: Aku akan menyampaikannya kepada Nabi , beliau pun pulang menemui Nabi dan menyatakan pengalaman tersebut. Beliau berkata: Ya Rasulullah! Demi Allah, aku hanya menjampi dengan surah al-Fatihah. Mendengar kata-kata itu, Rasulullah tersenyum dan bersabda: Tahukah engkau, bahawa al-Fatihah itu memang merupakan jampi (Ruqyah). Kemudian baginda bersabda lagi: Ambillah pemberian mereka dan pastikan aku mendapatkan bagian bersama kamu. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pengobatan hadits nomor 5295. Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4080. Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Sholat hadits nomor 1989. 36 - Menguak Dunia Jin Dengan itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa di dalam al-Quran al-Karim terdapat dua kemanfaatan bagi manusia, yaitu kemanfaatan batin dan kemanfaatan lahir. Kemanfaatan batin sebagai ilmu pengetahuan dan hidayah, maka hanya kepada orang-orang yang beriman saja al-Quran dapat menjadi penawar (obat), rahmat dan juga petunjuk (hidayah) sebagaimana yang telah ditegaskan Allah dengan firman-Nya yang lain: Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, - (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, QS..Al-Baqoroh:2/2-3. Namun bagi orang-orang yang berbuat zalim atau orang-orang yang pola pikirnya tidak sehat kerana di dalam hatinya ada penyakit hasud dan putus asa, al-Quran al-Karim itu tidak akan membawa kemanfaatan apa-apa kecuali hanya menambah kerugian belaka. Adapun kemanfaatan yang lahir, yaitu sebagai jampi atau ruqyah. Katika al-Quran RUQYAH dampak dan bahayanya - 37 (surat al-Fatihah) dibacakan kepada orang yang jasmaninya sedang sakit, dengan izin Allah orang tersebut menjadi sembuh. Jadi, di dalam memahami ayat-ayat al-Quran al-Karim seharusnya orang tidak hanya melihat aspek yang lahir saja, tetapi juga yang batin. Hal itu kerana al-Quran diturunkan di dunia bukan hanya untuk menyembuhkan jasmani manusia saja tetapi yang lebih penting adalah ruhaninya. Artinya untuk keselamatan hidup umat manusia baik di dunia maupun di akhirat. Para orientalis baratyang keahliannya tentang al-Quran dan ilmu keislaman melebihi orang-orang berimansengaja mempelajari al-Quran dan agama Islam bukan untuk kepentingan membela agama Islam tetapi justru untuk menghancurkannya. Mereka membuka lembaga-lembaga tinggi pendidikan Islam tetapi dengan tujuan supaya dapat meracuni aqidah orang-orang Islam melalui murid-murid yang mereka didik. Hal itu kerana mereka tidak mampu menghancurkan Islam dari luar, maka mereka berusaha menghancurkannya dari dalam. Yaitu dengan ilmu Islam dan orang-orang Islam yang 38 - Menguak Dunia Jin mereka didik dan mereka persiapkan dengan segala perencanaan yang matang. Untuk itu seyogyanya setiap pribadi yang beriman harus waspada terhadap gerakan mereka, barangkali tanpa kita sadari mereka telah menyusupkan rencara jahatnya itu di dalam sendi-sendi kehidupan umat Islam, yaitu melalui pelaksanaan ruqyahyang mereka sebut sebagai amaliyah yang paling sesuai dengan syariat islam(ruqyah syariyah)yang mereka kembangkan secara besar-besaran dewasa ini. Apabila orientasi orang dalam memandang al-Quran al-Karim hanya terbatas pada aspek yang lahir saja. Hanya untuk menyembuhkan penyakit manusia yang lahir saja bukan penyakit yang batin sebagaimana pelaksanaan Ruqyah yang sekarang sedang marak di mana-mana. Maka jadilah akhir-akhir ini kita lihat di sana-sini banyak bermuculan orang menjual dan menawarkan rekaman wahyu Ilahi yang suci dan mulia itu dengan pola dagang seperti tukang dagang obat di pinggir jalan, yakni dengan melaksanakana atraksi sulap terlebih dahulu baru kemudian menjual obatnya. Mereka bahkan berdagang dengan pola penawaran marketing biaya tinggi melalui promosi yang dimuat dihalaman-halamam depan RUQYAH dampak dan bahayanya - 39 majalah-majalah yang bersifat islami?. Seperti paranormal menawarkan jasa-jasa perdukunan di majalah-majalah perdukunan yang telah mentradisi selama ini. Gejala apakah gerangan yang sedang terjadi ? Bukankah model seperti itu justru melecehkan ayat-ayat yang suci? Kerana ayat-ayat itu dijual hanya untuk memenuhi keuntungan pribadi dan golongan.? Itulah yang dimaksud menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah yang terlarang oleh al-Quran itu sendiri..? sebagaimana yang telah ditegaskan Allah dengan firman-Nya: Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. QS.Al-Baqoroh:2/41. Semoga kita selalu mendapatkan hidayah dan perlindungan Allah dari kesalahan fatal yang tidak kita sadari sehingga dapat menghancurkan diri sendiri serta umat manusia secara keseluruhan. 40 - Menguak Dunia Jin ALASAN KEDUA : Beramal Tanpa Bimbingan Guru Firman Allah surat al-Araaf ayat 201. Allah berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya QS.Al-Araaf:7/201. Yang dimaksud dengan Thooifum minasy-Syaithon atau was-was dari setan dari ayat di atas, bentuk wujudnya kadang-kadang berupa bisikan di dalam hati manusia di luar bisikan hatinya sendiri. Bisikan itu terkadang bahkan dirasakan lebih dominan daripada bisikan hatinya sendiri. Seperti orang melihat orang lain misalnya, menurut penilaiannya, orang yang dilihat itu adalah orang baik, kerana secara lahir orang tersebut saat itu sedang berbuat kebajikan. Namun bisikan hati itu berkata lain. Katanya, meski secara lahir orang tersebut sedang RUQYAH dampak dan bahayanya - 41 melakukan sholat dan bershodaqoh, sejatinya hatinya penuh dengan riya dan kemunafikan. Dengan bisikan seperti itu, hati orang tersebut menjadi bingung, kerana akalnya berkata A sedangkan hatinya berkata B. Terjadi perang batin yang berkepanjangan di dalam isi dadanya sendiri. Semakin lama perang batin itu menjadi semakin berkecamuk sehingga orang tersebut tidak sempat memikirkan urusan yang lain. Klimaksnya, ketika kebingungan itu semakin memuncak akhirnya orang tersebut tidak sadarkan diri dan kesurupan jin. Apabila keadaan tersebut tidak segera mendapatkan pengobatan yang benar, orang yang dihantui kebingungan itu lama-lama boleh jadi menjadi gila. Tanda-tanda awalnya, adanya perubahan yang mencolok dalam prilaku hidup orang tersebut. Seorang yang asalnya periang mendadak menjadi pendiam, tidak suka bicara dan bergaul dengan orang lain, sering mengurung diri di dalam kamar dan berbicara sendiri. Merasa benar sendiri sehingga selalu menolak setiap pendapat orang lain. Kadang-kadang mengaku didatangi ruh para Wali, bahkan katanya mendapat ilmu langsung dari para Wali dan para Nabi. Para wali 42 - Menguak Dunia Jin dan para Nabi itu diakui datang sendiri ke kamarnya. Yang lebih parah lagi, diantara mereka ada yang mengaku pernah bertemu langsung dengan Allah. Mereka melaksanakan miroj seperti mirojnya Baginda Nabi dan mendapat wahyu dari-Nya. Ketika penyakit itu semakin parah, mereka kemudian meninggalkan seluruh pemilikan duniawinya, bahkan anak istri dan keluarganya yang dahulu sangat dicintai. Menjadi musafir selama hidupnya, berjalan sepanjang jalan tidak tentu arah dan tujuan. Banyak kasus seperti ini kita temui di masyarakat. Anehnya kebanyakan orang yang terkena penyakit seperti itu justru dari kalangan orang yang ahli wirid-wirid khusus dan mujahadah di tempat-tempat sepi. Mengapa demikian..? Kerana wirid-wirid khusus dan mujahadah yang ditekuni itu dilaksanakan tanpa mendapat bimbingan dari seorang guru ahlinya, yaitu guru-guru mursyid sejati yang dapat mentarbiyah kehidupan ruhani manusia. Hal itu, kerana wirid-wirid dan mujahadah itu hanya didasari kemauan emosional dan rasional belaka yang ujung-ujungnya duniawi sehingga kehidupan spiritual (ruhani) manusia menjadi gersang. Dengan yang demikian itu, setan jin terfasilitasi masuk ke wilayah kesadaran RUQYAH dampak dan bahayanya - 43 manusia untuk menjadi pembimbing ibadah dengan memanfaatkan lemahnya perlindungan rasional kerena saat itu wilayah rasional sedang terdesak dorongan emosional. Konkritnya, ketika rasional manusia dalam kondisi lemah akibat terdesak intensitas emosional yang sedang memuncak,meski itu akibat konsentrasi di dalam membaca kalimat dzikir atau ayat-ayat al-Quran, sehingga keadaan manusia menjadi sadar dan tidak sadar, saat-saat seperti itulah yang sangat ditunggu setan jin untuk memasukkan sulthon (tehnologi) nya di dalam jiwa manusia,di saat wilayah rasional itu menjadi terluka akibat desakan emosional. Dengan tehnologi ghaib itu setan jin kemudian mengirimkan sinyal was-wasnya kepada manusia dari jarak jauh. Hakikat di balik rahasia kejadian seperti itulah yang disinyalir Rasulullah dengan sabdanya yang artinya: Barang siapa beramal tanpa guru maka gurunya adalah setan. Perhatikan dengan seksama kerana hal ini adalah urusan yang samar dan halus yang harus mendapatkan perhatian bagi orang yang tekun menjalankan mujahadah. Urusan pelik yang tidak banyak diketahui dan dimengerti oleh kalangan awam. 44 - Menguak Dunia Jin Kebanyakan kalangan awam itu mengira, asal sudah melaksanakan ibadah atau membaca ayat-ayat suci al-Quran berarti mereka akan menjadi orang baik. Padahal sejatinya tidaklah demikian. Justru saat orang beribadah dengan tekun itu berarti mereka sedang pasang badan untuk menjadi musuh setan. Oleh kerananya, orang yang sedang beribadah itulah yang menjadi target operasi setan yang paling utama. Dalam hal ini setan tidak harus menghalangi mereka untuk meninggalkan ibadahnya, tapi dengan ibadah itu bagaimana mereka masuk neraka. Yaitu ketika dengan ibadah itu hati orang malah menjadi sombong. Merasa benar sendiri dan paling sesuai dengan syariat agama Islam, sehingga pelaksanaan ruqyah yang sedang marak itu, oleh pelaksananya dinamakan ruqyah syariyyah sedangkan ruqyah yang dilaksanakan orang lain yang caranya tidak sama dengan cara merekahanya kerana mereka belum mengerti ilmunya, dikatakan ruqyah yang berbau syirik atau ruqyah syirkiyyah. Demikianlah fenomena telah berbicara, maka setan menjadi betah tinggal bersama orang-orang sombong. Adapun maksud ayat di atas: Orang yang bertakwa kepada Allah apabila sedang dirimpa was-was dari setan, maka berdzikirlah (tadzakkaruu.)QS.Al- RUQYAH dampak dan bahayanya - 45 Araaf:7/201. Yang dimaksud berdzikir itu, boleh jadi dengan sholat, dengan membaca kalimah thoyyibah atau wirid-wirid dan dengan membaca ayat-ayat suci al-Quran al-Karim. Dengan dzikir dan wirid itu supaya mereka menjadi sadar sehingga mengetahui terhadap sesuatu yang terjadi pada diri mereka. Maksudnya, dengan membaca ayat-ayat suci al-Quran al-Karim itu, seharusnya orang yang jasadnya sedang terserang penyakit jin atau orang yang sedang kesurupan jin menjadi sadar, tidak malah sebaliknya. Orang yang sehat wal afiat dan sadar menjadi hilang ingatan atau gila kerana sedang kesurupan jin walau sebentar, bahkan muntah-muntah dan mengotori masjid dengan air kencing yang najis. Bukankah yang demikian itu berarti memasukkan penyakit dan barang najis baik di dalam tubuh manusia maupun di tempat ibadah, bukan mengeluarkannya? Mengapa yang demikian itu dikatakan ruqyah syariyyah? Contoh kasus yang lain: Suatu saat datang kepada penulis seseorang yang lahirnya kelihatan segar-bugar dan sewat wal afiat, akan tetapi dia mengaku sakit. Penyakitnya itu bukan di dalam jiwanya bukan di dalam kesadarannya, akan tetapi di saat-saat tertentu di dalam dadanya didatangi tamu aneh yang tidak diundang. 46 - Menguak Dunia Jin Ceritanya, akhir-akhir ini dia dibuat bingung oleh bisikan yang bersumber dari dalam dadanya sendiri. Awalnya ada bisikan kalimat Lailaha illallah, dzikir ghaib itu berbunyi sendiri di luar kemauannya. Awalnya dia senang, betapa tidak, kalimat dzikir itu seakan-akan pengingat dari Allah supaya dia selalu ingat kepada-Nya, kerana dia memang orang yang ahli mujahadah bahkan kadang-kadang dengan melaksanakan kholwat di tempat-tempat yang sepi seorang diri. Kehadiran dzikir ghaib di dalam dadanya itu disambut dengan positif. Akan tetapi lama-kelamaan dzikir ghaib itu ritmenya semakin meningkat bahkan akhirnya hampir-hampir mendominasi seluruh waktu hidupnya sehingga kehidupannya menjadi terganggu, bahkan yang terakhir setiap malam hampir tidak dapat tidur sama sekali. Saat itulah dia mulai sadar bahwa yang sedang dialami itu bukan hal yang positif akan tetapi negatif. Walaupun dengan adanya bisikan dzikir ghaib itu dia banyak mendapat kelebihan yang dapat dipergunakan untuk membantu dan menolong orang yang sedang membutuhkan pertolongannya. Sayangnya kesadaran itu sudah terlambat, hidupnya sudah terlanjur dikuasai oleh bisikan ghaib yang tidak diketahui asal-usulnya RUQYAH dampak dan bahayanya - 47 itu. Alhamdulillah berkat kemauannya yang kuat untuk mengobati dirinya sendiri dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang mau bertaubat, dengan terapi latihan panjang, akhirnya dia sekarang terbebas dari bisikan kalimat dzikir yang telah menyiksa itu. Mengapa ada kejadian seperti itu? Penyebabnya sejatinya sama, orang tersebut senang beramal dengan amalan khusus (wirid-wirid khusus) akan tetapi dilaksanakan dengan tanpa guru ruhaniyah yang membimbing. Oleh kerana itu, tidak selalu menjadi jaminan bahwa dzikir dengan kalimat Lailaha illallah sekalipun atau bacaan ayat-ayat suci al-Quran al-Karim, dapat menjadi obat bagi manusia manakala cara membacanya tidak benar. Seperti orang naik sepeda motor, seharusnya sepeda motor itu sebagai sarana untuk membantu mempermudah hidup manusia, manakala dikendarai oleh orang yang belum ahli dalam mengendarai sepeda motor, maka boleh jadi sepeda motor itu dapat mempercepat kematian. Seharusnya orang-orang yang seperti contoh di atas itulah yang diruqyah supaya penyakit yang ada dalam hati mereka menjadi sembuh, dan penderitaannya menjadi sirna. Ruqyah bukan untuk melukai kesadaran orang yang sehat 48 - Menguak Dunia Jin menjadi kemasukan makhluk jin, menjadi hilang ingatan atau gila walau sebentar. Kalau seandainya saat itu orang yang kesurupan jin pasca di ruqyah itu tidak dapat disembuhkan, siapa yang akan bertanggungjawab dari aib yang memalukan itu.? RUQYAH dampak dan bahayanya - 49 ALASAN KETIGA : Membaca dalam Keadaan Lalai Firman Allah Surat al-Hajj ayat 52. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan (nafsu syahwat), setanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. QS.Al-Hajj:22/52. Ayat di atas semakin memberi kejelasan. Jangankan manusia biasa, seorang Rasul dan Nabi sekalipun, mereka tetap berpotensi terkena was-was setan. Di dalam mereka menyampaikan tugas risalah dan nubuwah kepada umatnya, baik di saat melaksanakan dzikir, fikir dan munajat maupun pengabdian dan jihad, apabila di dalam ritual itu terdapat kesalahan yang fatal, maka setan jin segera menyusupkan sulthon atau was-wasnya ke dalam hati mereka. Itu boleh terjadi 50 - Menguak Dunia Jin disebabkan terbukanya ruang kosong (melamun urusan duniawi) di dalam wilayah kesadaran manusiawi sehingga disaat-saat seperti itu kemauan nafsu syahwat (emosional) berbalik menjadi pendorong ibadah. Hanya saja Allah memberikan pertolongan kepada hamba-hamba-Nya yang sholeh dengan pernyataan-Nya: yang menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya, sehingga yang sudah dimasukkan jin itu dapat dicabut kembali. Hal itu, kerana setan jin memang sudah sangat dekat kepada manusia bahkan ada yang bertempat tinggal di dalam dadanya: Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (QS.An-Nas/5). Kepada orang yang sedang beribadah seperti itu, tipudaya setan jin itu bukan untuk menghalanginya dari ibadah, tetapi membelokkan arah tujuannya. Contohnya: Ketika ibadah dan mujahadah yang awalnya dapat dilakukan dengan ikhlas semata bentuk pengabdian kepada Allah, namun oleh kerana amal yang utama itu tidak terbimbing secara ruhaniyah oleh guru-guru ahlinya, ketika terjadi kelengahan dalam konsentrasi sehingga saat itu emosional dominan menjadi pendorong kemauan manusia dalam beribadah, maka setan jin dengan sendirinya terfasilitasi memasukkan RUQYAH dampak dan bahayanya - 51 was-wasnya kepada orang yang sedang ibadah itu. Di dalam kesendirian ibadah di alam sepi, seperti orang berkholwat malam di dalam kamar pribadi misalnya, datangnya was-was setan itu awalnya boleh jadi berbentuk suara orang berdzikir dengan berjamaah yang terdengar dari kejauhan. Semakin lama suara itu semakin menusuk perasaan. Keadaan tersebut sejatinya memang suasana yang dikondisikan setan jin untuk memutuskan konsentrasi ibadah. Oleh kerana tidak banyak orang memahami rahasia di balik kejadian seperti itu, maka suara dzikir yang menusuk kesadaran itu dikira anugerah yang didatangkan Allah kepada mereka sebagai buah ibadah yang ditunggu-tunggu. Ketika suara-suara itu semakin diikuti perasaan, ditarik di dalam hati sambil menunggu apa yang akan terjadi, antara sadar dan tidak sadar, selanjutnya kesadaran manusia itu ditarik masuk ke dalam dimensi alam jin. Itulah perangkap yang ditebarkan setan jin kepada orang yang beribadah secara khusus itu. Proses datangnya was-was setan seperti itu jauh lebih halus dan lebih samar daripada perangkap jin yang ditebarkan di dalam proses 52 - Menguak Dunia Jin orang diruqyah. Oleh kerananya, seandainya orang-orang yang sedang beribadah itu tidak mendapatkan pertolongan Allah, yaitu sistem perlindungan yang sudah dibangun untuk menangkal gangguan setan bagi hamba-hamba yang dicintai-Nya, sebagaimana yang dinyatakan di dalam ayat tersebut di atas: Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Barangkali tidak ada seorang pun dari para ahli ibadah itu terhindar dari jebakan setan jin tersebut. Pada saat orang diruqyah, setan jin tidak harus bersusah payah mengkondisikan suasana seperti datangnya suara dzikir itu. Sebabnya, sejak awal, dengan konsentrasi yang dipaksakan itu, manusia sendiri sejatinya yang mengkondisi-kan dirinya masuk ke dalam perangkap setan jin sehingga demikian mudah orang yang diruqyah itu kesurupan jin. Ironisnya, orang yang sedang masuk perangkap jin itu justru malah dianggap gejala positif dari ruqyah yang sedang mereka laksanakan. Hal itu membuktikan bahwa para pelaksana ruqyah itu sedikitpun belum berpengalaman di dalam urusan dunia jin dan jebakannya atau barangkali mereka itu adalah orang yang sudah RUQYAH dampak dan bahayanya - 53 terjebak tipu daya itu, sehingga hal yang sedemikian membahayakan itu sedikitpun tidak pernah mereka sadari. Mereka bahkan melaksanakan ruqyah itu dengan penuh kebanggaan dan kesombongan. Seakan-akan hanya mereka sendiri yang tidak melakukan perbuatan syirik dan bidah di dalam melakukan ruqyah itu, sedangkan ruqyah yang dilaksanakan orang lain yang caranya tidak sama dengan cara mereka dan jimat-jimat yang dikumpulkan sebelum pelaksanaan ruqyah itu mereka anggap perbuatan syirik. Bukan wilayah syirik atau tidak syirik yang menjadi tujuan pokok penulisan ini. Wilayah itu adalah wilayah hukum syariat yang memerlukan kecermatan di dalam mengambil keputusan hukum. Penulisan ini terbatas hanya urusan yang lebih sederhana dan kasat mata saja, yaitu demi keselamatan hidup anak cucu kita akibat kesalahan yang kita perbuat sendiri. Menjaga mereka dari bahaya setan jin yang setiap saat selalu siap menerkam mangsanya. Contoh lagi: was-was setan itu tidak hanya berupa suara dzikir saja tapi juga penampakan-penampakan yang mampu memalingkan tujuan ibadah. Godaan setan jin jenis ini jauh lebih 54 - Menguak Dunia Jin berbahaya daripada suara dzikir tersebut, kerana yang diserang oleh penampakan itu bukan kesadaran manusia tapi hatinya. Hal itu juga disebabkan terjadinya kelengahan di dalam konsentrasi ibadah, terlebih lagi apabila tujuan ibadah itu ujung-ujungnya urusan duniawi, seperti ingin kaya mendadak atau menjadi orang sakti mandra guna. Terhadap orang seperti itu, dengan kekuatan sihirnya setan jin mampu memunculkan penampakan tersebut bukan melalui pandangan mata lahir maupun mata batin yang disebut matahati, tapi melalui indera hayaliyah manusia yang disebut Quwwatul Hayaliyah.3 Ketika kekhusuan ibadah itu terputus oleh urusan duniawi yang muncul dalam ruang hayal secara manusiawi, penampakan itu kemudian datang dalam bentuk gambar yang sejatinya sudah ada di dalam hayalan manusia itu sendiri. Oleh kerananya, apabila yang diangan-angan oleh orang yang beribadah itu ingin berjumpa dengan ruhnya Wali, maka munculnya penampakan itu dalam ujud sosok seorang Wali. Selanjutnya penempakan itu memperde-ngarkan suara di dalam dada manusia. Mengaku 3 Baca buku Ilmu Laduni. RUQYAH dampak dan bahayanya - 55 ruh seorang Wali dan berkata: Saat ini kamu telah menjadi orang sempurna, menjadi muridku yang utama, selanjutnya kamu harus mengikuti aku untuk meningkatkan kemuliaanmu dengan tambahan wirid dan laku yang harus kamu jalani. Hal tersebut kadang-kadang harus dilakukan dengan merendam diri (kum-kum) di sendang atau datang ke pantai dan gua-gua yang ada di dalam hutan. Di tempat itu terkadang mereka ditunjukkan (dalam hayalan) harta karun ghaib yang masih diselimuti bayangan. Katanya lagi; Saatnya nanti harta karun itu menjadi milikmu, untuk bekal perjuanganmu, untuk biaya membangun pondok pesantren dan lain-lain. Kejadian seperti itu seringkali dikira hal yang positif oleh orang yang ahli wirid khusus itu. Padahal itu adalah tipudaya setan yang mampu menjadikan mereka lupa diri, menjadi orang gila kehormatan dan kemuliaan. Itulah jebakan setan jin yang mematikan. Dengan jebakan itu supaya manusia menjadi sombong dan takabbur, merasa punya linuwih, merasa lebih mulia daripada orang lain, yang kemudian arah ibadah menjadi bergeser dan berubah. Ibadah yang asalnya mencari ridho-Nya dan surga menjadi mencari kehormatan dan harta benda serta linuwih duniawi. Allah memberikan sinyalemen dengan firman-Nya: 56 - Menguak Dunia Jin Dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam. QS.Al-Ankabut:29/38. Pencarian harta karun ghaib itu kemudian menjadi trend, menjadi tujuan utama dari mujahadah yang dilakukan oleh sebagian kalangan, baik dengan sendiri-sendiri maupun berjamaah4. Harta-harta karun ghaib tersebut kemudian dicarinya dengan bersungguh-sungguh melebihi pencariannya kepada keridhoan Allah seperti tujuan awal ibadah, sehingga yang disembah sekarang bukan Allah, tapi setan-setan yang telah menguasai jalan pikiran dan kesadarannya. Setan- 4 Pencarian harta karun ghaib ini pun akhir-akhir ini sedang marak, malah dilakukan oleh sebagian tokoh agama dan masyarakat. Pencarian itu bahkan pernah dilakukan seorang pejabat negara, Mentri Agama saat itu. Dengan kekuasaan yang sedang diduduki dia menyuruh orang membongkar situs purbakala dengan cara yang tidak benar. Dia mencari harta karun ghaib gara-gara mengikuti kata-kata dukun yang dipercaya. Dengan alasan harta karun itu nantinya dapat digunakan untuk membayar hutang negara. RUQYAH dampak dan bahayanya - 57 setan itu dijadikan layaknya berhala dalam hayalan yang setiap saat wangsit-wangsitnya sangat ditunggu di setiap mereka melaksanakan mujahadah di tempat-tempat yang sepi. Apabila keadaannya sudah seperti itu, siapapun orangnya, mereka sulit dapat diingatkan kecuali ketika harta pemilikannya sudah habis-habolehn akibat tertipu oleh orang-orang yang memanfaatkan kebodohan mereka. Allah telah memberikan peringatan dengan firman-Nya: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu. QS.Yaasin:36/60. Para pelaksana mujahadah tersebut boleh dikategorikan sebagai orang yang sombong, orang yang masuk perangkap setan jin yang mematikan, parmeternya, manakala setelah menjalankan ibadah itu mereka melihat orang lain lebih hina daripada dirinya. Mereka merasa mempunyai derajat lebih tinggi daripada orang-orang lain. Apabila perasaan tersebut dilahirkan 58 - Menguak Dunia Jin dengan ucapan maupun perbuatan maka orang tersebut telah menjadi orang takabbur. Apabila jalan ibadah itu benar dan jalan yang lurus sehingga dengan ibadahnya seorang hamba dapat wusul kepada Tuhannya. Hamba tersebut bukannya merasa mulia, tetapi justru merasa lebih hina daripada orang lain. Menjadi semakin mengenali kedhoifan dan kelemahan basyariyahnya, mengenali aib-aibnya, mengenali keterbatasan kemampuannya, semakin kelihatan dosa-dosanya, sehingga dapat meningkatkan semangat untuk melaksanakan taubatan nasuha. Itulah tanda-tanda seorang hamba yang mengenali Tuhannya atau bermarifat kepada Allah . Dihadapan siapa saja, mereka selalu merasa hina tapi orang lain melihatnya sebagai orang yang mulia. Yang demikian itu kerana Nur Kemuliaan Allah telah memancar melalui perbuatan dan akhlakul karimahnya. Terlebih apabila ibadah dan dzikir itu telah membuahkan rasa syukur, hatinya gembira kerana telah mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari tuhannya, berarti jalan ibadah yang ditempuh itu sudah benar. Yang demikian itu telah diisyaratkan Allah dengan firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 59 Kerana itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat-Ku). QS.Al-Baqoroh:2/152. Dengan uraian diatas urusannya menjadi semakin jelas. Apabila pelaksanaan ruqyah tersebut masuk di dalam kategori pelaksanaan ibadah kepada Allah, maka seharusnya hasilnya tidak hanya menjadikan manusia asalnya tidak sadar menjadi sadar saja, akan tetapi lebih tinggi lagi dari itu, yaitu menjadikan para pelakunya mengenal dirinya dan mengenal Tuhannya. Kalau hasil ruqyah tersebut ternyata malah sebaliknya, bahkan menjadikan orang sadar menjadi lupa ingatan, menjadi gila walau sebentar, apalagi dengan mengotori mesjid yang suci lagi mulia dengan muntahan dan air kencing yang najis, berarti pelaksaan ruqyah itu jelas bukan termasuk amal ibadah. Padahal amaliyah tersebut dengan membaca ayat-ayat suci Al-Quran al-Karim, maka hal itu dikhawatirkan justru merupakan perbuatan pelecehan terhadap ayat-ayat suci al-Quran al-Karim. Kita berlindung kepada Allah dari kesalahan fatal yang tidak disengaja. 60 - Menguak Dunia Jin ALASAN KEEMPAT : Sihir Jin Yang Ditiupkan Firman Allah Quran Surat al-Hijr/ayat 15/42. Quran Surat Shod/ayat 82/85. Quran Surat an-Nahl/ ayat 16/100 Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. QS.Al-Hijr:15/42. Seandainya ruqyah itu adalah sebuah ritual ibadah yang dilakukan seorang hamba Allah. Ruqyah tersebut bukan perbuatan orang yang menyimpang dan mengikuti langkah setan sehingga menjadi sesat, dan bukan perbuatan syirik seperti yang diakui para pelakunya di setiap kali pelaksanaan ruqyah akan di mulai. Mereka dengan demonstrasi mengumpulkan dan membakar jimat-jimat yang dianggap syirik, dengan pernyataan ayat di atas seharusnya orang yang diruqyah itu tidak dapat kesurupan setan jin meski sesaat. RUQYAH dampak dan bahayanya - 61 Kalau ternyata sebaliknya, boleh jadi ayat-ayat suci yang dibacakan dalam ruqyah itu sudah disusupi pengaruh sihir yang ditiupkan setan jin. Hal tersebut sebagaimana yang disinyalir Allah dengan firman-Nya (surat al-Hajj ayat 52): melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, maka kita lihat, betapa keadaan para pelaku ruqyah itu tidak ubahnya seperti tukang sihir yang sedang membacakan mantra-mantra. Ketika ayat-ayat suci itu dibacakan, para pendengar yang khusu itu seketika bergelimpangan tidak sadarkan diri dan kesurupan jin secara massal. Bukankah hal itu seperti yang terjadi di dalam permainan kuda lumping? Setelah pimpinan rombongannya membacakan mantra-mantra, para pemain itu seketika tidak sadarkan diri dan kesurupan jin. Namun bedanya, kuda lumping adalah tontonan yang mengasyikkan sedang pelaksanaan ruqyah tersebut adalah tontonan yang mengerikan dan menjijikkan. Hal tersebut, kerana orang yang diruqyah dan para pemaian kuda lumping itu sama-sama tidak mendapatkan perlindungan dari Allah sehingga sedemikian mudah kesadaran mereka 62 - Menguak Dunia Jin dikuasai makhluk jin. Allah telah menegaskan pula dengan firman-Nya: Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. QS.Shod:82/85. Iblis bersumpah di hadapan Allah akan menyesatkan seluruh anak Adam kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas. Kepada hamba yang ikhlas itu kekuatan setan jin sedikitpun tidak dapat menembus benteng pertahanan yang melindungi mereka. Demikian itu yang dinyatakan Iblis di hadapan Allah yang telah diabadikan Allah dengan firman-Nya di atas. Dengan pernyataan Iblis tersebut dapat diambil suatu kesimpulan, bahwa yang menunjukkan suatu kehebatan dari bentuk pelaksanaan amal ibadah adalah, manakala ibadah itu mendapat perlindungan Allah dari kekuatan setan jin untuk menguasai kesadaran manusia, tidak malah sebaliknya. Namun kenyataannya, mengapa kehebatan ruqyah itu justru indentik dengan orang kesurupan jin? Orang yang sedang kesurupan jin itu justru dianggap oleh mereka sebagai gejala positif dari RUQYAH dampak dan bahayanya - 63 pelaksanan ruqyah tersebut ? Mengapa ada pemikiran yang sedemikian melencengnya dari syariat Allah? Ironisnya lagi justru hal tersebut diakui paling sesuai dengan syariat Islam? Lebih jelas lagi Allah menyatakan dengan firman-Nya: Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin (beryatawalla) dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah QS.An-Nahl:16/100. Penegasan Allah itu maksudnya: bahwa hanya kepada orang-orang yang mengambil setan sebagai wasilah atau beryatawalla dan orang-orang yang telah berbuat syirik saja, setan jin dapat memperdaya mereka sehingga kesadaran mereka dapat dikuasai walau hanya sebentar. Sedangkan kepada hamba Allah yang ikhlas, setan jin tidak mempunyai kekuatan untuk memperdaya mereka. Firman Allah . yatawallaunahu artinya mengambil orang lain sebagai wali atau berwasilah kepada orang tersebut. Apabila itu 64 - Menguak Dunia Jin dipraktekkan dalam pelaksanaan amal ibadah maka yang dimaksud adalah bertawassul atau melaksanakan tawassul kepada orang yang ditawassuli. Untuk kaitan ini seorang ahli thoriqoh bertawassul kepada Rasulullah melalui guru-guru mursyidnya. Hal itu supaya dapat terjadi hubungan ruhaniyah secara berkesinambungan (robithoh) antara orang yang bertawassul dengan orang-orang yang ditawassuli sampai kepada Rasulullah . Dalam istilah lain melaksanakan interaksi ruhaniyah, yaitu dengan menghadirkan guru mursyid secara ruhaniyah di dalam perasaan ruhaniyah di saat melaksanakan ibadah kepada Allah untuk diajak bersama-sama dalam menghadapkan wijhah atau bertawajjuh kepada Allah . Dengan yang demikian itu, supaya kekhusuan ibadah yang dilaksanakan lebih terfasilitasi dan doa-doa yang dipanjatkan lebih mendapat kemudahan untuk dibukanya pintu ijabah dari Allah . Adapun firman Allah di atas menyatakan: Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin (beryatawalla). Ayat di atas mengandung maksud, bahwa kekuatan setan jin hanya dapat menguasai orang-orang yang di dalam pelaksanaan ibadah RUQYAH dampak dan bahayanya - 65 mereka dengan beryatawalla kepada setan jin atau menghadirkan setan jin di dalam perasaan di saat sedang melaksanakan ibadah itu. Hal tersebut contohnya, seperti konsentrasi yang dilaksanakan orang-orang yang diruqyah di saat mereka mendengarkan ayat-ayat suci al-Quran al-Karim sedang dibaca. Pelaksanaan ini kurang banyak dimengerti dan difahami oleh banyak kalangan, lebih-lebih bagi orang yang mendalami agamanya hanya secara syariat saja. Hanya orang-orang yang berthoriqoh saja yang setiap saat mendapatkan bimbingan dan tarbiyah langsung dari guru-guru mursyidnya. Mereka boleh merasakan dan mengetahui rahasia keadaan tersebut, terlebih lagi bagi mereka yang benar-benar telah mendalami hakikat berthoriqoh. Seperti itulah apa yang terjadi di dalam pelaksanaan ruqyah. Ketika orang-orang yang mendengarkan ayat-ayat suci al-Quran al-Karim itu, pikirannya menerawang memikirkan jin (apakah di dalam tubuhnya ada jin atau tidak) sambil memaksakan diri untuk berbuat khusu. Tanpa disadari justru yang dilaksanakan itu adalah beryatawalla kepada setan jin. Dalam kondisi inilah, jin dapat menusuk dan menguasai wilayah kesadaran orang tersebut dengan mudah. 66 - Menguak Dunia Jin Hal itu kerana hakikatnya setan jin telah dipersilahkan sendiri untuk datang dan menusuk wilayah kesadaran mereka. Buktinya, meski mereka masih merasakan sakit dan lemas akibat wilayah kesadaran mereka dimasuki jin dan yang lainnya masih lelah kerana habis mengeluarkan jin dari wilayah kesadaran temannya, mereka tetap saja merasa bangga, dan menurut mereka perbuatan itu bukan termasuk perbuatan syirik. Sesungguhnya perbuatan itu hakikatnya adalah syirik di dalam amal perbuatan asy Syirku Fil Amali. Itu identik dengan perbuatan jin yang memang selalu bersyirik ria dengan manusia. Sebagaimana yang telah ditegaskan Allah dengan firman-Nya: Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak. QS:17/64. Barangkali kerana perbuatan mereka belum pernah memakan korban yang fatal. Hati mereka merasa aman-aman saja dengan apa yang mereka perbuat. Memang manusia sering belum mau sadar sebelum mereka terjepit disebabkan menghadapi keadaan yang sangat berat sehingga benar-benar tidak mampu menanggungnya. Kerananya, hendaknya kita selalu waspada dan RUQYAH dampak dan bahayanya - 67 berhati-hati di dalam berbuat, terlebih ibadah yang bersinggungan dengan dimensi jin, diantaranya seperti pelaksanaan ruqyah itu. Apabila Allah tidak melindungi hamba-Nya, maka tidak seorangpun dapat selamat dari ancaman setan jin yang sudah dinyatakan iblis di hadapan Allah dengan hanya satu alasan saja: Jin dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat jin. Konsep kehati-hatian itu sejatinya seder-hana. Apabila manusia mampu berbuat hanya didasari niat ibadah yang ikhlas. Semata melaksanakan pengabdian yang hakiki untuk menegakkan hak rububiyah Allah. Meski pekerjaan yang dilakukan itu menolong orang-orang yang sedang kesurupan jin secara massal misalnya. Insya Allah seorang hamba akan mendapatkan perlindungan seperti yang terkandung di dalam pernyataan Allah dengan firman-Nya: Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. QS.Al-Hijr:15/42. 68 - Menguak Dunia Jin ALASAN KELIMA : Ancaman Yang Mengelilingi Firman Allah al-Quran Surat al-Araaf (7) ayat 16-17. Iblis menjawab: "Kerana Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at). (QS.Al-ARaaf:7/16-17). Akibat Iblis membangkang dan menolak perintah Allah untuk bersama-sama malaikat sujud (mengabdi) kepada Nabi Adam , Iblis mendapat laknat dan dihukum Allah Yang Maha Adil dengan vonis Tersesat untuk selama-lamanya, maka Iblis menjawab hukuman itu dengan menyampaikan ancaman yang ditujukan kepada Nabi Adam beserta anak turunnya RUQYAH dampak dan bahayanya - 69 sampai hari kiyamat dengan pernyataan yang diabadikan Allah di dalam ayat di atas: (saya benar-benar akan menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, - kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at). QS:7/16-17). Sejak itu genderang perang dikumandang-kan. Sejak itupula peperangan terjadi dimana-mana bahkan sampai hari kiyamat nanti. Yang menjadi korban pertama adalah Nabi Adam dengan istrinya, sehingga beliau berdua harus turun dari kebahagiaan dan kemuliaan yang abadi di surga, menderita di dalam kehinaan di dunia fana. Allah memberikan peringatan kepada anak manusia dengan firman-Nya: Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu 70 - Menguak Dunia Jin tidak boleh melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.(QS.Al-ARaaf:7/27). Medan perangnya adalah dalam rongga dada anak cucu Nabi Adam dan tujuan utama perang supaya manusia secara keseluruhan tidak mampu bersyukur kepada Allah sehingga mereka menjadi kufur nikmat yang akhirnya hidup bersama-sama dengan Iblis dan bala tentaranya di neraka jahannam untuk selama-lamanya. Waliyaadzu Billah. Dalam rangka mensikapi dan menganti-sipasi ancaman tersebut dan secara khusus dihubungkan dengan pelaksanaan ruqyah, maka timbul beberapa pertanyaan: 1. Mengapa justru orang yang rajin beribadah kepada Allah yang mendapatkan perhatian serius dari setan jin dalam melancarkan tipu dayanya sehingga yang paling sering kesurupan jin juga mereka, bukan orang-orang yang sedang berbuat maksiat ?. 2. Bukankah yang dibaca dalam pelaksanaan ruqyah itu adalah ayat-ayat yang telah dijaga kesuciannya oleh Allah dengan suatu pernyataan firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 71 Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS.Al-Hijr:15/9). 3. Mengapa para pelaku ruqyah tersebut dapat kesurupan setan jin hingga hilang ingatan.? Pertanyaan pertama: Mengapa orang yang beribadah kepada Allah yang mendapat-kan perhatian serius dari setan jin dalam rangka melancarkan tipu dayanya sehingga yang paling sering kesurupan jin justru mereka, bukan orang-orang yang sedang berbuat maksiat ?. Jawabannya: Kerana orang yang sedang beribadah adalah orang-orang yang sudah menempuh jalan yang lurus atau jalan menuju surga, maka merekalah musuh-musuh utama setan jin. Caranya, setan jin tidak menghalangi orang yang sedang ibadah meninggalkan ibadahnya, kerana hal tersebut pekerjaan yang sangat berat bagi setan jin serta banyak menguras energi, tetapi setan jin melakukannya dengan tipudaya supaya manusia dengan kemauan sendiri manusia meninggalkan ibadahnya. Tujuan 72 - Menguak Dunia Jin ibadah itulah yang menjadi sasaran utama, supaya tujuan itu berbelok arah. Ibadah yang dilakukan itu tidak menghantarkan manusia menuju surga tetapi menuju jalan kehancuran manusia, baik di dunia maupun di akhirat nanti dengan siksa neraka. Konkritnya, tanpa terasadengan ibadah itumanusia digiring setan hanya untuk memperturutkan nafsu syahwat belaka sehingga dengan ibadah itu sesungguhnya manusia secara hakiki telah berbuat maksiat kepada Allah . Ibadah itu dilaksanakan bukan sebagai perwujudan rasa syukur atas kenikmatan yang sudah dimiliki, tetapi malah dijadikan sarana untuk meminta dan menuntut harapan yang diingini nafsu sahwatnya. Itulah tugas utama setan jin selama hidupnya di dunia. Mereka sebagai tentara-tentara Iblis yang setia, sangat terlatih di dalam menjalankan tugasnya itu. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan setan yang terkutuk. Hikmahnya (kerana apa saja yang diciptakan Allah untuk hamba-Nya yang beriman pasti akan membawa hikmah yang baik): Secara qudroti (akibat kesalahan yang disengaja dengan cara membangkang) Iblis dan setan RUQYAH dampak dan bahayanya - 73 tercipta menjadi bagian yang jelek (negatif) bagi kehidupan. Disisi lain, hamba-hamba Allah yang sholeh menjadi bagian yang baik (positif). Secara sunnah memang alam ini diciptakan secara berpasang-pasangan. Yang demikian itu, supaya di dalamnya ada keseimbangan dalam kehidupan serta terciptanya sistem seleksi secara alami. Hal itu bertujuan agar setiap kebaikan dan kebajikan dapat teruji dan yang sudah baik akan tampak tingkat kualitas kebaikannya serta mendapat kesempatan untuk meningkatkan derajat itu di sisi Allah Rabbul Alamin. Oleh sebab itu, seseorang yang melaksana-kan amal kebajikan dan ibadah hendaklah sangat berhati-hati. Mereka harus mengantisipasi dorongan hawa nafsu serta segala taktik dan tipu daya setan yang mengancam sejak dini, supaya ibadah itu tidak dijadikan sarana oleh setan untuk menghancurkan manusia melalui hawa nafsunya sendiri. Sungguh jalan-jalan ibadah itulah yang menjadi perhatian utama setan jin sedangkan hawa nafsu manusia adalah kendaraan setan yang paling utama untuk mempardaya manusia kerana: Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. QS: Yusuf ayat 53. 74 - Menguak Dunia Jin Dalam rangka membelokkan dan menga-burkan arah tujuan ibadah, jalan ibadah itu dihadang dan didatangi setan jin. Mereka datang dari empat penjuru: kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka(QS:7/16-17). Yang demikian itu, supaya ibadah itu menjadi bukan ibadah lagi, menjadi jauh dari norma-norma ibadah yang hakiki. Ibadah itu akhirnya hanya menjadi alat bantu untuk berbuat riya dan ajang perbuatan pamer bahkan berbangga-banggaan sesama manusia. Tujuan ibadah itu supaya tidak semata-mata mencari ridho Allah dan surga, tetapi mencari kesaktian dan popularitas duniawi. Dengan ibadah itu mereka jadikan sekaligus sebagai ladang penghasilan dan kesempatan berdagang. Menjadi sarana untuk mengatur strategi politik dan kepentingan organisasi, supaya ibadah itu tidak menjadi tuntunan tetapi menjadi tontonan yang laku diperjualbelikan di televisi. Bukan persoalan tersebut yang menjadi tujuan pokok penulisan, tetapi meluruskan pelaksanaan ruqyah sedang marak itu, supaya yang dikatakan pengobatan islami itu tidak mengakibatkan banyak orang menjadi korban. Supaya yang mereka katakan ruqyah syariyah itu RUQYAH dampak dan bahayanya - 75 tidak menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit dan malapetaka yang menimpa banyak orang, baik jasmani maupun ruhani. Ketika pelaksanaan ibadah (yang ditekuni secara khusus) tanpa mendapatkan bimbingan yang benar dari seorang guru ahlinya, kerapkali ibadah-ibadah khusus itu justru menjadi sebab orang menjadi gila. Kalau bukan gila dalam arti hilang ingatan dan kesadaran sebagaimana yang telah dicontohkan di dalam kejadian-kejadian di atas, ada lagi gila yang lebih bahaya dari itu, yaitu gila dalam arti lupa diri atau yang disebut gila kemuliaan dan kehormatan. Gila pangkat dan gila dunia bahkan gila dipuji orang. Berangkat dari situ, supaya setan jin dapat dengan mudah meracuni pola fikir serta merusak aqidah orang beriman. Mencetak manusia menjadi sombong dan takabbur sehingga mereka merasa benar sendiri. Merasa dirinya yang paling benar dan paling mulia, hanya amalannya yang paling benar menurut syariat agama dan yang paling bersih dan murni dari perbuatan syirik dan bidah, tidak seperti orang berharap mendapatkan perlindungan kepada jimat-jimat dan orang-orang datang ke kuburan-kuburan untuk minta berkah kepada kuburan yang jelas-jelas perbuatan syirik. 76 - Menguak Dunia Jin Makanya, sasaran pertama dan utama setan jin dalam melancarkan serangan kepada manusia setiap kali ada kesempatan dan peluang yang terbuka adalah kesadaran manusia itu. Yaitu merusak manusia melalui kesadarannya, melalui pilihan hidupnya sendiri. Sebabnya, Dan bahwasanya manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya QS:An-Najm/39. Terlebih lagi jika setan jin itu dapat menguasai manusia secara total melalui wilayah kesadaran tersebut. Oleh kerana itu, ketika orang-orang yang sedang takut dan khawatir itu di ruqyah secara massal, gejala yang tampak adalah kesadaran manusia itu menjadi hilang. Orang yang asalnya sadar dan sehat wal afiat menjadi tidak sadar dan kesurupan setan jin sampai muntah-muntah dan kencing di masjid. Dengan alasan itu penulis menyimpulkan bahwa perbuatan itu adalah identik dengan perbuatan setan jin. Tanda-tanda yang kasat mata saja, akibat diruqyah itu orang menjadi kerasukan setan jin. Dengan tanda-tanda tersebut merupakan gejala paling nyata bahwa setan jin telah bersyirik ria dengan manusia melalui perbuatan tersebut. Setan jin sudah menjadi satu dengan mereka baik lahir maupun batinnya dengan tujuan merusak RUQYAH dampak dan bahayanya - 77 manusia, baik secara lahir maupun batin pula melalui wilayah kesadarannya. Pertanyaan kedua: Bukankah yang dibaca dalam pelaksanaan ruqyah itu adalah ayat-ayat yang telah dijaga kesuciannya oleh Allah dengan suatu pernyataan firman-Nya: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS.Al-Hijr:15/9). Jawabannya: Al-Quran al-Karim memang dijaga oleh Allah . Penjagaan itu dilakukan sepanjang kehidupan ini masih ada baik secara lahir maupun batin. Secara lahir oleh hamba-hamba Allah yang sholeh yang di dalam dadanya telah menjadi tempat simpanan atau perbendaharaan al-Quran yang terjaga, yaitu para hafidz dan hafidzoh yang mulia yang selalu dengan tekun menjaga hafalannya dengan ikhlas semata-mata melaksanakan bentuk pengabdian yang hakiki kepada Allah . Secara bathin melalui sistem penjagaan yang dirahasiakan-Nya. Bukan hanya al-Quran yang harus dijaga oleh pembacanya, tetapi orang-orang yang 78 - Menguak Dunia Jin membaca itu. Sungguh seharusnya mereka menjaga diri sendiri sejak dini dari niat yang salah dan dari hal-hal yang negatif. Mereka harus menjaga diri dari dorongan nafsu syahwat dan hawa nafsu syaithoniyah yang dapat menjerumus-kan manusia dalam perbuatan jelek yang dapat menjadi penyebab kehancurannya sendiri. Manakala yang mendasari bacaan al-Quran itu hanya dorongan nafsu syahwat saja atau bahkan dorongan hawa nafsu syaithoniyah, maka penggunaan al-Quran itu tidak hanya dapat membantu makhluk jin untuk menguasai kesadaran manusia. Perbuatan tersebut dapat menghancurkan langit dan bumi serta isinya. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Andaikata kebenaran (Al-Quran) itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (QS.Al-Muminun:23/71). Oleh sebab itu, hilangnya kesadaran manusia akibat diruqyah itu barangkali hanyalah RUQYAH dampak dan bahayanya - 79 sebab awal supaya melalui bekas luka yang ada di wilayah kesadaran tersebut setan jin dapat meremot atau memancarkan perintah rahasia mereka kepada manusia dengan sesuka hati. Dengan perintah jarak jauh itu supaya manusia terlena di dalam kehidupan duniawi. Menjadikan manusia lupa diri. Hidupnya hanya untuk menumpuk harta kekayaan meski dengan menghalalkan segala cara. Menjarah sana sini dengan menyalahgunakan kepercayaan dan jabatan. Ingin menjadi yang paling unggul sehingga ibadah dijadikan sarana dan alat bantu untuk memperturutkan hawa nafsu. Jalan kehidupan menjadi carutmarut. Orang tidak dapat membedakan mana yang tontonan dan mana yang tuntunan. Akhirnya, manusia tinggal menunggu kepastiannya, ketika peringatan dan musibah tidak dihiraukan, kehancuran total boleh jadi menjadi pilihan. Kita berlindung dari tipudaya setan yang terkutuk. Pertanyaan ketiga: Mengapa para pelaku atau orang yang sedang diruqyah dapat hilang ingatan bahkan menjadi lebih seram daripada para pemain kuda lumping yang sedang kesurupan.? 80 - Menguak Dunia Jin Jawabannya: kerana aktifitas kehidupan makhluk jin itu sudah sangat dekat dengan aktifitas kehidupan manusia dalam segala hal terutama di dalam urusan harta benda dan anak-anak. Mereka selalu berusaha atau bersekutu dengan perbuatan manusia, bahkan jalan darah manusia menjadi jalan-jalan mereka menuju hati manusia. Lubang-lubang anggota tubuh manusia dijadikan tempat istirahat dan tempat tidur mereka. Mereka bermalam di tempat-tempat itu di saat manusia yang menjadi tanggungan dan target operasinya sedang tidur. Rasulullah mengabarkan hal itu dengan sabdanya: : * Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Nabi telah bersabda: Apabila seseorang dari kamu bangun dari tidur, maka hendaklah dia memasukkan air ke dalam hidung dan menghembusnya keluar sebanyak tiga kali kerana sesungguhnya setan bermalam di dalam lubang hidungnya di saat manusia tidur . Riwayat Bukhari di dalam Kitab Permulaan Kejadian hadits nomor 3052. Riwayat Muslim di dalam Kitab Bersuci hadits nomor 351. Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Bersuci hadist nomor 89. RUQYAH dampak dan bahayanya - 81 Dalam riwayat lain Rsulullah bersabda: : *Diriwayatkan dari Sofiah binti Huyai berkata: Pada suatu malam ketika Nabi sedang beriktikaf aku datang menghampiri baginda. Setelah puas berbincang-bincang dengan baginda, akupun berdiri untuk pulang. Rasulullah ikut berdiri untuk mengantarku. Tempat tinggal Sofiah adalah di rumah Usamah bin Zaid. Tiba-tiba datang dua orang Ansar. Ketika mereka melihat Nabi mereka mempercepatkan langkahnya. Lalu Nabi bersabda: Perlahankanlah langkahmu. Sesungguhnya ini adalah Sofiah binti Huyai. Kedua orang ansor itu berkata Maha suci Allah, wahai Rasulullah. Lalu Rasulullah bersabda Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir ada tuduhan buruk atau yang tidak baik dalam hati kamu berdua 82 - Menguak Dunia Jin 1. Riwayat Bukhori di dalam Kitab Itikaf hadits nomor 1894, 1897, 1898. Etika hadits nomor 5751. 2. Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4041. 3. Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Etika hadits nomor 4342. 4. Riwayat Ibnu Majah di dalam Kitab Puasa hadits nomor 1769. Itulah sekelompok setan jin yang mendapat tugas dari pimpinan mereka untuk menjaga manusia. Dengan kebebasan mereka keluar masuk di dalam tubuh manusia itu, bilasaja mereka siap membidik manusia yang sedang lengah dengan tipudaya maupun jeratnya. Ketika manusia beribadah dengan hati lalai kerana ibadah itu hanya didasari dorongan emosional dan rasional belaka. Mereka bertawajjuh atau menghadirkan setan jinsebagaimana contoh pelaksanaan ruqyah yang sedang marak akhir-akhir ini. Terlebih ketika tujuan ibadah itu telah terkontaminasi dengan kepentingan duniawi, bagaikan mendapatkan fasilitas yang luas, jin penjaga manusia itu segera berebut menguasai kesadaran manusia untuk mendapat pujian dari pimpinan mereka. Padahal di dalam kesempatan yang lain, perbuatan itu bagi mereka sulit untuk dikerjakan. RUQYAH dampak dan bahayanya - 83 Dalam pelaksanaan ruqyah, jin itu lebih terfasilitasi untuk melaksanakannya. Sebagai bukti, jin sedemikian mudah menguasai manusia melalui kesadarannya seketika itu juga. Saat para pembaca mantra atau jampi-jampi itu sedang membacakan ayat-ayat suci al-Quran al-Karim dengan irama yang syahdu, jin penjaga manusia itu segera menyergap para pendengar yang tidak mengerti dan lalai itu. Mereka menjadikan mangsanya bergelimpangan bagaikan orang kena sihir dan hipnotis. Selanjutnya orang-orang yang sedang mencari kesembuhan itu malah tidak sadarkan diri bahkan sebagian mereka ada yang terkencing-kencing di dalam masjid yang selama ini mereka sucikan. Artinya, disamping para pelaku ruqyah itu membuat sakit para pengikutnya sendiri, mereka juga membuat najis tempat yang selama ini mereka hormati dengan air kencingnya sendiri. Hal itu menunjukkan, bahwa ancaman Iblis dihadapan Allah sudah dibuktikan. Pertempuran untuk sementara telah mereka menangkan. Bacaan al-Quran yang dibaca para Ustadz dengan irama syahdu di hadapan orang yang diruqyah itu akhirnya malah berfungsi sama seperti bacaan mantra yang dibaca para pimpinan 84 - Menguak Dunia Jin kuda lumping di depan rombongan yang mau beraksi. Dalam arti, bacaan itu sama-sama menjadi penyebab orang kesurupan jin. Bedanya, para pemain kuda lumping itu sudah terlatih dalam permainannya sehingga dampak negatif dari perbuatan tersebut tidak sampai berakibat fatal, sedangkan orang yang meruqyah dan yang diruqyah, mereka sama-sama tidak mengerti bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu dapat membahayakan jiwanya. Dalam ketidakmengertian itu, apabila ternyata perbuatan tersebut menimbulkan dampak negatif, maka dampak negatif pelaksanaan ruqyah itu akan lebih membahayakan para pelakunya daripada dampak negatif pelaksanaan kuda lumping. RUQYAH dampak dan bahayanya - 85 ALASAN KEENAM : Jin yang Mana yang Akan Dikeluarkan dari Tubuh Manusia.? DALIL-DALIL HADITS NABI . Timbul pertanyaan lagi, kalau yang dikatakan ruqyah itu mengeluarkan jin dari tubuh manusia yang sedang dalam keadaan sadar? Pertanyaannya, jin yang mana yang akan dikeluarkan dari tubuh manusia itu?. Dalam kaitan ini penulis mengetengahkan tiga buah hadits Rasulullah . Oleh kerana dimensi jin adalah dimensi ghaib bagi indera lahir manusia (tidak dapat dilihat mata), maka hanya wahyu tuhan yang berhak membicarakannya, bukan mitos-mitos yang dihasilkan dari persangkaan manusia: Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan. Sesung-guhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran(An-Najm/28). Sedangkan manusia wajib mengimani wahyu itu. Kalau tidak, berarti mereka akan tersesat jalannya. Adapun kedudukan hadits shoheh adalah sejajar dengan wahyu. Hal itu dinyatakan Allah melalui firman-Nya: yang artinya: Dan tiadalah niJ ainuD kaugneM - 68 awah nauamek turunem uti aynnakpacuid gnay uyhaw halaynah nial adait uti aynnapacU aynusfan .4-3/35 :SQ ,)aynadapek( nakuyhawid gnay naka gnisam-gnisam ,tubesret stidah agiT : ini hawab id aynnasahabmep ituki atik . malad ek )rilagnem( kusam nahtiays aynhuggnuseS akam ,aynharad narila itukignem madA kana hubut .asaup nagned aynkusam nalaj halnaktipmes itrepes nial gnay tamilak nagned uatA id nasahab malad id nakhagnetekid halet gnay :sata : * RUQYAH dampak dan bahayanya - 87 Diriwayatkan dari Sofiah binti Huyai berkata: Pada suatu malam ketika Nabi sedang beriktikaf aku datang menghampiri baginda. Setelah puas berbincang-bincang dengan baginda, akupun berdiri untuk pulang. Rasulullah ikut berdiri untuk mengantarku. Tempat tinggal Sofiah adalah di rumah Usamah bin Zaid. Tiba-tiba datang dua orang Anshar. Ketika mereka melihat Nabi mereka mempercepatkan langkahnya. Lalu Nabi bersabda: Perlahankanlah langkahmu. Sesungguhnya ini adalah Sofiah binti Huyai. Kedua orang ansor itu berkata Maha suci Allah, wahai Rasulullah. Lalu Rasulullah bersabda Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir ada tuduhan buruk atau yang tidak baik dalam hati kamu berdua Riwayat Bukhori di dalam Kitab Itikaf hadits nomor 1894, 1897, 1898. Etika hadits nomor 5751. Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4041. Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Etika hadits nomor 4342. Riwayat Ibnu Majah di dalam Kitab Puasa hadits nomor 1769. Ternyata setan jin dapat dengan mudah keluar masuk bahkan bertempat tinggal di dalam anggota tubuh manusia melalui jalan darahnya. Supaya setan jin tidak terlalu leluasa menjajah tubuh manusia, maka sempitkanlah jalan darah itu dengan lapar atau ibadah puasa. Artinya, manusia harus selalu mengendalikan kemauan nafsu syahwatnya, baik melalui ibadah puasa 88 - Menguak Dunia Jin maupun ibadah-ibadah yang lain. Itulah yang disebut mujahadah di jalan Allah. Yang disebutkan di atas adalah konsep langit yang harus diketahui dan diterapkan oleh manusia di bumi. Selain wahyu tidak ada yang dapat mengetahui rahasia itu. Sebagian kalangan mengira rumah jin itu hanya di tempat-tempat yang angker saja, seperti di pohon beringin tua misalnya. Ketika jin penunggu pohon beringin itu dikhawatirkan masuk di dalam tubuhnya, maka tubuh itu diruqyah. Padahal rumah jin itu ternyata di dalam tubuhnya sendiri. Oleh sebab itu, ketika diruqyah segera saja jin yang di dalam tubuh itu menampakkan diri. Jadi orang-orang yang takut terkena gangguan jin, caranya tidak harus diruqyah, tapi melaksanakan mujahadah di jalan Allah dengan benar. Hadits kedua adalah sebagai berikut: . : .. Tidaklah dari salah satu diantara kalian kecuali sesungguhnya Allah telah mewakilkan temannya dari jin, mereka bertanya: Apakah engkau juga ya RUQYAH dampak dan bahayanya - 89 Rasulullah?, Rasul menjawab: Dan juga kepadaku, hanya saja sesungguhnya Allah telah menolongku mengalahkannya, maka ia masuk islam, maka ia tidak memerintah kepadaku kecuali dengan kebaikan. (HR Muslim) Ternyata dalam diri Rasulullah pun ada jin yang hidup. Hanya saja berkat pertolongan Allah kepada Baginda Nabi , jin itu masuk islam. Jin itu bukan menjadi setan jin melainkan menjadi Qorin (teman) yang baik. Selanjutnya, jin qorin itu tidak memberikan informasi kepada Baginda Nabi kecuali informasi yang baik dan dalam hal kebaikan. Hal itu, kerana Nabi adalah seorang hamba yang mashum atau terjaga. Untuk itu manusia harus selalu bermujaha-dah di jalan Allah baik dengan puasa maupun dzikir serta dengan ibadah-ibadah yang lain agar manusia benar-benar bersih dari karakter manusiawi sehingga terjaga dan terbebas dari upaya setan jin untuk menggoda dan menguasai melalui wilayah kesadaran mereka. Mujahadah yang demikian itu dinamakan tazkiyah. Apabila tazkiyah itu berhasil dilaksanakan dengan sempurna, berarti manusia sudah benar-benar terjaga dari was-was setan yang ada dalam hatinya. Namun demikian, kebersihan hati itu ada parameternya yaitu seperti yang telah disampai-kan Nabi dalam haditsnya di bawah ini: 90 - Menguak Dunia Jin .Kalau sekiranya syaithan tidak meliputi hati anak Adam, pasti dia akan melihat alam kerajaan langit. Maksudnya: Sekiranya setan jin yang ada di dalam tubuh manusia tidak mampu lagi mengadakan tipudaya di dalam hatinya, maka pandangan matahati manusia dapat menembus alam malakut atau alam kerajaan langit dimana Lauh Makfudz berada. Artinya pandangan mata manusia (dengan izin Allah ) menjadi tembus pandang sehingga ia mampu melihat alam ghaib, baik ghaibnya alam malakut yang ada di langit maupun ghaibnya alam malakut yang ada di dalam isi dada manusia. Apabila tanda-tanda seperti itu belum tampak pada diri seseorang, berarti di dalam hati orang tersebut masih berpotensi mendapatkan was-was dari setan. Hal tersebut berarti di dalam tubuh manusia itu masih terdapat banyak setan jin yang setiap saat siap menusuk dan menguasai wilayah kesadarannya. Sungguh seandainya Allah tidak melindungi manusia barangkali tidak ada seorang RUQYAH dampak dan bahayanya - 91 pun yang dapat selamat dari kejahatan setan jin yang terkutuk. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah kerana karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS.An-Nur:24/21). Apa saja yang menyebabkan kekejian berarti itu perbuatan keji dan apa saja yang menyebabkan kemungkaran berarti perbuatan mungkar. Apabila sesuatu yang dikerjakan manusia itu ternyata menjadi penyebab timbul-nya penyakitseperti pelaksanaan ruqyah itumaka hakikatnya itu adalah penyakit, bahkan sumber penyakit. Hal tersebut, apabila 92 - Menguak Dunia Jin dilaksanakan oleh seseorang dengan sengaja, berarti orang tersebut telah mengikuti langkah-langkah setan. Itulah pengertian yang terkandung di dalam ayat di atas. Lebih jelas lagi firman Allah : Kalau tidaklah kerana karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).(QS.An-Nisa:4/83). Maksudnya, tidak ada yang dapat menye-lamatkan manusia dari ancaman setan jin kecuali hanya karunia (fadhol) Allah . Namun demikian, karunia itu tidak datang dengan sendirinya kecuali dengan sebab yang diusahakan seorang hamba di dunia. Itulah yang disebut amal, yaitu perpaduan antara ilmu, iman dan perbuatan agar dengan itu manusia tidak memperturutkan langkah-langkah setan. Oleh sebab itu, selama hidupnya manusia harus beramal secara benar. Tentunya dengan amal yang mendapatkan bimbingan dari guru ahlinya. Sebabnya, kerana selama hidup itu pula ancaman Iblis tetap membidik kehidupan manusia. Bukan semata kerana manusia mempunyai kesaktian yang ampuh sehingga mereka dapat RUQYAH dampak dan bahayanya - 93 menolak kekuatan setan jin. Ketikadiruqyah ituyang kesurupan jin hanya sebagian kecil dari mereka. Hal itu disebabkan semata fadhol (keutamaan) Allah dan rahmat-Nya yang diturunkan kepada hamba-hamba yang beriman. Kalau tidaklah demikian: tentulah kamu semua akan mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (diantaramu). QS:4/83. Hal tersebut, tidak dipahami oleh banyak kalangan kecuali oleh para ahli thoriqoh yang sepanjang hidupnya telah melatih diri untuk mengadakan pengembaraan ruhaniyah di jalan Allah . Merekalah para ahli salik (berjalan di jalan Allah) yang dalam perjalanannya kadang-kadang sering bersinggungan dengan dunia (dimensi) jin. Namun demikian, berkat karunia Allah itu, meski mereka tidak dapat melihat jin dengan mata kepala (bashoro), tetapi dengan pancaran matahati (bashiroh) yang cemerlang, mereka dapat merasakan keberadaan mahluk ghaib yang ada di sekitar kehidupannya. Hendaklah kita selalu berhati-hati dalam melaksanakan amal ibadah, apalagi yang bersinggungan secara langsung dengan wilayah dimensi alam jin. Sebagaimana yang banyak kita lihat dari pelaksanaan apa yang mereka katakan sebagai ruqyah tersebut. Apakah pelaksanaan 94 - Menguak Dunia Jin seperti itu benar-benar telah sesuai dengan pelaksanaan ruqyah secara sariyyah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan para ulama salafush-sholeh terdahulu yang telah terlebih dahulu melaksanakan ruqyah dengan cara yang benar..? Kalau tidak, maka yang seharusnya menyembuhkan penyakit itu malah boleh jadi menjadi sumber panyakit yang membahayakan kehidupan manusia secara luas. Seperti orang menyalakan api. Apabila api itu dimanfaatkan dengan benar, api itu akan memberi manfaat bagi kehidupan manusia. Sebaliknya, manakala salah dalam pelaksanaan-nya, maka justru akan menjadi sebab kehancuran manusia. Terlebih lagi dengan menyalakan api dimensi jin yang secara qudroti tercipta lebih kuat daripada api dunia dan ditakdirkan sebagai ancaman bagi kelestarian hidup manusia, baik jasmani maupun ruhaninya. Yang harus kita teliti ulang adalah aspek pelaksanaan Ruqyah itu. Bukan aspek definisi ruqyah serta dalil-dalil yang mereka jelaskan. Pelaksanaan itu boleh jadi ada yang perlu diluruskan oleh ahlinya. Konkritnya, yang dinamakan ruqyah (sebagaimana yang telah ditulis oleh para Ulama RUQYAH dampak dan bahayanya - 95 ahlinya baik di dalam buku maupun di dalam VCD yang mereka terbitkan) adalah alat atau sarana untuk pencegahan dan pengobatan orang sakit, baik akibat gangguan jin maupun sebab yang lain. Sarana penyembuhan yang islami, bersih dan murni, baik dari perbuatan syirik maupun perbuatan bidah. Ruqyah bukan alat untuk mengetahui (diagnosa) apakah di dalam tubuh manusia ada jin atau tidak. Namun demikian, oleh kerana manusia lebih menyukai hal-hal yang sifatnya instan dan yang dapat dijadikan pertunjukan bahkan untuk bangga-banggaan, maka kebanyakan mereka yang awam menyukai tontonan yang mengerikan itu. Sedangkan untuk mengetahui hasil dari ruqyah yang sesungguhnya. Oleh kerana hal itu membutuhkan ilmu pengetahuan yang khusus dan keyakinan yang kuat serta tidak dapat diketahui secara cepat, baik oleh penderitanya maupun pelakunya, maka ruqyah yang sesungguhnya itu kurang diminati oleh banyak kalangan. Tidak demikian dengan pelaksanaan ruqyah yang kedua (yang akhir-akhir ini banyak disiarkan oleh beberapa media penyiaran dan juga dilaksanakan di mana-mana tempat dengan penuh kebanggaan) oleh kerana reaksinya dapat cepat 96 - Menguak Dunia Jin dilihat, maka ia lebih cepat dapat diterima di tengah-tengah masyarakat, terutama bagi kalangan yang masih awam. Tanpa sadar bahwa pelaksanaan itu akan berdampak sangat memba-hayakan bagi kehidupannya sendiri. Allah jauh-jauh telah memberi peringatan kepada hamba-Nya yang beriman dengan firman-Nya: Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS.Al-Hadid:57/16). Jadi, yang harus diteliti ulang bukan dalil-dalilnya akan tetapi niat dan pelaksanaannya. Sebelum mereka akan menerima akibat yang fatal sehingga dengan perbuatan itu justru akan menghancurkan mereka sendiri, sehingga menyebabkan mereka menjadi putus asa. RUQYAH dampak dan bahayanya - 97 Waliyadzu billah. Allah telah memberikan memperingatkan lagi dengan firman-Nya: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa(QS.Al-Anam:6/44). Tanda-tanda suatu perbuatan masih membutuhkan penelitian dan kajian ulang adalah kebanggaan yang ada di dalam hati kita terhadap apa-apa yang sedang kita perbuat. Kita merasa aman bahwa apa yang kita perbuat adalah pasti benar, terlebih apabila hal itu mampu diekspresi-kan dengan menyalahkan dan mensyirikkan perbuatan orang lain. Padahal yang menilai benar atau tidaknya sebuah amal ibadah hanyalah Allah. Yang membayar pahalanya juga Allah . Adapun manusia, mereka hanya melak-sanakan apa-apa yang sudah dipahaminya dari firman-firman Allah. Hanya hasil penafsiran yang belum tentu selalu benar. Oleh kerana itu, 98 - Menguak Dunia Jin kebanggaan hati itu boleh ada, yaitu ketika saat itu kita mengetahui bahwa dosa-dosa kita sudah diampuni oleh Allah , sedangkan nanti, sesudah itu tidak ada lagi kesempatan untuk mengulang berbuat dosa. Apabila datangnya ajal kematian kita belum seperti itu, berarti besok harinya setelah matahari berganti, sejak di alam barzah kita masih mempunyai pekerjaan rumah. RUQYAH dampak dan bahayanya - 99 100 - Menguak Dunia Jin Tiga Hal yang Menjadikan Sebab Jin Dapat Mudah Menguasai Kesadaran Manusia estinya jin tidak dapat dengan mudah menguasai kesadaran manusia, sebagai-mana yang terjadi akibat pelaksanaan ruqyah. Kalau itu terjadi, tidak lain kerana manusia sendiri telah membuka peluang bagi setan jin untuk memasuki wilayah kesadarannya akibat kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat sendiri. Hal itu kerana Allah sudah mengadakan sistem penjagaan yang kuat bagi manusia. Penjaga-penjaga itu adalah para malaikat yang didatangkan secara bergiliran pada setiap waktu sholat ashar dan sholat subuh. RUQYAH dampak dan bahayanya - 101 Batas wilayah kesadaran manusia itu benar-benar dijaga dengan kuat oleh sistem penjagaan tersebut. Yang demikian itu supaya tidak ada lagi yang dapat merubah ketetapan Allah bagi hamba-Nya. Allah telah mengabarkan dengan firman-Nya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaga ketetapan (urusan) yang sudah ditetapkan Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.(QS.Ar-Rad: 15/11) Malaikat-malaikat penjaga itu bertugas menjaga manusia dari sesuatu yang tidak ditakdirkan Allah, baik dari akibat perbuatan manusia maupun perbuatan jin. Mereka menjaga manusia dari kematian selama belum datang ajal baginya dan menjaga dari kejahatan jin dan manusia selama tidak ada takdir baginya. Apabila ada takdir dari Allah untuk manusia yang dijaganya, maka para malaikat penjaga itu menjauh. Demikian itu yang dikatakan Adh-Dhohak . 102 - Menguak Dunia Jin Al-Hasan berkata: Masing-masing manusia dijaga empat puluh malaikat berkumpul pada waktu sholat subuh dan empat puluh malaikat berkumpul pada waktu sholat ashar. Mereka datang dan pergi saling bergantian antara dua waktu sholat tersebut. Sebagian ulama ada yang mengatakan, malaikat itu namanya Hafadhoh (Malaikat penjaga) yang berjumlah seratus delapan puluh malaikat. (Tafsir al-Qurthubi) Jika tidak ada sistem penjagaan seperti itu, maka tidak ada seorangpun dapat selamat dari ancaman setan jin yang selalu siap membidik manusia. Bahkan dikatakan; tidak ada seorangpun sempat berbuat untuk dirinya meski sekedar untuk makan maupun minum kerana setan selalu akan mendahuluinya. Hal tersebut, kerana musuh utama manusia itu adalah makhluk yang lebih kuat dari manusia. Mereka dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat mereka. Allah menegaskan lagi dengan firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 103 Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.(QS.Al-Baqoroh:2/251). Jika Allah tidak menahan kejahatan manusia yang satu kepada yang lainnya (akibat ancaman yang terrencana dan sistematis dari setan jin kepada anak manusia), maka manusia akan menjadi mesim pembunuh dan mesim perusak bagi manusia yang lain. Akibatnya langit dan bumi serta isinya akan menjadi hancur. Adakah manusia pernah memikirkan karunia Allah yang agung yang terus menerus menjaga hidupnya sepanjang hari tersebut? Dengan penjagaan itu mereka dapat hidup layak di muka Bumi tanpa mendapat gangguan dari musuh besarnya..? Seberapa basarkah manusia pernah mensyukuri kenikmatan itu sehingga kenikmatan itu boleh ditambahkan kepada mereka? Yang pasti manusia sendiri yang merusaknya, sehingga kenikmatan yang agung itu menjadi sirna kemudian manusia akan menerima musibah dan siksa akibat perbuatan mereka sendiri. Allah telah mengabarkan dengan firman-Nya: 104 - Menguak Dunia Jin Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.(QS.Ar-Rad: 15/11). Di dalam ayat yang lain Allah lebih menegaskan lagi dengan firman-Nya: Yang demikian (siksaan) itu adalah kerana sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni`mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui(QS.Al-Anfal:8/53). Akibatnya, manusia melihat bahwa kerusakan telah terjadi disana-sini akibat ulah perbuatan mereka sendiri. Bahkan sebagian mereka menjadi pembunuh dari sebagian yang lain. Tidak hanya membunuh jiwa raganya, bahkan eksistensinya dengan fitnah-fitnah keji yang sebarkan kepada teman-temannya sendiri. RUQYAH dampak dan bahayanya - 105 Sebagian manusia terkadang tidak sadar, ketika mereka telah terjebak dengan rasa dendam dan hasud yang bersemayam di dalam rongga dadanya. Jebakan itu bagaikan bara menganga yang senantiasa membakar jalan pikiran dan meracuni keimanannya, sehingga tidak henti-hentinya mereka berbuat kemunafikan kepada saudaranya sendiri, serta merencanakan kejahatan sepanjang siang dan malam hari. Mereka tidak mau berhenti yang demikian itu sebelum orang yang dibencinya hancur sama sekali. Mengapa makhluk yang mulia itu menjadi sedemikian jahat bahkan melebihi kejahatan Iblis..? Jawabannya, kerana manusia yang semestinya dapat mengendalikan hawa nafsu telah berbalik dikendalikan oleh hawa nafsunya sendiri. Hanya manusia yang sanggup merusak dirinya sendiri. Mereka merusak sistem penjagaan yang telah dibangun Allah untuk dirinya. Sungguh beruntung para setan jin dan Iblis yang terlaknat. Ketika jerih payah mereka di dunia telah membuahkan hasil yang gemilang, menggalang orang-orang kafir dan munafiq menjadi tentara-tentara setan jin yang setia. Di neraka nanti mereka tidak hidup sendirian lagi. 106 - Menguak Dunia Jin Mereka hidup bersama manusia yang selama hidupnya di dunia telah terlebih dahulu saling bantu-membantu untuk berbuat kerusakan. Allah berfirman: Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.(QS.Al-Anfal:8/73). Benteng penyelamat manusia itu ialah, manakala manusia mau melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Jika itu dilaksanakan secara individu, maka manusia akan mendapatkan perlindungan secara individu. Demikian pula apabila dilaksanakan secara kolektif, maka manusia akan mendapatkan perlindungan secara kolektif pula. Namun rupanya manusia telah meninggalkan perintah Allah itu secara kolektif, sehingga tanda-tanda kehancuran secara kolektif itu akhir-akhir ini semakin tampak nyata. RUQYAH dampak dan bahayanya - 107 Lebih tegas lagi Allah berfirman-Nya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan kerana perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(QS.Ar-Rum:30/31). Bencana bumi yang datangnya bertubi-tubi, juga kesurupan massal yang telah terjadi dimana-mana, itu adalah pertanda peringatan Allah untuk manusia sudah datang. Apabila peringatan tuhan itu tidak diindahkan, terlebih apabila musibah-musibah itu malah dijadikan proyek untuk mengeruk keuntungan. Dijadikan kesempatan untuk mencari popularitas pribadi maupun golongan. Manusia harus ingat. Di dalam firman-Nya yang lain Allah telah memberikan peringatan dengan lebih mengerikan lagi. Allah berfirman: 108 - Menguak Dunia Jin Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira(bangga) dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.(QS.Al-Anam/44-45) RUQYAH dampak dan bahayanya - 109 Manusia Kesurupan Jin Yang dimaksud orang kesurupan jin adalah orang yang wilayah kesadarannya sedang dikuasai makhluk jin. Dengan masuk di dalam wilayah kesadaran itu, jin mampu menggunakan jasad serta instrumen kehidupan jasad manusia tersebut sebagai media komunikasi untuk mengekpresikan eksisitensi kehidupan jinnya dalam kehidupan manusia. Adapun manusia tersebut dalam keadaan tidak sadar. Dia seperti orang yang sedang dibius dokter sehingga tidak merasa sakit walau jasadnya sedang dioperasi untuk mengobati penyakit dalam tubuhnya. Jika disaat tersebut (saat tubuh manusia sedang dikuasi jin melalui kesadarannya) manusia masih mempunyai ingatan walaupun sedikit. Dia kadang sadar kadang tidak, setelah sadar kemudian dia masih mampu mengingat apa-apa yang telah menimpa dirinya. Dia ingat pula terhadap yang diperbuat jin kepada dirinya, maka sesungguhnya jin itu belum sempurna menguasai manusia. Manakala saat itu manusia sudah benar-benar tidak sadar, baik disaat sedang dikuasai jin atau sesudahnya, berarti jin tersebut telah sempurna menguasai kesadaran manusia itu. 110 - Menguak Dunia Jin Jasad manusia yang terdiri dari daging dan tulang yang awal kejadiannya tercipta dari debu. Dengan segala instrumen kehidupan yang menyertainya, seperti pendengaran, penglihatan dan perasaan. Jasad itu sejatinya hanyalah rumah tempat tinggal sementara yang ditempati hakikat manusia yang disebut nismatul adamiyah. Dengan jasad kasar itu, nismatul adamiyah saat itu sedang menjalani kehidupannya di dunia. Ketika usia kehidupan manusia di dunia sudah berakhir, maka ruh yang menghidupi jasad kasar itu dicabut oleh malaikan Izrail sehingga jasad kasar itu menjadi mati. Setelah jasad yang mati itu dikubur, jasad itu akan kembali menjadi tanah lagi. Nismatul adamiyah selanjutnya, melanjutkan kehidupannya di alam barzah (alam kubur) dengan mendapatkan jasad baru yang disebut jismul lathif atau jasad halus.5 Adapun gambaran konkrit tentang orang yang kesurupan jin tersebut ialah, tempatnya nismatul adamiyah yang berada di dalam jasad kasar manusia itulah yang diduduki jin, sehingga sistem pengendali jasad kasar itu dikuasai jin. Hal itu kerana jin terlebih dahulu menguasai nismah manusia. Nismatul adamiyah itu kemudian di 5 Lebih detail tentang hakikat manusia, baca buku Kholifah Bumi. RUQYAH dampak dan bahayanya - 111 tempatkan di tempat yang terpencil dan dijaga ketat oleh sepasukan tentara jin. Konon, kehidupan manusia yang sedang dikuasai jin itu di penjara di suatu tempat yang terpencil di dalam dimensi jin, bahkan di dalam gua yang ada di dasar lautan yang sangat dalam. Kalau sudah demikian, mestinya kehidupan manusia itu sulit untuk dikembalikan ke jasadnya. Selanjutnya jasad kasar dengan seluruh instrumen kehidupannya ditempati jin untuk menjalankan eksistensi kehidupan jinnya bersama dengan manusia selamanya. Itulah tujuan yang utama bagi jin untuk menguasai manusia. Untuk tujuan itu jin dengan seluruh kekuatan dan tentara-tentaranya selalu berusaha dan bersusah-payah isyrok atau bersekutu dengan manusia, baik di dalam urusan anak maupun urusan harta benda. Hal tersebut sebagaimana yang telah ditegaskan Allah dengan firman-Nya : Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak. (QS.Al-Isra:17/64). Isyrok dalam arti seorang jin telah berserikat secara utuh dengan seorang manusia. 112 - Menguak Dunia Jin Mereka bersekutu di dalam jasad lahir manusia itu beserta seluruh perangkat kehidupannya. Jin bahkan mampu memadukan ilmunya dengan ilmu manusia yang sedang dikuasai itu langsung dari pusat simpanan ilmu itu berada, baik di alam akal maupun alam fikir manusia. Dengan hal tersebut seorang jin dapat menjalankan kehidupan jinnya sebagaimana layaknya kehidupan manusia dan di tengah-tengah kehidupan manusia secara sempurnan. Sehingga manusia di sekitarnya tidak mengerti (kecuali orang-orang yang mendapat izin Allah sehingga dengan ilmu-Nya ia mengetahui dan mengerti) bahwa manusia yang sekarang itu sebenarnya bukan manusia yang dahulu. Akan tetapi manusia jin yang sedang menguasai jasad manusia yang dahulu. Dalam keadaan yang lain kadang-kadang manusia tanpa sadar telah mendatangkan jin untuk berserikat di dalam jasadnya sendiri. Seperti dalam kegiatan kegiatan bela diri tenaga dalam (menurut istilah para pelakunya). Ketika orang dipukul dari jarak jauh menjadi terpental. Logikanya, bagaimana ia dapat terpental padahal sedikitpun ia tidak tersentuh dengan pukulan tersebut. Sesungguhnya yang terpental itu adalah jin yang sedang mendiami tubuh manusia itu. RUQYAH dampak dan bahayanya - 113 Oleh kerana jin itu sedang menjadi satu dengan jasad manusia, menyatu di dalam darah daging manusia dengan kesatuan yang sempurna, maka manusia itu juga ikut terpental. Buktinya selain kepada orang yang sedang tidak sadar itu, para ahli tenaga dalam itu sedikit pun tidak mampu menyalurkan tenaga dalamnya. Seperti itu pula apa yang terjadi kepada para pemain kuda lumping. Mereka mampu makan kaca dan tidak merasakan sakit walau di cambuk berkali-kali, kerana manusianya saat itu sedang tertidur pulas. Di dalam pertunjukan kuda lumping itu, oleh kerana jin yang mendiami tubuh manusia itu sudah jinak dan akrab dengan serombongan manusia itu, maka serombongan jin tersebut bahkan dapat diajak kerja sama untuk bersama-sama mencari nafkah dan kehidupan, walaupun kebutuhan kehidupan mereka berbeda. Demikian pula para penari kecak di pulau Bali. Yang menari itu sebenarnya makhluk jin yang sedang mempertunjukkan tarian jinnya melalui jasad kasar manusia. Pada tahun 2003 penulis pernah didatangi seseorang di pondok pesantren yang penulis kelola. Ada jin yang benar-benar telah menguasai jasad lahir manusia secara sempurna. Jin dengan wadak manusia tersebut sempat hidup dan 114 - Menguak Dunia Jin berkumpul di tengah-tengah keluarga besar pondok pesantren sebagaimana kehidupan manusia. Dia telah sanggup mengerjakan pekerjaan manusia, mencuci piring dan baju, serta pekerjaan rumah tangga yang lainnya bahkan dapat disuruh belanja ke pasar. Padahal dia adalah seorang jin yang sedang menguasai jasad seorang manusia. Kasus seperti ini susungguhnya banyak terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Hanya saja manusia tidak menyadari dan memahami, dikiranya manusia itu adalah manusia. Padahal sesungguhnya jin yang sedang menyamar melalui jasad manusia yang dikuasainya. Singkat cerita, alhamdullah berkat pertolongan Allah serta kemauan orang tua korban yang kuat, baik dalam kayakinan akan kesembuhan anaknya maupun dalam mengusahakan kesembuhan itu. Orang tua mengupayakan agar anaknya boleh kembali lagi kepangkuannya sebagai manusia seperti sedia kala, setelah hampir enam bulan lebih jin itu menjalani kehidupan seperti manusia. Dengan izin Allah seorang manusia tersebut terbebaskan dari penguasaan jin. Kisah ini benar-benar nyata terjadi sekitar tahun 2003. Saksi-saksi hidup dari kejadian tersebut masih ada di pondok pesantren yang RUQYAH dampak dan bahayanya - 115 penulis kelola. Banyak hal yang tidak dapat diceritakan perihal pengalaman tersebut, selain penulis tidak mampu menulisnya secara panjang lebar juga penulis menjadi khawatir arah penulisan menjadi melenceng dari tujuan semula. Singkat kata bahwa jin mampu menguasai manusia secara sempurna sehingga orang lain tidak mengerti bahwa yang mengisi kehidupan jasad lahir manusia itu sesungguhnya adalah seorang jin yang sedang menyamar. Sedangkan kehidupan batin manusia tersebut sedang dipenjara oleh jin itu di suatu tempat yang terpencil yang berada pada dimensi jin dalam keadaan tidur dan yang terjaga dengan ketat. Kita mohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan jin yang terkutuk. Kondisi itu bukan Allah telah berbuat zalim kepada hamba-Nya, ketika sebagian makhluk yang lain (jin) mendapat izin-Nya untuk menguasai kehidupan makhluk yang lain (manusia). Sesungguhnya manusianya sendiri, baik dengan sadar maupun tidak, telah berbuat zalim kepada dirinya, sehingga dia menerima ganjaran sesuai dengan dosa yang diperbuatnya. Allah menegaskan dengan firman-Nya: 116 - Menguak Dunia Jin Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri(QS.Asy-Syuraa:42/30). Allah telah menegaskan pula dengan firman-Nya, bahwa tidak ada satu kekuatan pun, baik dari kejahatan manusia maupun kejahatan jin yang dapat menciderai manusia melainkan dengan izin Allah. Allah berfirman: Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah.(QS.Al-Baqoroh:2/102). Sungguh hanya Allah yang dapat melindungi hamba-Nya dari segala marabahaya. Sejak detik pertama manusia dilahirkan ibunya di dunia sampai dengan saat terakhir menjelang kamatian dengan menurunkan malaikat penjaga untuk manusia. Hal itu dengan syarat manusia tidak merusaknya sendiri dengan perbuatan maksiat dan dosa. Malaikat penjaga itu diturunkan Allah kepada manusia setiap hari dengan bergiliran antara waktu sholat ashar dan sholat subuh. Rasulullah telah mengabarkan pula dengan haditsnya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 117 : * Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda: Para Malaikat datang berbaris untuk menjagamu pada waktu malam dan siang. Mereka bergiliran di waktu sholat Shubuh dan sholat Ashar. Kemudian naiklah orang yang bersama kamu. Lalu Tuhan bertanya kepada mereka (walaupun Dia lebih mengetahui terhadap segala urusan mereka dengan pertanyaan): Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kamu meninggalkan mereka ? Mereka menjawab: Kami meninggalkan mereka ketika mereka sedang melaksanakan sholat dan kami mendatangi mereka, mereka juga sedang melaksanakan sholat Riwayat Bukhori di dalam Kitab Waktu Sholat hadits nomor 522. Tauhid hadits nomor 6878. Riwayat Muslim di dalam Kitab Sholat hadits nomor 1001. Riwayat NasaI di dalam Kitab sholat hadits nomor 481. Riwayat Malik di dalam Kitab Mengqoshor Sholat hadits nomor 373. 118 - Menguak Dunia Jin Dosa Syirik adalah Dosa yang Tidak Diampuni Allah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya(QS.An-Nisa:4/116). Berharap dan takut kepada selain Allah hukumnya adalah syirik. Itulah syirik di dalam aqidah yang dosanya sampai kapanpun tidak akan diampuni Allah . Orang membawa keris bertuah misalnya. Apabila keyakinan hatinya mengatakan: Bukan keris itu yang mempunyai kekuatan, tetapi di dalam keris itu ada kekuatan Allah yang sudah dimasukkan oleh ahlinya. Asal orang tersebut tidak minta perlindungan kepada keris tetapi kepada Allah, maka orang tersebut berarti tidak berbuat syirik. Namun, RUQYAH dampak dan bahayanya - 119 apabila disaat membawa keris hatinya aman dan percaya diri dan disaat tidak membawanya, hatinya menjadi takut dan khawatir, meski lisannya mengatakan seperti tersebut di atas. Membawa keris itu termasuk perbuatan syirik dalam aqidah. Hal tersebut, kerana tidak ada yang mempunyai kekuatan kecuali hanya Allah , tidak ada yang menghidupkan dan mematikan kecuali hanya Allah , maka seseorang tidak boleh menyandarkan harapan hidupnya kecuali hanya kepada Allah . Orang tidak boleh memohon pertolongan maupun perlindungan kecuali hanya kepada Allah , tidak boleh takut terkena marabahaya, baik di dunia maupun di akhirat kecuali hanya kepada Allah . Kalau yang demikian itu dilakukan (yaitu manusia takut kepada selain Allah) berarti orang tersebut telah berbuat syirik secara aqidah. Ketika orang mendapat keberhasilan dalam hidupnya misalnya. Kemudian dia merasa bahwa keberhasilan itu hanya disebabkan ilmu pengeta-huan dan kemampuannya yang prima dalam berusaha. Hanya kerana dia telah melaksanakan infestasi yang benar dan tepat, hanya kerana keahliannya dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan. Sedikitpun mereka tidak pernah 120 - Menguak Dunia Jin merasakan bahwa keberhasilan itu semata anugerah yang diturunkan kepadanya. Yang demikian itu berarti dia telah berbuat syirik secara aqidah kerana telah mensejajarkan dirinya dengan Allah . Dia telah mengakui hak Rububiyah Allah sebagai hak pribadinya. Artinya dia telah mensyirikkan Allah dengan dirinya sendiri. Ini juga berarti dia telah merasa menjadi Tuhan. Dalam kaitan syirik aqidah ini Allah memberikan contoh dengan firman-Nya: Maka apabila mereka naik kapal mereka berdo`a kepada Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan (Allah)(QS.Al-Ankabut:29/25). Orang yang naik kapal itu dikatakan menyekutukan Allah . Hal itu disebabkan ketika mereka telah selamat dari badai laut yang sedang mengancam hidupnya, begitu mereka sampai di darat, saat itu juga yang mereka ingat bukan Allah yang menyelamatkannya, tetapi angin topan yang berbelok arah, dan mereka RUQYAH dampak dan bahayanya - 121 berkata: Untung angin itu berbelok kekanan seandainya terus kita semua pasti binasa. Demikian itulah hakikat syirik secara aqidah, kerana saat itu mereka menyekutukan Allah dengan angin topan dalam dua hal. Mereka menganggap angin topan itu mampu menghidupkan dan mematikan dirinya. Padahal sebelum itu mereka tidak berdoa kepada angin topan, tapi berdoa kepada Allah . Orang berdoa kepada Allah supaya mendapatkan rizki yang baik, kemudian ketika Allah mengabulkan doanya, dia mengakui bahwa rizki tersebut adalah murni hasil usahanya sendiri. Dia menganggap tidak ada campur tangan dari selain dirinya termasuk Allah . Perbuatan yang demikian itulah hakikat syirik di dalam aqidah. Dosa syiriknya tidak akan diampuni untuk selama-lamanya, bahkan hakikatnya dia mengaku sebagai tuhan. Kerana telah berbuat syirik kepada Allah dengan dirinya sendiri. Jadi, syirik aqidah itu tidak hanya dengan bepergian jauh mencari kuburan-kuburan yang keramat kemudian minta berkah kepada kuburan itu dan mencari dukun-dukun sakti yang dapat membuatkan jimat-jimat supaya hidupnya mendapatkan keselamatan dari jimat-jimat itu. 122 - Menguak Dunia Jin Syirik aqidah itu justru banyak dilakukan orang hanya dengan tinggal diam di rumah. Menganggap dirinya sebagai tuhan kerana dia merasa bahwa ilmu pengetahuan dan usahanya telah menjadikannya sebagai orang yang sukses, bahagia dan mulia. Seandainya orang tersebut mempunyai kekuasaan yang besar, boleh jadi mereka menjadi Firaun yang berikutnya di dunia. Allah telah menegaskan lagi dengan firman-Nya: Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?(QS.Al-Furqon:25/43). Dikatakan menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya kerana yang diutamakan dalam hidupnya hanyalah kemauan hawa nafsunya belaka, bahkan di saat berdoa kepada Allah pun sesungguhnya hanya dengan maksud supaya Allah mengabulkan kemauan hawa nafsunya. Syirik itu tidak dalam konteks aqidah saja, tetapi juga syirik dalam konteks amal dan tujuan. Walaupun kadar syiriknya lebih ringan daripada syirik di dalam aqidah, akan tetapi syirik itu juga dapat menciderai kesucian aqidah dan mengeruhkan kejernihan tauhid. Manakala di RUQYAH dampak dan bahayanya - 123 dalam dua hal tersebut (amal dan tujuan) manusia berbuat syirik, berarti kehidupan manusia akan jauh dari perlindungan dan pertolongan Allah , berarti manusia telah merusak sistem penjagaan yang telah dibangun oleh Allah untuk dirinya. Syirik yang satunya lagi adalah syirik di dalam wujud atau syirik di dalam kejadian. Contohnya: ketika kesadaran manusia sudah dikuasai penuh oleh makhluk jin berarti saat itu jin telah berbuat syirik di dalam wujud dengan manusia. Sebaliknya ketika manusia sudah benar-benar menyatu dengan jin sehingga jasadnya sudah menjadi satu dengan jin, seperti ketika jin itu terpukul dari jarak jauh dengan tenaga dalam kemudian manusianya juga ikut terpental, maka yang demikian itu berarti manusia telah melaksanakan syirik di dalam wujud dengan jin. Allah telah mengabarkan keadaan orang-orang yang berbuat syirik itu dengan firman-Nya: 124 - Menguak Dunia Jin Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh(QS.Al-Hajj:22/31). Syirik dalam konteks amal perbuatan artinya, bahwa di dalam amal perbuatan yang sedang dilakukan, sadar maupun tidak, sesungguhnya manusia telah bersekutu dalam amal perbuatan dengan setan jin, maka dengan itu jin juga bersekutu dengan manusia. Seperti contoh kasus yang telah diuraikan di dalam pembicaraan terdahulu. Tanda-tanda syirik dalam konteks amal perbuatan ini yang paling mudah dilihat ialah, manakala demikian mudah jin mendapatkan izin Allah untuk menguasai jasad manusia melalui kesadarannya. Berarti penyebabnya adalah perbuatan syirik. Kalau itu bukan syirik di dalam aqidah maka boleh jadi syirik di dalam amal perbuatan. Dosa syirik itu tidak diampuni, artinya dosa itu akan segera mendapatkan balasan langsung, baik di dunia dengan rusaknya sistem pertahanan yang ada dalam diri manusia maupun di akhirat dengan siksa neraka. Ketika manusia bertaubat dari dosa syiriknya, kembali sadar ke dalam jalan yang lurus. Setelah menyelesaikan masa hukuman RUQYAH dampak dan bahayanya - 125 yang dijalani (sebagai kafarot atau penebusan dosa-dosa) dengan siksa yang dirasakan langsung yaitu penderitaan atas penguasaan jin kepada dirinya, dengan izin Allah Yang Maha Pengampun manusia akan dibebaskan lagi dari penguasaan setan jin tersebut. Jika dosanya tidak terhapuskan dengan penderitaan itu, berarti selamanya jasad manusia itu akan dikuasai oleh setan jin. Itu adalah sunnatullah yang sejak diciptakan-Nya, sedikitpun tidak akan ada perubahan lagi untuk selama-lamanya. Bukan berarti manusia dapat mengalahkan sunnah itu ketika dia berbuat syirik kemudian mereka tidak segera menerima ganjaran syiriknya. Hanya Allah yang Maha Pengampun mengampuni bayak hal walaupun yang diampuni kadang-kadang tidak sadar sehingga tetap saja mereka berbuat syirik kepada-Nya bahkan dengan berulang-ulang. Allah mengisyaratkan yang demikian dengan firman-Nya: Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah 126 - Menguak Dunia Jin memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). - Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong selain Allah(QS.Asy-Syuraa:42/30-31) Lebih rinci tentang syirik dalam amal perbuatan ini ialah apa yang telah disampaikan Rasulullah di dalam sebuah haditsnya: (: ) * Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud : Mengenai firman Allah : () Yang artinya: Itulah mereka yang mengaku bahwa mereka mencari jalan penghubung kepada tuhannya. Siapakah di kalangan mereka yang paling dekat dengan tuhan mereka dengan katanya: Ada sekelompok jin yang telah memeluk Islam, dan sebelum ini mereka disembah oleh manusia, maka orang-orang yang menyembah itu tetap saja menyembah mereka, yaitu jin walaupun mereka itu adalah jin yang telah memeluk Islam * RUQYAH dampak dan bahayanya - 127 Riwayat Bukhori di dalam Kitab Tafsir Al-Quran hadits nomor 4345, 4346. Riwayat Muslim di dalam Kitab Tafsir hadits nomor 5356. Menyembah jin artinya memperturutkan kemauan jin, supaya jin dapat berisyrok (bekerja sama) dengan manusia, walaupun jin itu telah memeluk Islam. Demikianlah sifat jin, kerana banyak hal yang tidak boleh didapatkan jin kecuali melalui bekerja sama6 dengan manusia. Manakala seorang manusia telah bekerjasama dengan seorang jin, maka jin pasti akan menambah-nambah kesesatan bagi manusia, meski jin itu sudah memeluk agama Islam. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan(QS.Al-Jin:72/6). Adapun syirik di dalam tujuan artinya, tujuan amal ibadah itu tidak semata untuk mengabdi kepada Allah . Banyak contoh yang dapat dipaparkan di sini, salah satunya adalah 6 Baca Buku Kholifah Bumi hal 47, yang telah terbit sebelumnya. 128 - Menguak Dunia Jin beribadah sambil berdagang. Terlebih lagi ibadah itu ternyata hanya dijadikan sarana atau media untuk mengatur strategi politik organisasi. Betapun dia seorang hamba yang dapat beribadah dengan ikhlas. Semestinya sedikitpun jin tidak mempunyai peluang untuk menguasai kesadarannya. Keikhlasan hati itulah yang dijadikan sasaran pertama oleh setan jin, supaya keikhlasan itu terlebih dahulu memudar selanjut-nya jin mendapat fasilitas setelah keikhlasan hati itu sudah menjadi rusak. Orang melihat bulan purnama misalnya, kemudian dia memuji bulan itu semata-mata kerana bulan itu cantik dan telah menjadikan perjalanan malamnya menjadi terasa nikmat, bukan kecantikan bulan itu kerana ciptaan Allah Yang Maha Pencipta sehingga dengan sinarnya yang terang Allah menjadikan perjalanan malamnya menjadi nikmat. Orang tersebut telah berbuat syirik kepada Allah dengan bulan dan sekaligus kufur nikmat kepada Allah dalam dua hal. Pertama dia menafikan hak Allah sebagai Sang Pencipta Alam dan kedua dia menafikan hak Allah sebagai Sang Pemberi Kenikmatan. Bukankah seandainya saat itu ada mendung saja dua hal tersebut sudah tidak dapat dinikmati.?, Betapa banyak manusia tanpa disadari telah RUQYAH dampak dan bahayanya - 129 berbuat syirik kepada Allah sekaligus kufur nikmat kapada-Nya. Hakikat syukur ialah, orang senang kepada Sang Pemberi atas pemberian yang sudah diberikan. Kalau orang hanya senang kepada pemberian atas pemberian bukan kepada Sang Pemberi atas pemberian berarti orang tersebut telah berbuat kufur kepada Sang Pemberi atas pemberian itu. Contoh, Anda mendapat pemberian sebuah korek api dari teman sekantor seharga satu juta setengah rupiah misalnya. Anda juga mendapatkan pemberian korek api dari seorang presiden dengan harga seribu lima ratus rupiah. Ketika dua pemberian itu harus diketahui orang lain, mana dari dua korek api itu yang lebih Anda banggakan, yang seharga satu juta setengah yang diberikan oleh teman sekantor atau yang seharga seribu lima ratus rupiah tapi didapatkan dari seorang presiden? Kalau yang anda banggakan ternyata yang seharga seribu lima ratus rupiah, maka yang demikian itulah berarti anda telah berbuat syukur kepada Bapak Presiden, bukan kerana korek apinya tetapi kerana kemuliaan sang pemberi. 130 - Menguak Dunia Jin Coba kita renungkan betapa hari-hari kita telah berbuat kufur nikmat sekaligus berbuat syirik kepada Allah . Bukan hanya sekedar kerana tidak pernah merasa senang dan merasa bangga atas segala pemberian Dzat Yang Maha Mulia, bahkan selalu mengingkarinya. Mengakui bahwa pemberian itu hanyalah sebab usaha yang diusahakannya sendiri. Al-kisah: Konon pada zaman dahulu ada seorang yang bernama sholeh. Dia adalah orang yang paling sholeh di kampungnya sehingga ia mendapatkan julukan si Sholeh. Disebut si Sholeh kerana ada lagi orang lain namanya Sholeh tetapi perbuatannya tidak sholeh. Konon di ujung kampung sebelah rumahnya ada sarang kemusyrikan, yaitu pohon besar yang tumbuh di pinggir jalan yang setiap hari menjadi tempat sesembahan warga kampungnya. Mereka meletakkan sesajen setiap siang dan malam, bila malam jumat kliwon, sesaji tersebut disertai ingkung ayam. Suatu saat si Sholeh yang sholeh itu sudah berbulat hati untuk berjihat fi sabilillah. Dia ingin mendapatkan tiket surga dengan sebilah kampaknya, maka diasahnya kampak itu tajam-tajam. Esok paginya dia dengan membawa kampak yang sudah tajam itu berangkat untuk RUQYAH dampak dan bahayanya - 131 menebang pohon besar itu seorang diri. Sayangnya gerakan Sholeh itu terlebih dahulu telah terdeteksi oleh raja jin penjaga pohon itu, maka di tengah jalan Sholeh dihadang oleh Raja jin itu dengan bala tentaranya dan ditanya: Hai Sholeh, mau kemana kamu gerangan pagi-pagi buta dengan kampak yang telah engkau asah tajam itu..?. Sholeh menjawab: Aku akan berjihat di jalan Allah . Dengan apa wahai Sholeh yang sholeh? tanya Raja jin. Dengan menghancurkan sarang kemusyrikan yang ada di ujung jalan ini. Raja jin itu memperkenalkan diri dan berkata: Hai Sholeh aku adalah Raja jin penguasa pohon itu kalau engkau mau memotongnya potonglah, akan tetapi sebelumnya potonglah leherku dahulu kalau kamu mampu. Singkat cerita, terjadilah pertarungan yang sangat dahsyat antara si Sholeh yang sholeh dengan Raja jin penguasa pohon beserta bala tentaranya. Di dalam pertempuran itu ternyata Sholeh lebih unggul sehingga banyak tentara Raja jin itu dibuat tidak berdaya. Melihat keadaan yang tidak menguntung-kan itu Raja jin mempunyai pikiran lain seraya menawarkan perdamaian bersyarat kepada Sholeh. Dengan argumentasi yang menarik dan 132 - Menguak Dunia Jin masuk akal, setelah diadakan gencatan senjata, raja jin itu mulai menyampaikan rayuannya: Hai Sholeh yang sholeh bukankah musholla tempat jamaahmu berkumpul dan berdzikir itu juga adalah tempat yang penting. Seandainya engkau boleh membangunnya dengan bangunan yang lebih baik, bukankah orang yang beribadah di sana akan dapat beribadah dengan lebih nyaman? Apakah engkau tidak berfikir bahwa dengan membangun musholla itu juga adalah jihad di jalan Allah , daripada engkau harus menebang pohon itu yang boleh jadi kamu nanti mendapatkan banyak musuh dari orang yang berbuat syirik di sana. Biarkanlah mereka berbuat syirik, dan jamaahmu juga dapat beribadah dengan nyaman. Kita sama-sama berjalan dengan damai. Kuatkanlah jamaahmu dengan memberi-kan pelayanan yang lebih baik lagi, maka bangunlah musholla itu, dan aku akan bantu kamu untuk mencarikan dananya. Sejenak Sholeh yang sholeh berfikir, katanya dalam hati: Benar juga kamu, maka Sholeh balik bertanya: Terus bagaimana cara kamu boleh membantu aku mencarikan dana? Raja jin itu menjawab: Asal kamu tidak menebang pohon itu, setiap hari kamu akan aku kirimi uang. Setiap habis sholat subuh ambillah RUQYAH dampak dan bahayanya - 133 uang itu di bawah bantalmu, engkau akan mendapatkan uang itu disana. Terjadilah kata sepakat, selama Raja jin itu setiap hari mengirimkan uang di bawah bantalnya, Sholeh tidak diperbolehkan menebang pohon itu. Apabila Raja jin itu melanggar kesepakatan terlebih dahulu, maka Sholeh yang sholeh boleh sesuka hati menebang pohon besar itu. Selanjutnya pulanglah Sholeh ke rumahnya dengan membawa kemenangan yang gemilang. Keesokan harinya sehabis sholat subuh, ternyata Sholeh menemukan setumpuk uang di bawah bantalnya, besoknya juga demikian dan juga besoknya lagi, maka Sholeh yang sholeh bersiap-siap melaksanakan rencana mulianya. Membangun musholla dengan bangunan yang seindah-indahnya. Dibentuklah kepanitiaan pendirian musholla sekaligus dengan kepanitiaan pembangunan pondok pesantren di samping musholla itu. Para pemuka masyarakat diundang-nya dalam rapat. Sholeh yang sholeh mengatakan bahwa dia tidak membutuhkan donatur dari luar, akan tapi dirinya sendirilah yang akan menjadi donatur tunggal. Orang-orang yang hadir menjadi heran darimana gerangan Sholeh mendapatkan uang padahal sebelum itu hidupnya dalam keadaan 134 - Menguak Dunia Jin pas-pasan. Sholeh mensikapi keheranan hadirin dengan sikap yang biasa-biasa dengan merahasia-kan keadaan yang sebenarnya dari mana sesungguhnya sumber dana itu. Dengan penuh keyakinan ia pasti akan dapat segera mewujudkan rencananya. Setelah malam itu, kepanitiaan sudah terbentuk dan rencana kerja segera akan dimulai. Besok paginya ketika Sholeh membuka bantalnya ternyata tidak ada tumpukan uang sebagaimana hari-hari kemarin. Besoknya juga demikian dan besoknya juga demikian. Sholeh marah kerana menurutnya Raja jin itu telah mengkhiyanati komitmen yang sudah disepakati bersama. Berarti Sholeh berhak menebang pohon besar itu. Sholeh kembali mengasah kampaknya untuk segera menebang pohon yang ada di pojok kampung itu. Pagi-pagi buta dengan kepercayaan penuh Sholeh yang sholeh berangkat dengan memikul kampaknya untuk menebang pohon besar itu. Di tengah jalan dia dihadang lagi oleh Raja jin yang telah mengkhiyanati komitmen itu. Kali ini Raja jin itu hanya datang sendirian tanpa membawa tentara sebagaimana pertemuan yang pertama. Sholehpun buru-buru menegurnya dan menanya-kan atas pengkhiyanatan yang dilakukan. RUQYAH dampak dan bahayanya - 135 Si Raja jin menjawabnya dengan santai: Kalau kamu mampu memotongnya, potonglah tetapi sebelum itu lawanlah aku terlebih dahulu. Langsung saja Sholeh menyerang Raja jin itu dengan jurus sebagaimana pertama kali ia mengalahkannya dahulu, akan tetapi dalam pertempuran kali ini Sholeh ternyata dibuat KO dan tidak berdaya, tidak sebagaimana pada pertempuran yang pertama. Sholeh bahkan dibuat bulan-bulannya hingga muntah-muntah dan terkencing-kencing di tempat. Akhirnya Sholeh menyerah kalah dan sepakat berdamai akan tetapi untuk selamanya Sholeh tidak boleh memotong pohon besar itu. Sebelum Sholeh dilepaskan pulang dengan kesepakatan yang baru, Sholeh bertanya kepada Raja jin itu: Hai Raja jin yang perkasa, pada pertemuan kita yang pertama, kamu dapat aku kalahkan dengan mudah, akan tetapi mengapa sekarang malah sebaliknya dan justru engkau malah dapat mempermainkan aku dengan seenakmu? Raja jin itu menjawab: Sebenarnya jurusmu tetap ampuh seperti dulu, tetapi marahmu yang berbeda. Dahulu kamu marah kerana Allah , maka kamu dapat mengalahkan aku dengan mudah, sekarang marahmu kerana uang dan kehormatan, maka ganti aku yang 136 - Menguak Dunia Jin dapat mengalahkanmu dengan mudah. Sungguh benar firman Allah: Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka(QS.Shod:82/85). Ketika niat yang pertama ikhlas semata-mata hanya bertujuan ibadah kepada Allah dengan berjihad di jalan-Nya, maka Sholeh dapat memenangkan pertempurannya melawan Raja jin yang perkasa itu. Niat yang kedua sudah bercampur dengan niat-niat yang lain walau sesungguhnya Sholeh juga tetap dalam rangka menjalankan ibadahnya, tetapi tujuan ibadah itu sudah isyrok atau bersekutu dengan tujuan yang lain. Untuk itu Sholeh tidak dapat mengalahkan Raja jin itu bahkan Sholehlah yang saat itu dijadikan permainan oleh Raja jin tersebut. Kejadian ini boleh jadi fiktif belaka, demikian itulah sebuah ilustrasi, tinggal bagaimana hati yang selamat mengambil hikmah darinya. Hikmahnya, seandainya para pelaksana ruqyah ituketika sedang membacakan ayat-ayat suci Al-Quran al-Karim kepada orang yang diruqyahmereka saat itu benar-benar menjalan- RUQYAH dampak dan bahayanya - 137 kan ibadah yang ikhlas dan murni semata kerana Allah . Dengan itu, pasti jin tidak mampu mengusik kesadaran orang yang sedang khusu mendengarkannya. Namun kenyataannya tidak demikian, bahkan para pendengar yang khusu itu sedemikian mudah menjadi bulan-bulanan setan jin yang menguasainya, bahkan mereka dibuat mengencingi tempat yang selama ini mereka sucikan. Di sinilah letak rahasianya. Setiap individu hendaknya ingat bahwa setiap pekerjaan pasti akan membawa dampak, manakala pekerjaan itu baik maka dampaknya pasti baik. Kalau perbuatan itu jelek., mudah-mudahan kita selalu mendapat keselamatan dari akibat kesalahan dan dosa-dosa yang kita perbuat. 138 - Menguak Dunia Jin Tiga Sebab yang Dapat Merusak Penjagaan Malaikat kepada Manusia Wilayah kesadaran (rasional) manusia selalu dijaga para malaikat. Dengan penjagaan tersebut setan jin tidak dapat dengan mudah menguasai kesadaran itu kecuali hanya dengan tipu daya untuk mengajak. Tipudaya ini pun sesungguhnya lemah. Allah telah menyatakan hal itu dengan firman-Nya: Sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah(QS.An-Nisa:4/76) Hanya akibat perbuatan manusia sendiri yang menjadikan terbukanya peluang setan jin masuk dalam wilayah kesadaran itu. Hal itu kerana manusia berbuat kesalahan-kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Tanpa sadar manusia telah merusak sistem penjagaan tersebut. Akibatnya dengan mudah jin dapat merasuki kesadaran manusia dengan tiga sebab. RUQYAH dampak dan bahayanya - 139 SEBAB PERTAMA : Manusia Memasuki Atau Merusak Habitat Jin Dengan Cara Yang Tidak Benar Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa jin mestinya tidak mempunyai kekuasaan untuk menguasai kesadaran manusia kecuali manusia sendiri yang memberikan peluang kepada jin dengan berbuat salah. Jin hanya boleh memperdaya manusia dengan tipudaya yang lemah. Hal tersebut telah dinyatakan Iblis kepada para ahli Neraka yang telah diabadikan Allah dengan firman-Nya: Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan 140 - Menguak Dunia Jin kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih(QS.Ibrahim:14/22) Dengan pernyataan Iblis di atas, mestinya jin tidak dapat menguasai manusia melalui kesadarannya dengan mudah hingga orang jadi kesurupan. Kalau itu terjadi, semata akibat ulah manusia sendiri. Dengan sengaja maupun tidak, manusia telah mengganggu dan merusak habitat atau tempat tinggal jin. Dengan kesalahan itu menjadikan jin mendapat kemudahan untuk menguasai manusia melalui kesadarannya. Contoh pertama: Orang membuang kotoran atau air panas di lubang-lubang tanah atau di tempat-tempat yang sepi misalnya. Orang tersebut tidak mengetahui ternyata di tempat itu ada seorang jin sedang beristirahat atau justru tempat itu adalah tempat tinggal jin. Dengan itu berarti seorang manusia tersebut dengan tidak sengaja telah berbuat kesalahan kepada seorang RUQYAH dampak dan bahayanya - 141 Jin. Dengan kesalahan tersebut jin mendapat kemudahan untuk menguasai manusia melalui kesadarannya. Itu berarti manusia telah merusak pertahanannya sendiri sehingga terbuka peluang bagi jin untuk membalas dendam. Kalau toh orang harus malakukan juga pekerjaan tersebut (membuang kotoran atau air panas), hendaknya dilakukan dengan berhati-hati (kalau boleh air panas itu didinginkan dahulu baru dibuang) terutama dengan memohon perling-dungan kepada Allah dengan membaca Taawudz dan Asma-Nya yaitu dengan membaca Bismillahir Rohmanir Rohim. Bacaan itu akan menjadi nismatul ubudiyah atau buah rahasia ibadah. Dengan izin Allah orang yang membacanya akan mendapat perlindungan Allah dari gangguan jin. Kalau tidak, maka dengan kesalahan itu berarti manusia telah mengganggu habitat jin, selanjutnya jin yang marah itu segera menguasai kehidupannya. Contoh kedua: Orang sedang marah atau bergurau secara berlebih-lebihan di tempat-tempat yang rawan orang kesurupan jin, seperti di kamar mandi, WC dan di tempat-tempat peribadatan. Terlebih apabila marah itu dengan membanting-banting benda dan berguaru itu 142 - Menguak Dunia Jin sampai tertawa terbahak-bahak, sampai-sampai manusia itu menjadi lepas kontrol. Dalam keadaan seperti itu dan di tempat yang demikian itu, seorang manusia sangat rentan kesurupan jin dengan dua sebab: Pertama kerana manusia lepas kontrol sehingga tanpa terasa kehidupannya didominasi dorongan emosional atau hawa nafsu sehingga hatinya lupa dan jauh dari Tuhannya. Saat seperti itu tanpa sadar berarti manusia telah membuka benteng pertahanannya sendiri. Kedua kerana seorang jin tersinggung dan merasa terganggu. Ketika peluang itu terbuka, segera jin yang tersinggung itu menerkam manusia yang sedang lupa diri tersebut dan selanjutnya manusia itu menjadi kesurupan jin. Untuk menanggulangi orang yang kesurupan jin seperti contoh kejadian pertama dan kedua. Untuk menyadarkan kembali orang yang kesurupan itu tidak cukup hanya diruqyah atau dibacakan ayat-ayat suci al-Quran al-Karim saja. Jin yang ada di dalam jasad manusia tersebut kadang-kadang lebih pandai membaca al-Quran. Ketika dibacakan ayat-ayat dan doa-doa itu, jin itu malah menirukan bacaan tersebut. Sekalipun dibacakan adzan yang seharusnya jin takut dengan suara adzan (Insya Allah di lain bab akan RUQYAH dampak dan bahayanya - 143 penulis sampaikan dalilnya) dengan perlindungan jasad manusia mereka malah menjadi kuat dan tidak takut. Dalam menghadapi contoh kejadian seperti tersebut. Manusia memerlukan penguasaan ilmu pengetahuan tentang jin yang mendalam dan pengalaman yang luas dalam menangani penyembuhan serta jam terbang yang tinggi. Kalau tidak demikian, usaha penyembuhan tersebut malah diejek dan ditertawakan oleh jin yang sedang menguasai jasad manusia tersebut. Contoh tersebut di atas apabila dikaitkan dengan pelaksanaan ruqyah, seperti itulah keadaan mereka. Dengan pelaksanaan itu sejatinya serombongan manusia telah mengkon-disikan diri untuk dimasuki jin. Mereka tidak sadar bahwa pekerjaan itu adalah pekerjaan yang sangat membahayakan bagi kehidupan manusia, baik kepada fisik maupun spikisnya. Disaat mereka memaksakan diri berbuat khusu itu, sejatinya mereka telah memasuki habitat jin dengan cara yang tidak benar hingga sedemikian mudah jin merasuki jasad mereka. Habitat jin itu bukan hanya di tempat-tempat yang angker, seperti di kuburan-kuburan atau gua-gua di dalam hutan saja. Dimana saja 144 - Menguak Dunia Jin orang boleh memasuki habitat jin. Yaitu ketika intensitas kehidupan emosional dominan mengalahkan kehidupan rasional dan spiritual, terlebih ketika saat itu pikiran manusia menerawang dunia jin, berarti manusia saat itu mendekat kepada dimensi jin. Ketika keadaan seseorang antara sadar dan tidak sadar, berarti orang tersebut semakin dekat dengan habitat jin. Ketika orang sudah benar-benar tidak sadar, dengan ditandai dengan berteriak-teriak seperti gejala orang diruqyah, berarti orang tersebut sudah kesurupan jin. Contoh ketiga: Dengan sengaja manusia berusaha menembus dimensi alam jin. Dengan melaksanakan meditasi secara hayaliyah, manusia boleh mengkondisikan diri memasuki alam jin. Yaitu ketika suatu saat intensitas emosionalnya lebih dominan daripada rasional dan spiritual. Ketika dominasi indera hayal (emosional) atas indera yang lain sudah terkondisi, disaat keadaan manusia antara sadar dan tidak sadar, berarti manusia saat itu sejatinya perlahan-lahan mendekatkan diri kepada wilayah dimensi alam jin. Ketika keadaan manusia (dari sudut pandang oleh orang lain yang melihatnya) sudah tidak sadar, berarti kehidupan manusia itu telah keluar dari alam jasadnya dan memasuki dimensi alam jin. RUQYAH dampak dan bahayanya - 145 Resikonya, apabila jasad manusia yang ditinggalkan kehidupannya tersebut tidak mendapatkan penjagaan yang kuat, maka jasad itu rentan dirasuki jin. Apabila jasad kosong itu dimasuki jin, berarti kehidupan manusia yang sedang bepergian di dunia jin itu sulit untuk kembali ke tempat asalnya. Itulah orang yang terjebak di alam jin. Keadaan seperti tersebut di atas banyak terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Orang mengaku jasadnya boleh disurupi ruh Waliyullah. Padahal sebenarnya jin yang sedang merasuki jasad manusia tersebut menyebarkan kebohongan kepada manusia. Banyak orang awam tertipu oleh jin dengan cara seperti ini, bahkan mereka berbondong-bondong datang untuk belajar di suatu tempat, kerana (katanya) yang mengajari pengajian di sana adalah Sunan Kalijaga langsung dengan media wadak manusia yang sedang tidak sadar tersebut. Sesungguhnya alam ruh dengan alam jin sangat berbeda dan sangat berjauhan. Oleh kerana secara kasat mata dirasakan sama-sama ghaib maka kebanyakan orang awam mengira sama. Padahal sangat jauh jauh dengan sangatlah jauh sekali, ruh para Waliullah yang suci berkenan masuk di dalam wadak kasar 146 - Menguak Dunia Jin manusia yang sedang banyak dosa dan banyak berbuat maksiat, bahkan dalam keadaan najis kerana dosa-dosanya belum pernah ditaubati. Yang masuk jasad manusia yang sedang tidak sadarkan diri itu bukan ruh Wali sebagaimana keyakinan mereka, tapi jin yang memanfaatkan kebodohan manusia mengaku ruh Wali. Fenomena yang ada, biasanya manusia yang sudah terlanjur tertipu dengan cara seperti ini sulit diingatkan, kecuali ketika mereka sudah terlalu dalam menjadi korban penipuan orang-orang yang suka memanfaatkan kekebodohan manusia. Seharusnya hal ini tidak etis dibicarakan di dalam tulisan, terlebih bila dipanjanglebarkan. Penulis hanya mencukupkan sampai di sini, semoga segala kesalahan dimaafkan oleh Allah . Penulis sekedar menyampaikan contoh bahwa kejadian seperti tersebut banyak terjadi di tengah masyarakat kita dan masyarakat kita tanpa sadar telah banyak yang menjadi korban penipuan oleh orang-orang yang memanfaatkan keadaan tersebut atas ketidakmengertian orang lain. Aktifitas pengajian seperti itu biasanya ujung-ujungnya adalah mencari kesaktian dan harta karun ghaib. Setelah semua persyaratan RUQYAH dampak dan bahayanya - 147 untuk mendapatkan harta karun ghaib itu dicukupi. Dengan membeli minyak wangi yang harganya selangit misalnya. Ditunggu sekian lama, ternyata harta karun ghaib yang dijanjikan itu tidak juga kunjung datang. Ketika orang yang menjanjikan harta karun itu telah raib dengan membawa harta bendanya, baru mereka sadar bahwa selama ini dirinya telah terjebak tipuan belaka. Semoga kita dan anak cucu kita selalu mendapat perlindungan Allah dari kejahatan tipudaya setan jin. Contoh ketiga ini kalau kita kaitkan dengan orang kesurupan jin pasca diruqyah adalah sebagai berikut: Orang-orang yang mendengarkan ayat-ayat al-Quran itu, tanpa sadar, sejatinya telah mengkondisikan indera hayalnya untuk lebih dominan daripada indera-inderanya yang lain melalui alat pendengaran. Ketika yang demikian itu terkondisi, sebenarnya saat itu alam sadar manusia tersebut sedang mendekati dimensi alam jin. Saat seperti itulah yang ditunggu-tunggu oleh jin penjaga manusia, sehingga saat itu juga jin menarik kesadaran manusia masuk wilayah dimensi mereka. Praktek seperti itu, meski tanpa dengan mendengarkan ayat-ayat suci al-Quran pun sesungguhnya orang boleh melakukannya. Yaitu 148 - Menguak Dunia Jin dengan sekedar mendengar suara air yang menetes atau atau besi yang dipukul dengan irama konstan. Dengan suara-suara itu malah ada kenikmatan tersendiri yang dapat dirasakan, sehingga manusia yang berhasil memasuki wilayah dimensi jin itu tanpa harus mengalami penderitaan dengan menjerit-jerit dan muntah-muntah bahkan dengan kencing di tempat. Dengan latihan yang terbimbing dan terjaga, melalui suara-suara itu manusia dengan izin Allah dapat keluar masuk di dalam wilayah dimensi jin dengan nikmat bagaikan orang sedang mengadakan perjalanan menuju alam surga buatan. Begitu nikmatnya perjalanan itu sehingga orang awam mengira perjalanan menuju surga yang sesungguhnya. Sebenarnya masih banyak contoh menarik yang dapat dipaparkan. Hal itu, kerana orang memasuki wilayah alam jin itu tidak harus dengan menggunakan alat pendengaran saja, dengan alat penglihatan sebenarnya lebih mudah. Namun, oleh kerana bahasa tulisan tidak selalu dapat menampung keluasan bahasa praktek, maka pembicaraan lebih mendalam seyogyanya dengan bahasa kata. RUQYAH dampak dan bahayanya - 149 Yang penting, sungguh apa yang dikatakan ruqyah tersebut adalah pekerjaan yang saat berresiko tinggi. Dampak negatifnya disamping boleh menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit di dalam jasad manusia, juga mengakibatkan kerusakan pada wilayah kesada-rannya dan bahayanya boleh mengakibatkan orang menjadi gila seumur hidup. Contoh keempat: Seorang ibu yang sedang menyusui bayinya hendaklah lebih berhati-hati dalam berbuat dan bepergian, kerana seorang bayi itu masih sangat rawan terhadap segala macam penyakit, terutama penyakit yang disebabkan dari dimensi jin. Konkritnya: Sehabis bepergian, baik ke pasar maupun kemana saja asal ke luar rumah, terlebih pulang dari pesta perkawinan, seorang ibu yang sedang menyusui anaknyasetelah masuk rumahsebelum menyusui anaknya hendaklah bersih-bersih badan dahulu, lebih afdhol berwudu serta mencuci punting payudaranya, baru kemudian menyusui bayinya. Kalau tidak demikian, jika seorang ibu itu begitu masuk rumah langsung menyusui bayinya (Memang kadang-kadang saat itu bayi dibuat menangis oleh jin sehingga ibunya buru-buru kepingin langsung menyusui bayinya.) dikhawatirkan 150 - Menguak Dunia Jin makhluk jin masuk ke tubuh bayi yang sedang menyusu itu bersamaan dengan air susu ibunya (Kerana saat itu sistem penjagaan malaikat terhadap seorang bayi sesuai dengan fithrahnya masih sangatlah kuat sehingga seorang jin membutuhkan media air susu ibu itu untuk dapat masuk ke dalam tubuh bayi tersebut.) Kemudian makhluk jin itu tinggal di dalam badan bayi tersebut. Akibatnya tempat di dalam tubuh bayi yang ditinggali makhluk jin itu akan menjadi penyebab terjadinya sarang penyakit. Tanda-tandanya, dengan cepat bayi itu menjadi demam dan malamnya menangis dengan tangisan yang keras dan kadang-kadang matanya menjadi liar dengan melihat arah yang jauh. Jika terjadi seperti itu hendaknya bayi tersebut tidak hanya dibawa berobat kepada seorang dokter saja, tapi juga diruqyah dalam arti dibacakan ayat-ayat suci al-Quran atau surat al-Fatihah serta doadoa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah atau minta tolong kepada seorang ahli ruqyah, asal tidak dengan jalan syirik. Sebabnya, apabila makhluk jin yang ada di dalam tubuh bayi itu tidak segera dikeluarkan, maka di organ tubuh bayi yang ditempati makhluk jin itu akan terjadi reaksi. Sesuai dengan sifat dan jenis makhluk jin yang RUQYAH dampak dan bahayanya - 151 menempati tersebut, reaksi itu ada yang cepat ada yang lambat. Pertama di tempat itu akan mengeluarkan lendir, kemudian lendir itu menjadi segumpal darah dan segumpal darah itu menjadi segumpal daging. Apabila sudah menjadi segumpal daging, segumpal daging itu menurut istilah medis adalah kanker atau tumor, berarti cara penyembuhannya harus diangkat sesuai dengan ilmu medis dan dilakukan oleh orang yang berhak melakukannya. Kanker jenis ini (Penyebabnya benda atau sesuatu yang didatangkan dari dimensi alam jin.) adalah kanker yang ganas dalam arti walaupun kankernya sudah diangkat penyebabnya tetap masih ada di dalam tubuh manusia tersebut. Penyebab kangker itu kemudian berpindah tempat dan bahkan menyebar sehingga dapat menjadi sebab timbulnya bibit-bibit kanker baru. Tanda-tanda bayi yang terkena penyakit dimensi jin sebagai berikut. Pertama, bayi mengalami demam tinggi dan menangis terus menerus. Ketika sudah lewat masa satu minggu tangisan itu biasanya menjadi berhenti dan demamnya berangsur-angsur menurun. Yang demikian itu bukan berarti bayi tersebut sudah 152 - Menguak Dunia Jin sembuh, tetapi badannya sudah menjadi kebal dari proses penyakit yang ada dalam tubuhnya sehingga seakan-akan sudah tidak ada reaksi apa-apa lagi. Padahal sesungguhnya penyakit itu semakin lama semakin membahayakan. Kedua, pada saat-saat tertentu bayi itu sering menangis dengan tangisan yang keras dan liar serta tidak mudah diam dengan sorot mata yang liar pula. Ketiga, ketika bayi itu diperiksakan kepada seorang dokter, dokter tersebut tidak mudah menemukan penyebabnya dengan cepat dan pasti, bahkan dengan lain dokter, lain pula hasil diagnosanya. Hal tersebut merupakan tanda-tanda yang kuat dan jelas bahwa bayi itu kemungkinan kuat sedang terjangkit penyakit yang sumber penyebabnya datang dari dimensi alam jin. Dalam menghadapi kejadian seperti ini, disamping usaha pengobatan kepada seorang dokter, pengobatan dengan ruqyah juga sangat dibutuhkan. Hal tersebut kerana ilmu kedokteran hanya mengetahui yang sifatnya medis atau lahir saja sedangkan yang non medis atau yang batin kebanyakan mereka kurang mengetahuinya. Memang urusan non medis itu bukan wilayah ilmu kedokteran. Dalam keadaan seperti ini fungsi seorang ahli ruqyah mestinya sama RUQYAH dampak dan bahayanya - 153 sebagaimana fungsi seorang dokter dalam menjalankan usaha penyembuhan pasiennya. Artinya yang terpenting dalam usaha penyembuhan itu adalah ketepatan diagnosa, sehingga seorang ahli ruqyah itu dapat mengetahui dengan pasti, obat mana yang paling tepat untuk diberikan kepada si pasiennya. Dalam kaitan diagnosa ini, bukan hanya untuk mengetahui jenis penyakitnya saja tapi juga tingkat kadar atau stadium sakit si pasien. Hal itu supaya usaha penyembuhan itu tidak salah langkah yang dapat berakibat justru menambah penderitaan bagi si pasien. Secara lahir hanya orang-orang yang ahlinya saja yang dapat mengetahui urusan ini dengan tepat dan benar. Yang dimaksud orang ahlinya itu bukan sekedar orang yang menguasai ilmunya saja, akan tetapi yang lebih penting adalah pengalaman yang luas dan jam terbang yang tinggi dalam menangani usaha penyem-buhan tersebut. Oleh kerana itu, jangan asal dapat membaca al-Quran kemudian ikut-ikutan meruqyah orang yang terkena gangguan jin, banyak dari orang-orang yang mengobati orang kesurupan jin, jin tersebut malah berpindah tempat merasuki dirinya. 154 - Menguak Dunia Jin SEBAB KEDUA : Rasional Dalam Keadaan Tidak Berdaya Menghadapi Realita Sehingga Emosional Dominan Menguasai Jalan Hidup Manusia Ketika orang terpaksa harus menanggung beban hidup yang berat. Seperti sedang menghadapi musibah yang tentunya akibat kesalahan dan dosa-dosa yang mereka perbuat sendiri. Terkadang manusia terjebak di dalam kondisi yang membahayakan bagi pertahanan rasionalnya (Benteng wilayah kesadarannya). Hal tersebut kerana aktifitas hidupnya terbelenggu di dalam alam pikiran yang kelam sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya. Allah menggambarkan keadaan itu dengan firman-Nya: Serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan(QS.Al-Anam:6/122). RUQYAH dampak dan bahayanya - 155 Akibat dosa-dosa yang telah diperbuat manusia memasuki kepekatan alam pikir yang membelenggu, sehingga dia tidak kuasa lagi untuk keluar darinya. Dadanya terasa menjadi sempit seperti orang yang kekurangan udara sehingga tidak dapat bernafas dengan lega. Di ayat yang lain Allah menggambarkan keadaan itu dengan firman-Nya: Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah tersesat, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa (kotoran hati) kepada orang-orang yang tidak beriman(QS.Al-Anam:6/125) Dosa-dosa itu membentuk karat tebal yang menutupi matahati manusia sehingga matahati itu tidak mampu lagi melihat jalan kedepan. Akibatnya jalan hidup manusia menjadi sesat dan matahati itu menjadi buta. Banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi seperti itu. Kadang-kadang hanya sekedar remaja yang pacarnya sedang meninggalkan dirinya, barang dagangan yang sedang menumpuk takut kalau terlalu lama di gudang 156 - Menguak Dunia Jin menjadi basi dan rusak, urusan hutang yang sedang sangat menghimpit. Bayangan takut menjadi miskin dan hina menghantuinya setiap saat. Bayangan itu sedikitpun tidak dapat terlepas dari alam pikirannya, membelenggu dengan ketat sehingga menjadi beban yang sangat berat yang harus dipikul oleh wilayah kesadaran. Dari kejadian tersebut sempat menorehkan guratan pada wajah dan menarik garis-garis wajah sehingga sinar wajahnya tampak menjadi suram dan kelam. Keadaan seperti initanpa dukungan rasa spiritual yang kuat (Iman kepada Allah Taala serta musyahadah kepada-Nya, buah dzikir yang didawamkan) manusia menjadi sangat rentan dikuasai makhluk jin melalui wilayah rasioanalnya. Kalau tidak, malah menjadikan sebab stres dan stroke sehingga berakibat merusak jaringan otak. Kalau sekedar hanya dirasuki makhluk jin, walau kemudian jin itu harus dikeluarkan lagi dengan tidak gampang. Hal itu masih lebih baik daripada stroke. Sebabnya, orang kesurupan jin jarang berakibat kepada anggota tubuh menjadi cacat seumur hidup sebagaimana yang terjadi pada akibat penyakit stroke. RUQYAH dampak dan bahayanya - 157 Namun demikian kerasukan jin dengan sebab yang kedua ini lebih berbahaya dari pada kerasukan jin dari sebab yang pertama. Sebab yang pertama, apabila jin yang merasuki tubuh manusia itu berhasil dikeluarkan dan kemudian lubang yang ditembus oleh jin itu ditutup kembali dengan benteng-benteng yang dibangun dari rahasia doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah Rabbul Alamin (ruqyah), jin yang sudah berada diluar itu jarang dapat masuk lagi. Tidak seperti sebab yang kedua, walau badan itu sudah dibentengi dengan apapun supaya jin yang sudah dikeluarkan itu tidak masuk lagi, ketika manusia dengan alam pikirnya kembali kepada keadaan semula, seperti sebelum dia dimasuki jin, maka kemungkinan jin masuk kembali sangat kuat. Orang yang kemasukan jin dengan sebab yang kedua ini menjadi punya langganan tetap untuk dimasuki jin. Jika pikirannya naik jin langganannya pasti datang lagi. Akhirnya menjadikan eksistensi manusianya menjadi rusak dan mati. Dia telah menjadi orang yang tidak sehat dan cacat ruhani seumur hidup atau boleh dikatan gila. Gambaran yang dahulu tentang eksistensinya telah berubah total sehingga hidupnya menjadi berubah total. Artinya yang 158 - Menguak Dunia Jin dahulu terhormat sekarang menjadi terhina kerana penyakit gilanya yang sering kambuh. Kalau hal ini dihubungkan dengan pelaksanaan ruqyah maka ancaman inilah yang paling dekat bagi orang yang sering diruqyah. Hal tersebut dikeranakan pendekatan manusia kepada dimensi jin saat diruqyah itu melalui permainan rasional, maka ketika jin telah menguasai manusia jin langsung menguasai wilayah rasional manusia. Anda percaya silahkan tidak silahkan. Anda percaya atau tidak sedikitpun tidak menambah apa-apa bagi penulis, baik keuntungan maupun kerugian. Penulis hanya wajib menyampaikan ilmunya selanjutnya terserah Anda. Memang manusia sering sulit menerima peringatan sebelum apa yang dilakukan itu berakibat yang fatal kepada dirinya sendiri. Oleh kerana itu peringatan itu hanya bermanfaat kepada orang-orang yang beriman atau percaya kepada peringatan itu. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Dan tetaplah memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu bermanfa`at bagi orang-orang yang beriman(QS.Adzaaa-Dzariyaat:51/55). RUQYAH dampak dan bahayanya - 159 Kebanyakan manusia hanya mengikuti persangkaan dan dorongan hawa nafsu belaka. Padahal Allah telah menurunkan al-Quran sebagai peringatan. Apakah manusia akan mendapatkan apa-apa dari yang diangan-angankannya? Demikianlah kurang lebih maksud dari firman Allah dibawah ini: Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka. - Atau apakah manusia akan mendapat segala yang diangan-angankan ?(QS.An-Najm:53/23-24) Persangkaan-persangkaan itu (menurut istilah jawa) harus digurukan terlebih dahulu sebelum dipraktekkan dengan amal perbuatan, terlebih ketika perbuatan itu dipublikasikan secara besar-besaran. Hal itu supaya persangkaan tanpa dasar itu tidak menyesatkan jalan hidup banyak orang serta tidak menjadikan kekecewaan dan penyesalan di kemudian hari. Hanya Allah yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. 160 - Menguak Dunia Jin SEBAB KETIGA : Kerana Kondisi Manusia Lemah, Baik Lahir Maupun Batin, Akibat Terlalu Sering Diperdaya Makhluk Jin, Selanjutnya Manusia Dimasuki Jin Qorinnya Sendiri Makhluk jin itu ada yang namanya Qorin (Jin Qorin). Yaitu jin yang diikutkan Allah pada manusia sejak manusia dilahirkan oleh ibunya. Jin Qorin itu ikut manusia bahkan sejak indung telur di dalam rahim seorang ibu pertama kali dibuahi oleh sperma seorang bapak, kemudian menjadi janin dan dilahirkan oleh ibunya di dunia. Sejak itu sampai dengan saat ajal kematian manusia datang, jin Qorin mengikuti tahapan demi tahapan perjalanan hidup manusia sepanjang hidupnya. Dia sebagai teman yang selalu menyertai dimanapun manusia itu berada. Jika jin Qorin itu kafir sehingga jin itu termasuk di dalam golongan setan jin, maka di dalam hidupnya manusia mendapatkan sejelek-jelek Qorin (teman). Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 161 Barang siapa yang temannya adalah syaithan maka itu adalah sejahat-jahatnya teman(QS.An-Nisa:4/38) Dengan pertolongan Allah kepada hamba-hamba yang dikehendaki, jin Qorin yang asalnya kafir itu boleh masuk Islam. Selanjutnya jin Qorin itu menjadi teman baiknya. Rasulullah mengisyaratkan yang demikian dengan sabdanya: . .: .. Tidaklah dari salah satu diantara kalian kecuali sesungguhnya Allah telah mewakilkan temannya dari jin, mereka bertanya: Apakah engkau juga ya Rasulullah?, Rasul menjawab: Dan juga kepadaku, hanya saja sesungguhnya Allah telah menolongku mengalahkannya, maka ia masuk Islam, maka ia tidak memerintah kepadaku kecuali dengan kebaikan. (HR Muslim) Qorin menurut bahasa artinya teman. Berarti jin Qorin adalah jin teman manusia yang diikutinya. Artinya; fungsi keberadaan jin Qorin bagi manusia yang diikuti adalah sebagai teman, atau sebagai penyeimbang kehidupan manusia 162 - Menguak Dunia Jin dari aspek yang positif. Hal itu, kerana jin Qorin juga bertugas menjaga manusia dari gangguan jin, tetapi oleh kerana ia datang dari dimensi jin, dalam keadaan tertentu keberadaan jin Qorin itu dapat mengakibatkan dampak yang negatif bagi manusia yang dijaganya. Konkritnya: ketika manusia yang dijaga itu terlalu sering dimasuki makhluk jin selain dirinya, bahkan jin yang masuk itu tidak satu jin tapi beberapa jin dengan bergantian. Supaya manusia yang menjadi tanggungannya itu tidak dimasuki lagi oleh jin yang lain, maka jin Qorin itu masuk ke dalam wilayah kesadaran manusia tersebut. Akibatnya, jin Qorin itu tidak dapat keluar lagi dari ruang wilayah kesadaran manusia yang dimasuki itu. Hal tersebut tidak banyak dimengerti oleh manusia yang berada di sekeliling manusia yang sedang dimasuki jin Qorin itu. Mereka tidak mengetahui bahwa yang sedang menguasai kesadaran manusia itu adalah jin Qorinnya sendiri yang sebenarnya sedang melindungi manusia tersebut dari gangguan jin lain. Akibatnya, terjadilah salah penanganan. Oleh kerana ditangani dengan cara yang salah maka terjadilah salah faham antara manusia yang menolong manusia dangan jin Qorin yang juga RUQYAH dampak dan bahayanya - 163 dalam rangka menolong manusia tersebut. Keadaan seperti inilah yang sering terjadi di lapangan sehingga akhirnya menyebabkan kematian dari orang yang sedang dirasuki jin Qorin ini. Seandainya cara penanganan tersebut dengan cara saling pengertian yang mendalam terhadap rahasia kejadian ini. Orang yang menanggulangi temannya yang sedang kerasukan jin Qorin itu mampu menangani dengan keahlian dan pengalaman yang penuh. Seorang ahli tersebut mampu mengenali dan membaca tanda-tanda keberadaan jin Qorin, maka resiko kematian itu dapat dihindari. Seperti yang disampaikan di awal pembicaraan, bahwa jin Qorin adalah jenis jin yang menjadi teman manusia. Fungsi keberadaannya di dalam kehidupan manusia juga menjaga manusia dari gangguan jin, maka walaupun jin itu tidak dapat dikeluarkan lagi dari jasad manusia, keberadaan jin Qorin yang sedang merasuki manusia itu sesungguhnya tidak membahayakan bagi kehidupan manusia yang dirasukinya, bahkan selalu dapat membantu asal manusianya memahami dengan benar. 164 - Menguak Dunia Jin Yang dibutuhkan dalam penanganan kejadian seperti ini adalah pengenalan dan kesabaran yang prima, baik dari yang menangani maupun dari keluarga si pasien. Seorang ahli harus mampu melakukan pendekatan secara kejiwaan dengan didukung pemahaman tentang kejiwaan jin yang mendalam. Walaupun jin Qorin tidak dapat dikeluarkan lagi dari tubuh manusia, manusia itu tetap dapat menjalani kehidupannya dengan normal, bahkan akan mendapatkan kelebihan-kelebihan hidup yang tidak mudah didapatkan bagi orang biasa. Disamping hikmah kejadian tersebut harus mampu dibaca, juga pahala dan keutamaan yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang mau bersabar. Apapun yang terjadi kepada orang-orang yang beriman, sesungguhnya itu adalah untuk kebaikan bagi orang-orang yang beriman itu sendiri. Hanya saja untuk mencapai predikat sabar ini, orang beriman harus menyelesaikan ujian-ujian dan melewati tahapan-tahapan kehidupan yang harus dijalani sebagai proses untuk mencapai kesempurnaan imannya. Ketika pertama kali jin Qorin itu masuk ke tubuh manusia, sebenarnya saat itu juga sudah dapat dibaca tanda-tandanya dengan jelas, diantaranya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 165 1. Keadaan orang yang baru dimasuki jin Qorin itu menjadi seperti anak kecil lagi bahkan seperti bayi. Mereka membuang kotoran dan kencing di tempat, tidak boleh makan sendiri, tidak boleh memakai pakaian sendiri. Jika jin Qorin itu sudah jinak, dia minta dimandikan, kalau belum ya tidak mau mandi. Hal tersebut boleh terjadi manakala antara yang menangani orang sedang kesurupan dengan jin Qorin yang nyurupi itu sudah saling kenal. Artinya jin Qorin itu sudah percaya kepada orang yang menangani tersebut, bahwa orang tersebut tidak membahayakan bagi manusia yang dijaganya. Tidak menyebabkan penderitaan bagi manusia yang dijaganya. Bila tidak demikian, maka saat itu juga yang terjadi adalah permusuhan antara jin Qorin tersebut dengan orang yang berusaha membebaskan temannya itu. Hal itu kerana pada umumnya jin tidak mudah percaya kepada manusia. Terlebih bila manusia yang menolong itu kurang dapat menjaga keikhlasan hatinya, bahkan tidak niat menolong tapi bekerja untuk mendapatkan bayaran. Terlebih lagi kepada orang-orang yang memanfaatkan keawaman manusia untuk berbuat kebohongan. 166 - Menguak Dunia Jin Jin Qorin lebih peka membaca niat-niat tersebut bahkan melebihi orang itu sendiri. Olehkerananya keikhlasan hati di dalam menangani kasus-kasus orang kesurupan jin, terutama yang berkaitan dengan jin Qorin adalah hal yang sangat menentukan. Apabila dengan ilmu dan kekuatannya, manusia memaksa jin Qorin untuk keluar dari jasad tersebut, jin itu akan keluar juga, tetapi keluar bersama-sama kehidupannya. Berarti jasad yang ditinggalkan jin Qorin itu harus segera dikebumikan kerana sudah ditinggalkan oleh kehidupannya. Sedangkan kehidupan manusia yang menghidupi jasad itu entah berada di alam yang mana, yang penting dia belum masuk alam barzah. Konon menunggu sampai jasadnya hancur menjadi tanah lagi. 2. Ketika jin Qorin sudah memasuki jasad manusia, maka dua kehidupan itu menjadi satu. Masing-masing kehidupan itu dapat menjalani kehidupannya dengan tidak kurang suatu apapun asal keamanan bagi kedua pihak benar-benar terjamin. Tinggal kehidupan yang mana yang lebih dominan. Ketika dominan yang dimensi jin maka karakter yang tampak dari kehidupan itu adalah karakter jin. Pada saat yang dominan dimensi manusia maka RUQYAH dampak dan bahayanya - 167 karakter yang muncul dari kehidupan itu adalah karakter manusia. Jika si Qorin sudah merasa aman bahwa manusia yang dijaganya akan aman dan selamat, maka jin Qorin itu lebih senang menyembunyikan diri ketika manusia yang dijaga itu sedang bergaul dengan manusia yang lain, sehingga yang tampak dalam kehidupan itu utuh karakter manusia. Namun ketika manusia itu sedang bertemu dengan orang yang telah dikenal oleh jin Qorinnya, maka jin Qorin itu suka menampakkan dirinya melalui karakter pembawaan aslinya sehingga ia dapat berbincang-bincang secara bebas dan akrab sebagai jin Qorin dengan manusia yang dikenal itu. Layaknya sebagai manusia biasa padahal sesungguhnya ia adalah seorang jin yang sedang terkurung di dalam wilayah jasad manusia. Bagi orang yang memahami, keadaan seperti ini sesungguhnya sangat asyik dan menyenangkan. Kerana antara dua makhluk yang berbeda dimensi itu dapat saling bertukar ilmu dan pengalaman. Hal itu akan dapat menambah luasnya ilmu pengetahuan dan wawasan bagi manusia, asal di pihak manusia tetap waspada 168 - Menguak Dunia Jin bahwa siapapun dia, sesuai dengan tabiatnya, seorang jin tetap suka berbuat kebohongan. Disaat jin Qorin sudah terkurung rapat di wilayah dimensi jasad manusia, jin Qorin itu tidak dapat lagi berkomunikasi dengan teman-temannya sesama jin, kecuali menggunakan media yang tersedia di alam dimensi manusia. Komunikasi itu dilakukan dengan suara burung, kadang dengan suara belalang dan kadang juga dengan suara cicak. Demikianlah keadaan dua kehidupan berbeda dimensi yang terlanjur menjadi satu itu. Keduanya terpaksa harus menjalani perjalanan kehidupan sesuai sunnah yang sudah ditetapkan baginya sepanjang sisa usia manusia yang menjadi wadakrumah tempat tinggal yang ditempatidari kehidupan mereka berdua. Ketika ajal kematian manusia itu tiba, sesuai fungsinya, jin Qorin itu diikutkan lagi kepada manusia yang lainnya. Dalam hal ini kadang-kadang diikutkan kepada salah satu anak dari manusia yang pernah menjadi momongan-nya dahulu. Makanya, jin Qorin ini kenal betul kepada silsilah manusia tersebut, bahkan sampai dengan kakek neneknya tujuh turunan. Oleh kerananya kadang-kadang jin Qorin yang merasuki manusia ini suka mengaku sebagai RUQYAH dampak dan bahayanya - 169 kakeknya yang terdahulu yang dengan istilah jawa titisan mbahnya. Atau bahkan mengaku ruh Wali yang dihormati oleh masyarakan setempat. Dengan kebohongan seperti itu, seorang jin dapat menyesatkan manusia. Dia memalingkan keimanan dan aqidah manusia walau jin itu sudah beragama Islam. Hal itu kerana secara qudroti jin memang tercipta sebagai musuh manusia. Jangankan jin dengan manusia, bahkan sesama ulama saja ada yang saling bermusuhan dan saling menjatuhkan, Rasulullah telah menegaskan hal tersebut dengan sabdanya: : Hadits Aisyah berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, sesungguhnya beberapa orang dukun pernah menceritakan sesuatu kepada kami dan kami rasa apa yang mereka ceritakan itu benar. Rasulullah bersabda: Kalimat yang benar itu memang sengaja diambil dengan cepat oleh jin lalu dilemparkan ke telinga walinya, tetapi di dalamnya sudah ditambahkan dengan seratus kedustaan * 170 - Menguak Dunia Jin Riwayat Bukhori di dalam Kitab Permulaan Kejadian hadits nomor 2971. Etika hadits nomor 5745. Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4134. Oleh sebab itu, manusia jangan coba-coba sengaja mendekat dan memasuki habitat mereka. Apalagi bagi yang kurang memahami dan mengenali urusan jin serta dimensinya. Ingat bahwa jin melihat manusia sedang manusia tidak dapat melihat jin. Di habitatnya jin menjadi lebih perkasa. Bahwasanya orang yang paling rentan terbakar api adalah orang yang paling dekat dengan api. Apalagi api yang dapat ditimbulkan akibat pelaksanaan ruqyah tersebut. Ruqyah bukanlah alat untuk mendeteksi apakah di dalam tubuh manusia ada jin atau tidak. Ruqyah bukan alat untuk memasukkan jin ke dalam tubuh manusia, bukan alat sihir supaya orang yang sadar menjadi tidak sadar, bukan orang yang asalnya sehat menjadi muntah-muntah dan kencing di mesjid. Ruqyah adalah sarana untuk membantu penyembuhan bagi orang yang sedang sakit, baik akibat gangguan jin maupun sakit yang lainnya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 171 172 - Menguak Dunia Jin Penyakit yang Ditimbulkan Akibat Gangguan Jin PENYAKIT PADA TUBUH MANUSIA (FISIK) Dampak yang boleh terjadi akibat orang kesurupun jin pasca diruqyah. Sebelum jin yang menyurupi jasad manusia itu keluar, seringkali jin tersebut keluar dengan meninggalkan benda jin di dalam jasad manusia yang disurupinya. Benda jin itulah yang akhirnya menjadi penyebab penyakit dimensi jin. Apabila penyakit tersebut terkena kepada seorang bayi, seperti yang sudah dipaparkan pada bab terdahulu tentang keadaan seorang ibu yang sedang menyusui bayinya. Penyakit tersebut istilah jawa disebut Sawanan atau penyakit sawan. Penyakit jenis ini boleh menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa RUQYAH dampak dan bahayanya - 173 Penyebab penyakit ini bentuk wujudnya adalah angin yang datang dari dimensi jin. Angin jin itu kemudian menempel di salah satu organ tubuh manusia. Ibarat tanah liat ketika dibakar dengan panas yang tinggi akhirnya menjadi menjadi batu bata, maka seperti itu pula ketika makhluk jin yang asal kejadiannya api itu menempel di dalam tubuh manusia yang asal kejadiannya dari tanah. Anggota tubuh yang ditempeli itu kemudian berreaksi. Tanda-tandanya, ketika penderita itu diperiksakan secara medis, ternyata dokter tidak dapat menemukan tanda-tanda penyakitnya. Kemudian dokter tersebut berkata: Sesungguh-nya orang ini tidaklah sakit. Padahal tampak jelas bahwa penderita itu merasakan sakit. Hal itu bukan berarti dokter tidak mampu melaksanakan diagnosa dengan tepat, tetapi wilayah penyakit itu memang bukan wilayah ilmu kedokteran secara lahir. Ketika orang yang terkena penyakit angin jin itu orang dewasa dan dibawa ke dukun, kebanyakan dukun menjawab terkena guna-guna atau santet. Bahayanya lagi, apabila yang dituduh berbuat santet pun kerapkali disebutkan dengan jelas, orang dekatnya sendiri atau bahkan keponakannya sendiri misalnya. Hal tersebut 174 - Menguak Dunia Jin banyak terjadi di masyarakat. Akibatnya, usaha pengobatan melalui dukun itu kerapkali tidak menjadikan yang sakit sembuh, tapi justru menyebabkan timbulnya fitnah berkepanjangan yang berbuntut permusuhan yang tiada henti. Fitnah-fitnah seperti itu telah banyak menelan korban. Ketika emosi massa telah terbakar oleh berbagai kepentingan, maka orang-orang yang tidak bersalah dan tidak mengerti apa-apa menjadi sasaran amuk massa dan dibantai beramai-ramai. Itulah bagian dari bentuk kebohongan yang sering dilontarkan setan jin melalui wali-walinya, melalui tentara-tentara setan yang berwujud manusia. Ironisnya manusia-manusia sekarang pada umumnya justru senang dengan kebohongan itu. Kalau dibohongi malah menjadi semakin mantab dan bangga. Buktinya walau sudah berkali-kali dibohongi oleh para dukun dan paranormal itu, mereka tetap saja senang datang ke dukun-dukun itu. Sehingga semakin hari dunia perdukunan di bumi nusantara ini semakin ramai, layaknya seperti dunia usaha yang professional, bahkan mereka telah mempunyai sarana informasi tersendiri baik dengan media cetak maupun elektronik. Mereka terang-terangan dan tanpa RUQYAH dampak dan bahayanya - 175 sungkan-sungkan mengatakan bahwa dirinya paranormal atau dukun sakti. Mereka tidak sungkan-sungkan memasang papan nama Paranormal di depan rumahnya. Mereka tidak ingat lagi bahwa perdukunan adalah identik dengan kemusyrikkan dan dukun-dukun adalah identik dengan tentara setan. Demikian pula para langganan dukun dan paranormal tersebut. Sama saja setali tiga uang. Mereka dengan bangga menunjukkan kepada teman-temannya bahwa disanalah tempat dukun yang sakti dan ampuh itu. Dukun yang berhasil membuat dirinya cerai dengan suaminya. Dukun yang berhasil membuat saingannya menjadi kere dan tidak berdaya. Demikianlah manusia, kalau tidak demikian berarti bukan manusia. Oleh kerana sebagian besar mereka senang yang sifatnya instan maka yang instan itu telah berbuat kebohongan dan kehancuran bagi diri mereka. Penyakit yang demikian itu (yang penyebabnya angin dari dimensi alam jin) memang ada dan kadang-kadang akibat ulah manusia dengan memanfaatkan fasilitas yang ada pada dimensi jin. Manusia bekerja sama dengan makhluk jin, yaitu yang dinamakan santet atau sihir. Sejak dahulu sihir itu memang ada dan bahkan Rasulullah pernah terkena sihir yang 176 - Menguak Dunia Jin dilakukuan oleh orang Yahudi. Sebagaimana yang telah dikabarkan oleh sebuah hadits Rasulullah . Diriwayatkan dari Aisyah berkata: Rasulullah pernah disihir oleh orang Yahudi dari Bani Zuraiq yang bernama Labid bin al-A'sham sehingga Rasulullah merasakan seolah-olah berbuat sesuatu yang bukan perbuatannya. Pada suatu hari atau pada suatu malam Rasulullah berdoa dan terus berdoa, kemudian beliau bersabda: Wahai Aisyah, apakah engkau merasa bahwa Allah telah memberiku pertunjuk mengenai apa yang aku mohonkan kepada-Nya? Dua Malaikat telah datang kepadaku. Salah satunya duduk di samping kepalaku dan yang satu lagi duduk dekat kakiku. Malaikat yang berada di samping kepalaku berkata kepada Malaikat yang berada dekat kakiku atau sebaliknya: ": , RUQYAH dampak dan bahayanya - 177 : " Yang artinya: Apa sakit orang ini ? Yang ditanya menjawab: Tersihir. Seorang lagi bertanya: Siapakah yang menyihirnya ? Yang satu lagi menjawab: Labid bin al-A'sham Salah seorang bertanya: Di manakah sihir itu ditempatkan ? Yang satu lagi menjawab: Pada sisir dan rambut yang jatuh pada sisir serta simpul yang dibuat dari akar kurma jantan. Salah satunya bertanya : Di manakah benda itu diletakkan ? Yang satu lagi menjawab : Di dalam telaga Zu Arwan. Aisyah meneruskan : Lalu Rasulullah pergi ke telaga tersebut bersama-sama para Sahabat beliau. Kemudian baginda bersabda: Wahai Aisyah demi Allah, seakan-akan air telaga itu berwarna orange (berwarna kuning kemerah-merahan), kemudian akar-akar kurma yang ada di situ bagaikan kepala-kepala setan. Aku (Aisyah) bertanya: Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak membakar saja benda itu? Rasulullah menjawab: Tidak, mengenai diriku, Allah telah berjanji akan menyembuh-kanku dan aku tidak suka membuat orang banyak menjadi resah, oleh kerananya aku menyuruh menanamnya. 178 - Menguak Dunia Jin Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pengobatan hadits nomor 5324. Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4059. Riwayat Ibnu Majah di dalam Kitab Pengobatan hadits nomor 3535. Yang penting bukan santet dan sihir serta sumber penyebabnya, kerana ia memang sudah ada dan telah ditetapkan menjadi bagian dari kehidupan yang harus dihadapi manusia. Yang penting itu bagaimana cara mensikapi dan menanggulangi hal tersebut dengan benar. Untuk itu kita harus mengenalinya supaya kemudian kita mampu menghadapi dan menanggulangi penyakit yang diakibatkan oleh santet dan sihir itu. Di dalam bab keenam insya Allah akan penulis bahas lagi sesuai ilmu dan kemampuan yang ada. Jenis penyakit pada tubuh manusia akibat gangguan jin yang lainnya ada yang disebut dengan penyakit Ain (atau penyakit yang diakibatkan pandangan mata orang jahat dan hasud). Rasulullah mengabarkan di dalam haditsnya: : * RUQYAH dampak dan bahayanya - 179 Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda: Penyakit Ain; Penyakit akibat pandangan mata adalah benar . HR Bukhori Dan Muslim. : * Diriwayatkan dari Aisyah katanya: Rasulullah pernah menyuruhnya supaya membaca jampi (ruqyah) untuk mengelak dari penyakit Ain . HR Bukhori dan Muslim. Penyakit Ain adalah jenis penyakit dimensi jin yang timbul akibat sorot pandangan mata orang yang hasud dan benci kepada orang lain. Dengan media sorot mata kebencian itu jin menyusupkan tehnologinya kepada orang yang dipandang, sehingga orang tersebut menjadi sakit. Penyakit ini juga penyakit yang berbentuk angin dimensi jin yang dikirimkan jin ke dalam tubuh manusia. Jika angin jin itu sudah masuk ke dalam tubuh sasarannya. Orang yang terkena itu merasakan seperti orang yang terkena santet atau sihir. Mereka merasa sakit yang sangat di seluruh tubuh yang tidak tentu arahnya yang kadang-180 - Menguak Dunia Jin kadang tempat sumber sakit itu boleh berpindah-pindah. Ketika penyakit tersebut diperiksakan secara medis, dokter tidak menemukan tanda-tanda penyakitnya. Khusus bagi kaum hawa, biasanya pusat rasa sakitnya ada di rahim dan payudara. Selanjutnya melalui tentara-tentaranya yang berwujud manusia, yaitu para dukun dan para tukang ramal, setan jin mengembangkan fitnah kepada manusia. Penyakit tersebut dikira hasil usaha santet atau sihir orang yang hasud kepadanya. Penyakit ini menjadi sangat berbahaya dalam beberapa hal. Pertama, kualitas penyakit itu akan mengikuti kualitas kejahatan orang yang memandangnya. Dua, sangat rentan menimbul-kan fitnah, kerana penyakit itu sangat berkaitan erat dengan urusan orang yang melemparkan pandangan kepadanya. Konkritnya, ketika orang yang menangani pasien tersebut melihat dengan kekuatan hayalnya, maka yang tampak dalam hayal itu adalah bayangan orang yang melempar pandang kepada si pasien tersebut. Dalam keadaan seperti itu, seorang dukun dan paranormal cepat menyimpulkan bahwa yang menyantet si pasien itu adalah orang yang bayangannya tampak di dalam penglihatan RUQYAH dampak dan bahayanya - 181 hayalnya itu. Ini juga hasil tipudaya jin. Dengan tipudaya seperti itu, manakala dukun tersebut tidak mampu memegang amanat dengan kuat, maka terjadilah sumber fitnah diantara manusia. Jenis penyakit pada tubuh manusia akibat gangguan jin yang lainnya adalah yang disebut dengan Penyakit Ahmar atau Angin Ahmar (angin merah). Penyakit ahmar ini adalah dari jenispenyakit angin dimensi jinyang paling berbahaya. Hampir penderita yang penulis temui selalu berakhir dengan kematian bahkan hanya dalam waktu yang sangat relatif singkat, kurang dari dua pulah empat jam. Akibat yang paling ringan (yang pernah penulis temui) adalah mati separuh, atau separuh tubuhnya menjadi mati. Penyakit ini biasanya datang mendadak tanpa ada tanda-tanda dan sebab-sebab. Tahu-tahu penderita itu sakit yang teramat sangat pada sekujur tubuhnya, dan kadang-kadang disertai dengan muntah-muntah. Suatu saat (sekitar tahun 1999) pernah penulis dalam satu mobil dengan seorang teman di dalam perjalanan dari Ungaran menuju Banyubiru, Ambarawa. Berangkat dari Ungaran pukul 13.30 WIB. Di tengah perjalanan saat penulis membeli bensin di pom bensin jalan menuju Ambarawa dari Ungaran, teman penulis 182 - Menguak Dunia Jin itu mengeluh badannya sakit. Padahal ketika berangkat dari rumah dalam keadaan sehat wal afiat. Hari-hari sebelumnya, bahkan paginya juga tidak terlihat adanya tanda-tanda sakit. Ketika penulis melihatnya penulis menjadi sangat terkejut kerana penulis melihat ada tanda-tanda angin ahmar dalam sorot matanya. Tujuan perjalanan tersebut, penulis sedang ngantar teman ini untuk menjemput istrinya yang sedang menjenguk orang tua di Banyubiru. Sesampainya di alamat yang dituju, penulis semakin yakin bahwa dia sedang terkena penyakit angin ahmar, Demikian kerasnya derita itu sehingga saat itu juga teman ini minta kepada penulis untuk secepatnya diantarkan ke rumah sakit terdekat. Sebelum berangkat ke rumah sakit penulis mencoba menolongnya dengan semampu mungkin. Penulis berikan air dengan doa seboleh-bolehnya. Sejenak setelah dia minum air doa itu, dia langsung muntah-muntah dan selanjutnya sekujur tubuhnya mengeluarkan keringat dan alhamdulillah dia mendapat kesembuhan dari Allah Taala, bahkan dia sempat bilang kepada penulis: Alhamdulillah pak saya sudah sembuh betul, sekarang saya sudah sehat seperti semula kita tidak jadi ke rumah sakit. Akan tetapi masih sangat kuatir kerana penulis masih melihat tanda- RUQYAH dampak dan bahayanya - 183 tanda penyakit itu masih ada. Pengalaman penulis, orang yang terkena penyakit ahmar ini belum pernah ada yang selamat. Akhirnya kami bertiga cepat-cepat kembali pulang ke Ungaran. Sebelum berangkat pulang, teman ini masih sempat membelikan penulis ikan mujahir. Sampai di Ungaran pukul 16.30 WIB, (di rumah teman ini) langsung penulis pulang ke rumah, di wilayah Semarang kota tapi jaraknya berdekatan dengan Ungaran. Kira-kira jam setengah tujuh, saat penulis sedang makan ikan mujahir pemberian teman ini, ada seorang teman datang menyampaikan kabar bahwa teman tadi sudah meninggal dunia. Inna lillahi wainna ilaihi roojiun. Ini adalah pengalaman nyata yang saksi hidupnya masih banyak. Bahwa ada penyakit dimensi jin yang sangat ganas dan sangat berbahaya yang banyak tidak disadari dan dikenali oleh banyak orang. Kalau ada jenis penyakit yang demikian ganasnya, terus bagaimana cara pencegahannya agar kita sekeluarga terhindar dan dilindungi darinya.? Insya Allah pada bab keenam akan penulis paparkan semampu mungkin. Hanya Allah yang memberikan petunjuk kepada hamba-Nya pada jalan yang benar. 184 - Menguak Dunia Jin PENYAKIT PADA KESADARAN MANUSIA Sebenarnya masih ada lagi penyakit yang lebih berbahaya dari apa yang disampaikan di atas, yaitu ketika akibat gangguan makhluk jin tersebut berakibat merusak alam kesadaran manusia, merusak jaringan otak secara medis (fisik) sehingga fungsi otak menjadi tidak normal. Dengan penyakit itu manusia akan menjadi gila, menjadi kehilangan jati diri, kehilangan harga kehormatan, baik diri pribadi maupun keluarga dan bahkan garis keturunan. Di dunia menjadi manusia yang tidak berguna lagi yang akhirnya terbuang di pinggir jalan. Dia berjalan sepanjang jalan bukan sebagai manusia, hanya sebagai seonggok daging hidup yang tidak bertuan, sehingga sedikitpun tidak akan membawa kemanfaatan bagi kehidupan di sekelilingnya kecuali hanya sebagai pelajaran bagi hati yang mampu mengambil pelajaran. Ketika manusia sudah menjadi seperti itu, berarti dia menjadi makhluk yang paling hina melebihi makhluk yang manapun. RUQYAH dampak dan bahayanya - 185 Gangguan makhluk jin yang dapat berakibat seperti yang disebutkan di atas, kadang-kadang dimulai dengan terbitnya suara bisik-bisik di dalam hati. Bisikan itu kadang-kadang dengan melafatkan kalimat thoyyibah, dengan kalimat Lailaha Illallah umpamanya atau kalimat thoyyibah yang lainnya (sebagaimana yang telah disampaikan pada pembahasan terdahulu). Sebelum datangnya bisikan itu biasanya dengan diawali datangnya suara yang tidak tentu arahnyaseakan datang dari kejauhan kemudian mendekat dan semakin mendekatyang terdengar seakan-akan melalui arah pendengaran padahal bukan dari pendengaran. Suara itu kadang-kadang seperti suara lonceng berbunyi, seperti suara terompet dan suara yang lain-lainnya yang menusuk kepada wilayah kesadaran manusia, yang semakin lama semakin menusuk. Ketika keaadan manusia sudah menjadi antara sadar dan tidak sadar, akhirnya manusia itu ditarik oleh sesuatu ke dalam alam bawah sadar. Selanjutnya, kalimat dzikir itu mulai terbit dari dalam hati. Yang asalnya pelan semakin lama semakin keras yang akhirnya manusia tidak boleh lagi menguasai dirinya. Ketika kesadaran manusia itu sudah benar-benar dikuasai oleh bisikan suara dzikir itu, 186 - Menguak Dunia Jin selanjutnya bisikan itu keluar melalui suara manusia tersebut dengan terus menerus tanpa dapat diberhentikan kecuali berhenti sendiri. Kalau sudah seperti itu, manusia itu harus mendapatkan penjagaan yang kuat oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya, kalau tidak, boleh-boleh seisi rumah menjadi hancur kerana akan di rusak olehnya. Apabila seseorang sedang dikuasai suara-suara tersebut dalam keadaan sadar, artinya dia masih dapat merasakan apa yang terjadi serta sadar bahwa saat itu jiwanya sedang ada yang menguasai akan tetapi tidak dapat berbuat apa, berarti dia berada pada keadaan yang sangat membahayakan bagi jaringan otaknya. Apabila orang tersebut tidak cepat mendapatkan penanganan yang baik dan benar, kemungkinan kerusakan pada jaringan itu otak sangat kuat. Hal tersebut, kerana yang terjadi setelah itu, orang tersebut akan mengalami kebingungan dan keraguan yang menghantui setiap gerak dan kemauannya secara terus-menerus. Selanjutnya kebingungan itu sedikit demi sedikit akan merusak jaringan otak orang tersebut yang dapat menyebabkannya menjadi gila. Keadaan itu bukan sekedar seperti orang tidak sadar akibat dikuasai makhluk jin seperti gejala RUQYAH dampak dan bahayanya - 187 awal yang menimpa dirinya, melainkan sudah benar-benar menjadi orang gila. Apabila orang yang sedang dikuasai suara tersebut dalam kondisi tidak sadar. Dia tidak merasakan apa yang sedang terjadi tersebut, maka dia bagaikan orang tidur saja. Kejadian yang sedang menimpa itu tidak terrekam di dalam memori otaknya sehingga tidak menjadikan sebab timbulnya kebingungan dan keraguan yang berkepanjangan. Tidak menjadikannya trauma yang dapat menimbulkan sumber penyakit lanjutan yang dapat merusak jaringan otaknya. Adakalanya bisikan-bisikan itu menjadikan sebab terbitnya rasa takut yang berlebih-lebihan pada manusia sehingga manusia itu menjadi tidak berani berbuat apa-apa. Serba ragu dan serba khawatir, terlebih ketika berdiri di hadapan orang banyak. Meski orang banyak itu bawahan yang biasa dipimpin di kantornya. Akibatnya, lama-lama hidupnya menjadi terkucil dan terasing di tengah masyarakat. Dalam keadaan biasa, di saat berkumpul dengan keluarganya di rumahnya, dia seperti orang yang tidak sakit, tidak terlihat ada tanda-tanda penyakit pada dirinya. Namun lain halnya 188 - Menguak Dunia Jin ketika sedang menghadapi orang lain, langsung sekujur tubuhnya menjadi gemetaran tanpa sebab dan alasan yang logis. Keringat dingin keluar sampai membasahi baju dan pakaian. Akibatnya, lama-lama kepercayaan dirinya menjadi hilang. Padahal dahulunya tidak apa-apa, bahkan justru biasa memimpin orang banyak. Keadaan seperti ini kalau tidak segera mendapatkan pengobatan dengan benar dan tepat, lambat-laun akan dapat mengakibatkannya menjadi gila. Menghadapi penderita penyakit seperti ini tergolong susah. Sebabnya penderita itu kerapkali sulit untuk diajak berobat dengan dua alasan: Pertama, dia tidak merasa punya penyakit. Kedua memang dia tidak berani mengahadapi kenyataan hidupnya. Takut aib itu diketahui orang. Penyakit seperti ini memang gejalanya seperti penyakit orang sakit jiwa secara medis. Namun penyebabnya kadang-kadang datang dari fenomena non medis atau dari dimensi jin. Oleh sebab itu, cara pengobatannya seyogyanya tidaklah hanya secara medis saja melainkan juga secara spiritual kepada yang ahlinya. Kerana kalau sampai terlambat diobati, gejala-gejala itu akan benar-benar merusak jaringan otaknya orang tersebut. RUQYAH dampak dan bahayanya - 189 Contoh-contoh kejadian yang disampaikan di atas hanyalah sebagian kecil dari kejadian-kejadian yang ada di tengah masyakarakat. Masih sangat banyak jenis contoh kejadian lain yang tidak mungkin dapat tertulis semuanya di dalam buku kecil ini. Wal hasil, akibat gangguan makhluk jin itu dapat menyebabkan seorang manusia benar-benar menjadi gila. Pelaksanaan ruqyah terhadap orang yang sadar menjadi tidak sadar, menjerit-jerit dengan keras kemudian muntah-muntah dan kencing di tempat. Orang diruqyah dengan cara seperti itu boleh berakibat gila. Sebab penguasaan setan jin atas diri orang yang sedang tidak sadar itu, pusatnya tepat di wilayah kesadaran mereka. 190 - Menguak Dunia Jin PENYAKIT DI DALAM HATI MANUSIA Sesungguhnya kehancuran yang hakiki bagi manusia adalah kehancuran di akhirat. Kehancuran itu terjadi ketika manusia tidak berhasil menyelamatkan diri dari proses ujian hidup di dunia, sehingga mereka harus menerima akibatnya dengan siksa di neraka jahannam untuk selama-lamanya. Itulah tujuan akhir dan yang paling utama setan jin melancarkan tipudaya kepada manusia di dunia. Tujuan itu bukan sekedar supaya jasad manusia menjadi sakit atau cacat bahkan menjadi gila, tetapi itu adalah sasaran awal supaya seluruh manusia target sasaran mereka akhirnya dapat berkumpul bersama mereka di neraka untuk selamanya. Oleh sebab itu, ancaman yang paling berbahaya bagi manusia yang jauh lebih berbahaya dari sekedar sakit pada jasad dan kesadarannya adalah sakit hatinya. Dengan sakit hati itu supaya aqidah orang-orang yang beriman menjadi rusak, menjadi syirik dan kafir. Untuk tujuan itulah, segala tipudaya yang direncanakan secara cermat serta strategi yang jitu, setan jin RUQYAH dampak dan bahayanya - 191 berusaha memasukkan penyakit-penyakit ruhani (hati). Diantaranya, membangkitkan pengakuan hawa nafsu, riya, ujub, sombong, membudaya-kan pengkhiyanatan dan kemunafikan, menyebarkan fitnah-fitnah untuk mengadu domba antara sesama saudara. Akhirnya terjadilah perpecahan dan permusuhan dimana-mana, supaya ukhuwah islamiyah menjadi terkoyak dan hancur. Untuk tujuan tersebut, jin tidak mempengaruhi orang yang sedang beribadah supaya meninggalkan ibadahnya, tetapi dengan ibadah itu bagaimana umat manusia menjadi terpecah belah dan ukhuwah menjadi porak poranda. Umat dijadikan saling bermusuhan, saling sombong, saling bangga-banggaan. Mereka menjadi saling menjatuhkan, menjadi saling berbuat kemunafikan. Fenomena yang ada telah membuktikan, bahwa sejak dahulu sampai sekarang, di sana-sini antar umat islam, saling mengkafirkan dan mensyirikkan antar sesama saudara seiman, saling menghujat dan saling membidahkan. Mereka masing-masing merasa paling benar sendiri. Sebagian mereka hanya pandai melihat kesalahan temannya daripada meneliti dan menjaga kesalahannya sendiri. Mereka hanya 192 - Menguak Dunia Jin berusaha saling menghancurkan sesama golongan, menyuarakan nahi mungkar untuk orang lain tapi meninggalkan amar maruf untuk diri sendiri. Mereka menyerukan jihad padahal untuk memerangi saudaranya seiman. Mereka sama-sama membaca takbir dalam komando-komando perang yang dikumandang-kan padahal perang itu terjadi sesama orang beriman. Bahkan hanya sekedar berebut pengaruh di masyarakat dan ingin menjadi imam di masjid maupun musholla yang ada di kampung serta di komunitas jamaahnya, orang yang mengaku beriman itu kadangkala mampu membunuh eksistensi saudaranya sendiri dengan tusukan panah fitnah beracun yang disebarkan setiap saat pagi dan petang. Jika yang sakit adalah jasad dan kesadaran, boleh jadi sakit itu malah menyelamatkan iman. Hal tersebut apabila dengan sakit itu malah membangkitkan kesadaran untuk berbuat berbuat benah-benah dan taubat dengan taubatan nasuha. Sakit itu menjadikan pelajaran, baik untuk dirinya maupun umat sepanjang zaman. Dapat menumbuhkan keyakinan di dalam hati. Ketika saat ajalnya tiba, mereka mendapatkan taufik sehingga ingat kepada Allah , kemudian berkat rahmat-Nya yang Agung serta iman yang masih RUQYAH dampak dan bahayanya - 193 tersisa, amal ibadah selama masih sehat diterima di sisi-Nya dan seluruh dosa-dosa yang sudah diperbuat diampuni-Nya. Dengan demikian itu, boleh jadi sakit pada jasad dan pada kesadaran itu hakikatnya adalah rahmat yang didatangkan bagi hamba yang dicintai-Nya, supaya dengan rahmat itu seorang hamba terhindar dari kehancuran yang hakiki di akhirat dan mendapatkan surga serta kebahagia-an dengan ridho-Nya untuk selama-lamanya. Tujuan utama tipudaya setan jin itu adalah supaya orang beriman lupa kepada Tuhannya. Selanjutnya mereka dijadikan tentara-tentara yang setiap saat dapat membantu perjuangannya untuk mengalahkan musuh-musuh utamanya. Sungguh benar Allah dengan firman-Nya: Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi(QS.Al-Mujadilah:58/19) Mulanya, tipudaya setan jin itu supaya dapat menguasai manusia melalui kesadarannya. 194 - Menguak Dunia Jin Selanjutnya agar manusia lalai dari melakukan dzikir kepada Allah . Oleh sebab itu manakala hasil yang dilakukan manusia, baik dengan ibadah maupun perjuangan bukan untuk membangun ukhuwah islamiyah, tetapi malah menghancurkannya, itulah pertanda bahwa perbuatan tersebut telah terkontaminasi kepentingan setan jin. Kalau demikian adanya, boleh jadi tentara-tentara setan telah menyusup di tengah-tengah kehidupan agama kita. Adakah yang lebih benar selain firman Allah .?: padahal Allah telah memberikan peringatan kepada umat manusia dengan firman-Nya..?. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu(QS.Al-Maidah:5/91) Kalau akibat perbuatan maksiat, seperti minum khamar dan berjudi kemudian manusia menjadi berpecah belah, mungkin hal itu boleh dikatakan wajar. Justru fenomena sekarang berbicara lain. Dengan atribut agama dan RUQYAH dampak dan bahayanya - 195 golongan, sesama tokoh masyarakat malah saling mengkafirkan dan mensyirikkan. Mengapa masing-masing hati kadang-kadang tidak mampu menahan diri? Jawabannya, barangkali di zaman sekarang ini seluruh manusia memang sudah waktunya harus diruqyah, supaya tentara-tentara setan yang sedang menyelinap di balik topeng mereka itu mau menampakkan muka dan melarikan diri. Dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki, semestinya untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan diri, membaca aib-aib yang tersembunyi pada diri sendiri. Yang terjadi justru sebaliknya, ilmu pengetahuan itu malah menjadikannya lupa diri. Mereka merasa hanya dirinya yang paling suci, hanya amalannya yang paling bersih dan murni. Dengan amal ibadah yang dijalani semestinya hati yang kotor menjadi bersih, supaya nafsu syahwat dapat terkendali, supaya jalan pikiran menjadi sehat dan murni. Namun kenyataannya malah sebaliknya, amal ibadah itu hanya untuk menunjukkan kesaktian dan keampuhan serta menyombongkan diri. Kalau memang demikian, barangkali bukan ilmu dan amal itu yang harus diteliti lagi, tetapi niat yang 196 - Menguak Dunia Jin ada di dalam hati. Barang kali di balik niat itu kepentingan setan jin telah menyelinapkan diri. Dengan harta dan tahta semestinya amal ibadah dapat terfasilitasi. Yang terjadi malah sebaliknya. Dengan amal ibadah yang dijalani bagaimana harta dan tahta dapat dikuasai. Demikianlah fenomena yang ada, di mana-mana para tokoh saling berebut posisi, mengorbankan kesetiakawanan, tidak peduli lagi walau aqidah dan iman yang menjadi taruhan, asal dunia dan kekuasaan ada di tangan. Akibatnya, yang dahulu saudara seperjuangan sekarang menjadi lawan saingan, saling bertikai tidak peduli walau ditertawakan anak zaman. Manakala harta dan tahta sudah menjadi tujuan dan amal ibadah serta perjuangan hanya dijadikan kendaraan. Doa dan munajat hanya dijadikan alat dan dorongan hawa nafsu duniawi, maka itu pertanda bahwa setan jin sedang menyusupkan diri di tengah jalan dan memukul lawan sambil menyembunyikan tangan. Akibatnya hati akan semakin kikir dan bakhil walau harta sudah di dalam genggaman, kerana setan jin selalu berbisik agar manusia menjadi takut miskin dan tidak percaya diri serta takut tidak boleh makan. Firman Allah telah memberikan peringatan: RUQYAH dampak dan bahayanya - 197 Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui(QS.Al-Baqoroh:2/268) Jadi, apa saja yang dijalani manusia, apabila seorang jin dan setan telah dijadikan kawan dalam perjalanan, maka yang asalnya lurus akan menjadi bengkok. Perjalanan itu akan kehilangan arah tujuan. Manusia akan kembali menempuh jalan kesesatan. Itulah suatu ketegasan sebagai sunnah yang ditetapkan. Allah telah menyampaikan himbauan: Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (QS.Al-Jin:72/6) 198 - Menguak Dunia Jin Apabila penyakit yang diakibatkan gangguan setan jin berupa penyakit hati, maka penyakit itu adalah penyakit yang sangat sulit disembuhkan serta yang sangat membahayakan bagi penderitanya. Penyakit itu akan membawa penderitanya sedikit demi sedikit menuju kehancuran yang hakiki dengan mendapatkan siksa di neraka jahannam untuk selama-lamanya. Kita berlindung kepada Allah darinya. Ketika setan jin berhasil memasukkan tehnologi (cip) nya kepada manusia target operasinya melalui luka pada kesadaran akibat orang kerasukan jin seperti pasca diruqyah. Hal tersebut sebagaimana yang telah diisyaratkan Allah dengan firman-Nya : Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat. (QS.Al-Hajj:22/35) Melalui cip itu setan jin akan memancarkan sinyal-sinyal sihirnya kepada manusia yang di dalam hatinya sudah ada penyakit-penyakit RUQYAH dampak dan bahayanya - 199 tersebut. Akibatnya, manusia semakin menjadi lupa diri, sehingga mereka mampu berbuat yang tidak masuk akal. Mereka berbuat kemunafikan serta menebarkan fitnah-fitnah keji kepada saudaranya seiman dan seaqidah. Padahal setiap hari mereka masih berkumpul dan beribadah bersama-sama di dalam satu atap masjid, bahkan dalam gendongan seorang guru suci yang sangat memberikan perhatian penuh dengan kasih sayang. Hal itu kerana melalui penyakit yang ada di dalam hati tersebut, setan jin telah mampu menutup matahati dan wilayah kesadaran basyariyah manusia sehingga mereka tanpa terasa telah berbuat yang diluar batas-batas kesadaran secara wajar. Barangkali orang-orang yang mempunyai karakter seperti itulah yang dimaksud dengan tentara-tentara setan yang telah menyusup di tengah komunitas kaum muminin. Tanda-tandanya, kemampuan mereka dalam berbuat kemunafikan kepada saudaranya sendiri. Di dunia politik barangkali orang banyak menemukan contoh karakter semacam itu, kerana memang disanalah habitatnya. Di tengah-tengah komunitas ritual keagamaan seharusnya tidak terjadi hal seperti itu. Apabila ritual agama dicampuradukkan dengan kepentingan-200 - Menguak Dunia Jin kepentingan, baik kepentingan pribadi maupun golongan, akibatnya akan menjadi semakin runyam. Manakala tokoh-tokoh agamaterlebih mereka yang diikuti banyak orangikut memainkan perannya di dalam dunia politik dengan tidak benar, dampak negatifnya akan sangat membahayakan bagi umat secara luas dalam beberapa hal; Pertama : Kerana dia adalah tokoh ikutan, maka apa saja yang diperbuatnya akan dianggap benar dan diiikuti oleh pengikutnya. Selanjutnya apa yang diperbuat itu akan membentuk pola pikir dan budaya bagi pengikutnya. Politik dianggap identik dengan agama dan kemuliaan politik dianggap juga identik dengan kemuliaan agama. Akibatnya, sejak dini orang-orang yang mencari ilmu agama, baik dilembaga pendidikan formal maupun non formal terarah kepada tujuan politik. Mereka berharap nantinya dapat menjadi tokoh politik yang berpengaruh. Dengan latar belakang ini terbangunlah paradigma di tengah kehidupan mereka, bahwa kalau kamu ingin menjadi orang besar dan terkenal, sejak awal terjunlah ke dunia politik. Oleh kerananya dengan RUQYAH dampak dan bahayanya - 201 kemampuan agama, mereka berbondong-bondong terjun ke dunia politik. Kekuatan agama memang harus diper-juangkan dan dipertahankan melalui kekuatan politik. Kalau tidak, boleh jadi ajaran agama menjadi rusak kerana di pemerintahan tidak ada yang memper-juangkan kepentingan agama. Para tokoh agama terdahulu telah memberikan teladan. Namun beliau-beliau itu adalah tokoh agama sejati yang terpaksa harus memainkan strategi politiknya di dunia formal demi keselamatan umat beragama, bukan tokoh politik yang sedang memanfaatkan fasilitas agama secara formal untuk memenuhi kepentingan pribadinya. Apabila agama sudah dipolitisir. Agama hanya dijadikan alat untuk memenuhi kepentingan. Dari situlah muasal timbulnya racun agama yang sangat mematikan aqidah. Dampak negatifnya akan cepat menyebar dan mendarah daging serta mengakar kuat di kalangan pengikut agama tersebut. Hal itulah yang akan menyebabkan kehancuran umat secara luas, kerana sejak awal mereka sudah 202 - Menguak Dunia Jin terbiasa dengan dunia kemunafikan, dunia sikut-sikutan serta terlatih dalam mengemas fitnah-fitnah yang mematikan. Penyakit hati itu akan menjadi bertambah sulit disembuhkan, manakala penderitanya tidak juga mau sadar bahwa di dalam jiwanya sejatinya telah terjangkit penyakit yang sangat ganas dan mematikan. Kecuali ketika mereka benar-benar tidak berdaya akibat penyakitnya, atau menjadi stroke kerana obsesi politiknya telah dikalahkan oleh lawan-lawannya, baru mereka mau sadar serta menyesali segala kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat selama ini. Apabila kemudian mereka mau bertaubat dengan taubatan nasuha sebelum sisa-sisa kesempatan di akhir hayatnya telah tertutup akibat kekerasan hatinya sendiri, maka boleh jadi mereka masih dapat terselamatkan, itu jika Allah berkenan menerima taubat mereka. Kalau tidak, mereka akan menyesal dan putus asa. Mereka tidak pernah menyangka bahwa ternyata selama ini telah menjadi tentara-tentara setan yang selalu berteriak setan. Berarti pula bahwa benih yang telah ditanam setan jin melalui cip telah berbuah RUQYAH dampak dan bahayanya - 203 dengan hasil gemilang. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS.Al-Baqoroh:2/10) Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir(QS.At-Taubah:9/125).. Kedua: Penyakit itu akan membawa penderitaan baginya. Mereka akan perlahan-lahan terjerumus ke nekara jahannam, kerana dosa-dosa kemunafikan yang telah diperbuatnya tidak mendapatkan pengam-punan dari Allah meski dosa itu telah dimaafkan oleh orang yang disakiti. Allah telah menegaskan pula dengan firman-Nya: 204 - Menguak Dunia Jin Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik(QS.Al-Munafiqun:63/6) Orang-orang munafik itu akan ditempat-kan di bagian neraka jahannam yang paling dasar dengan tanpa ada lagi penolong baginya. Tidak ada seorangpun yang dapat memberikan syafaat kepada-nya. Sebabnya, kerana sumber-sumber syafaat itu telah terlebih dahulu ditutup sendiri di dunia dengan sifat kemunafikan yang ada dalam hatinya. Allah telah menegaskan pula dengan firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka(QS.An-Nisa:4/145) RUQYAH dampak dan bahayanya - 205 Sumber Segala Penyakit Sumber segala penyakit itu, awalnya adalah penyakit sombong. Yaitu orang yang merasa dirinya punya harga dan orang lain juga punya harga, tapi harga dirinya lebih tinggi daripada harga orang lain. Apabila perasaan seperti itu diaktualkan dengan ucapan maupun perbuatan, sikap itu bukan disebut sombong lagi, tetapi takabbur atau menyombongkan diri. Pertama kali terbitnya penyakit itu dari dalam hatinya al-Abid dengan pernyataannya yang diabadikan Allah dengan firman-Nya: Iblis menjawab: "Saya lebih baik daripadanya: (Adam ) Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah"(QS.Al-Araaf:7/12) Yaitu seorang hamba yang ahli ibadah di surga akan tetapi dengan ibadahnya itu dia merasa mempunyai kelebihan daripada orang lain. Dengan kelebihan itu dia menantang Allah Sang Maha Pencipta Yang menciptakan dirinya dengan menolak perintah-Nya untuk sujud kepada Nabi Adam . Hal itu kerana dia merasa 206 - Menguak Dunia Jin lebih baik dari Nabi Adam . Akibatnya dia mendapatkan laknat untuk selama-lamanya dan diturunkan ke dunia dengan berganti nama menjadi Iblis, yang artinya, orang yang tidak mengerti akibat perbuatannya sendiri. Sejak pertama kali Iblis dan musuh utamanya, Nabi Adam harus menjalani kehidupan di dunia, penyakit itu telah disebar luaskan oleh Iblis melalui anak cucu manusia pertama itu. Penyakit itu kemudian menjadi karakter dasar yang akan melahirkan karakter-karakter susulan yang dapat membentuk prilaku dan sifat manusia menjadi seperti prilaku dan sifat tentara-tentara setan jin yang setia. Oleh kerana itu, kenikmatan apa saja, baik kenikmatan agama maupun dunia, kenikmatan jasmani maupun ruhani, bahkan kenikmatan al-Quran al-Karim sekalipun, yang di dalamnya ada obat penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, bagi orang-orang yang hatinya ada penyakit sombong ini, ayat-ayat suci itu malah justru akan menambah-nambah kerugian belaka. Sungguh benar Allah dengan segala firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 207 Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. - Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.(QSAl-Isra:17/82-83) Dari penyakit sombong dan takabbur itu kemudian akan beranak pinak dan bercabang-cabang menjadi penyakit-penyakit hati yang lain. Cabang utama dari penyakit sombong dan takabbur itu adalah penyakit hasud atau penyakit iri hati, yaitu tidak mau menerima apabila di depannya ada orang lain merasa senang, orang lain mendapatkan kenikmatan dari Allah . Apalagi bila kenikmatan itu melebihi kenikmatan yang ada pada dirinya. Dari penyakit hasud itu kemudian lahirlah sifat munafik yang membuahkan firnah-fitnah yang keji. Dengan penyakit-penyakit itu, manusia tidak akan mudah merasa puas sebelum orang yang dibencinya benar-benar hancur atau bahkan boleh jadi berakhir dengan kehancurannya sendiri di neraka jahannam. Tanda-tandanya, penderita penyakit-penyakit ini tidak mudah menerima kebaikan dari siapapun kerana dia merasa lebih baik dari orang lain, apalagi 208 - Menguak Dunia Jin kebaikan yang datangnya dari orang yang dibenci. Budaya sombong dan merasa benar sendiri yang kadang-kadang mampu menyusup di dalam prilaku dan amal perbuatan orang-orang yang beriman, terlebih bila perbuatan tersebut mampu diaktualkan melalui kebiasaan dengan menyalahkan sana-sini serta melupakan kesalahan sendiri. Layaknya maling barteriak maling. Mereka mengatakan orang berbuat syirik dan bidah padahal tanpa terasa merekalah yang berbuat syirik dan bidah itu. Budaya itu boleh jadi disebabkan kerana dalam diri mereka telah terjangkit racun setan jin yang menjalar. Jika sejak sekarang kita tidak meningkat-kan mawas diri dengan lebih berusaha instropeksi diri dan menghindari melirik kesalahan orang lain, maka kita akan terjebak kepada prilaku negatif tersebut. Niat berbuat kebajikan padahal hasilnya kejahatan. Diantaranya, kita berniat mengeluarkan jin dari jasad manusia ternyata malah justru memasuk-kannya. Berniat menyelamatkan orang lain dari perbuatan syirik dan bidah ternyata kita sendiri terjebak melakukannya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 209 Kalau demikian adanya, boleh jadi kita-kita inilah yang sesungguhnya telah terkonta-minasi penyakit jin yang ada di dalam hati. Hal itu berbahaya kerana jarang penderitanya mudah mau sadar dan bertaubat kecuali ketika kesempatan untuk taubat itu telah tertutup baginya. Seperti itu telah terjadi kepada Firaun. Dia ditenggelamkan Allah melalui mujizat Nabi Musa di tengah lautan dengan segala pemilikannya. Namun jasadnya ditakdirkan masih utuh sampai sekarang. Hal itu supaya menjadi pelajaran bagi kaum sesudahnya. Maka, yang seharusnya diruqyah adalah kebiasaan dan karakter kita yang menyimpang tersebut. 210 - Menguak Dunia Jin Apakah Manusia Dapat Melihat Jin..? Kalau yang dimaksud melihat jin itu, melihat dengan mata kepala atau mata lahir maka pasti manusia tidak dapat melihatya. Hal itu Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak boleh melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman(QS.Al-Araaf:7/27) Sahabat Ibnu Abbas juga menegaskan ketika beliau menyampaikan hadits Rasulullah , bahwa Rasulullah tidak pernah membacakan RUQYAH dampak dan bahayanya - 211 al-Quran dan tidak mengajarkan agama kepada jin dan tidak pula melihat mereka. Sebagaimana yang telah disampaikannya di dalam hadits di bawah ini: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata: Yang artinya: Rasulullah tidak membacakan al-Quran (tidak mengajarkan agama) kepada jin dan tidak pula melihat mereka. Kisahnya; di saat baginda Nabi berangkat bersama rombongan para Sahabat menuju pasar Ukaz dan pada saat itu, antara setan jin dan berita dari langit sedang dihalangi dan mereka dilempari dengan panah berapi. Mereka kembali kepada kaumnya dan berkata: Antara kami dan berita langit telah dihalangi dan kami dilempari dengan panah berapi. Kaum mereka berkata: Yang demikian itu pasti telah terjadi sesuatu yang luar biasa di muka bumi, coba pergilah menyebar ke bumi, baik di sebelah timur maupun baratnya, carilah apa yang menjadi penyebabnya, sehingga antara kita dan berita dari langit menjadi terhalang. Mereka pun pergi ke bumi di sebelah timur dan baratnya. Diantara mereka ada yang menuju arah Tihamah yaitu mengikuti arah perjalanan Nabi bersama para 212 - Menguak Dunia Jin sahabat . Saat itu Baginda Nabi sedang berada di bawah pohon kurma dalam perjalanan menuju ke pasar Ukaz dan Baginda Nabi sedang melaksanakan sholat Subuh bersama para Sahabat. Ketika mereka (sekelompok jin) itu mendengarkan al-Quran dibaca, mereka meperhatikannya dan berkata: Inilah yang menjadikan kita terhalang dengan berita dari langit. Merekapun kembali kepada kaum mereka lalu berkata: Wahai kaumku : ) ( Yang artinya: Sesungguhnya aku telah mendengar bacaan yang mengagumkan, yang dapat menunjukkan kita kepada kebenaran, maka aku beriman kepadanya dan tidak akan menyekutukan Tuhanku dengan siapapun. Maka Allah menurunkan kepada nabi-Nya Muhammad dengan firman-Nya: () Yang artinya: Katakanlah, telah diwahyukan kepadaku, bahwasanya sekumpulan jin telah mendengar bacaan al-Quran 1. Riwayat Bukhori di dalam Kitab Azan Hadits Nomor 731 2. Riwayat Muslim di dalam Kitab Sholat Hadits Nomor 681 3. Riwayat Tirmidzi di Dalam Kitab Tafsir Al-Quran Hadits Nomor 3245-3247. RUQYAH dampak dan bahayanya - 213 Hadits ini menunjukkan bahwa bukan Baginda Nabi membacakan al-Quran al-Karim kepada jin melainkan jin itu mendengar bacaan al-Quran yang sedang dibaca oleh beliau disaat sedang mengerjakan sholat subuh. Adapun di dalam hadits yang lain baginda Nabi bersabda: : ()* Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah pernah bersabda: Sesungguhnya Ifrit dari kalangan jin telah datang untuk menggodaku semalam agar aku lalai ketika mengerjakan sholat. Tetapi Allah telah melindungi aku darinya sehingga aku dapat menangkapnya yaitu menjerat lehernya. Aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid 214 - Menguak Dunia Jin hingga waktu pagi supaya kamu semua dapat melihatnya. Kemudian aku ingat kata-kata saudaraku Nabi Sulaiman : () Tuhanku! Ampunilah aku, berikanlah kepadaku suatu kekuasaan yang tidak akan dicapai oleh seorangpun sesudahku. Maka akhirnya Allah melepasnya serta menolak Ifrit tersebut dalam keadaan rugi, hina dan lemah. 1. Riwayat Bukhori di dalam kitab Sholat hadits nomor 441 Cerita-cerita para Nabi hadits nomor 3170 2. Riwayat Muslim di dalam kitab Masjid dan Tempat Sholat hadits nomor 842 Dengan hadits di atas ini menyatakan bahwa malam itu Baginda Rasul melihat jin Ifrit, bahkan Beliau mampu menangkap jin itu serta akan diikat di salah satu tiang masjid untukpagi harinyaakan diperlihatkan kepada para sahabat. Itu seandainya beliau tidak ingat kepada doa Nabi Sulaiman kepada Allah dengan doa yang telah diabadikan Allah tersebut di atas: Tuhanku! Ampunilah aku, berikanlah kepadaku suatu kekuasaan yang tidak akan dicapai oleh seorangpun sesudahku. Hakikat melihat tidak selamanya harus menggunakan mata kepala. Melihat boleh dengan RUQYAH dampak dan bahayanya - 215 indera yang mana saja, asal dengan indera itu orang menjadi mengetahui dan mengenal. Banyak orang buta mampu mengenali lembaran uang kertas dengan tepat, padahal dia tidak pernah melihat uang itu dengan matanya. Kadang dengan hanya mencium orang dapat mengenali kualitas tembakau. Hanya dengan mendengar suaranya dan langkah kakinya orang dapat mengenali orang lain. Padahal dengan mata kepala kadang-kadang orang tidak dapat melihat benda kerana kecilnya, maka ia membutuhkan alat pembesar. Dengan indera yang mana saja, baik dengan indera telanjang maupun dengan alat bantu, asal dengan itu manusia mampu mengenali sesuatu benda, berarti dia boleh dikatakan melihat. Boleh jadi orang melihat dengan salah satu panca inderanya, boleh jadi dengan akalnya boleh jadi dengan perasaannya, atau dengan istilah lain, boleh jadi melihat dengan bashoro (mata lahir)nya atau melihat dengan bashiroh (mata bathin)nya. Seorang penyair berpuisi: 216 - Menguak Dunia Jin KEBANGKITAN Ketika berjalan dengan kakinya Di tanah padas Sendiri, sepi, tertatih-tatih Ketika berjalan dengan telinganya Di tanah padas,mendaki Bersama burung-burung Riang bernyanyi menyambut pagi Ketika berjalan dengan kepalanya Di tanah padas, mendaki Gunung- gunung bercerita Rumput bernada senandungkan lagu cinta Ketika berjalan dengan hatinya Maka menjadi rindu kepada bulan, kepada matahari menjadi abadi memancar dari dalam pribadi Seperti orang makan salak kemudian dia menjadi kenal bahwa salak yang dimakan itu adalah salah pondoh, berarti dia adalah orang yang kenal salak pondoh. Semakin ahli, semakin itu pula dia dapat mengetahui dengan tepat terhadap jenis-jenis salak itu secara spesifik. RUQYAH dampak dan bahayanya - 217 Demikian pula melihat jin itu tidak harus dengan mata kepala. Yang pasti bahwa jin itu ada dan jin itu melihat manusia akan tetapi manusia tidak dapat melihat jin. Kehidupan jin itu dekat sekali dengah kehidupan manusia akan tetapi manusia tidak dapat merasakannya. Bukan kerana jin itu tidak ada ketika manusia tidak dapat merasakan keberadaannya, akan tetapi manusia belum dapat merasakan keberadaannya. Seperti orang yang belum pernah sama sekali makan salak, maka dia tidak dapat membedakan jenis-jenis salak yang ada. Seperti itu pula orang yang belum dapat merasakan keberadaan jin padahal dia percaya bahwa jin itu ada, semata-mata kerana manusia itu tidak pernah melatih diri untuk dapat merasakan keberadaanya. Untuk itu orang jangan menanyakan dapatkah manusia melihat jin.?, akan tetapi tanyakan bagaimana cara mengenalinya? Tanpa harus dengan melihat sesungguhnya orang tetap dapat mengenali sesuatu, yaitu dengan perasaannya. Kerana merasakan keberadaan jin itu tidak dengan panca indera, maka tidak ada satu katapun yang dapat menggambarkan bentuknya dengan tepat walau dia adalah seorang yang ahli jin. Sebagaimana orang tidak 218 - Menguak Dunia Jin dapat menggambarkan rasa salak pondoh dengan bahasa kata dengan tepat walau dia adalah orang ahli dengan salak pondoh. Orang tidak dapat mengenal rasa salak pondoh dengan tepat kecuali hanya dengan terus-menerus makan buahnya. Seperti itu pula orang yang ingin mengenali jin. Tidak ada jalan kecuali dia harus melatih diri untuk selalu dapat merasakan keberadaannya. Betapapun seorang telah melatih diri untuk dapat mengenali rasa salak pondoh dengan bersungguh-sungguh serta dalam waktu yang lama, dia tidak dapat mengenalinya kecuali harus dibimbing guru pembimbing yang sejak awal mengenalkannya. Demikian pula cara orang yang ingin mengenali jin, dia haruslah dibimbing oleh guru ahlinya, kalau tidak maka dia pasti akan tersesat jalannya. Jadi, tidak ada kata-kata lagi yang dapat menerangkan keberadaan jin kecuali hanya dengan berusaha mengetahuinya dengan jalan melaksanakan latihan-latihan dengan bimbingan seorang guru ahlinya yang dapat menunjukkan jalannya dengan benar. Alam jin adalah alam yang ghaib bagi mata lahir manusia. Dengan indera yang lahir itu seorang hamba hanya berkewajiban mengimani RUQYAH dampak dan bahayanya - 219 apa-apa yang disampaikan oleh Allah dengan wahyu-Nya. Dengan wahyu-wahyu itu Allah berbicara kepada manusia dengan bahasa manusia, bukan dengan bahasa jin, melalui rasional manusia. Ketika alam jin tersebut sudah dinyatakan Allah dengan firman-Nya, kewajiban manusia yang pertama haruslah mengimaninya. Dengan kemampuan imaginasi yang ada manusia berkewajiban mengadakan kajian dengan cara yang benar sesuai rambu-rambu yang telah ditebarkan. Kemudian dengan ilmu Allah dan izin-Nya manusia akan dibukakan penutup matanya sehingga manusia mendapatkan apa-apa yang dicarinya. Ketika orang sudah membuktikan keimanannya, keimanan itu selanjutnya dapat menjadi yakin. Ketika Allah berfirman: Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi(QS.Al-Furqon:25/53) 220 - Menguak Dunia Jin Langkah pertama manusia haruslah mengimani firman Allah itu. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui keadaan makhluk-makhluk-Nya. Alam manusia bagaikan samudera dan alam jin juga adalah bagaikan samudera. Antara keduanya dibatasi oleh barzah atau ruang waktu dan dinding-dinding yang membatasi. Alam kesadaran (rasional) manusia adalah suatu dimensi dan alam jin adalah juga suatu dimensi yang masing-masing dibatasi oleh dimensi lain pula. Seperti alam mimpi adalah dimensi mimpi dan alam jaga juga adalah dimensi, yang masing-masing dibatasi oleh dimensi yang lain yaitu dimensi alam tidur. Manusia tidak dapat memasuki alam mimpi kecuali dengan ilmu Allah . Satu-satunya jalan yang sudah disediakan baginya yaitu alam tidur. Kerananya alam tidur adalah dimensi yang harus terlebih dahulu dilewati sebagai pintu, baru selanjutnya dengan izin dan Ilmu Allah manusia dapat memasuki lagi dimensi yang lain yaitu dimensi alam mimpi. Oleh kerana hanya itu satu-satunya jalan orang yang ingin bepergian memasuki alam mimpi harus terlebih dahulu tidur. Meski tidak selamanya orang tidur dapat bermimpi. RUQYAH dampak dan bahayanya - 221 Sekarang ada pertanyaan; Seandainya orang yang sedang asyik dengan mimpinya itu kemudian tidak dapat keluar lagi ke alam jaganya, tidak dapat kembali kapada alam sadarnya , kira-kira apa yang akan terjadi dengan jasad manusia yang sedang ditinggalkan alam sadarnya itu? Jawabannya mudah dan pasti jasad itu akan segera dikebumikan oleh orang lain kerana jasad itu telah menjadi jasad yang tidak bertuan (mati). Demikian pula ketika orang berani coba-coba memasuki alam jin dengan tanpa ilmu yang benar dan dibimbing oleh seorang ahlinya. Apabila ternyata di sana dia tersesat jalannya sehingga tidak dapat kembali lagi ke alam sadarnya, maka jasadnya juga akan terbuang kerana jasad itu telah menjadi daging hidup yang tidak bertuan. Menjadi orang gila yang bergentayangan kesana kemari. Siapapun orangnya seharusnya tidak mempertaruhkan kesadarannya dengan diruqyah sekedar ingin mengetahui apakah di dalam tubuhnya ada jin atau tidak. Betapapun dia tidak pernah mengetahui urusan itu seumur hidup, yang demikian itu jauh lebih baik daripada tahu akan tetapi selanjutnya dia tidak dapat kembali lagi kepada alam kesadarannya sehingga 222 - Menguak Dunia Jin kemudian jasadnya menjadi tidak berguna lagi kerana telah ditinggalkan oleh tuannya yang sedang keasyikan hidup bersama jin yang dicari itu. Terkadang orang mengira, bahwa penam-pakan-penampakan yang muncul di dalam alam hayal manusia, seperti sosok berjubah dan berjenggot panjang adalah bentuk asli jin, padahal sesunguhnya bukan. Tidak ada seorang yang dapat mengetahuinya kecuali hanya Allah . Penampakan-penampakan itu sesungguhnya hanyalah bentuk gambar (visual) yang dilempar-kan jin ke dalam alam hayal manusia. Buktinya apabila orang sudah terlebih dahulu menghayal jin dengan gambaran putih-putih maka penampakan yang muncul dalam hayal itu adalah putih-putih. Kalau sudah terlebih dahulu membanyangkan jin itu hitam-hitam maka yang akan muncul dalam penampakan itu adalah hitam-hitam. Hal itu itu sesungguhnya hanyalah kekuatan sihir jin sehingga jin mampu mengambil apa-apa yang dihayal manusia kemudian dibentuk menjadi bentuk-bentuk visual. Orang tidak dapat melihat jin kerana mata lahirnya ditutup oleh Allah , atau kerana RUQYAH dampak dan bahayanya - 223 matanya sedang dihalangi oleh hijab-hijab. Ketika penutup mata itu dibuka, buah dari ibadah dan mujahadah yang dijalani, maka dengan izin-Nya manusia akan dapat melihat jin (Walau tidak dengan menggunakan mata kepalanya), Allah telah mengisyaratkan hal itu dengan firman-Nya: Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam(QS.Al-Hadid:50/22) Seandainya manusia dapat melihat jin kerana matanya telah tembus pandang dan ketika ternyata bentuk jin itu tidak sama dengan bentuk suatu apapun yang ada di alam dunia, dapatkah manusia mencontohkannya kepada manusia lain di dunia?, Ketika pandangan mata manusia telah menjadi tembus pandang kerana saat itu penutupnya telah dibuka oleh Allah , berarti saat itu manusia tidak melihat dengan mata lahirnya, tetapi melihat dengan mata batinnya atau matahati. Hanya dengan matahati orang dapat melihat alam yang dighaibkan dengan mata lahir. Artinya hal yang ghaib dengan alam lahir tersebut hanya dapat dilihat dengan indera yang bathin yang disebut dengan istilah matahati. 224 - Menguak Dunia Jin Seperti orang dapat mengenali suara dengan indera pendengaran. Dapatkah suara itu kemudian dikenalkan kepada manusia lain melalui indera penciuaman semata-mata kerana indera pendengaran orang tersebut sedang rusak.? Demikianlah contohnya, maka apa saja yang dapat dicontohkan oleh orang-orang melalui gambar-gambar yang dapat dilihat oleh indera penglihatan lahir tentang bentuk-bentuk jin sesungguhnya hanyalah kebohongan belaka, baik kebohongan yang disebarkan oleh jin terhadap manusia yang dapat dibohongi maupun oleh manusia yang memang pekerjaannya suka berbuat kebohongan kepada orang lain. Sesungguhnya bentuk asli jin itu tidak mungkin dapat dilihat manusia dengan panca inderanya melainkan hanya dapat dilihat dengan yang disebut dengan istilah matahatinya. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui kepada segala ciptaan-Nya. Allah telah memberikan isyarat dengan firman-Nya di dalam hadits qudsi. : ( ) RUQYAH dampak dan bahayanya - 225 Diriwayatkan dari Abu Hurairah : Dari Nabi Allah berfirman: Aku telah sediakan untuk hamba-Ku yang sholeh, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata atau didengari oleh telinga dan tidak pernah terlintas di dalam hati manusia. Sebagai bukti apa yang telah disampaikan Allah di dalam kitab-Nya : ) (Yang artinya : Tiada seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu berbagai kenikmatan yang menyenangkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan * HR Bukhori, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad Ibnu Hambal dan ad-Darimi * Wal hasil, apabila dengan kehendak Allah dan izin-Nya kemudian seorang hamba dapat melihat dan mengenali alam jin, maka apa saja yang dapat dilihat di alam jin tersebut tidak mungkin dapat dicontohkan kepada orang lain di alam dunia ini. Apalagi lagi dalam bentuk gambar-gambar nyata yang dapat dilihat oleh mata lahir. Hal tersebut hanyalah kebohongan belaka dari orang-orang yang dapat dibohongi oleh kebohongan makhluk jin. Allahu alamu. 226 - Menguak Dunia Jin Siapapun orangnya seharusnya tidak mempertaruhkan kesadarannya dengan diruqyah sekedar ingin mengetahui apakah di dalam tubuhnya ada jin atau tidak. Betapapun dia tidak pernah mengetahuinya seumur hidup, yang demikian itu jauh lebih baik daripada tahu akan tetapi selanjutnya dia tidak dapat kembali lagi kepada alam kesadarannya sehingga kemudian jasadnya menjadi tidak berguna lagi kerana telah ditinggalkan oleh tuannya yang sedang keasyikan hidup bersama jin yang dicari itu. RUQYAH dampak dan bahayanya - 227 228 - Menguak Dunia Jin Lima Tahap yang Harus Dilewati Jin Dapat Menguasai Kesadaran Manusia llah menebarkan dua ayat-Nya di alam sebagai tanda-tanda yang dapat dibaca oleh hamba-hamba-Nya. Pertama, ayat yang tersurat, yaitu wahyu yang diturunkan kepada para Rasul dan para Nabi-Nya, baik al-Quran al-Karim maupun sunnah. Kedua, ayat yang tersirat, yaitu fenomena kejadian alam semesta dan apa yang terjadi antara pergantian malam dan siang: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal(QS.Ali Imran/190). RUQYAH dampak dan bahayanya - 229 Seseorang yang mengadakan penelitian terhadap ayat-ayat yang tersirat. Orang tersebut hendaknya menggunakan ayat yang tersurat sebagai landasan atau pijakan yang utama. Penelitian itu jangan hanya dilandasi dengan mitos-mitos yang tidak jelas sumbernya, kerana mitos-mitos itu hanya mengikuti persangkaan manusia belaka. Hal tersebut supaya pencarian dan penelitian tehadap ayat-ayat yang tersirat itu tidak salah langkah. Seperti orang-orang mencari tahu tentang makhluk ruang angkasa misalnya. Fenomena makhluk ruang angkasa yang dicari oleh orang-orang yang tidak beriman itu adalah ayat yang tersirat. Apabila rahasia fenomena tersebut dicari dengan landasan iman kepada ayat yang tersurat, maka pencarinya segera menemukan jawaban yang pasti bahwa makhluk ruang angkasa tersebut adalah makhluk jin dengan dua alasan. Pertama; Makhluk Allah di alam semesta ini hanya tiga, pertama malaikat, jin dan manusia. Kedua; Oleh kerana fenomena makhluk ruang angkasa tersebut selalu berkaitan dengan indera lahir manusia, baik mata maupun pikiran, maka dipastikan bukan malaikat tetapi jin. Sebabnya, urusan malaikat tidak berkaitan dengan alam lahir manusia tapi alam batinnya, yaitu hati dan ruh manusia. 230 - Menguak Dunia Jin Oleh kerana orang mengadakan pencarian terhadap fenomena makhluk ruang angkasa tersebut hanya berdasarkan mitos dan angan-angan belaka, maka sampai kapanpun mereka tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Yang ada hanya gambaran rekayasa manusia yang penuh keraguan dan dapat menyesatkan aqidah orang beriman. Al-Quran dan sunnah Rasul adalah petunjuk bagi umat manusia supaya mereka dapat menjalani kehidupannya dengan benar. Allah menyatakan dengan firman-Nya: )Al Qur'an) ini adalah penerang bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa(QS.Ali Imran:3/138) Adapun mitos-mitos itu adalah sesuatu yang tidak dapat membawa kemanfaatan dan bahkan dapat menyesatkan manusia. Allah telah menyatakan dengan firman-Nya: Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah RUQYAH dampak dan bahayanya - 231 mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran(QS.An-Najm:53/28) Sebagaimana yang telah disebutkan pada pembahasan terdahulu, bahwa hanya wahyu Allah saja yang dapat menunjukkan kepada manusia secara rasional prihal urusan dimensi alam ghaib, baik dimensi jin maupun dimensi ghaib yang lain. Khusus dimensi alam jin, marilah kita menelusuri sebagian dimensi tersebut dengan ayat-ayat berikut ini. Allah yang mengajarkan, baik untuk kepentingan manusia maupun untuk kepentingan setan jin, sebagai sunnah yang telah ditetapkan (sunnatullah) sejak dahulu bahwa antara satu makhluk dengan makhluk yang lainnya adalah musuh: Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan(QS.Al-Baqoroh/36). Dengan itu supaya manusia di satu pihak dapat mengantisipasi dangan benar terhadap tipudaya setan jin. Di pihak lain setan jin dapat melaksanakan tipudaya kepada manusia dengan benar pula. Hanya seorang Ulul Albab yang dapat mengambil pelajaran darinya. 232 - Menguak Dunia Jin Allah berfirman: Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil" Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, Kamu tidak dapat RUQYAH dampak dan bahayanya - 233 berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga". (QS.Al-Isra:17/62-65). Ayat-ayat tersebut kita bahas secara tafsiriyah hanya di dalam kontekss jalan-jalan yang dapat ditempuh oleh seorang jin untuk menguasai kesadaran manusia. Dari ayat itu kita hanya mengambil lima point, yaitu lima jalan dan tahapan seorang jin dapat menguasai manusia melalui wilayah kesadarannya diantaranya yaitu: 1. Pergilah 2. Hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu 3. Kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki 4. Berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak 5. Beri janjilah mereka. 234 - Menguak Dunia Jin TAHAP PERTAMA : Sunnah Yang Terfasilitasi Allah menciptakan sunnah (sunnatullah) sebagai takdir-Nya yang sudah ditetapkan sejak zaman azali. Sunnah tersebut menyiratkan bahwa jasad manusia dapat dimasuki jasad makhluk jin dengan mudah melalui jalan darahnya. Seandainya tidak ada ketetapan yang demikian, tidak ada Ilmu Allah untuk memudahkan hal tersebut, tidak mungkin hal itu boleh terjadi. Dengan ilmu Allah jasad makhluk dengan jenis dimensi yang satu dapat dimasuki oleh makhluk lain dengan jenis dimensi yang berbeda. Seperti udara (angin) dapat masuk tubuh manusia tapi manusia tidak dapat memasukkan tubuhnya ke dalam udara. Makhluk jin dapat memasukkan tubuhnya ke dalam tubuh manusia tapi manusia tidak dapat memasuki tubuh makhluk jin. Itulah makna yang tersirat dari firman Allah tersebut di atas: RUQYAH dampak dan bahayanya - 235 ) ((36)Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Maksudnya, dengan cara yang dimungkin-kan dan sesuai sunnah yang telah ditetapkan serta fasilitas yang dibentangkan, setan jin dapat mengadakan tipu daya kepada manusia bahkan dengan memasukkan jasadnya ke dalam jasad manusia melalui jalan darahnya, kecuali batas wilayah kesadaran. Hal itu, kerana Allah menjaga wilayah kesadaran manusia itu dengan tentara malaikat. Dengan sunnah tersebut, manusia dapat menentukan pilihan hidup, mengikuti atau menghindari tipudaya setan jin itu, kecuali orang-orang yangakibat kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat sendirialam kesadaran mereka telah dikuasai setan jin sehingga jalan hidupnya terjajah oleh kemauan jin. Oleh kerana itu hanya orang-orang yang terkena tipudaya setan jin saja yang mengikuti langkah-langkah setan dan akan mendapatkan siksa di neraka sesuai dengan amal 236 - Menguak Dunia Jin perbuatan mereka. Itulah tanda-tanda orang yang tersesat. Padahal segala bentuk kejahatan, baik yang diperbuat oleh setan jin maupun kejahatan antara manusia yang satu kepada manusia yang lain, tanpa izin Allah (sunatullah) kejahatan tersebut tidak akan membahayakan manusia. Allah berfirman : Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah(QS.Al-Baqoroh:2/102) Juga firman-Nya: Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam(Al-Baqoroh/251). Bumi dan isinya bahkan boleh menjadi rusak seandainya Allah tidak membatasi kejahatan manusia yang satu kepada manusia yang lain. RUQYAH dampak dan bahayanya - 237 Hal itu semata kerana Allah sayang kepada seluruh makhluk-Nya. Namun demikian, oleh kerana manusia telah berbuat kesalahan, sebagai akibatnya, maka hidup mereka sendiri yang akan menjadi rusak. Contohnya, oleh kerana manusia telah melaksanakan ruqyah dengan cara yang salah sehingga berakibat kesadarannya dikuasai jin, berarti manusia telah berbuat zalim kepada dirinya sendiri. Artinya, tidak ada yang salah di dalam sunnatullah, ketika manusia yang tercipta sebagai makhluk yang mulia menjadi hina kerana gila. Manusia yang mempunyai kebebasan untuk memilih menjadi manusia yang hidupnya tergadai oleh kekuasan jin. Hal itu kerana manusia terlebih dahulu merusak sunnah tersebut. Mereka tanpa sadar memanggil jin untuk memasuki wilayah kesadarannya. Untuk itu manusia harus menanggung akibat yang telah diperbuat sendiri. Allah menegaskan dengan firman-Nya: Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya(QS.An-Najm:53/39) 238 - Menguak Dunia Jin Itu juga bagian dari sunnatullah yang tidak ada perubahan lagi untuk selamanya. Untuk itu manusia harus berhati-hati dalam berbuat. Mereka harus melengkapi dirinya dengan ilmu pengetahuan yang luas. Menerapkan ilmu itu dengan bimbingan guru ahlinya. Bila tidak, manusia sendiri yang akan menerima akibat dari kesalahan yang telah diperbuat. Sekali-kali Allah tidak berbuat zalim kepada hamba-Nya: (Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya(Ali Imran/182) Di dunia kebajikan dan kejahatan bahkan sama-sama mendapatkan kemudahan dari Allah: Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu(QS.Al-Isra/20). Namun demikian, hasil akhirnya sejatinya hanya untuk kebaikan orang-orang yang beriman. Itulah sistem seleksi alam yang diciptakan-Nya di dalam kehidupan. Dengan sistem seleksi itu, supaya kebaikan teruji kualitasnya, dan kejahatan juga demikian. Kebajikan dan kejahatan itu selalu dipertemukan di dalam kehidupan manusia, tidak pandang bulu dari kalangan yang mana mereka itu berada. Permusuhan antara manusia yang satu dengan RUQYAH dampak dan bahayanya - 239 manusia yang lain itu tidak pernah berhenti sampai kehidupan manusia diberhentikan Allah dengan datangnya hari kiamat. Hal tersebut bertujuan supaya orang beriman mampu meningkatkan kualitas hidupnya: Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya(Al-Mulk/2) Apabila manusia mampu menyelesaikan seluruh tahapan hidup yang harus dijalani, melewati segala tantangan dan rintangan yang dibentangkan, berarti manusia akan menjadi makhluk yang mulia. Hasilnya, mereka akan mendapatkan keutamaan (fadhol) yang telah dipersiapkan untuk dirinya sejak zaman azali. Menjadi kholifah bumi sebagaimana hikmah penciptaan baginya. Walhasil, meski setan jin terfasilitasi oleh sunnah untuk dapat masuk di dalam tubuh manusia, tanpa manusia berbuat kesalahan, jin tersebut tidak dapat menguasai kesadaran manusia sehingga mereka menjadi kesurupan jin dan gila. 240 - Menguak Dunia Jin TAHAP KEDUA : Dengan Suara Yang Ditusukkan Ke Dalam Wilayah Kesadaran Manusia Usaha jin untuk menguasai kesadaran manusia tahap kedua ini adalah sebagaimana yang telah disimpulkan Allah melalui lanjutan ayat tersebut di atas yaitu firman Allah : Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu (ajakanmu) Firman Allah Wastafziz artinya memutus. Maksudnya setan jin dapat memutus kesadaran (konsentrasi) manusia dengan suara ghaib hasil kekuatan sihir mereka yang ditusukkan di dalam wilayah kesadaran manusia. Dengan suara ghaib itu, setan jin tidak hanya sekedar membelokkan arah tujuan ibadah, tapi juga menguasai kesadarannya sehingga manusia menjadi kesurupan jin. Suara ghaib tersebut seakan-akan didengarkan manusia melalui indera lahirnya, padahal tidak. Suara ghaib itu sejatinya RUQYAH dampak dan bahayanya - 241 diperdengarkan setan jin kepada manusia melalui indera batin yang ada di dalam wilayah hayal manusia. Ketika manusia sedang melaksanakan mujahadah di tempat yang sepi misalnya. Manakala mujahadah tersebut tidak mendapat-kan perlindungan dari Allah disebabkan kerana tujuannya tidak semata ibadah tapi sudah terkontaminasi oleh tujuan duniawi, saat itu setan jin dapat menciptakan peluang untuk memutus konsentrasi ibadah tersebut. Konkritnya, ketika keinginan nafsu sahwat terselip ikut di dalam muatan mujahadah yang sedang dihayati. Keinginan manusiawi itu dijadikan kendaaran setan jin untuk memutus konsentrasi dan memasukkan was-wasnya di dalam hati manusia. Was-was setan tersebut bentuknya ber-macam-macam. Kadangkala datang seperti suara orang berdzikir, suara adzan, suara lonceng, suara terompet dan lain sebagainya. Awalnya suara ghaib itu seakan-akan datang dari arah yang jauh kemudian perlahan-lahan mendekat selanjutnya menusuk perasaan sehingga orang menjadi tidak sadar. Kebanyakan hati orang yang sedang mujahadah merasa senang dengan datangnya suara ghaib tersebut. Mereka mengira datangnya suara itu dari aspek yang positif 242 - Menguak Dunia Jin padahal itu adalah perangkap setan jin untuk menjerat kesadaran manusia. Perangkap setan tersebut dapat menjerat orang yang sedang beribadah itu di dalam dua hal: Pertama, apabila suara-suara ghaib tersebut tidak segera diusir dengan memohon perling-dungan kepada Allah dengan membaca taawudz, tetapi malah semakin didengarkan dan diikuti, berarti saat itu konsentrasi ibadah menjadi terputus. Kedua, semakin manusia mengikuti suara ghaib tersebut, berarti manusia semakin memasuki perangkap jin. Selanjutnya alam kesadaran manusia benar-benar ditarik ke dalam dimensi jin untuk dikuasai. Dengan metode jebakan seperti ini jarang sekali orang yang tengah melakukan mujahadah itu dapat menghindarinya kecuali orang-orang yang mendapatkan bimbingan seorang guru ahlinya sehingga berkat perlindungan Allah dan hidayah-Nya mereka mampu mengenali jebakan itu serta mensikapinya sejak dari dini. Hal itu kerana mereka dapat membedakan mana bisikan hati yang datangnya dari rahasia urusan Allah dan yang datangnya dari setan jin, seperti orang dapat membedakan mana susu caampuran dan mana susu yang asli meski bentuknya sama-sama air putih. RUQYAH dampak dan bahayanya - 243 Dalam tahap kedua ini setan jin tidak hanya mampu menusukkan suara sihirnya saja, tapi juga menusukkan penampakan-penampakan dalam bentuk visual ke dalam wilayah hayaliyah manusia. Tipuan setan jenis ini lebih membahaya-kan daripada jenis was-was tersebut. Apabila datangnya was-was tersebut dari arah pende-ngaran, penampakan ini muncul dari arah penglihatan. Hal tersebut disebabkan manusia terlebih dahulu telah berhayal. Di dalam mujahadah tersebut mereka ingin berjumpa dengan ruh Waliyullah misalnya. Dengan obsesi seperti itu, setiap ada gerakan yang terjadi di sekeliling tempatnya bermuja-hadah, meski angin sedang menggoyang daun misalnya, sorot matanya langsung mengikuti gerakan tersebut. Dia tidak sadar bahwa gerakan tersebut boleh jadi terjadi di dalam ruang hayalnya sendirihasil sihir jinbukan di ruangan tempat dia beribadah. Jin boleh berbuat seperti itu disebabkan saat itu intensitas kehidupan emosional manusia lebih dominan daripada intensitas rasionalnya. Ketika gerakan itu diikuti dengan sorot mata, selanjutnya setan jin langsung menarik sorot mata tersebut masuk di dalam wilayah dimensi jin. Yaitu di saat intensitas emosional 244 - Menguak Dunia Jin orang tersebut mencapai titik klimaks, dalam kondisi antara sadar dan tidak, muncullah penampakan tersebut. Penampakan itu seringkali berbentuk orang jenggotnya panjang yang memakai jubah dan berserban. Padahal gambar itu adalah sosok yang diidolakan di dalam rekaman hayalnya sendiri. Rekaman hayal tersebut boleh jadi muncul akibat orang melihat dan menghayati adegan yang ditayangkan TV maupun peristiwa lain. Oleh sebab itu, apabila sosok yang dihayalkan tersebut berwarna putih-putih maka warna jubah yang dipakai oleh sosok dalam penampakan itu berwarna putih. Demikian pula ketika yang dihayalkan berwarna hitam maka jubah tersebut juga berwarna hitam. Hal tersebut boleh terjadi, setelah manusia dikondisikan jin dalam keadaan antara sadar tidak sadar, termasuk di saat orang sedang melakukan ibadah, selanjutnya sosok dalam hayalan itu seakan-akan tampak nyata di dalam pandangan lahir. Dengan kekuatan sihir, jin mampu melakukannya. Sosok dalam bayangan itu kemudian memperdengarkan suara dan mengaku sebagai ruh seorang waliyullah. Berikutnya, kadang- RUQYAH dampak dan bahayanya - 245 kadang menunjukkan tempat harta karun dan pusaka-pusaka peninggalan zaman dahulu serta segala macam bentuk tipudaya yang lain. Hal tersebut, agar tujuan ibadah yang semula hanya ikhlas kepada Allah menjadi berubah arah untuk mencari harta duniawi. Kadang-kadang munculnya penampakan tersebut didahului dengan datangnya sinar yang menusuk mata. Semakin lama semakin menyilau-kan sehingga tanpa terasa tahu-tahu kesadaran manusia sudah terjebak di dalam alam jin. Akibat dari kejadian seperti itu, banyak korbannya tidak sadar bahwa hasil ibadah yang dijalani sudah bergeser dari tujuan semula. Apabila semula mereka ingin menjadi hamba Allah yang sholeh, kini menjadi khoddam jin yang setia. Tanda-tandanya, mereka bahkan bangga dengan pengalaman yang menyesatkan itu. Mereka menceritakan kepada orang lain sehingga orang awam yang mendengarkan cerita tersebut tertarik ikut melakukannya. Akhirnya mereka membentuk kelompok ritual (riyadhoh) dan pengajian. Dalam ritual tersebut masing-masing jamaah berusaha mengkodisikan diri dapat memunculkan suara hatimenurut istilah mereka. Mereka saat itu dapat berbicara bahasa asing, padahal selama ini mereka tidak dapat 246 - Menguak Dunia Jin melakukannya. Mereka mengira yang demikian itu suara hati, padahal itu adalah suara jin yang sudah menyurupi jasadnya. Sebelum jin dapat menguasai kesadaran manusia seperti itu, terlebih dahulu kesadaran manusia itu yang di tarik masuk di dalam dimensi jin. Selanjutnya, setelah jasad tersebut kosong kerana ditinggalkan alam kesadarannya, baru jin masuk di dalamnya, setelah itu jin tersebut memunculkan suara melalui istrumen kehidupan manusia yang disurupinya. Wal hasil, dengan tipuan seperti ini jin banyak berhasil menyesatkan orang-orang yang ahli ibadah dengan terang-terangan. Bahayanya lagi, ketika kesalahan tersebut dilakukan oleh seorang tokoh Agama yang diikuti masyarakat, kesalahan tersebut dianggap benar dan diikuti orang lain, baik dari kalangan santri-santri maupun jamaahnya. Sebagian para tokoh tersebut bahkan memberikan ijazah berupa wirid-wirid kepada para pengikutnya. Dengan wirid-wirid itu supaya mereka mendapatkan khoddam-khoddam jin yang dapat membantu kehidupan ekonomi mereka, atau supaya mereka menjadi orang yang sakti mandra guna. RUQYAH dampak dan bahayanya - 247 Fenomena yang ada, kalangan pemburu harta karun dalam bayangan sihir setan jin tersebut, kadang-kadang justru dari para tokoh agama yang wilayah kesadarannya masih segar bugar dan masih kuat serta tahan banting. Maksudnya, wilayah kesadaran yang belum pernah dilukai akibat pelaksanaan ruqyah. Terhadap orang yang masih sehat saja jin mampu menjadikan mereka hanyut dalam hayalan yang berkepanjangan, sehingga menjadikan mereka ingin cepat kaya dengan jalan tidak logis. Apalagi bagi orang-orang yang wilayah kesadarannya pernah dilukai sendiri akibat pelaksanaan ruqyah tersebut. Ketika wilayah kesadaran manusia pernah terluka, baik akibat diruqyah maupun akibat lain, otomatis kekuatan pertahanan jiwa mereka di dalam mengantisipasi dan menangkal gangguan seperti tersebut di atas menjadi sangat lemah, berarti mereka lebih sangat rentan kemasukan jin sehingga tidak sekedar arah ibadahnya menjadi berubah bahkan menjadi gila sepanjang hidupnya. Kita berlindung kepada Allah dari segala tipudaya setan jin yang terkutuk. Walhasil, apabila tujuan pelaksanaan ritual agama yang dilakukan tersebut, ujung-ujungnya hanya untuk mencari dan mendapatkan keun-248 - Menguak Dunia Jin tungan duniawi, baik harta benda maupun kesaktian-kesaktian (linuwih), terhadap ritual yang demikian itu hendaklah orang beriman berhati-hati. Sebabnya, ritual ibadah itu bukan alat untuk mendekatkan diri kepada urusan duniawi tetapi kepada urusan ukhrowi, baik surga maupun ridho Allah di surga. Adapun urusan duniawi tersebut, manusia tinggal mendapatkan yang sudah disiapkan baginya sejak zaman azali sebagai buah ibadah yang dilakukan. RUQYAH dampak dan bahayanya - 249 TAHAP KETIGA : Ditarik Masuk Ke Dalam Dimensi Alam Jin Setelah suara ghaib dan penampakan hasil sihir setan jin tersebut berhasil memalingkan perhatian manusia dari jalan-jalan ibadah, sehingga manusia semakin mendekat kepada wilayah dimensi alam jin. Tahap berikutnya kesadaran manusia tersebut ditarik masuk ke dalam wilayah dimensi jin sehingga manusia menjadi kesurupan jin. Dalam melaksanakan perbuatan itu, seorang jin tidak mampu melaksanakannya sendiri. Mereka bekerjasama dengan jin lain. Bagaikan sekelompok pasukan tempur, mereka menyergap manusia yang menjadi target sasarannya tersebut bersama-sama secara sistematis. Allah telah mengabarkan keadaan tersebut dengan firman-Nya: Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki 250 - Menguak Dunia Jin Kelompok jin tersebut kemudian membagi tugas. Merekasesuai dengan kekuatan mereka masing-masing menempatkan diri di dalam posnya, yaitu di sela-sela persendian tulang manusia yang sedang dikuasai tersebut. Akibat dari itu, orang yang kesurupan jin itu kadang-kadang separuh angota tubuhnya menjadi lumpuh. Dalam keadaan seperti ini, berarti jin telah menguasai manusia di dalam dua aspek. Pertama, fisiknya dan kedua kesadarannya. Apabila hal tersebut tidak dapat segera dapat ditanggulangi, maka manusia yang kesurupan jin itu boleh berakibat gila dan cacat seumur hidup. Apabila yang berhasil dikuasai jin itu hanya fisik manusia bukan kesadarannya, maka manusia yang setengah lumpuh itu akan mengalami penderitaan yang sangat. Bagian yang dikuasai jin itu terasa sangat sakit, padahal ketika diobatkan secara medis, dokter yang menangani tidak menemukan penyebab sakitnya. Dalam kondisi seperti ini, apabila yang menderita tersebut diobatkan kepada seorang dukun, dukun itu seringkali mengkitkan penyakit tersebut dengan perbutan santet. Inilah yang banyak terjadi di dalam fenomena, sehingga dengan momen itu jin mampu menyebarkan fitnah di tengah manusia melalui hasil diaognosa dukun tersebut. RUQYAH dampak dan bahayanya - 251 Firman Allah tersebut adalah ayat Allah yang tersurat sebagai rambu-rambu jalan bagi orang yang berakal untuk membaca ayat-ayat Allah yang tersirat. Adapun ayat-ayat Allah yang tersirat adalah fenomena yang terjadi. Dengan ayat yang tersurat itu, supaya ikhtiar yang dilakukan seseorang, khususnya menanggulangi orang yang kesurupan jin tidak salah langkah, meski cara penanggulangan tersebut juga membutuhkan pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Oleh sebab itu, sebelum manusia berani mendekati dimensai alam jin, seperti pelaksanaan ruqyah itu, seyogyanya mereka melengkapi diri dengan ayat-ayat yang tersurat tersebut. Di saat kesadaran manusia benar-benar sudah dikuasai setan jin, sehingga diantara mereka ada yang muntah-muntah dan bahkan kencing di mesjid, sebagaimana yang banyak ditayangkan dalam siaran TV akhir-akhir ini. Kalau seandainya saat itu manusia tidak mendapat pertolongan dari Allah sehingga kesadaran mereka tidak dapat dipulihkan kembali, maka manusia akan menjadi makhluk yang lebih hina daripada binatang ternak. Mereka akan terbuang di pinggir-pinggir jalan dan di tempat-tempat sampah. 252 - Menguak Dunia Jin Ironisnya, hal seperti itu sekarang malah menjadi tontonan gratis setiap hari. Keampuhan ruqyah untuk mendatangkan jin tersebut bahkan mereka banggakan dimana-mana. Mereka membuka klinik ruqyah dan menyelenggara-kannya secara massal. Mereka merasa seakan-akan tidak ada lagi yang lebih baik dan lebih ampuh daripada yang mereka lakukan itu. Apa yang akan terjadi pada umat manusia apabila hal yang demikian bahaya itu sedikitpun tidak mereka sadari? Apakah hati-hati kita sudah sedemikian buta sehingga setiap hari telah mampu meracuni diri sendiri dengan tanpa sadar bahwa yang demikian itu dapat menghancurkan umat manusia bahkan suatu generasi? Kalau dengan peringatan ini mereka tidak juga berhenti, marilah kita sama-sama menunggu akibatnya. Semoga Allah senantiasa melindungi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. RUQYAH dampak dan bahayanya - 253 TAHAP KEEMPAT : Jin Bersekutu Dengan Manusia Di Dalam Urusan Harta Dan Anak Tahap ini adalah tahap yang sangat menarik untuk disimak. Tahap yang akan mampu membuat bulu kuduk para pembaca berdiri sebagaimana yang penulis alami sendiri. Betapa tidak, ternyata setan jin telah banyak berbuat untuk kita sejak kedua orang tua kita menjalankan hubungan sebagai suami istri. Sejak manusia masih menjadi calon manusia, sejak manusia masih berupa janin yang ada di dalam rahim ibunya. Sejak itu setan jin sudah berusaha membangun pondasi di dalam jasad yang masih sangat lemah tersebut, agar kelak setelah menjadi manusia, setan jin dapat menguasainya dengan mudah. Kalau bukan firman Allah yang menyatakan hal tersebut, barangkali tidak ada seorangpun mempercayainya. Betapa jin ternyata telah mampu membuat mangsanya menjadi calon orang-orang yang berpenyakitan baik jasmani maupun ruhaninya, menjadi calon orang gila 254 - Menguak Dunia Jin sejak manusia itu masih di dalam rahim ibunya. Bahkan sebelum anak manusia itu berbentuk sebagai janin. Setan jin telah menguntitnya, ketika manusia masih berbentuk sperma yang dipancarkan oleh calon ayahnya ke dalam rahim calon ibunya. Sejak itu pula setan jin sudah berusaha mengatur strategi serta menancapkan cakar-cakar kekuasaan supaya manusia target sasaran itu kelak benar-benar dapat dijadikan tentara-tentara setan yang setia yang akan dapat meringankan beban tugasnya di kemudian hari. Demikianlah Allah mengabarkan dengan firman-Nya: Dan berserikatlah dengan mereka pada (urusan) harta dan (urusan) anak-anak. Ayat ini merupakan petunjuk dari Allah baik untuk setan jin maupun untuk manusia. Di satu pihak untuk setan jin dengan ayat ini menjadi mengetahui bahwa di jalan-jalan itulah mereka akan mendapatkan fasilitas untuk melancarkan tipudayanya kepada manusia, kerana di jalan itu sistem pendukungnya sudah tersedia. Bagi manusia di pihak lain dengan ayat RUQYAH dampak dan bahayanya - 255 ini dan ayat-ayat yang lain serta hadits Nabi menjadikan peringatan baginya, supaya sejak dini manusia mampu mengantisipasi bahaya-bahaya yang senantiasa mengancam hidupnya, baik kehidupan dunianya, kehidupan agamanya, maupun kehidupan akhiratnya. Sungguh sangat beruntung orang yang mau mengambil pelajaran darinya. Manusia tidak harus cepat merasa puas dengan ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki. Hendaknya mereka selalu membuka diri untuk menerima setiap masukan yang ada, apalagi masukan itu adalah ilmu pengetahuan yang bersumber dari al-Quran al-Karim dan sunnah Nabi . Barangkali di sana mereka dapat menemukan mutiara-mutiara baru di samping mutiara yang sudah ada dan yang lebih penting lagi barangkali mutiara baru itu akan membawa hikmah dan menjadikan sebab diturunkannya hidayah Allah kepadanya. Sungguh benar firman Allah : Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, - yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang 256 - Menguak Dunia Jin yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang Ulul Albab. (QS.Az-Zumar:39/17-18). Yang dimaksud dengan berserikat itu adalah bekerjasama atau joint menurut istilah kerennya. Ternyata setan jin di dalam banyak hal memang terfasilitasi untuk bekerjasama dengan manusia terutama di dalam urusan harta benda dan anak-anak, baik di dalam cara mencari, mengumpulkan maupun bagaimana cara mengaturnya. Di dalam dua urusan tersebut seorang jin banyak memberikan andil kepada seorang manusia, baik aspek perencanaan maupun aspek pelaksanaan. Di dalam kemaksiatan, supaya manusia menjadi orang yang berbuat kezaliman. Di dalam kebajikan bagaimana arah tujuan kebajikan itu menjadi berbelok arah sehingga perbuatan itu tidak menjadi kebajikan lagi melainkan kezaliman yang dibungkus dengan kebajikan. Kalau urusan harta benda barangkali biasa-biasa saja, artinya tidak terlalu menimbul-kan kesan yang mendalam di dalam hati ketika seorang mengetahui bahwa setan jin ternyata ikut bekerja sama dengan mereka di dalam pengelolaan harta benda mereka. Berbeda ketika hal itu terjadi pada urusan anak-anak. Inilah yang dapat menjadikan bulu kuduk kita berdiri. RUQYAH dampak dan bahayanya - 257 Ternyata setan jin kadang-kadang telah berlaku sebagai suami lain bagi istri yang kita cintai, menjadi bapak yang lain dari anak-anak yang kita sayangi. Demikian itulah apa yang telah disampaikan oleh Imam Mujahid di dalam menafsirkan ayat di atas, beliau berkata: Apabila seorang laki-laki mendatangi istrinya dengan tanpa membaca Basmallah, (menyebut asma Allah) seorang jin segera masuk di sela-sela kedua suami istri itu dan bersama-sama dalam satu pekerjaan yang sedang mereka kerjakan. Hal tersebut sebagai manifestasi dari firman Allah berikut ini. Allah berafirman: Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin(QS.Ar-Rahman:55/56) Oleh kerana itu Allah mensifati bidadari di surga sebagai orang-orang yang belum pernah disentuh, baik oleh manusia maupun oleh jin. Sungguh para bidadari itu memang sangat terjaga dari aib besar ini, beliau meneruskan: Maka dengan itu supaya engkau mengetahui dengan 258 - Menguak Dunia Jin ayat ini bahwa sebagian wanita-wanita manusia ada yang sudah disentuh oleh jin. Adapun yang dimaksud dengan lafat At-Thomatsu (menyentuh) adalah Al-Jimaau, artinya menyetubuhi. Di dalam riwayat yang lain menyatakan bahwa salah satu ayah Ratu Balgis adalah seorang jin. * Tafsir Qurthubi * Di dalam kitabnya Al-Ghunyah, asy-Syekh Abdul Qodir al-Jilani mengatakan : Apabila seorang suami sedang mendatangi istrinya dalam keadaan telanjang bulat tanpa ditutupi dengan sehelai kain, maka sebelum laki-laki itu berbuat, seorang jin telah terlebih dahulu mencicipi istrinya. (Al-Ghunyah) Apabila jin dapat berserikat dengan manusia di saat manusia tidak menyadarinya, apalagi ketika manusia sengaja memanggil jin untuk memasuki wilayah kesadaran mereka, seperti pelaksanaan ruqyah tersebut. Momen seperti pelaksanaan ruqyah tersebut menjadi ladang yang empuk bagi jin, sehingga kesurupan massal itu tidak hanya terjadi di dalam momen pelaksanaan ruqyah saja, tetapi juga di sekolahan dan di pabrik-pabrik. Di tempat orang-orang berkumpul tersebut sekarang menjadi ladang empuk bagi jin untuk mengadakan pesta pora. RUQYAH dampak dan bahayanya - 259 Hal tersebut boleh terjadi, kerana hayal kebanyakan manusia sudah terobsesi dengan dunia jin dan pelaksanaan ruqyah yang setiap saat mereka lihat di dalam tayangan TV tersebut. Ketika di sekolahan dan di pabrik itu mereka melihat adegan orang kesurupan jin. Rasa takut mereka segera menyeret obsesi yang sudah terekam dalam hayal tersebut. Kontan saja hal itu menjadi penyebab terbukanya peluang kepada serombongan jin untuk menguasai kesadaran orang-orang yang takut itu. Itulah sebabnya, dimana-mana sekarang sedang musim orang kesurupan massal. Kejadian tersebut adalah buah dari kesalahan manusia sendiri. Hal itu kerana setiap hari pintu masuk jin di dalam wilayah kesadaran manusia tersebut sudah mereka siapkan sendiri di dalam hayal mereka. Dengan menonton tayangan dunia lain yang sedang marak, sampai-sampai adegan dunia lain itu kadang-kaadng terbawa mimpi. Saat itu mereka tidak sadar bahwa hal tersebut boleh menjadi penyebab dengan mudah mereka dikuasai jin. Itulah hakikat iman, apabila iman itu disalurkan kepada jin, maka jin akan mendekatkan diri kepada mereka. Solusinya, apabila tayangan TV seperti tersebut tidak dapat kita hindari, hati kita harus 260 - Menguak Dunia Jin mampu kita bentengi dengan iman kepada Allah. Kita percaya bahwa Allah akan melindungi hamba-Nya yang sholeh. Betapapun kuatnya jin dapat menguasai kesadaran manusia, dengan kita selalu memohon perlindungan kepada-Nya, perlindungan Allah kepada hamba-Nya yang sholeh tentunya lebih kuat lagi. Oleh sebab itu orang beriman hendaknya jangan ikut-ikutan menciptakan peluang kepada jin untuk menguasai manusia, seperti pelaksanaan ruqyah tersebut. Seharusnya pelaksanaan itu digurukan dahulu kepada ahlinya, agar kesalahannya tidak banyak menimbulkan kerugian bagi orang awam. RUQYAH dampak dan bahayanya - 261 Sejak BilaJin Bersekutu Dengan Manusia Di Dalam Urusan anak.? Sejak seorang suami memancarkan sperma kepada istrinya kemudian sperma itu segera berlomba untuk mendatangi panggilan indung telur yang ada di dalam rahim seorang istri melalui sinyal kimiawi yang dipancarkan indung telur tersebut. Sejak saat itu jin sudah mengadakan penyerangan dalam rangka menancapkan kerangka pondasinya di dalam janin yang masih sangat lemah tersebut. Hal itu supaya kelak di saat manusia telah menjadi kuat, setan jin tetap dapat dengan mudah mengusai target sasarannya itu. Oleh sebab itu sejak itu pula Rasulullah telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana cara menangkal serangan yang sangat membaha-yakan tersebut. Ajaran tersebut sebagaimana yang Beliau sampaikan melalui sabdanya : : 262 - Menguak Dunia Jin * Diriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah pernah bersabda: apabila seseorang diantara kamu ingin bersetubuh dengan istrinya hendaklah dia membaca: Yang artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku! Jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami. Sekiranya hubungan antara suami istri itu ditakdirkan mendapat seorang anak. Anak itu tidak akan diganggu oleh setan untuk selamanya * Riwayat Bukhari di dalam Kitab Nikah hadits nomor 4767. Riwayat Muslim di dalam Kitab Nikah hadits nomor 2591. Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Nikah hadits nomor 1012. Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Nikah hadits nomor 1846. Di saat seorang suami menyetubuhi istrinya, mereka tetap tidak boleh lupa diri, tidak boleh lupa berdzikir kepada Allah . Kebahagiaan itu harus dimulai dengan menyebut asma-Nya dan membaca doa-doa kepada-Nya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 263 Itu semua agar kenikmatan itu bernuansakan ibadah. Dengan demikian itu berarti seorang hamba telah menolong di jalan Allah. Pahalanya, Allah akan memberikan pertolongan kepada seorang hamba yang mau menolong di jalan-Nya. Itu adalah janji Allah yang dinyatakan dengan firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS.Muhammad:47/7) Dengan sebab pertolongan Allah itu, maka sejak saat itu pula calon anak manusia akan mendapatkan perlindungan Allah dari setiap usaha setan jin untuk mencelakainya. Anak manusia itu akan dimasukkan di dalam benteng perlindungan yang kokoh sehingga setan jin tidak mampu lagi mengganggunya. Allah telah menyatakan pula dengan firman-Nya: Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS.Al-Hijr:15/42) 264 - Menguak Dunia Jin Adakah kasih sayang yang melebihi kasih sayang Allah dan rasul-Nya tersebut? Seandainya tidak ada kasih sayang itu, umat ini tidak diajari Rasulullah usaha untuk menangkal bahaya besar itu, adakah manusia dapat menyelamatkan diri dari ancaman yang sangat mengerikan itu. Di saat suami istri sedang asyik dalam keadaan lupa diri, ternyata setan jin telah menyiapkan jurus-jurus ampuh untuk menerkam manusia? Namun ironisnya, ketika orang-orang beriman itu telah diselamatkan dari ancaman setan jin tersebut. Pada saat yang lain mereka justru mempertaruhkan nilai keselamatan itu dengan coba-coba mendekati alam jin seperti yang mereka lakukan dengan pelaksanaan ruqyah tersebut. Logisnya, bagaimana pelaksanaan itu boleh dikatakan sebagai perbuatan yang sesuai dengan syariat Islam..? Aspek mana yang menjadikan manusia tidak memahami hal yang sangat penting ini sehingga mereka terpeleset kepada kesalahan yang fatal..? Semoga kita selalu mendapatkan petunjuk dari Allah sehingga jalan hidup kita selalu terbimbing menuju jalan yang benar. Allah telah menentukan sunnah-Nya, bahwa jin dapat memasuki tubuh manusia melalui jalan darahnya sehingga mereka dapat RUQYAH dampak dan bahayanya - 265 melakukan campur tangan kepada manusia sampai dengan urusan yang sangat pribadi tersebut. Namun demikian Allah juga memberikan penangkalnya, agar kebebasan jin itu tidak membahayakan jiwa manusia. Itu adalah bagian sunnah yang dibangun Allah di dunia. Sistem keseimbangan hidup supaya manusia selalu berhati-hati dalam berbuat. Disamping manusia mendapat peringatan adanya kekuatan jin yang dapat mengancam hidupnya, mereka juga mendapatkan kabar gembira bagaimana cara menangkal ancaman tersebut. Untuk tujuan tersebut para Rasul dan para Nabi diutus di dunia. Allah telah menyatakan dengan firman-Nya: Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan(QS.Al-Furqon/56) Dengan peringatan dan kabar gembira itu, tujuannya supaya manusia tidak sombong dan takabbur, terlebih dengan membanggakan diri sendiri dan menyalahkan orang lain. Merasa punya amalan yang paling benar dan paling suci 266 - Menguak Dunia Jin sehingga amalan orang lain dianggap berbau syirik dan bidah. Berhati-hati di dalam perkataan maupun perbuatan serta rendah hati kepada sesama manusia, itulah ciri khas kehidupan orang yang bertakwa. Seperti butir padi ketika sudah berisi, ia menjadi semakin menunduk. Hal itu, kerana orang bertakwa itu adalah orang yang mengenal diri sendiri. Mereka mengetahui bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Tanpa perlindungan dan pertolongan Allah, sejak di dalam rahim ibunya, manusia adalah mangsa empuk bagi musuh utamanya. Untuk itu mereka selalu menjaga diri dari berbuat salah. Sebabnya, kerana mereka tahu bahwa sistem perlindungan yang melindungi dirinya itu bilasaja boleh rusak akibat kesalahan yang mereka perbuat sendiri. RUQYAH dampak dan bahayanya - 267 Hikmah dan Rahasia Aqiqoh Rahasia doa yang dibaca seorang suami sebelum mendatangi istrinya itu disebut nismatul ubudiyah sedangkan kehidupan yang mendiami janin di dalam rahim seorang ibu itu disebut nismatul adamiyah.7 Selama keberadaan nismatul adamiyah didampingi nismatul ubudiyah, sampai kapanpun anak manusia tetap mendapatkan perlindungan Allah sehingga setan jin tidak mempunyai kekuatan untuk menguasai kesadarannya, kecuali manusia sendiri telah merusak sistem perlindungan itu dengan perbuatan maksiat dan dosa. Dengan kesalahan itu, nismatul ubudiyah boleh meninggalkan nismatul adamiyah. Akibatnya akan terbuka peluang bagi setan jin untuk menguasai manusia. Ketika persetubuhan itu tidak dilandasi dengan nuansa ibadah. Tidak diniati dengan niat baik, hanya memperturutkan kehendak hawa nafsu, terlebih dilaksanakan dalam kondisi masih haram. Berarti sejak proses awal kejadiannya, anak manusia itu tidak mendapatkan nismatul ubudiyah. Mereka tidak mendapatkan sistem 7 Lebih detail urusan nismatul adamiyah dan nismatul ubudiayah ini, silahkan simak buku Kholifah Bumi. 268 - Menguak Dunia Jin penjagaan malaikat untuk melindungi jalan hidupnya, maka sejak berbentuk janin di dalam rahim ibunya, anak manusia sudah terkonta-minasi anasir-anasir setan jin. Akibatnya, sejak itu dia akan menjadi sangat rentan mendapatkan gangguan setan jin. Mereka menjadi rentan mendapatkan berbagai macam penyakit yang penyebabnya datang dari dimensi jin, baik di dalam jasmani maupun ruhaninya. Gangguan jasmani dalam arti jasad anak manusia tersebut rentan terserang berbagai penyakit dimensi jin. Gangguan ruhani dalam arti kesadaran maupun karakternya rentan mendapat gangguan jin. Berarti pula bahwa bagian kehidupannya telah tergadai di dalam kekuasaan setan jin sehingga bilasaja jin dapat melaksanakan niat jahatnya kepada orang tersebut. Allah telah menegaskan hal itu dengan firman-Nya: Tiap-tiap jiwa dengan apa yang telah diperbuatnya akan tergadai(QS.Al-Mudatsir:74/83) Akibat kesalahan itu jiwa anak manusia bagaikan sudah digadaikan oleh orang tuanya kepada setan jin. Oleh sebab itu jiwa tersebut RUQYAH dampak dan bahayanya - 269 membutuhkan tebusan untuk membebaskannya. Berkat rahmat-Nya yang Agung, Allah masih memberikan kesempatan kepada setiap orang tua untuk menebus jiwa anaknya yang sudah tergadai itu dengan melaksanakan sunnah Rasulullah , yaitu melaksanakan Aqiqoh. Sebagaimana pelaksanaan qurbanlaki-laki dengan dua ekor kambing dan perempuan satu ekordemikian pula Aqiqoh harus dilaksanakan. Rasulullah sebagai seorang Nabi dan Rasul yang Mashum atau terjaga dari akibat kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa. Beliau melaksanakan Aqiqoh untuk putra-putrinya selang tujuh hari setelah hari kelahiran mereka. Hal itu menunjukkan demikian besarnya hikmah Aqiqoh tersebut. Secara filosofis sebagaimana pelaksanaan qurban, aqiqoh berarti melaksanakan penebusan atau yang disebut fida dalam istilah agama. Artinya; yang seharusnya Nabi Ismail mati kerana disembelih ayahnya (Nabi Ibrahim ), akan tetapi ternyata kematian itu diganti oleh Allah dengan kehidupan seekor binatang qurban. Sejak itu, setiap hari Raya Qurban, kaum muslimin disunnahkan melaksanakan qurban dengan menyembelih binatang qurban. Seperti itu pula tujuan Aqiqoh. 270 - Menguak Dunia Jin Setiap muslim hendaknya melaksanakan Aqiqoh bagi anak-anaknya dengan bersungguh-sungguh, ikhlas semata-mata kerana Allah . Pada dasarnya aqiqoh boleh dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan hajad-hajad yang lain. Hal itu kerana daging aqiqoh dianjurkan untuk dibagikan dalam keadaan sudah menjadi masakan, untuk walimatul ursy, atau walimatul khitan misalnya. Pelaksanaan aqiqoh harus dilaksanakan dengan niat yang baik, dan menjauhkan diri dari niat-niat yang tidak terpuji, atau niat-niat yang dapat membatalkan pahala ibadah, misalnya untuk berbuat bangga-banggaan atau untuk perbuatan riya. Juga dari hal lain yang sifatnya mubadzdzir menurut hukum agama islam, seperti pesta-pesta perkawinan yang sifatnya hanya untuk menunjukkan status kehormatan duniawi, pamer kekayaan dan bangga-banggaan. Jika aqiqoh yang dilaksanakan oleh orang beriman itu benar-benar mencapai target sasaran, makainsya Allahaqiqoh tersebut menjadi kafarot atau peleburan bagi dosa-dosa dan kesalahan yang telah terlanjur dilakukan oleh kedua orang tua tersebut. Yang demikian itu kerana setiap kebaikan dapat menghilangkan kejelekan asal kebaikan itu dilaksanakan dengan RUQYAH dampak dan bahayanya - 271 tujuan semata-mata melaksanakan ibadah kepada Allah. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat(QS.Hud:11/114) Berangkat dari konsep tersebut, salah satu hikmah aqiqoh, disamping diniatkan untuk melaksanakan sunnah Rasulullah , juga dapat dijadikan media atau sarana bagi usaha penyembuhan terhadap orang-orang yang jiwanya terlanjur tergadaikan kepada setan jin. Jiwa itu tergadai akibat dosa-dosa dan kesalahan yang mereka perbuat sehingga orang tersebut dihinggapi berbagai penyakit yang sumber penyebabnya datang dari dimensi alam jin. Setelah kafarot itu dilaksanakan dengan benar, usaha penyembuhan terhadap penyakit itu harus dilaksanakan oleh ahlinya. Sebabnya, disamping usaha penyembuhan itu harus didasari ilmu pengetahuan yang memadai, juga setiap usaha penyembuhan pasti mengandung resiko yang membahayakan bagi yang disembuhkan. Terlebih urusan yang berkaitan 272 - Menguak Dunia Jin dengan dimensi jin yang ghaib bagi indera lahir manusia. Untuk itu, keikhlasan hati dalam berbuat, niat yang baik dan selalu memohon pertolongan dari Allah, adalah hal yang sangat menentukan daripada ilmu dan pengalaman yang sudah dikuasai manusia. Hanya Allah yang memberikan petunjuk kepada hamba-Nya yang beriman. RUQYAH dampak dan bahayanya - 273 Pendidikan Anak Secara Islami Pendidikan anak secara Islami ini adalah pendidikan anak secara menyeluruh, baik secara rasional maupun spiritual. Anak tersebut tidak hanya diajari ilmu pengetahuan melalui akal saja, tetapi juga melalui hatinya. Dengan didoakan dan dimujahadahi oleh kedua orang tuanya, ilmu yang diserap seorang anak melalui akalnya akan menjadi semakin berkembang. Pendidikan anak secara Islami ini bukan hanya membentuk anak menjadi pintar saja tapi juga cerdas, yaitu orang yang mampu mengelola ilmu yang sudah didapat di dalam bilik akalnya dengan tepat sehingga ilmu itu cepat menjadi berkembang. Akal sesuai fungsinya adalah tempat perbendaharaan ilmu pengetahuan yang didapat dari tiga sumber: pertama dari pendengaran, kedua dari penglihatan dan ketiga terbit dari dalam hati manusia. Allah memberikan isyarat dengan firman-Nya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia 274 - Menguak Dunia Jin memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur(QS.An-Nahl:16/78) Manusia boleh mendapatkan ilmu pengeta-huan dari tiga sumber itu, yaitu dengan membaca, mendengarkan dan melaksanakan ibadah atau mujahadah yang diniatkan semata-mata atas dasar takwallah. Dengan jalan yang ketiga ini Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu(QS.Al-Baqoroh:2/282) Juga sabda Nabi yang artinya: Barang siapa beramal dengan ilmu yang sudah diketahui maka Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahui. Saat manusia dilahirkan oleh ibunya, saat itu alat-alat mekanik yang nantinya menjadi indera manusia, seperti mata dan telinga belum berfungsi sebagaimana mestinya. Makanya, saat itu manusia dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Hal itu disebabkan kerana belum ada sinyal yang dikirimkan indera-indera tersebut ke dalam bilik akal. Untuk itu indera yang pertama RUQYAH dampak dan bahayanya - 275 berfungsi bagi seorang bayi adalah pendengaran baru kemudian penglihatan. Seandainya kedua alat mekanik tersebut tidak berfungsi selamanya, maka selamanya pula manusia tidak mengetahui apa-apa. Orang yang tuli sejak lahir misalnya, dia hanya dapat mengerti dari apa-apa yang dilihat oleh matanya tapi tidak dapat mengatakannya melalui kata-kata. Hal itu kerana dia tidak pernah mendengarkan suara, sehingga walau akalnya mampu memancarkan perintah supaya dia berbicara, alat bicara itu tidak dapat melaksana-kannya kerana sedikitpun alat itu tidak pernah terlatih untuk berbicara. Berbeda dengan orang yang buta sejak kecil tapi pendengarannya sempurna, kadang-kadang dia malah menjadi lebih pintar dan lebih cerdas daripada orang yang dapat melihat. Hanya saja dia tidak dapat menulis kerana sama sekali ia tidak pernah kenal dengan tulisan, kecuali yang dilatih melalui sentuhan tangan. Dari dua sumber ini, ilmu pengetahuan kemudian masuk ke dalam bilik akal dan direkam di dalam memori akal. Itulah yang disebut ilmu lahir atau ilmu rasional. Sedangkan ilmu yang masuknya ke dalam bilik akal melalui hati atau 276 - Menguak Dunia Jin perasaan yang disebut dengan ilmu batin atau spiritual, atau dengan istilah ilmu laduni adalah ilmu yang didapat dari buah ibadah dan mujahadah di jalan Allah. (penulis sudah menulis tentang ilmu yang sumbernya dari hati ini dalam dua bukunya yang berjudul Tawassul dan judul Ilmu Laduni). Keadaan batin seorang ibu saat mengandung anaknya akan sangat berpengaruh bagi pertumbuhan jiwa anak yang ada di dalam kandungan. Untuk itu seorang ibu yang sedang mengandung hendaknya menjaga kestabilan batinnya, meningkatkan kemampuan spiritual dengan amal ibadah yang ikhlas, baik secara vertikal maupun horizontal. Hal itu dilakukan agar emosional dan rasional selalu dapat terkontrol dan terkondisi dengan baik. Kemampuan spiritual yang baik akan memberi-kan pengaruh positif kepada perkembangan janin yang sedang dikandungnya. Namun demikian, oleh kerana jin selalu bekerjasama dengan manusia di dalam urusan harta benda dan anak-anak, maka untuk mempersiapkan anak yang pandai, cerdas dan sehat wal afiatbaik ruhani maupun jasmanisecara Islami tersebut, tidak hanya dilakukan di saat anak manusia itu berada di dalam RUQYAH dampak dan bahayanya - 277 kandungan ibunya saja, kerana saat itu boleh jadi janin itu sudah terkontaminasi dengan anasir jin, tetapi seharusnya disiapkan sejak pertama kali seorang suami berhubungan dengan istrinya. Artinya, pendidikan anak secara Islami itu harus dikondisikan bersama saat seorang suami bersetubuh dengan istrinya. Dimulai berdzikir kepada Allah dengan membaca basmallah dan doa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah yang artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku! Jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami. Perbuatan itu tidak hanya dilakukan sekedar melampiaskan nafsu syahwat belaka. Saat itu adalah saat-saat yang sangat menentukan bagi kemurnian fithrah calon anak manusia yang ada dalam rahim. Apabila dari hubungan tersebut terjadi pembuahan, maka sejak itu calon anak manusia itu akan mendapat perlindungan Allah dari segala upaya setan jin. Supaya hasil hubungan itu benar-benar bersih sesuai dengan fithrah yang telah dikehendaki Allah baginya. Bukan sebagai fithrah yang sudah terkontaminasi oleh anasir jin, yang menyebabkan manusia kemudian harus bersusah 278 - Menguak Dunia Jin payah untuk mengembalikan fithrah itu sebagai-mana asal kejadiannya. Selanjutnya seorang ibu yang mengandung itu hendaknya selalu mengkondisikan baik lahir maupun batinnyauntuk mempersiapkan akhlak anak yang dikandungnya menjadi akhlak yang muliadengan pelaksanaan akhlak yang mulia pula. Hendaknya bapak dan ibunya jangan terjebak melaksanakan wirid-wirid khusus yang kadang-kadang justru dapat mewariskan karakterbagi anaknyayang tidak diinginkan sebagai dampak negatif dari wirid-wirid tersebut. Hal itu kerana pelaksanaan wirid-wirid itu boleh jadi cenderung hanya memperturutkan kemauan nafsu syahwat belaka. Amaliyah apa saja boleh dilakukan asal amaliyah itu mendapatkan bimbingan dari guru ahlinya serta hanya diniatkan untuk semata-mata beribadah. Amaliyah yang benar itu akan membawa dampak positif kepada janin yang ada dalam kandungan. Anak adalah salah satu amanat yang terbesar dari-Nya, maka jangan sampai hidupnya kelak menjadi sia-sia. Hanya Allah yang akan mampu mentarbiyah hamba-hamba-Nya. Allah telah menegaskan dari apa yang telah RUQYAH dampak dan bahayanya - 279 disampaikan oleh Rasulullah prihal pendidikan secara batin ini dengan firman-Nya: Sesungguhnya Pentarbiyahku adalah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia yang akan mentarbiyah orang-orang yang saleh(QS.Al-Araaf:7/196) Apabila kehidupan janin yang ada dalam kandungan tersebut dalam kondisi terkontami-nasi oleh anasir jin, maka sejak saat itu jin yang menguasai calon anak manusia itu akan ikut andil menjadi gurunya. Pendidikan yang dilakukan jin tersebut dengan cara mengirimkan perintah berupa sinyal-sinyal yang dipancarkan setiap saat kepada janin yang sudah bernyawa itu. Akibatnya, apa saja yang diupayakan oleh ibunya saat mengandung tidak akan membuahkan hasil yang optimal. Sebabnya, kerana upaya itu terlebih dahulu dihadang upaya jin yang sudah menguasai janin tersebut. Sejak itu setan jin sudah ikut andil dalam pembentukan kepribadian serta karakter bagi calon anak yang ada di dalam kandungan ibunya tersebut. Setelah anak itu dilahirkan dia akan menjadi anak yang mempunyai kelainan-kelainan pembawaan yang negatif. Kelainan yang kadang-280 - Menguak Dunia Jin kadang sulit dapat dipulihkan kembali sebagaiamana fithrah kelahiran manusia pada umumnya. Berarti dia terlahir dalam fithrah yang sudah terinveksi virus penyakit dimensi jin. Anak manusia yang terlahir dengan fithrah yang sudah tidak murni ini, ketika sudah mulai menginjak usia balita, biasanya muncul tanda-tanda yang dapat dibaca dari prilaku keseharianya. Dengan izin Allah serta ilmu-Nya seorang yang ahli dapat membaca keadaan itu melalui sorot mata anak tersebut. Adapun tanda-tanda yang umum adalah apa yang diduga oleh orang banyak dengan istilah hipperaktif atau autis. Anak balita itu seakan-akan mempunyai kehidupan ganda. Kadang-kadang memang kepandaiannya lebih menonjol daripada teman sebayanya akan tetapi dia sulit diatur orang lain. Dia suka berbuat semaunya sendiri sehingga banyak merepotkan orang-orang yang ada di sekitarnya. Memang keberadaan anak tersebut tidak sebagaimana mestinya pada usia anak sebayanya. Kadang-kadang malah mempunyai inisiatif dan kreatif yang berlebihan dan bahkan mampu berbuat jauh melebihi usia anak yang lebih tua darinya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 281 Yang dikatakan hipperaktif itu kadang-kadang memang kerana fithrah anak manusia itu telah terkontaminasi anasir jin sejak dia dilahirkan oleh ibunya. Berarti sejak itu anak tersebut sesungguhnya dalam keadaan sakit akibat gangguan jin. Penyakit itu bahkan menjangkit sejak pertama kali indung telur seorang ibu itu dibuahi oleh sperma ayahnya. Kalau demikian keadaannya, sebagai bagian dari pelaksanaan pendidikan secara Islami, adalah pelaksanaan Aqiqoh dari kedua orang tuanya yang dilaksanakan oleh seorang ahlinya, atau orang-orang yang telah mengetahui ilmunya. Aqiqoh itu harus ditujukan secara khusus untuk mengembalikan fithrah anaknya ditambah dengan terapi amalan yang harus dijalani oleh kedua orang tuanya. Pelaksanaan aqiqoh untuk tujuan kafarot atau fida bagi anak tersebut, sedangkan terapi amalan yang dilakukan orang tuanya untuk tujuan upaya penyembuhan akibat luka yang sudah diderita si anak sekaligus sebagai bagian pelaksanaan pendidikan secara spiritual antara orang tua dan anaknya. Proses tersebut disebut dengan interaksi ruhaniyah. Dalam kaitan ini, orang tua yang belum menguasai ilmunya tidak seharusnya melaksana-282 - Menguak Dunia Jin kan penyembuhan sendiri kepada anaknya. Sebabnya, disamping setiap usaha penyembuhan itu pasti membawa dampak negatif, juga usaha penyembuhan itu harus melalui tahapan diaognosa terlebih dahulu. Diagnosa itu sangat penting, disamping untuk mengetahui jenis penyakit, juga mengetahui stadium penyakit yang sedang diderita tersebut. Yang boleh melaksanakan itu hanyalah orang yang sudah ahli dibidangnya. Untuk itu peran Ulama ahlinya sangat penting di tengah masyarakat. Disamping mereka mengajarkan ilmu agama, kadang-kadang mereka juga harus melaksanakan penyembuhan kepada umatnya, terlebih penyakit yang berkaitan dengan dimensi jin yang wilayahnya tidak boleh dijangkau oleh ilmu medis. Namun ironisnya, Ulama-ulama muda kita zaman sekarangtanpa mereka sadarimalah menyebarkan virus dimensi jin tersebut di masyarakat luas melalui pelaksanaan ruqyah yang mereka banggakan. RUQYAH dampak dan bahayanya - 283 TAHAP KELIMA : Memberikan Janji-Janji Bohong Ketika setan jin telah berhasil menguasai wilayah kesadaran manusia di saat manusia itu sadar. Mereka berhasil membimbing manusia menuju jalan kesesatan di dalam kondisi manusia tidak sedang kesurupan. Tahap berikutnya setan jin membisikkan janji-janji bohong di alam sadar orang-orang sudah dikuasai itu, sehingga tanpa sadar mereka sejatinya telah terkena tipudaya setan jin dalam keadaan sadar. Akibatnya manusia tidak sadar lagi bahwa dia telah terjerumus di dalam kesesatan dalam keadaan sadar. Itulah gambaran orang kafir. Oleh kerana matahati mereka buta, meski setiap saat mereka mendapatkan peringatan, tetap saja mereka tidak mau beriman kepada peringatan itu. Allah mengabarkan upaya jin untuk menguasai manusia tahap yang kelima itu dengan firman-Nya: 284 - Menguak Dunia Jin Dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka. Inilah tujuan akhir upaya setan jin dalam rangka menjalankan proses demi proses tipudaya mereka untuk menguasai manusia. Kalau mungkin dengan upaya tersebut mereka akan menguasai manusia secara keseluruhan. Untuk tujuan tersebut sebagian manusia harus ada yang dikuasai kesadarannya dalam keadaan sadar, bukan hanya dengan cara disurupi jin secara massal. Hal itu kerana sebagian mereka akan dijadikan tentara-tentara setan yang setia. Dengan sadar mereka membantu setan jin untuk menggalang dan menguasai manusia sebanyak mungkin. Dalam hal ini fenomena telah menunjukkan gejala. Disana sini dewasa ini orang kesurupan massal mulai merajalela. Allah memberikan peringatan akan hal tersebut dengan firman-Nya: Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah bala tentara setan. RUQYAH dampak dan bahayanya - 285 Ketahuilah, bahwa sesungguhnya bala tentara setan itulah golongan yang merugi(QS.Al-Mujaadilah:58/19) Sebagian manusia itu dijadikan tentara-tentara setan yang kuat. Dengan mendapatkan bantuan dari setan jin supaya mereka dapat mempengaruhi orang lain menjadi pengikut yang kuat pula. Semakin banyak orang yang mengikuti mereka, berarti tentara buatan itu semakin membantu meringankan tugas setan jin dalam melaksanakan tipudaya kepada manusia. Untuk itu tentara-tentara itu dilengkapi dengan kelebihan-kelebihan atau linuwih sebagai bantuan setan yang dapat membantu tugas mereka. Orang awam mengira linuwih itu adalah karomah-karomah sebagaimana yang diberikan Allah kepada para wali-Nya. Dengan linuwih-linuwih itu tentara bentukan itu mendapatkan kepercayaan dari manusia sehingga mereka diikuti banyak orang. Contoh kejadian; Ketika setan jin dengan segala tipudayanya berhasil menjadikan manusia sebagai tentara-tentara setan yang setia. Tugas berikutnya, disamping memberikan bantuan kekuatan dari dimensi jin, mereka juga selalu meniupkan bisikan ghaib di dalam hati orang yang sudah dikuasai tersebut. Dengan itu supaya 286 - Menguak Dunia Jin manusia memandang baik kepada dirinya sendiri. Merasa mendapatkan linuwih sehingga mereka ingin menjadi pimpinan di tengah masyarakat. Bisikan ghaib itu terkadang berkata: Sesungguhnya kamu adalah orang yang mulia dari keturunan waliyullah yang mempunyai karomah tinggi. Akibat dari bisikan seperti itu, tentara setan itu menjadi lupa diri. Bahkan diantaranya ada yang tidak mengakui kedua orang tuanya sendiri lantaran kedua orang tua itu bukan dari golongan yang mempunyai nasab ulama besar atau nasab Waliyullah. Dia malu mempunyai orang tua yang tidak punya nasab wali kerana dia sekarang merasa menjadi wali besar. Padahal sebenarnya mereka memang bukan keturunan Wali, hanya akibat janji-janji bohong yang setiap saat dibisikkan setan di dalam hati, menjadikannya lupa diri. Di dalam bisikan itu, setan jin juga membuat alibi tentang asal usul dan jatidiri. Bisikan ghaib itu berkata: Dahulu bayimu sengaja dibuang oleh kedua orang tuamu yang asli di sungai, seperti bayi Nabi Musa dan ditemukan oleh kedua orang yang mengaku sebagai ibu bapakmu yang asli. Katanya lagi: Kelak kamu akan menjadi seorang pimpinan besar, seperti Nabi Musa, seorang pemimpin umat akhir zaman yang akan membawa umat menuju kemuliaan zaman. RUQYAH dampak dan bahayanya - 287 Datangnya bisikan itu di dalam hati orang yang sedang sadar sehingga dia tidak sadar bahwa dirinya sekarang telah menjadi tentara setan dalam keadaan sadar. Itulah jenis tipuan setan jin yang mematikan. Dengan tipuan itu bukannya manusia dijadikan kesurupan jin seperti akibat pelaksananan ruqyah, tetapi dijadikan tidak sadar bahwa dirinya telah mampu berbuat diluar kesadaran secara normal. Kejadian ini benar-benar terjadi disuatu tempat. Untuk menjaga prifatisasi seseorang, penulis tidak menyebutkan siapa orangnya dan di mana tempat tinggalnya. Bisikan jin seperti itu bukan hanya boleh menjadikan manusia sombong dan tersesat saja, tetapi juga meletakkan kesombongan di hati para pengikutnya dan menyesatkan banyak orang. Mereka merasa benar sendiri, merasa hanya golongannya sendiri yang paling benar sedang-kan orang lain salah. Terkadang-kadang mereka mengatakan, bahwa seluruh manusia yang berada di timur Kabah salah. Tanpa sadar bahwa dirinya sendiri juga berada di sebelah timur Kabah. Terkadang menganggap selain golongannya masih najis, masih kafir dan belum Islam, kalau ingin masuk Islam ya harus mengikuti dirinya. Akibatnya, 288 - Menguak Dunia Jin apabila ada orang lain masuk ke dalam masjidnya, setelah orang tersebut pergi, tempatnya segera disucikan. Di dalam urusan agama dan keluarga mereka hanya mau berkumpul dengan sesama golongannya. Kalau urusan harta dan maisyah mereka menjadi lupa aturan yang sudah mereka tetapkan. Walhasil, setan berusaha supaya mereka memandang baik kepada diri sendiri. Tanpa terasa mereka terjebak kepada sifat sombong. Selanjutnya akan menjadikan dirinya sendiri terhalang masuk surga. Rasulullah telah menunjukkan tanda-tanda mereka dengan sabdanya: : Diriwayatkan dari Haritsah bin Wahab berkata : Aku mendengar Nabi bersabda: Maukah kamu aku beritahu tentang ahli Surga ? Para Sahabat menjawab: Ya! Rasulullah bersabda : Mereka semua adalah orang yang lemah dan merendah diri, seandainya mereka bersumpah kerana Allah niscaya Allah akan RUQYAH dampak dan bahayanya - 289 memperkenankan sumpahnya. Kemudian baginda bersabda lagi: Inginkah kamu aku beritahu tentang ahli Neraka ? Mereka menjawab: Ya! Baginda bersabda: Mereka semua adalah orang yang selalu diagung-agungkan dan bermegah-megah serta sombong Riwayat Bukhari di dalam Kitab Tafsir al-Quran hadits nomor 4537, - Etika hadits nomor 5610, - Sumpah Dan Nadzar, hadits nomor 6165. Riwayat Muslim di dalam Kitab Surga Dan Kenikmatannya hadits nomor 5092. Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Suasana Neraka hadits nomor 2530. Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Zuhud hadits nomor 4106. Tentara-tentara setan itu tetap saja menyombongkan diri, meski musibah-musibah sudah didatangkan kepada mereka. Padahal musibah itu adalah peringatan yang didatangkan supaya mereka mau kembali ke jalan yang benar, kembali seperti semula sebagai seorang hamba Allah yang sholeh serta rendah hati sebagaimana awal perjalanan yang telah ditempuhnya. Namun sebagian mereka tetap saja mensikapi peringatan itu dengan keangkuhan hati dan kesombongan. Akibat kekerasan hati itu, mereka akan menemui kehancuran dalam keadaan yang sangat merugi. Allah telah memberikan peringatan dengan firman-Nya: 290 - Menguak Dunia Jin Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan(QS.Al-Anam:6/43) Kelebihan-kelebihan yang kadang-kadang menyertai hidupnya, yang dikatakan sebagai karomah-karomah dari Allah , padahal itu sejatinya hanyalah istidroj (kemanjaan) yang telah dikuatkan bantuan-bantuan jin yang menyertai hidupnya. Orang-orang seperti itu selalu merasa menjadi orang yang paling sakti, mengaku orang yang paling dicintai Allah, mengaku segala kemauannya boleh terjadi, bahkan boleh menolak hujan dan memindahkan mendung-mendung serta menggerakkan angin topan, tetapi terkadang tidak mampu membayar hutang sehingga setiap hari harus ngumpet di dalam kamar kerana dikejar-kejar orang. Diantara tanda-tanda mereka, adalah sikap hidup mereka yang selalu berlebihan. Jika mereka sedang senang kepada seseorang, senangnya itu selalu berlebihan. Demikian juga ketika sedang benci, bencinya itu juga dengan berlebihan. Di RUQYAH dampak dan bahayanya - 291 tengah-tengah pengikutnya dia bagaikan raja, tidak ada yang benar selain dirinya, maka segala kemauannya harus selalu dipenuhi jamaahnya. Ketika kesombongan yang ada di dalam dada itu sudah tidak tertahankan, sedangkan janji-janji setan yang selalu diharapkan ternyata tidak juga kunjung datang, antara kecewa dan sakit hati maka putus asa menghantui dalam bayangan. Ketika datangnya ajal kematian sudah tidak dapat terhindarkan, sedangkan kesempatan bertaubat telah terlewatkan, kerana jalan-jalan lurus sudah lama dilupakan, maka Allah menutup hidupnya dengan penuh kekecewaan. Saat itu dia baru sadar, ternyata dirinya telah tertipu setan yang berpura-pura sebagai dewa turun dari kayangan. Sekarang tinggal pengikut yang terbe-lenggu dengan harapan yang berlebih-lebihan. Mereka bingung kehilangan pegangan. Seperti itik terlantar lantaran ditinggal indung semang. Saat itu tidak ada yang dapat menolong mereka kecuali diri mereka sendiri. Mereka seharusnya segera sadar dan berjuang memperbaiki diri. Mencari orang-orang yang sholeh yang dapat membimbing jalan hidupnya, memperbaiki perasaan dan karakter yang meracuni jiwa kehidupan. Kalau dahulu yang menyesatkan jalan 292 - Menguak Dunia Jin hidupnya adalah komunitas, maka sekarang juga harus demikian, hanya komunitas yang lebih baik akan dapat merubah keburukan. Dalam hidup, terkadang orang harus merasakan kejelekan, tetapi tidak untuk terus-menerus dirasakan. Dengan keburukan itu supaya orang dapat membedakan mana yang kejelekan mana yang kebaikan. Untuk itu fungsi seorang guru dibutuhkan, supaya manusia dapat menentukan jalan pilihan. Hanya dengan itu mereka akan dapat meningkatkan derajat kehidupannya, baik kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Untuk itu orang harus mempunyai guru yang mulia. Guru yang melebihi dari dirinya, baik ilmu maupun amal, terlebih pelaksanaan akhlakul karimah. Kalau tidak, jika dia hanya hidup menjadi paling kuat diantara komunitas manusia. Menjadi paling pandai diantara orang-orang yang ada di sekelilingnya. Maka manusia pasti cenderung menjadi sombong dan merasa benar sendiri. Merasa dirinya yang paling mulia, kerana setan jin selalu memanjakan dengan bisikannya. Itulah keutamaan orang punya teman, berkumpul dengan orang yang sholeh dan RUQYAH dampak dan bahayanya - 293 budiman. Kebersamaan itu dapat menjadi burhan. Yaitu kekuatan yang mampu menghancurkan kesombongan. Seorang ulama besar telah memberi persyaksian. Bahwa: Kekuatan Allah adalah dengan berjamaah, siapa sendiri maka akan sendiri di neraka 294 - Menguak Dunia Jin Serba Serbi Dunia Jin DI Seputar Jasad Manusia SENTUHAN SETAN JIN PADA SEORANG BAYI SAAT DILAHIRKAN OLEH IBUNYA. Menurut ilmu medis, seorang anak manusia yang baru dilahirkan oleh ibunya harus menangis. Jika tidak menangis berarti bayi itu tidak sehat. Begitulah kira-kira, kerana penulis tidak menguasai ilmunya. Penulis mengetahui itu hanya dari kata orang. Akan tetapi menurut sabda Rasulullah di bawah ini, yang menyebabkan bayi menangis saat dilahirkan ibunya, kerana saat itu bayi tersebut mendapat tusukan dari setan jin. Rasulullah bersabda: : * Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Tidak ada seorang bayipun yang dilahirkan oleh ibunya kecuali telah disentuh setan. Sehingga Bayi itu segera RUQYAH dampak dan bahayanya - 295 menangis dan menjerit kerana sentuhan setan tersebut kecuali Putera Mariam dan Mariam Riwayat Bukhari di dalam Kitab Permulaan kejadian hadits nomor 3044. Riwayat Muslim di dalam Kitab Kelebihan hadits nomor 4363. Dengan sentuhan itu boleh jadi seorang jin sedang memberikan aba-aba kepada manusia yang menjadi tanggungannya, bahwa sejak saat itu genderang perang terbuka di dunia luar sudah dikumandangkan. Oleh sebab itu, manusia harus waspada, jangan sampai mereka dibuat muntah-muntah dan kencing di dalam masjid dan di musholla-musholla seperti yang sedang marak dewasa ini. TIGA IKATAN SETAN DI KEPALA ORANG TIDUR. Seringkali orang menyiapkan alarm di samping tempat tidur untuk membangunkan pada waktu yang direncanakan. Namun yang terjadi, seringkali yang tidak seperti perencanaan semula. Niat yang baik tinggal niat dan tidur lelap malah berjalan semakin cepat. Ketika alarm berbunyi dengan tepat, kita juga segera menindaklanjuti dengan cepat. 296 - Menguak Dunia Jin Namun bukan untuk bangun dan melaksanakan sholat, tetapi mematikan alarm dan mimpi berlanjut sehingga sholat shubuh menjadi terlewat. Mengapa seperti itu? Ternyata di saat bantal merapat setan jin mengikat kepala dengan tiga kawat. Rasulullah bersabda: : Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Sesungguhnya Nabi bersabda: Setan akan mengikat ujung kepala seseorang yang sedang tidur dengan tiga ikatan, sehingga menyebabkan kamu tertidur dengan pulas dan lama. Apabila seseorang di antara kamu itu terbangun serta menyebut nama Allah, maka ikatan partama akan terlepas. Apabila dia berwuduk maka akan terbukalah ikatan yang kedua. Apabila dia sembahyang maka akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasakan suatu kesegaran dan ketenangan hati, jika tidak dia akan merasa malas dan tidak bergairah RUQYAH dampak dan bahayanya - 297 Riwayat Bukhari di dalam Kitab Jumat hadits nomor 1074. Riwayat Muslim di dalam Kitab Qiyamul Lail hadits nomor 1295. Riwayat Nasai di dalam Kitab Sholat Orang Musafir Dan Mengqoshornya hadits nomor 1589. SETAN LARI MENDENGAR ADZAN DAN IQOMAT Rasulullah bersabda: : * Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Nabi bersabda: Apabila setan mendengar azan, dia lari berhamburan sehingga tidak mendengarnya lagi suaranya. Setelah azan selesai, dia kembali lagi untuk menggoda (manusia). Begitu juga apabila mendengar iqamat. Dia lari lagi sehingga tidak mendegar suaranya lagi dan begitu iqamat selesai dibacakan, segera dia kembali sekali lagi untuk menggoda manusia. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Azan hadits nomor 573. 298 - Menguak Dunia Jin Riwayat Muslim di dalam Kitab Sholat hadits nomor 583. Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Sholat hadits nomor 363. Riwayat Nasai di dalam Kitab Azan hadits nomor 664. Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Sholat hadits nomor 433, 869. Setan memang takut kepada suara adzan tapi sering tidak takut kepada orang yang menyuarakan adzan. Sebabnya, banyak adzan dikumandangkan bukan untuk memanggil orang melaksanakan sholat, tetapi adzan itu untuk sekedar pamer suara dan irama lagu serta diperlombakan agar panitia memberikan ongkos jalan. SETAN KENCING DI TELINGA MANUSIA. Rasulullah bersabda: : * Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud berkata: Diceritakan kepada Rasulullah mengenai seorang yang tidur pada waktu malam hingga pagi. Baginda bersabda: Itulah orang yang kedua belah telinganya telah dikencingi setan atau sabda baginda: Sebelah telinganya saja * RUQYAH dampak dan bahayanya - 299 Riwayat Bukhari di dalam Kitab Jumat hadits nomor 1076. Riwayat Muslim di dalam Kitab Sholat Orang Musafir Dan Mengqoshornya hadits nomor 1293. Riwayat Nasai di dalam Kitab Qiyamul Lail hadits nomor 1590. Itu barangkali zaman dahulu orang yang semalaman tertidur pulas, saat itu kerana telinganya dikencingi setan yang tidak tahu adat. Kalau sekarang tidaklah demikian, bahkan setan-setan telah membuat manusia lupa diri, sehingga mereka suka kencing di mesjid-mesjid dan di musholla dengan tanpa takut kuwalat. MENGUAP ADALAH BAGIAN BENTUK GANGGUAN JIN KEPADA MANUSIA Rasulullah telah menyatakan dengan sabdanya: : *Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah telah bersabda: Menguap (dengan mulut terbuka) adalah merupakan gangguan dari setan. 300 - Menguak Dunia Jin Apabila ada di antara kamu yang menguap maka hendaklah dia menutup mulutnya sekuat mungkin Riwayat Bukhari di dalam Kitab Permulaan Kejadian hadits nomor 3046. Riwayat Muslim di dalam Kitab Zuhud dan Lemah Lembut hadits nomor 5310. Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Etika hadits nomor 2670, 2671. Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Etika hadits nomor 4373. Menguap adalah tanda-tanda kebersa-maan makhluk jin di dalam kehidupan manusia. Hampir semua manusia dalam hidupnya pernah menguap. Hanya orang khusus yang tidak pernah menguap. Namun kita sulit untuk menemukan mereka. Jika orang yang menguap itukerana itu adalah bagian dari gangguan jinharus diruqyah, betapa kita harus bersusah payah keliling dunia untuk meruqyah. Sebabnya hampir semua manusia pernah menguap. Terlebih ketika mereka sedang ibadah atau sedang di dalam majlis pengajian. Bahkan mereka yang sedang meruqyah sekalipun.! DISAAT MANUSIA TIDUR JIN JUGA TIDUR DI DALAM LUBANG HIDUNGNYA RUQYAH dampak dan bahayanya - 301 : *Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Nabi telah bersabda: Apabila seseorang dari kamu bangun dari tidur, maka hendaklah dia memasukkan air ke dalam hidung dan menghembusnya keluar sebanyak tiga kali kerana sesungguhnya setan bermalam di dalam lubang hidungnya di saat manusia tidur . Riwayat Bukhari di dalam Kitab Permulaan Kejadian hadits nomor 3052. Riwayat Muslim di dalam Kitab Bersuci hadits nomor 351. Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Bersuci hadits nomor 89. Di saat manusia sedang tidur, lubang hidungnya ternyata menjadi hotel bagi makhluk jin. Kalau memang orang yang tubuhnya dimasuki jin harus diruqyah, apakah setiap orang yang habis tidur harus diruqyah.? JIN MASUK KE DALAM TUBUH MANUSIA MELALUI JALAN DARAHNYA 302 - Menguak Dunia Jin : *Diriwayatkan dari Sofiah binti Huyai berkata: Pada suatu malam ketika Nabi sedang beriktikaf aku datang menghampiri baginda. Setelah puas berbincang-bincang dengan baginda, akupun berdiri untuk pulang. Rasulullah ikut berdiri untuk mengantarku. Tempat tinggal Sofiah adalah di rumah Usamah bin Zaid. Tiba-tiba datang dua orang Ansar. Ketika mereka melihat Nabi mereka mempercepatkan langkahnya. Lalu Nabi bersabda: Perlahankanlah langkahmu. Sesungguhnya ini adalah Sofiah binti Huyai. Kedua orang ansor itu berkata Maha suci Allah, wahai Rasulullah. Lalu Rasulullah bersabda: Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir ada RUQYAH dampak dan bahayanya - 303 tuduhan buruk atau yang tidak baik dalam hati kamu berdua 1. Riwayat Bukhori di dalam Kitab Itikaf hadits nomor 1894, 1897, 1898. Etika hadits nomor 5751. 2. Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4041. 3. Riwayat Abu Dawud di dalam Kitab Etika hadits nomor 4342. 4. Riwayat Ibnu Majah di dalam Kitab Puasa hadits nomor 1769. Jin dapat masuk tubuh manusia lewat jalan darahnya. Sebagian mereka bahkan menyelinap di dalam rongga dada manusia. Berarti setiap manusia, di dalam jasadnya pasti ada jin. Kalau begitu, apakah orang yang meruqyah itu sudah diruqyah? Barangkali jin yang di dalam dada mereka mau menampakkan diri. Agar jin itu lari tidak kembali, hingga selamanya mereka tidak diganggu setan jin yang suka tinggal di dalam tubuh manusia. 304 - Menguak Dunia Jin Manusia jangan coba-coba sengaja mendekati habitat jin. Ingat jin melihat manusia sedang manusia tidak dapat melihat jin. Di habitatnya jin menjadi lebih perkasa. Ruqyah bukan alat untuk mendeteksi apakah di dalam tubuh manusia ada jin atau tidak. Ruqyah bukan alat sihir supaya orang yang sadar menjadi tidak sadar, bukan orang yang asalnya sehat menjadi muntah-muntah dan kencing di mesjid. Ruqyah adalah sarana untuk membantu penyembuhan bagi orang yang sedang sakit, baik akibat gangguan jin maupun sakit yang lainnya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 305 306 - Menguak Dunia Jin Jalan dan Upaya Untuk Mendapatkan Perlindungan dari Gangguan Jin llah yang menciptakan alam semesta dengan segala sunnah yang ada. Allah pula yang berkuasa yang memeliharanya. Selain Allah adalah makhluk yang lemah yang ubun-ubunnya berada di dalam cengkraman kekuasan-Nya. Seandainya Allah tidak tidak menjaga ciptaan-Nya, niscaya kelestarian alam akan rusak. Hal itu akibat perbuatan makhluk yang ada di dalamnya: Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia atas semesta alam.(QS.Al-Baqoroh:2/251). RUQYAH dampak dan bahayanya - 307 Oleh sebab itu, manusia tidak dapat menghancurkan golongan jin. Demikian pula jin tidak dapat menghacurkan golongan manusia. Kecuali itu terjadi atas sunnah yang sudah ditetapkan-Nya pula. Apabila ada kerusakan di muka bumi, berarti kerusakan itu akibat ulah tangan manusia sendiri. Secara qudroti jin tercipta lebih kuat daripada manusia. Jin boleh melihat manusia, manusia tidak boleh melihat jin. Meskipun demikian, jin tidak dapat begitu saja menguasai manusia, kecuali manusia berbuat kesalahan sehingga sistem perlindungan untuk dirinya menjadi rusak. Perlindungan untuk manusia itu sebagaimana telah dinyatakan di dalam firman-Nya : Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaga ketetapan (urusan) yang sudah ditetapkan Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS.Ar-Rad: 15/11) 308 - Menguak Dunia Jin Penjaga-penjaga manusia itu adalah para malaikat yang didatangkan bergantian antara waktu sholat ashar dan sholat shubuh. Allah tidak merubah keadaan itu kacuali manusianya sendiri yang mengubahnya. Perubahan itu berasal dari perbuatan maksiat dan dosa serta kesalahan-kesalahan. Dengan kesalahan-kesalahan itu para malaikat penjaga tersebut meninggalkan tugasnya. Lalu, bagaimana upaya manusia supaya sistem perlindungan itu tetap ada pada dirinya. Dengan upaya itu supaya kehidupan manusia senantiasa mendapatkan penjagaan dari malaikat tersebut..? Untuk itu ada tiga jalan yang dapat ditempuh manusia. RUQYAH dampak dan bahayanya - 309 JALAN PERTAMA : Hendaknya Pengabdian Dilakukan dengan Ikhlas Ikhlas berarti murni dan tidak bercampur dengan suatu apapun. Seorang hamba yang ikhlas adalah seorang hamba yang niat amalnya dimurnikan dan tidak dicampuri dengan niat-niat yang dapat merusak amal. Adapun maksud pembicaraan ialah; Supaya pengabdian seorang hamba kepada Allah dilaksanakan dengan hanya satu niat, yaitu semata-mata mengharap-kan ridho-Nya, semata-mata melaksanakan kewajiban ubudiyah bagi seorang hamba untuk menegakkan hak Rububiyah Allah . Bentuk ibadah yang dilakukan seorang hamba, baik vertikal maupun horizontal, apabila dilaksanakan dengan hati yang ikhlas, akan menjadi ibadah yang berkualitas tinggi dan diterima di sisi Allah . Amal ibadah yang dilakukan itu akan mendapatkan penjagaan para Malaikat dari gangguan setan jin yang selalu mengancamnya. Setan jin tidak mempunyai kekuatan untuk dapat mengganggu dan 310 - Menguak Dunia Jin merusaknya. Allah telah mengabadikan pernyataan Iblis dengan firman-Nya: Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (kepada diri sendiri) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, - kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka(QS.Al-Hijr:15/39-40) Hanya terhadap hamba-hamba Allah yang ikhlas, iblis tidak mempunyai kekuatan untuk menyesatkannya. Ikhlas adalah rasa yang tersembunyi di dalam hati seorang hamba yang beriman yang kadang-kadang orangnya sendiri tidak mengetahuinya. Hanya Allah yang dapat mengetahuinya. Selain Allah hanya mengetahui dari tanda-tanda yang tampak. Ketika setan jin melihat bahwa amal itu dijaga para Malaikat penjaga, maka setan segera menjauh dan tidak berani lagi untuk mendekatinya. Allah telah mengabarkan hal itu dengan firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 311 Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya(QS.Al-Anfal:8/48) Rasulullah telah memberikan contoh atau gambaran dari sifat keikhlasan ini dengan sebuah haditsnya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah bersabda: Suatu ketika tiga orang lelaki sedang berjalan-jalan, tiba-tiba hujan turun. Mereka berteduh di dalam sebuah gua di lereng gunung. Tiba-tiba pintu gua itu tertutup dengan sebuah batu besar yang menyebabkan mereka terkurung di dalamnya. Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain: Ingatlah akan semua amal baik yang pernah kamu lakukan hanya kerana Allah . Kemudian mereka berdoa kepada-Nya dengan amalan masing-masing tersebut. Semoga Allah menolong kesulitan ini. Seorang lelaki pertama berkata: 312 - Menguak Dunia Jin Yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya dahulu aku mempunyai dua orang ibu bapak yang sudah tua renta. Mereka tinggal bersama keluargaku yang terdiri dari seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil. Aku pelihara mereka serta berkhidmah untuk mereka. Setiap hari aku memerahkan susu untuk mereka. Aku lebih mengutamakan kedua orang tuaku untuk meminumnya terlebih dahulu sebelum anak-anakku. Satu hari kerana kesibukan pekerjaanku dan aku kemalaman di jalan sehingga malam hari baru aku dapat pulang. Aku dapati kedua orang tuaku sudah tertidur. Seperti biasa aku terus memerah susu untuk mereka. Aku letakkan susu tersebut di dalam sebuah RUQYAH dampak dan bahayanya - 313 bejana. Aku berdiri di ujung kepala kedua orang tuaku, namun aku tidak mampu membangunkan mereka dari tidurnya yang nyenyak. Aku juga tidak sanggup memberi anak-anakku minum terlebih dahulu sebelum kedua orang tuaku meminumnya, sekalipun mereka meminta-minta di hadapanku kerana lapar dan dahaga. Aku tetap menunggu mereka dan mereka juga tetap tidur hingga pagi hari. Ya Allah, Jika Engkau tahu apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata mengharap-kan ridho-Mu, maka tolonglah aku dari kesulitan ini. Gerakkanlah batu besar ini, sehingga kami dapat melihat langit kembali. Berkat khidmah dan bakti seorang anak kepada orang tuanya tersebut Allah mengabulkan doa itu serta berkenan menolong mereka dengan menggerakkan sedikit batu besar yang menutupi pintu gua sehingga mereka dapat melihat langit. Lalu laki-laki kedua berkata: 314 - Menguak Dunia Jin Yang artinya: Ya Allah, dahulu aku mempunyai seorang sepupu perempuan. Aku mengasihinya sebagaimana cinta seorang lelaki terhadap seorang perempuan yang cukup mendalam. Aku minta supaya dia melayani keinginan nafsuku. Namun dia menolaknya kecuali setelah aku mampu memberikannya uang sebanyak seratus dinar. Kemudian dengan susah payah akhirnya aku mampu mengumpulkan uang sebanyak itu. Aku membawa uang tersebut kepadanya. Ketika aku sudah siap untuk menyetubuhinya, dia berkata: Wahai hamba Allah! Takutlah kepada Allah. Janganlah kamu merenggut kesucianku kecuali dengan ikatan pernikahan terlebih dahulu. Mendengar kata-kata itu aku terus bangun dan meninggalkannya serta membatalkan niat jahatku itu. Ya Allah, Seandainya Engkau tahu bahwa apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata untuk mencari ridho-Mu, tolonglah kami dari kesulitan ini. Gerakkanlah batu besar ini. Allah berkenan menolong mereka sehingga batu besar itu terbuka sedikit lagi. Lelaki ketiga pula berkata: RUQYAH dampak dan bahayanya - 315 * Ya Allah, suatu ketika dahulu aku pernah mengupah seorang pekerja untuk menuai padi. Setelah selesai melakukan pekerjaannya, dia berkata: Berikan upahku. Namun aku enggan membayar upahnya. Dia terus menuai padi dan meminta lagi upahnya beberapa kali. Aku masih seperti biasa, enggan membayarnya serta terus mempekerjakannya menuai padi sehingga aku berhasil memiliki beberapa ekor sapi dan beberapa ekor anaknya. Suatu hari lelaki tersebut datang kepadaku dan berkata: Takutlah kamu kepada Allah. Kamu jangan lagi menzalimi aku dengan hakku. Kemudian aku berkata kepadanya: Ambillah sapi-sapi itu beserta anak-anaknya. Dia berkata: Takutlah kepada Allah dan janganlah engkau mempermainkan aku. Aku berkata: Aku tidak mempermainkanmu, tetapi ambillah sapi-sapi itu beserta anak-anaknya. 316 - Menguak Dunia Jin Akhirnya dia mengambil sapi-sapi tersebut. Seandainya Engkau tahu bahwa apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata untuk mencari ridho-Mu, tolonglah kami dari kesulitan yang tinggal hanya sedikit lagi ini. Akhirnya Allahpun menolong mereka dengan menggerakkan batu besar yang menutupi gua tersebut. HR Bukhori dan Muslim. Orangnya sendiri tidak mengetahui apakah amal kebajikan yang sudah dikerjakan tersebut ibadah yang ikhlas. Mereka bertiga hanya berkata di dalam doa yang mereka panjatkan itu: Ya Allah, Seandainya Engkau tahu bahwa apa yang aku lakukan itu adalah semata-mata untuk mencari ridho-Mu, tolonglah kami dari kesulitan yang tinggal hanya sedikit lagi ini. Itu menunjukkan bahwa keikhlasan hati itu bukan seuatu yang boleh dinyatakan. Apabila ada orang suka mengatakan di hadapan orang banyak bahwa ibadah yang dilakukannya adalah ibadah yang ikhlas semata mengharapkan ridho Allah. Yang demikian itu merupakan tanda-tanda bahwa justru ibadah tersebut bukanlah ibadah yang ikhlas. Tetapi dia ingin mendapat pengakuan orang lain bahwa dirinya telah berbuat ikhlas. RUQYAH dampak dan bahayanya - 317 Amal ibadah dalam bentuk apapun, baik ibadah vertikal maupun horizontal, apabila dilaksanakan dengan hati yang ikhlas semata hanya mengharap ridho Allah. Amal itu akan dapat menjadikan sebab diturunkannya rahmat Allah kepada hamba-Nya. Rahmat itu boleh berbentuk pertolongan untuk menyelesaikan kesulitan yang sedang dihadapi, boleh berbentuk kemudahan-kemudahan hidup dan juga boleh jadi berupa perlindungan dari marabahaya duniawi dan gangguan setan jin. Sebaliknya apabila amal perbuatan itu dicampuri dengan syirik, baik di dalam niat, perbuatan maupun aqidah, maka pelakunya tidak akan mendapatkan apa-apa dari amal itu selain hanya keraguan hati yang membayangi diri. Artinya, amal itu tidak membuahkan kedamaian di dalam hati pelakunya. Kemudian orang tersebut akan menjadi terkucil dengan sendiri di tampat yang terasing. Artinya sama sekali tidak akan mendapatkan pertolongan dan perlin-dungan dari-Nya. Allah menegaskan dengan firman-Nya: 318 - Menguak Dunia Jin Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh(QS.Al-Hajj:22/31) Dalam melaksanakan keikhlasan hati itu, Rasulullah adalah uswatun hasanah atau ikutan yang baik bagi umatnya. Sebagaimana yang dinyatakan Allah dengan firman-Nya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak berdzikir kepada-Nya(QS.Al-Ahzab:33/21) Namun demikian, orang yang dapat mengikuti Baginda Nabi itu ada tanda-tandanya. Mereka itu hanya tiga golongan yang disebutkan Allah di dalam ayat tersebut di atas. 1. Orang yang tujuan hidupnya hanya semata untuk mengabdi kepada Allah dengan tanpa berharap suatu apapun, baik takut kepada neraka maupun berharap surga. RUQYAH dampak dan bahayanya - 319 Mereka semata-mata hanya berharap ridho-Nya. 2. Orang yang takut siksa neraka dan berharap kebahagiaan di surga. 3. Orang yang selalu berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak. Secara maknawi ayat tersebut di atas mengandung konsep untuk pelaksanaan niat yang ikhlas itu. Maksudnya, barang siapa ingin menjadikan Rasulullah sebagai panutan yang baik. Mereka boleh mencontoh keikhlasan hati Rasulullah, maka jalan hidupnya itu hanya boleh didasari dua niat saja, yaitu Yarjullah wal yaumil akhir (mengharap ridha Allah dan kedatangan hari akhir). Kalau belum boleh maka: Hendaklah mereka melaksanakan dzikir kepada Allah sebanyak mungkin. Dengan memperbanyak berdzikir tersebut, hasilnya supaya rahasia dzikir yang dilaksanakan itu dapat membersihkan hatinya dari sifat-sifat pembawaan yang tidak terpuji. Mereka boleh menghilangkan sifat sombong dan riya serta merubah kesyirikan hati yang tidak pernah disadari. Kesyirikan hati yang terkadang tanpa sengaja menjadi dasar segala amal perbuatan yang dijalani. 320 - Menguak Dunia Jin Berdzikir itu ada dua macam, berdzikir dengan perbuatan (ucapan) dan berdzikir dengan hati. Berdzikir dengan perbuatan yang paling utama adalah dengan melafatkan kalimah tauhid yaitu Lailaaha illallah dengan sebanyak-banyaknya. Hasilnya, supaya orang itu boleh melaksanakan berdzikir dengan hati, yaitu mentauhidkan Allah . Ketika orang sudah dapat mentauhidkan Allah selanjutnya baru ia dapat mengharap ridho-Nya. Kalau belum dapat yang demikian berarti dia akan berharap masuk surga-Nya dan takut kepada neraka. Hanya orang yang demikian itulah yang akan mampu menjadikan Rasulullah sebagai panutan yang baik. Orang yang dapat menjadikan Rasul sebagai panutan yang baik itu bukan orang-orang mengaku paling sesuai dengan Nabi. Orang yang selalu mencatut nama Rasul dalam ucapan, atau orang-orang yang selalu mengatakan: Beginilah Rasulullah itu serta menganggap bahwa hanya dirinya yang paling mampu mencontoh Rasulullah, hanya amalannya saja yang seperti amalan Rasul sedangkan yang tidak seperti amalnya dianggap bidah yang tersesat, sementara akhlaknya jauh dari norma-norma yang dicontohkan Nabi. RUQYAH dampak dan bahayanya - 321 Membaca al-Quran al-Karim adalah ibadah, bahkan satu-satunya ibadah yang memudahkan seorang hamba dapat wushul (komunikatif) kepada Tuhannya. Al-Quran al-Karim adalah wahyu yang diturunkan kepada rasul-Nya, sebagai sarana komunikasi antara Allah Yang Maha Agung dengan kekasih-Nya. Dengan membaca al-Quran al-Karim itu seharusnya seorang hamba lebih terfasilitasi untuk berbuat ikhlas. Mereka merasakan bahwa dengan yang ayat-ayat yang sedang dibaca itu Allah telah berkomunikasi dengan hamba-Nya melalui Rasulullah . Dengan membaca al-Quran al-Karim itu seorang hamba seharusnya dapat lebih merasa komunikatif dan lebih dekat dengan tuhannya. Seharusnya pula, membaca al-Quran al-Karim itu hanya boleh diniatkan untuk ibadah saja, bukan untuk tujuan yang lain. Hal itu supaya al-Quran al-Karim itu dapat membawa kemanfaatan yang hakiki bagi pembaca maupun pendengarnya, baik jasmani maupun ruhaninya, baik untuk kehidupan dunia maupun kehidupan akhiratnya. Suatu saat penulis bertanya kepada seorang teman yang biasa membacakan al-Quran al-Karim untuk kepentingan ruqyah, penulis 322 - Menguak Dunia Jin bertanya: Niat anda bagaimana ketika membaca ayat-ayat al-Quran dalam rangka meruqyah orang yang sedang sakit itu.?,. Jawabannya : Niat meruqyah supaya sakit orang tersebut mendapat kesembuhan dari Allah . Dengan jawaban itu penulis jadi mengerti mengapa orang yang diruqyah itu tidak segera sembuh kerana menurut penulis dia telah membaca ayat-ayat al-Quran dengan niat yang salah. Penulis mengatakan kepadanya: Seandai-nya anda dalam membacakan al-Quran al-Karim itu dengan niat melaksanakan ibadah yang ikhlas semata-mata hanya mengharapkan ridho-Nya, barangkali orang yang sakit itu segera mendapat kesembuhan dari-Nya. Oleh kerana niat anda salah, yaitu niat meruqyah dan tidak berniat semata-mata mencari ridho-Nya, maka orang yang sakit itu tidak segera sembuh bahkan malah kesurupan jin. Inilah yang terjadi akhir-akhir ini. Dengan pelaksanaan yang mereka katakan ruqyah tersebut, para pendengarnya malah kesurupan jin. Bukan ayat-ayat suci yang dibaca itu yang perlu dipertanyakan, akan tetapi tujuan dan niatnya dalam membaca. Apabila niat itu tidak hanya satu, bahkan ada dua, tiga atau empat, contohnya: Pertama niat ibadah yang ikhlas, RUQYAH dampak dan bahayanya - 323 kedua niat meruqyah, ketiga niat jual kaset, keempat niat bangga-banggaan serta menunjuk-kan kepada orang banyak bahwa hanya amalannya saja yang sesuai dengan syariat islam sedangkan yang selainnya adalah syirik. Kadang-kadang timbul niat baru dengan mendadak, seperti ternyata di sana ketemu sang pacar sehingga niat menjadi bertambah lagi dan bertemu dengan calon mertua maka niat itu bertambah lagi dan bertambah terus. Hal itulah yang dimaksudkan dengan syirik di dalam niat, atau bersekutu di dalam tujuan. Apalagi manakala niat-niat itu tidak seluruhnya adalah niat yang baik, melainkan niat yang dicampur aduk antara kebaikan dan keburukan, bahkan dominan yang buruk daripada yang baik. Itulah tanda-tanda perbuatan yang telah dilakukan orang-orang Bani Israil yang terlarang bagi umat Muhammad . Allah telah memberikan peringatan dengan firman-Nya: 324 - Menguak Dunia Jin Dan janganlah kamu menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa - Dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui(QS.Al--Baqoroh:2/41-42) Apabila ternyata demikian keadaannya, berarti orang yang membaca al-Quran al-Karim itu telah berbuat syirik di dalam aspek tujuan. Berarti pula telah menjauh dari perlindungan Allah sehingga kemudian setan jin dengan mudah dapat memperdaya mereka, bahkan merasuki jiwanya sehingga orang yang asalnya sadar itu menjadi kesurupan jin seperti orang gila. Syirik di dalam tujuan atau syirik di dalam niat, walaupun bobot dosanya lebih ringan daripada bobot dosa syirik di dalam aqidah, akan tetapi bagaimanapun perbuatan itu adalah perbuatan syirik yang dosanya tidak diampuni oleh Allah . Artinya, orang yang berbuat syirik itu pasti akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah. Di dunia boleh jadi dengan musibah dan di akhirat dengan siksa neraka. Minimal, ibadah dan doa yang dicampur dengan syirik itu tidak mendapatkan ijabah dari-Nya. Mereka tidak mendapatkan perlindungan dari gangguan setan jin. RUQYAH dampak dan bahayanya - 325 Sesungguhnya batasan antara ikhlas dan syirik adalah sangat tipis sekali, sehingga para awam sulit untuk dapat membedakannya. Seperti orang yang belum pernah sama sekali minum susu, pastilah dia tidak dapat membedakan mana susu yang murni mana yang campuran. Agar orang dapat membedakannya, seorang harus banyak belajar dan latihan yang terbimbing. Seperti itu pula urusan tauhid dan syirik. Demikian pula yang dimaksud dengan ikhlas. Sesungguhnya semua itu adalah rasa-rasa yang halus yang ada di dalam hati manusia yang kadang-kadang manusianya sendiri tidak dapat mengetahui dengan pasti. Hanya hamba-hamba Allah yang sholeh yang hatinya sudah bersih dari sifat sombong dan riya. Mereka akan mampu merasakan dan membaca tanda-tandanya sehingga mereka dapat membedakan keduanya dengan benar. Contoh lagi: Seorang murid bertanya kepada gurunya tentang tanda-tanda amal ibadah yang ikhlas yang diniatkan hanya semata-mata kerana Allah Taala. Sang Guru diam tidak menjawab, maka muridnya bertanya lagi: Hai guru mengapa engkau diam tidak menjawab..? Sang Guru menjawab: Apabila pertanyaanmu aku jawab berarti bukan menunjukkan tanda-326 - Menguak Dunia Jin tanda amal ibadah yang semata-mata kerana Allah akan tetapi supaya engkau menganggap bahwa aku telah mampu melaksanakan amal ibadah yang semata-mata kerana Allah. Ikhlas itu ditandai dengan diam dan tidak banyak dibicarakan, apabila dengan menyalahkan amal orang lain. Seorangpun tidak dapat mengetahui apakah niatnya itu sudah ikhlas atau belum. Asal sudah berbuat sesuai dengan ilmu yang dimiliki dan diniati semata-mata kerana Allah maka selanjutnya diam, tidak butuh dinilai siapa-siapa selain-Nya dan tidak peduli dengan pendapat orang tentang dirinya, biar Allah saja yang menilainya. Adapun tanda-tanda keikhlasan amal itu dapat dilihat dari sikap dan mental para pelakunya. Apabila amal perbuatan tersebut disalahkan orang lain dan ternyata mereka marah-marah bahkan dendam serta tidak mampu menerima dengan lapang dada, berarti sesungguhnya manusia hanya berharap supaya dinilai oleh manusia bukan dinilai Allah . Kalau ikhlas itu diucapkan melalui kata-kata, seperti contoh: Sungguh aku berbuat ini tanpa pamrih, hanya semata-mata berniat ibadah dan hanya mengharapkan ridho Allah belaka . RUQYAH dampak dan bahayanya - 327 Kalau yang demikian itu diucapkan berkali-kali, apalagi di hadapan orang banyak, sungguh yang demikian itu bukan berarti ikhlas akan tetapi supaya orang tersebut dianggap orang lain Dapat Berbuat Ikhlas. Contoh lain lagi: Seorang murid bertanya kepada gurunya: Apa resepnya sehingga aku dapat berbuat yang tanpa pamrih sebagaimana yang guru perbuat kepada orang lain...?, gurunya menjawab: Tidak ada orang yang berbuat tanpa pamrih kecuali hanya orang yang mabuk dan orang gila, hanya saja kerana pamrihku tidak untuk di dunia, ketika kamu mencari pamrihku itu disini, kamu tidak dapat menemukannya. Walhasil, barangkali lebih baik dan lebih menjadikan kita aman dan selamat, apabila kita hanya melaksanakan apa yang kita yakini saja dengan tanpa senang melirik dan meneliti apa yang diyakini orang lain, apalagi dengan menghukumi syirik kepada mereka. Barangkali setiap orang pasti mempunyai dasar dan ilmu dari apa yang mereka yakini. Demikian juga kita, seharusnya kita merasa takut menjadi orang yang seperti maling teriak maling, kerana kita selalu mensyirikkan orang lain padahal sejatinya kita sendiri adalah ahli syirik. 328 - Menguak Dunia Jin Apakah kita pernah mengadakan perjanjian dengan Iblis terlaknat, sehingga kita mendapatkan jaminan keselamatan terhadap segala tipudaya tentara-tentaranya yang setia setiap saat, maka kita merasa aman dari kesalahan-kesalahan yang setiap saat dapat terjadi pada diri kita..?, Padahal Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk selalu memperdaya umat manusia, kecuali bagi mereka yang selalu dapat berbuat ikhlas kepada-Nya. Ancaman Iblis tersebut telah diabadikan Allah di dalam kitab yang mulia, al-Quran al-Karim, sebagai peringatan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah berfirman: Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, - kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. - Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan". - Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya. (QS.Shood:38/82-85) RUQYAH dampak dan bahayanya - 329 JALAN KEDUA : Seorang Hamba Yang Bersyukur Salah satu tujuan utama setan dalam rangka melancarkan tipudaya kepada manusia adalah supaya manusia tidak mampu bersyukur atas nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada mereka. Setan berusaha menjadikan manusia kufur nikmat, supaya manusia takut jatuh pailit dan fakir sehingga mereka menjadi orang pelit dan kikir. Allah mengabarkan dengan firman-Nya: Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kefakiran dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui(QS.Al-Baqoroh:2/268) Langkah pertama setan menakut-nakuti manusia dengan kefakiran dan kemiskinan, berikutnya supaya dengan sifat kikirnya manusia berbuat kejahatan. Langkah berikutnya supaya 330 - Menguak Dunia Jin manusia saling menjatuhkan saingan kerana mereka takut usahanya menjadi jatuh dan bangkrut, sehingga manusia saling membunuh sesama saudaranya. Ketika manusia tidak berani membunuh jiwa temannya secara terang-terangan dengan pedang dan tombak maka mereka saling membunuh eksistensi dan kehormatan sesama saudaranya dengan gosip dan fitnah-fitnah. Tanda-tanda yang paling nyata bahwa kesadaran manusia telah terkontaminasi oleh racun yang dimasukkan setan ke dalam hatinya adalah sifat kikir. Sebaliknya kemampuan seorang hamba untuk bersyukur atas segala kenikmatan sehingga mereka mampu menghapus sifat kikirnya adalah merupakan tanda-tanda manusia telah terhindar dari salah satu perangkap yang ditebarkan oleh setan jin kepada dirinya. Demikian itu yang dinyatakan Iblis terlaknat dalam sumpahnya di hadapan Allah . Allah mengabadikan sumpah tersebut dengan firman-Nya: Iblis menjawab: "Kerana Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang- RUQYAH dampak dan bahayanya - 331 halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at). (QS.Al-ARaaf:7/16-17). Juga yang telah dinyatakan Allah dengan firman-Nya: Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS.At-Taghobun:54/16) Orang yang beruntung adalah orang yang perniagaan hidupnya telah membuahkan hasil. Keuntungan itu berupa pemeliharaan Allah atas sifat kikir yang ada dalam hatinya. Itulah buah mujahadah. Mereka bersungguh-sungguh memerangi sifat kikir yang selalu dibisikkan setan di dalam hatinya dengan melaksanakan shodaqoh di jalan Allah. Ketika buah ibadah itu diturunkan di dunia, berupa kedamaian yang dapat menyinari hati, maka sifat kikir itu segera sirna dan menjelma menjadi sifat syukur. Ayat-ayat di atas merupakan indikator yang dapat dibaca oleh siapa saja. Apakah di dalam hati kita terkena virus penyakit setan jin 332 - Menguak Dunia Jin atau tidak. Tanda-tanda virus penyakit jin itu bukan sering kentut atau tidak dapat tidur, tetapi adanya sifat-sifat bentukan yang dimasukkan setan jin di dalam karakter kita. Kita takut miskin sehingga menjadi kikir. Kalau di dalam hati kita ada sifat kikir dan takut menjadi miskin. Oleh kerana kedudukan penyakit itu bukan di dalam jasad manusia, tetapi di dalam hatinya. Untuk merubahnya, kita tidak cukup hanya diruqyah saja. Kita sendiri harus merubahnya dengan melakukan mujahadah di jalan Allah. Mengeluarkan sebagian yang kita cintai untuk memberikan kepedulian kepada fakir miskin. Mengganti sifat bentukan setan itu dengan sifat-sifat bentukan pula, yaitu sifat pemurah dan sifat syukur yang dapat dibentuk dari buah ilmu dan amal. Selama tanda-tanda penyakit itu masih ada, berarti virus penyakit jin itu masih ada, berarti pula hati kita masih sakit. Solusinya, segera hilangkan tanda-tanda itu dan gantilah dengan sifat pemurah dan sifat syukur. Jika berhasil, berarti penyakit kita telah sembuh Belajar bersabar dan bersyukur terhadap segala kehendak Allah , baik yang menyenang-kan maupun yang menyusahkan adalah jalan-jalan utama yang dapat menjadikan manusia terhindar dari segala tipudaya setan jin. RUQYAH dampak dan bahayanya - 333 Demikianlah yang sudah dilakukan oleh para Rasul dan para Nabi serta wali-wali-Nya, sehingga Allah telah mengabadikan salah satunya, yaitu doa Nabi Sulaiman dengan firman-Nya: Maka dia tersenyum dengan tertawa kerana (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo`a: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS.Al-Anam:27/19) Hakikat syukur adalah merasa senang atau ridho kepada Sang Pemberi atas pemberian-Nya. Bukan semata kerana kenikmatan itu sendiri, akan tetapi kerana kenikmatan itu adalah pemberian Sang Pemberi. Apabila orang ridho kepada kenikmatan semata kerana kenikmatan, bukan kerana kenikmatan itu adalah pemberian Sang Pemberi kenikmatan, berarti orang tersebut bukan orang yang bersyukur tetapi orang yang 334 - Menguak Dunia Jin kufur nikmat. Sebabnya, kerana yang dilihat dan dirasakan hanya pemberian bukan pemberinya. Kalau orang ridho atas kenikmatan, juga ridho kepada Sang Pemberi kenikmatan maka itulah orang yang bersyukur dan sekaligus orang yang mengenal (marifat) kepada Sang Pemberi kenikmatan. Sebabnya, kerana dia sadar bahwa dengan kenikmatan itu Sang Pemberi kenikmatan sedang mempunyai rencana untuk dirinya. Kalau dia bersyukur atas nikmat tetapi tidak mengerti hikmah dibalik kenikmatan yang diterima, berarti dia adalah orang yang bersyukur akan tetapi bukan orang yang mengenal kepada Sang Pemberi kenikmatan. Contohnya ketika orang diberi mobil oleh seorang Presiden misalnya. Kemudian hatinya merasa senang dengan mobil itu tidak semata kerana mobil, akan tetapi kerana mobil itu adalah pemberian seorang Presiden, maka dia adalah orang yang bersyukur dan sekaligus orang yang kenal kepada Presiden. Hal tersebut manakala dia mengerti apa maksud dan tujuan Presiden memberikan mobil itu kepadanya, apabila tidak, berarti dia adalah orang bersyukur akan tetapi bukan orang yang mengenal Presiden. RUQYAH dampak dan bahayanya - 335 Orang merasa senang kepada mobil semata-mata kerana mobil, padahal mobil itu adalah pemberian seorang Presiden berarti orang itu bukan orang yang bersyukur kepada Presiden akan tetapi orang yang kufur kepada Presiden. Hal tersebut kerana dia hanya senang kepada pemberian tetapi tidak senang kepada pemberinya. Bahkan boleh dikatakan orang yang bodoh, kerana penglihatannya yang berlebihan kepada keadaan telah menutup matahatinya untuk dapat melihat kepada kemungkinan. Dia akan dibenci oleh pemberinya kerana yang memberi merasa tidak dihargai dengan pemberian itu. Jadi, yang dimaksud syukur adalah rasa yang tersimpan di dalam hati yang tanda-tandanya dapat terbaca melalui amal perbuatan yang dikerjakan. Orang yang lisannya selalu mengucapkan kalimat syukur. Mereka bukan bersyukur kepada kenikmatan yang sudah ada, tetapi hatinya hanya berharap tambahan dari kenikmatan itu sebagaimana yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang bersyukur, berarti mereka bukan termasuk orang yang bersyukur bahkan boleh jadi adalah seorang rakus. Mereka memperalat janji Allah, padahal hatinya penuh dengan sifat tamak yang berlebihan. 336 - Menguak Dunia Jin Orang yang syukur adalah orang yang hatinya merasa ridho atas pemberian yang sudah ada, kemudian lisannya melahirkan keridhoan itu dengan melafatkan kalimat syukur, sedangkan perbuatannya mencerminkan akhlakul karimah. Apabila orang mampu bersyukur dan berbuat ikhlas. Meski setiap hari dia sering kentut dan menguap. Orang tersebut tidak harus diruqyah supaya jin yang ada ditubuhnya melarikan diri. Sebabnya, dengan bersyukur dan ikhlas itu berarti iblis dan setan tidak punya kekuasaan untuk memperdaya mereka. Sedangkan kentut dan menguap itu adalah kenikmatan hidup yang harus disyukuri pula. RUQYAH dampak dan bahayanya - 337 Nikmat Penciptaan dan Nikmat Pertolongan Seorang Ulama besar, yaitu Asy-Syekh Al-Imam Al-Arif Billah, Abi Fadil Tajuddin Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim Ibnu Athaillah Al-Assakandary . di dalam kitabnya yang berjudul Al-Hikam, berkata: - . Yang artinya: Dua kenikmatan, yang setiap maujud yang ada pasti tidak dikeluarkan kecuali dari keduanya, dan tidak boleh tidak bahwa setiap keadaan pasti tegak dari keduanya, yaitu nikmat penciptaan dan nikmat pertolongan. Pertama Allah menganuge-rahkan kepadamu dengan nikmat penciptaan dan kedua Allah melindungi dan menjagamu dengan nikmat pertolongan. Tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini kecuali ia telah mendapatkan dua kenikmatan itu, yaitu nikmat penciptaan dan nikmat 338 - Menguak Dunia Jin pertolongan. Seorang bayi yang diciptakan Allah di dalam rahim ibunya, sebagai nikmat pertama baginya, dengan proses penciptaan dari kejadian yang satu kepada kejadian yang lain selama sembilan bulan. Ketika saatnya ia dilahirkan di dunia, sesungguhnya ia tidak akan dapat lahir dengan selamat seandainya tidak mendapatkan nikmat kedua yaitu nikmat pertolongan. Tidak ada seorang pun yang mampu menceritakan kejadian itu secara lengkap dan detail sebagaimana adanya. Keajaiban-keajaiban yang sangat luar biasa saat terjadinya proses kelahiran dan detik-detik pertama kehidupan anak manusia di dunia. Ketika seorang bayi untuk pertama kalinya menghirup udara dunia, kemudian udara itu dapat dihembuskan kembali keluar dengan paru-parunya, yang selanjutnya seketika itu juga bayi itu dapat bernafas dengan sempurna. Tidak ada satu kekuatanpun yang dapat melindungi bayi itu, ketika pertama kali kulitnya menerima terpaan udara cakrawala dunia setelah selama sembilan bulan mengalami udara cakrawala yang sangat berbeda di dalam rahim ibunya, selanjutnya ia dapat hidup sebagaimana manusia yang lainnya. Sungguh! tidak ada yang RUQYAH dampak dan bahayanya - 339 mampu menyelamatkannya kecuali hanya nikmat pertolongan Allah kepadanya. Kalau seandainya tidak ada nikmat kedua itu, barang kali tidak ada manusia yang mampu bertahan hidup sejak ia dilahirkan oleh ibunya. Banyak sekali keajaiban-keajaiban yang terjadi di sana, tidak ada kata-kata yang dapat menampung luasnya, kenikmatan-kenikmatan yang tidak mampu dihitung manusia. Yang pasti, tidak ada seorangpun yang mampu mensyukurinya. Yang ada, manusia hanya meminta kepada-Nya, apalagi ketika dia merasa ada permintaan yang belum dikabulkan. Sebagian besar manusia hanya mengetahui kekurangan. Padahal untuk mengetahui kekurangan itu saja, mereka harus menggunakan sarana yang sudah ada di dalam jiwa-raganya. Sarana itu adalah instrumen kehidupan sebagai kenikmatan penciptan yang boleh jadi selama hidupnya belum pernah disyukuri. Adakah orang dapat mengenali dan menikmati nikmatnya makan, apabila ia terlebih dahulu tidak mendapatkan kenikmatan indera perasa yang diciptakan Allah untuknya.?, adakah orang dapat menikmati keindahan dunia apabila dia tidak terlebih dahulu mendapatkan 340 - Menguak Dunia Jin kenikmatan mata?. Mengapa manusia hanya selalu menuntut kenikmatan pertolongan dengan melalaikan kenikmatan penciptaan.? Padahal seandainya tidak ada kenikmatan yang pertama manusia tidak dapat merasakan kenikmatan yang kedua?. Sungguh benar firman-Nya : :( 34/13) Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur. QS:34/13. Juga firman-Nya: Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai karunia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri (nya). QS:27/73. Padahal hampir semua orang yang beriman sudah mengerti konsepnya, yaitu firman Allah yang sangat terkenal, bahkan hampir selalu dibacakan para dai dan para ulama di setiap majlis-majlis pengajian yang diadakan, yaitu: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". QS:14/7. RUQYAH dampak dan bahayanya - 341 Semestinya, dengan kewajiban mereka mensyukuri nikmat yang pertama saja, sudah cukup menjadikan manusia tidak mampu menoleh lagi kepada nikmat-nikmat yang berikutnya, kerana tidak ada satupun manusia mampu mensyukurinya. Padahal apabila manusia tidak mau bersyukur, walau hanya nikmat yang pertama, apalagi kalau sampai mereka mengkufurinya, berarti Allah telah menyediakan siksa yang pedih baginya. Betapa banyak manusia adalah memang benar-benar telah kufur nikmat kepada Allah. Maha Besar Allah dengan segala pengampunan-Nya. Kalau tidak, tidak ada seorangpun mendapatkan keselamatan dalam hidupnya. Semua akan terjerat dengan tipudaya setan jin, sehingga semua manusia akan mendapatkan siksa yang pedih, baik di dunia dengan musibah dan berbagai macam penyakit yang mematikan maupun di akhirat dengan siksa yang amat pedih di neraka jahannam untuk selama-lamanya. Bolehkah seseorang disebut sebagai seorang hamba yang bersyukur, apabila dia selama ini menganggap nikmat-nikmat hanyalah apa-apa yang dapat dilihat oleh mata, sementara dia tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya letak 342 - Menguak Dunia Jin kenikmatan yang hakiki dari apa yang dilihat oleh mata itu adalah nikmat penciptaan mata.?. Dapatkah orang menikmati apa yang dilihat oleh mata tanpa adanya nikmat penciptaan mata..?. Apabila semua manusia tidak menjadi buta akibat dosa kufurnya terhadap penciptaan mata, semata itu kerana Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maha Besar Allah dengan segala Pengampunan-Nya. Seandainya tidak, maka tidak ada seorangpun selamat dari gangguan setan jin dan siksa neraka akibat dosa kufur yang tidak disadarinya. Apakah seseorang akan mampu berangan-angan untuk memiliki dan mengendari mobil seandainya dia tidak mempunyai dua kaki yang sehat dan sempurna? Barangkali dia hanya berangan-angan memiliki kursi roda. Mengapa hanya kerana mobil tetangganya lebih baik dari mobilnya sendiri dan harapan untuk memiliki mobil yang lebih baik belum terwujud manusia sudah merasa tidak mendapatkan kenikmatan lagi ? Adakah yang demikian itu manusia dapat dikatakan seorang hamba yang bersyukur sekedar kerana bibirnya dapat mengucapkan kalimat syukur sedangkan di hatinya penuh dengan sifat kufur..?. Maha Besar Allah dengan segala Pengampunan-Nya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 343 Nikmat penciptaan yang lebih besar lagi adalah ilmu pengetahuan. Hanya dengan ilmu pengetahuan manusia dapat menikmati kenikmatan hidup yang terbentang luas di alam semesta ini. Dengan ilmu pengetahuan seseorang akan mengetahui tingkat kasih sayang Allah kepada dirinya disaat dia melihat orang lain yang tingkat pengetahuannya lebih rendah. Barangkali tanda-tanda syukur akan ilmu pengetahuan itu tidaklah harus mensyirikkan dan membidahkan saudaranya seiman, sekedar kerana perbuatan mereka tidak sama dengan perbuatannya sendiri. Akan tetapi harus didekatinya dengan penuh kasih sayang serta dibimbing ke jalan yang lebih benar. Kalau tidak demikian, berarti kita masih mendapatkan nikmat penciptaan dan belum mendapatkan nikmat pertolongan. Dalam kondisi yang demikian, berarti ilmu itu akan menjadi gelap kerana belum ada sinar yang menerangi. 344 - Menguak Dunia Jin Rahasia Sumber Inayah Kenikmatan terbesar bagi manusia adalah kenikmatan iman. Kenikmatan yang datangnya semata pertolongan Allah yang sudah ditetapkan-Nya sejak zaman azali. Itulah yang disebut inayah azaliyah. Hanya Allah yang menghendakinya, ketika seorang hamba mampu beriman kepada-Nya. Ketetapan tersebut bukan disebabkan hasil amal ibadah atau hasil keikhlasan hati, tetapi semata-mata anugerah yang utama. Sebabnya, di zaman azali itu belum ada sesuatu, baik amal maupun keikhlasan hati selain hanya anugerah Allah kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Ketetapan azaliyah itu kemudian ditulis oleh malaikat ruh di dalam janin yang masih ada di dalam rahim ibunya bersamaan saat malaikat itu meniupkan ruh kehidupan untuk janin tersebut. Rasulullah menegaskan hal itu di dalam sebuah haditsnya: : RUQYAH dampak dan bahayanya - 345 Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud berkata: Rasulullah adalah seorang yang benar serta dipercaya telah bersabda: Kejadian seseorang itu dikumpulkan di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Setelah genap empat puluh hari yang kedua terbentuklah segumpal darah. Kemudian setelah genap empat puluh hari ketiga menjadi menjadi segumpal daging. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh serta memerintahkan menulis empat perkara, yaitu ditentukan rezekinya, ajal kematiannya, amalan serta nasibnya, yaitu akan mendapat kecelakaan atau kebahagiaan. Maha suci Allah tiada Tuhan selain-Nya. Seandainya seseorang mengerjakan amal sebagaimana yang dilakukan penghuni surga sehingga kehidupannya hanya tinggal satu langkah menuju ke surga, tetapi disebabkan ketentuan takdir yang terdahulu, niscaya dia akan melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh penghuni Neraka sehingga dia memasukinya. Begitu juga dengan mereka yang melakukan amalan ahli Neraka, disebabkan ketentuan takdir yang terdahulu niscaya dia akan melakukan amal 346 - Menguak Dunia Jin sebagaimana yang dilakukan penghuni surga sehingga dia memasukinya. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Permulaan Kejadian hadits nomor 2969. Riwayat Muslim di dalam Kitab Ketentuan hadits nomor 4781. Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Ketentuan hadist nomor 2063. Sejak di dalam rahim itu, ternyata manusia sudah ditentukan nasibnya. Mereka menjadi orang beriman atau orang kafir. Menjadi orang bahagia atau celaka. Ketetapan itu tidak dirubah lagi kecuali manusia sendiri yang merubahnya: Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.(QS.Ar-Rad: 15/11). Dengan perbuatan taat berarti yang asalnya jelek berubah menjadi baik, dengan maksiat berarti yang asalnya baik akan menjadi jelek. Itulah sunnatullah. Sejak sunnah itu diciptakan, selamanya tidak akan ada berubahan lagi. Asy-Syeikh Al-Imam Al-Arif Billah, Abi Fadil Tajuddin Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim Ibnu Athaillah Al-Assakandary Radliyallaahu Anhu berkata: Allah mengetahui bahwa sesungguhnya seorang hamba sangat ingin mengetahui tetang kenyataan rahasia Inayah, maka Allah berfirman: Allah RUQYAH dampak dan bahayanya - 347 menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. QS:3/74. Allah mengetahui apabila mereka dibiarkan begitu saja dengan apa yang sudah dipahami tersebut, mereka akan meninggalkan amal dan bergantung kepada kehendak azali, maka Allah berfirman: Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat dari orang-orang yang berbuat baik. QS:7/56. Kepada kehendak segala sesuatu itu bersandar dan bukan kepada segala sesuatu kehendak itu bersandar. Manusia harus mengenal asal usul dan jati diri mereka. Manakala di dalam rahim itu Allah telah menetapkan baik bagi mereka berarti asal usul mereka adalah baik. Tanda-tandanya, adanya takdir baik berupa iman dan amal sholeh. Setelah manusia mengenal asal usul tersebut melalui tanda-tandanya, selanjutnya takdir baik itu harus ditindaklanjuti dengan amal sholeh sampai dengan derajat yang tidak terbatas. Dengan melaksanakan amar maruf dan nahi mungkar serta berlomba-lomba di dalam kebajikan manusia dapat membentuk jadi diri mereka menjadi seorang kholifah bumi zamannya. Sebagai seorang kholifah bumi zaman, manusia bertugas menebarkan rahmat Allah kepada makhluk yang ada di sekelilingnya. Itulah 348 - Menguak Dunia Jin fungsi utama kekholifahan tersebut. Dengan fungsi itu manusia harus melakukan beberapa hal, diantaranya: 1. Menyampaikan sifat rahmanrahim Allah kepada manusia melalui sifat dan karakter serta pengabdian dan perjuangan hidup yang dijalaninya. 2. Memancarkan Nur Allah melalui pantulan nur yang memancar dari sinar wajah yang sejuk cerminan kesucian dan kebersihan yang terbit dari lubuk hati. 3. Membangun dan menebarkan sendi-sendi kehidupan di alam persada melalui amal bakti dan akhlakul karimah. 4. Menyampaikan inayah Allah kepada yang berhak menerima melalui inayah yang telah didapatkan dari-Nya, 5. Menyampaikan pertolongan Allah kepada yang berhak melalui pertolongan yang telah diturunkan kepadanya, bahkan mengirim-kan inspirasi dan ilham kepada hati manusia melalui inspirasi dan ilham yang didapatkan dari Rabnya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 349 6. Mendatangkan dan menurunkan hajat kebutuhan umat, baik yang lahir maupun yang batin dari perbendaharaan ghaib yang tersimpan di sisi-Nya melalui doa dan munajat yang dipanjatkan setiap pagi dan petang. Untuk itulah Rasulullah Muhammad diutus di muka bumi. Melalui akhlakul karimah yang terpancarkan prilaku hidupnya. Selanjutnya rahmat Allah menyebar keseluruh alam semesta. Beliau bukan sekedar membawa agama baru, tetapi dengan agama baru itu beliau mengemas kasih sayang kepada umat. Dengan itu supaya kehidupan makhluk di muka bumi menjadi aman, makmur dan bahagia baik di dunia maupun di akhirat nanti. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: :( 21/107) Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. QS:21107 Itu adalah rahasia kekholifahan khusus yang dikhususkan bagi baginda Nabi . Melalui nubuwah dan risalah yang diembannya, Beliau telah menebarkan rahmat Allah kepada alam 350 - Menguak Dunia Jin semesta, baik rahmat lahir maupun rahmat batin, baik di dunia maupun di akhirat. Beliau menebarkan rahmat itu tidak hanya kepada alam manusia saja, tetapi juga meliputi alam jin dan bahkan alam malaikat. Oleh kerana manusia adalah sumber pengelola potensi bumi, maka dengan agama yang dibawa, manusia haruslah menjadi baik. Menjadi baik dalam perangai maupun amal perbuatan, supaya kehidupan makhluk secara keseluruhan di muka bumi akan menjadi baik pula. Sebaliknya apabila manusia menjadi jelek, berarti kehidupan bumi juga akan menjadi jelek dan rusak pula. Allah menjelaskan dengan firman-Nya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan kerana perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)(QS.Ar-Rum:30/41) Supaya di muka bumi tidak terjadi kerusakan lagi, supaya manusia tidak menang-gung akibat kerusakan yang diperbuat sendiri, RUQYAH dampak dan bahayanya - 351 maka manusia terlebih dahulu harus dibuat menjadi baik, terutama hatinya. Untuk itulah agama diturunkan dan seorang Nabi diutus di tengah manusia. Baik sebagai pemimpin (qudwah) maupun sebagai panutan (uswah). Apabila manusia hatinya baik, berarti seluruh anggota tubuhnya akan menjadi baik. Selanjutnya, kehidupan di muka bumi akan ikut menjadi baik pula. Sejak zaman terutusnya baginda Nabi sampai dengan sekarang, sejarah telah membukti-kan. Dari tanah yang tandus tanpa ilmu dan peradaban itu, menyebar kemakmuran ke segenap pelosok dunia. Kemakmuran aspek jasmani maupun ruhani, bahkan kebutuhan kehidupan lahir manusia di seluruh belahan bumi ini, hampir-hampir bergantung kepada matrial yang dihasilkan oleh perut bumi dimana saat itu baginda Nabi menjalankan tugas risalah dan nubuwah yang diembannya. Itulah sistem kinerja sunnatullah, bahwa keberkahan yang tersimpan di dalam perbendaharan ghaib-Nya, mampu digali dan dipancarkan kepada alam lahir melalui keberkahan hati dan prilaku yang tersimpan di dalam fungsi kekholifahan yang agung itu. Hanya Rasulullah Muhammad yang mampu berbuat demikian kerana baginda Nabi 352 - Menguak Dunia Jin adalah seorang kholifah bumi sepanjang masa. Beliau bukan hanya diutus untuk suku bangsanya sendiri sebagaimana para rasul dan para Nabi terdahulu, akan tetapi untuk semua manusia. Dengan keutamaan itu, bahkan sebelum hari kelahirannya, Beliau telah dijadikan wasilah di dalam doa-doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang menunggu kedatangannya. Meskipun kemudian, ketika beliau telah berada di tengah mereka, sebagian besar malah mengingkari tugas dan fungsi itu. Keutamaan besar itu berupa syafaat agung yang dianugerahkan Allah kepada Baginda Nabi. Adalah anugerah azaliyah yang tidak diberikan kepada selainnya. Dengan syafaat itu Baginda Nabi menyelamatkan umat manusia. Di dunia dengan inayah azaliyah sehingga orang beriman mampu menindaklanjuti imannya dengan amal sholeh dan di akhirat dengan pengampunan Allah sehingga umatnya yang berdosa selamat dari sikna neraka. Namun sayangnya, hanya sedikit orang yang benar-benar mengetahui fungsi kekholifahan itu sehingga jarang dari mereka boleh memanfaatkan fungsi syafaat tersebut untuk kepentingan hidup mereka. Kebesaran dan kekhususan itu tergambar dari apa yang terkandung di dalam pernyataan RUQYAH dampak dan bahayanya - 353 Allah , al-Quran surat al-Ahzab ayat 56: Bahwa Allah dan malaikat-Nya telah mencurahkan rahmat dan keselamatan kepada Baginda Nabi. Dengan itu orang-orang beriman diperintahkan untuk menggapai rahmat dan keselamatan itu dengan membaca sholawat kepada Baginda Nabi. Allah berfirman: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya(QS.Al-Ahzab:33/56) Adakah yang lebih besar lagi dari itu? Itulah satu-satunya pernyataan Allah Rabbul Alamin yang tidak pernah diberikan kepada siapapun selain kepada Beliau, sekalipun kepada para malaikat-Nya. Rasululllah Muhammad adalah satu-satunya manusia yang terpilih untuk menyebarkan rahmat-Nya secara universal kepada alam semesta ini. Hanya baginda Nabi satu-satunya manusia yang mendapatkan hak memberikan syafaat kepada umat manusia. Itulah rahmat Allah terbesar dan yang terakhir setelah hari kiyamat 354 - Menguak Dunia Jin sebelum masing-masing ahlinya ditempatkan di neraka atau di surga. Keutamaan besar itu lebih tegas dinyata-kan Baginda Nabi di dalam salah satu haditsnya. Rasulullah bersabda: : Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah al-Anshari berkata: Rasulullah bersabda: Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang Nabipun sebelumku. Semua Nabi sebelumku hanya diutus khusus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada manusia yang berkulit merah dan hitam yaitu seluruh manusia. Dihalalkan untukku harta rampasan perang, sedangkan tidak pernah dihalalkan kepada seorang Nabipun sebelumku. Disediakan untukku bumi yang subur lagi suci sebagai RUQYAH dampak dan bahayanya - 355 tempat untuk sujud yaitu sembahyang. Maka barang siapa apabila tiba waktu sembahyang walau dimanapun dia berada hendaklah dia mengerjakan sembahyang. Aku juga diberikan pertolongan dapat membuat musuh merasa takut dari jarak perjalanan selama satu bulan. Aku juga diberikan hak untuk memberi syafaat. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Tayamum hadits nomor 419 Lima Solat Fardu hadits nomor 2890. Riwayat Muslim di dalam Kitab Masjid Dan Tempat Solat hadits nomor 810. Riwayat Nasai di dalam Kitab Mandi Dan Tayamum hadits nomor 429 Masjid 718. Riwayat Ahmad Ibnu Hambal di dalam Kitab Juzuk 3 Muka Surat 304. Riwayat Ad-Darimi di dalam Kitab Sholat hadits nomor 1353. Di tengah-tengah umat yang mengingkari-nya, keberadaan beliau semasa hidupnya bahkan telah mampu menjadi sebab tertahannya siksa Allah . Siksa yang semestinya diturunkan kepada orang yang berbuat dosa. Demikian yang dinyatakan di dalam hadits Nabi : : ( 356 - Menguak Dunia Jin ) Diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata: Abu Jahal berdoa: Wahai tuhanku sekiranya al-Quran ini benar datang dari sisi-Mu, maka turunkanlah hujan batu dari langit atau timpakan kepada kami siksaan yang pedih. Lalu turunlah ayat () Yang artinya: Dan Allah tidak sekali-kali akan menyiksa mereka, sedangkan engkau wahai Muhammad ada di antara mereka dan mengapa mereka tidak patut disiksa oleh Allah sedangkan mereka menghalang-halangi orang-orang Islam dari Masjidil Haram. hingga akhir ayat. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Tafsir Al-Quran hadits nomor 4281. Riwayat Muslim di dalam Kitab Suasana Hari Kiyamat, Surga Dan Neraka hadits nomor 5004. Hanya malalui gengaman tangan suci Syafiina Muhammad Rasulullah rahmat nubuwah itu dari sumber rahasia yang azali kemudian dilimpahkan ke alam semesta sebagai rahmat lil alamin. Rahmat itu selanjutnya RUQYAH dampak dan bahayanya - 357 menyebar, memasuki setiap lini kehidupan umat manusia di berbagai pelosok belahan bumi melalui uluran tangan ulama pewaris dan penerus perjuangan yang sekaligus adalah Ahli Bait Beliau Muhammad . Para ulama sejati tersebut, sebagai kholifah bumi zamannya telah meneruskan tongkat estafet perjuangan para pendahulunya. Mereka menyampaikan rahmat nubuwah yang diterima dari tangan sang datuk menjadi rahmat walayah di tangan mereka untuk disampaikan kepada umat sebagai inayah dari Allah . Dengan itu, manusia yang hatinya selamat menerima Nur Tauhid Dan Nur Iman serta hidayah dari-Nya. Tidak henti-hentinya mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain sambil berdagang menyeru manusia kepada jalan Allah , baik melalui dakwah maupun dzikirnya, baik melalui perjuangan maupun doa-doanya, silih berganti sambung menyambung sampai saat hari kiyamat datang nanti. Dengan upaya seperti itu menyebabkan banyak orang hatinya menjadi simpatik dan memeluk agama Islam. Sebagian dari mereka ada yang dijadikan menantu oleh raja-raja setempat 358 - Menguak Dunia Jin yang akhirnya berdirilah kerajaan Islam disana-sini. Sejarah telah membuktikan bahwa di tanah Jawa yang dahulu penduduknya bukan penganut agama Islam, berkat kegigihan perjuangan dan kekuasaan serta akhlakul karimah yang mereka pancarkan. Sekarang, menjadi basis kekuatan Islam yang selalu mendapat perhitungan baik oleh musuh maupun dunia Islam internasional. Merekalah para Wali Songodari sembilan wali tersebut delapannya adalah dzurriyatur rasul. Bersama penduduk negeri setempat sebagai pembela dan pengikut yang setia, dengan inayah Allah yang ada di tangan, mereka telah berhasil memberantas sarang-sarang kemusyrikan dan kezaliman di tanah Jawa. Mereka membumi hanguskan sarang-sarang kemungkaran dan kemunafikan serta menancapkan sendi-sendi tauhid dan aqidah Islam dengan penuh rahmatan lil alamin. Hasilnya, mayoritas penduduk Jawa itu sekarang menjadi muslimin yang penuh dengan persaudaraan dan kedamaian. Sejak dahulu sampai sekarang, dimanapun mereka berada, para ahli bait Nabi itu tidak henti-hentinya mengajak manusia di jalan Allah. Ada yang melalui dakwah dan tulisan-tulisannya, ada yang melaui dzikir dan mujahadahnya, ada yang melalui dzikir maulid dan dzikir manaqibnya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 359 Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan Sang Datuk dahulu. Semuanya itu hanyalah dijadikan sarana bagaimana supaya manusia berbondong-bondong mendatangi panggilan Tuhannya. Dimana-mana, diseluruh pelosok dunia, asal mereka disitu berada, manusia yang hatinya selamat berbondong-bondong mengerumuni mereka pula. Kaum muminin itu bersama-sama mengulurkan tangan menyambut uluran tangan mereka, untuk mengharapkan dan mencari syafaat dan keberkahan Allah yang sudah dilimpahkan kepada mereka. Hati yang percaya itu selalu menggapai rahmat khusus yang diberikan secara khusus oleh Allah kepada mereka. Sejarah telah membuktikannya. Barang siapa ingin mengetahui tentang kenyataan rahasia inayah atau rahmat Allah yang paling utama itu. Demikianlah sunnah yang telah terjadi. Fenomena telah berbicara di aman-mana. Realita tidak perduli meski orang-orang kafir dan orang yang membencinya tidak mengakui kebesaran mereka. Hal itu kerana sejarah telah membuktikan terhadap apa yang telah dinyatakan Allah dengan firman-Nya: 360 - Menguak Dunia Jin Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar(QS.Ali Imran:3/74) Allah Tuhan Semesta Alam Yang Maha Pengampun Lagi Maha Pemurah dan Yang Mempunyai Karunia Besar, sejak zaman azali telah menentukan, bahwa Rahmat Utama itu dianugerahkan secara khusus hanya kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad . Nabi akhir zaman yang sekaligus sebagai penutup para Nabi sebelumnya. Rahmat utama itu kemudian Baliau sampaikan kepada seluruh makhluk di seluruh alam semesta sebagai Rahmatan Lil Alamin. Sejak itu sampai hari kiyamat dan bahkan di hari akhirat nanti, manusia akan mendatanginya dengan berbondong-bondong dari segala penjuru belahan bumi, mengulurkan tangannya untuk menggapai limpahan syafaat dari Baginda Nabi . Mereka bagaikan laron-laron mengerumuni lampu di kegelapan malam untuk mencari jalan kehidupan disana. Dengan rahmat itu Allah menentukan pula bahwa ketaatan kepada Rasul identik dengan ketaatan kepada Allah . Artinya hanya dengan mengikuti baginda Nabi kepada jalan RUQYAH dampak dan bahayanya - 361 yang sudah ditempuhnya, maka disitulah letak jalan kepada Allah yang benar. yaitu: Jalan yang lurus, - jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang yang telah Allah anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang tersesat. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Barangsiapa yang menta`ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta`ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka(QS.An-Nisa:4/80) Kalau selama ini orang belum pernah mengetahui dan mengenali jalan lurus yang telah siapkan Allah tersebut. Jalan hidayah yang maksud di balik rahasia ayat-ayat al-Quran yang selalu dibaca orang beriman di saat mereka mengerjakan sholat mereka. Maka sejak sekarang hendaklah mereka mencurahkan perhatian penuh kepada rahasia sumber inayah tersebut. Mereka hendaknya mengadakan penelitian yang mendalam terhadap tapak tilas ulama sejati itu. Dengan itu supaya sejak sekarang juga mereka dapat mengenali jalan lurus itu. 362 - Menguak Dunia Jin Kalau tidak, selama hidupnya mereka tidak akan menemukan jalan lurus itu lagi. Selanjutnya apabila ketidaktahuan itu kemudian terlanjur dibawa pergi keliang kubur bersama ajal kematian, berarti mereka tinggal menunggu apa yang akan terjadi setelah hari kematian itu. Di hari kebangkitan kelak mereka akan dibangkitkan dalam keadaan buta kerana selama hidupnya di dunia matahati mereka terlebih dahulu telah menjadi buta terhadap jalan lurus yang mereka harapkan itu. Allah telah memberikan peringatan dengan firman-Nya: (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)(QS.Al-Isra:17/71-72) Oleh kerana selama hidupnya di dunia manusia telah mengikuti seorang pemimpin yang RUQYAH dampak dan bahayanya - 363 dapat membimbing ibadah dan menyampaikan perjalanan ruhaniyah menuju kepada Allah . Di akhirat nanti, mereka akan dihidupkan kembali bersama pemimpin yang mereka ikuti dahulu di dunia. Sebaliknya, oleh kerana sebagian besar manusia selama hidupnya tidak pernah mengenali jalan lurus itu. Hanya mata lahir mereka yang dapat melihat sedangkan mata batinnya buta. Mereka hanya memilih mengelola kehidupan duniawi yang sementara dengan melupakan kehidupan ukhrowi yang selama-lamanya. Di akhirat nanti mata mereka menjadi lebih buta dan mereka akan lebih tersesat dari jalan yang sebenarnya. Dari rahmat utama yang ada di tangan manusia utama itu, terbentuklah jaringan komunitas persaudaraan antara sesama manusia dengan tulus dan ikhlas. Mereka saling mencintai semata-mata hanya kerana Allah . Ukhuwah itu telah mengakar kuat dari porosnya, yang cabang dan rantingnya telah menyebar sampai kepada pelosok belahan bumi yang terpencil sekalipun. Itulah Ukhuwah Islamiyah. Semenjak panji-panji pertama dengan jerih payah dan bahkan dengan bersimbah darah berhasil dikibarkan oleh para tokoh utamanya di bawah pimpinan langsung seorang Rasul . 364 - Menguak Dunia Jin Sampai sekarang panji-panji itu tetap berkibar, bahkan gaungnya semakin besar. Terbukti dengan semakin besarnya minat anggotanya untuk menenggak kesejukan minuman yang disajikan oleh ritual ukhuwah itu lewat ibadah haji di Haramain (Makkah Madinah). Asy-Syekh Ibnu Athaillah berkata: [Allah mengetahui apabila mereka dibiarkan begitu saja dengan apa yang sudah dipahami, mereka akan meninggalkan amal dan bergantung kepada kehendak azali, maka Allah berfirman: Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat dari orang-orang yang berbuat baik. QS:7/56]. Kalau manusia dibiarkan dengan paham azaliyah, bahwa khoirihi wa syarrihi minallah, (baiknya dan jeleknya dari Allah) maka mereka cenderung berbuat malas dan meninggalkan amal usaha. Mereka hanya menggantungkan diri kepada kehendak Allah yang azali. Dengan dalih bertawakkal kepada Allah padahal sekedar alasan untuk meninggalkan ikhtiar sebagai pelampiasan rasa malas dan putus asa. Akibatnya, boleh-boleh kehidupan di muka bumi menjadi lumpuh total. Hal itu kerana manusia tidak mempunyai inisiatif untuk bekerja dan berusaha. Mereka hanya menunggu apa yang datang dari langit. Untuk itu Allah telah membuka salah satu pintu-Nya lagi RUQYAH dampak dan bahayanya - 365 terhadap apa yang ada di balik rahasia qada dan qadar-Nya. Allah berfirman: Dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat dari orang-orang yang berbuat baik(QS.Al-Araaf:7/56) Manusia tidak sekedar diperintah untuk berdoa saja, namun juga harus berusaha. Hal itu kerana rahmat Allah itu berada di dekat komunitas orang-orang yang baik tersebut. Artinya, doa yang dipanjatkan dengan rasa takut dan harap itu haruslah sekedar dijadikan dasar pijakan hati bagi apa yang dicari dan diusahakan secara lahir. Hasilnya, ketika doa tersebut telah menghasilkan petunjuk dan hidayah di dalam hati sebagai isyarat atau ilham dari Allah , maka hidayah itu harus ditindaklajuti lagi dengan amal dan usaha. Dengan inayah-Nya usaha seorang hamba akan mengarah kepada sasaran yang diharapkan dengan benar, yaitu anugerah-anugerah yang sudah disiapkan sejak azali. Di tengah komunitas orang-orang yang berbuat baik (al-Muhsinin), yaitu orang yang selalu berdoa kepada Allah dengan rasa takut dan harap, baik dengan sendirian maupun secara 366 - Menguak Dunia Jin berjamaah. Disitulah letak sasaran yang diharapkan itu, kerana dari tempat seperti itu sumber rahmat Allah akan terus-menerus memancar, sehingga usaha manusia akan mendapatkan kemudahan dari-Nya berkat doa-doa yang mereka panjatkan itu. Hal itu boleh terjadi, kerana doa-doa itu telah menjadi penyebab sumber kehidupan dan keberkahan memancar bagi daerah sekeliling mereka. Demikianlah yang terjadi dimana-mana. Di tempat yang mereka tinggali, yang asalnya sepi dan mati, ketika manusia sudah mengetahui keberadaan mereka beserta kelebihan-kelebihan mereka, daerah itu kemudian menjadi hidup dan bergairah. Orang-orang berdatangan dari segala penjuru negeri untuk mengambil berkah dari mereka, mencari obat kesembuhan bagi penyakit-penyakit yang diderita, baik penyakit lahir maupun penyakit batin. Baik penyakit jasmani maupun penyakit ekonomi Itulah kenyataan yang terjadi sejak dahulu sampai sekarang, bahkan sampai dengan sesudah mereka mati. Oleh kerana setiap saat banyak orang berziarah ke makam mereka, maka ekonomi di daerah itu menjadi bangkit dan hidup bahkan mampu menjadikan sebab kemakmuran bagi daerah sekitarnya. Demikianlah kenyataan RUQYAH dampak dan bahayanya - 367 kasat mata yang tidak boleh dipungkiri, bahwa keberkahan Allah telah mampu menghidupi orang hidup melalui kehidupan orang yang sudah mati. Meskipun dimana-mana masih banyak orang yang mengingkari jasa-jasa mereka. Orang yang ingkar kepada keutamaan para ulama pewaris nabi itu mengatakan syirik kepada orang-orang yang datang berziarah kekuburan mereka. Ziarah kubur para wali yang mulia itu dianggap perbuatan mungkar yang harus dibumi hanguskan dari muka bumi. Barangkali itu benar kalau para peziarah itu sekedar minta kepada kuburan! Orang-orang itu datang dari tempat yang jauh untuk minta kepada batu mati yang menancap di atas seonggok tanah kering, siapa yang tidak mengerti bahwa hal tersebut adalah perbuatan syirik..! Kalau memang benar bahwa orang yang setiap hari datang kekuburan para waliyullah itu berbuat syirik..? Sekarang ada pertanyaan; Sekiranya yang dikubur di bawah seonggok tanah kering yang ditancapi batu mati itu adalah jasad kita, maukah orang-orang yang berbuat syirik itu menziarai kuburan kita? Kalau tidak, apa bedanya jasad kita dengan jasad para waliyullah itu? Ada apa di dalam jasad kita dan ada apa pula di dalam jasad mereka, padahal 368 - Menguak Dunia Jin sama-sama jasad yang sudah mati.? Mengapa jasad para wali itu dapat menarik hati orang sekian banyak sehingga setiap hari datang dari tempat yang jauh sekedar ziarah atau tabarrukan sedang kepada jasad kita tidak? Barangkali ada sudut pandang yang agak berbeda sehingga hati yang mulia telah menjadi salah sangka. Kalau orang bertanya: Mengapa orang banyak itu jauh-jauh dengan bersusah payah mau datang kekuburan orang yang sudah mati? Jawabannya gampang sekali, kerana mereka itu adalah orang-orang yang bodoh sehingga mampu berbuat yang tidak masuk akal. Masak orang sudah mati kok kuburannya sampai didatangi dari jauh-jauh. Akan tetapi coba pertanyaannya agak dirubah sedikit: Ada apa di kuburan para ulama sejati itu? Mengapa setiap hari orang-orang dari tempat yang jauh didatangkan Allah kesana? Mengapa orang-orang itu tidak didatangkan ke kuburan kita.?. Jawabannya agak sulit kerana ia membutuhkan ilmu yang luas dan penelitian yang panjang kecuali bagi orang-orang yang hatinya ada inayah dari Allah sehingga nur imannya mampu menyinari perbendaharaan ilmu yang ada di bilik akalnya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 369 Bukankah semua orang beriman tahu bahwa apa saja yang terjadi, itu pasti terjadi dengan takdir Allah . Pertanyaannya seharusnya begini: Mengapa orang banyak itu setiap hari dari jauh-jauh ditakdirkan Allah datang di kuburan para waliyullah itu, tetapi tidak ditakdirkan datang ke kuburan kita..? Ada rahasia apa di balik itu? Kalau pertanyaan yang dilontarkan seperti itu, barangkali siapapun dapat menemukan jawabannya asal pertanyan itu dilontarkan dengan hati yang selamat. Kalau tidak, berarti hati kita yang perlu diteliti, barangkali di dalamnya sudah tercemar oleh virus penyakit yang dimasukkan oleh setan jin. Jawabannya ialah: Sesungguhnya yang demikian itu adalah buah ibadah. Para Wali itu sekarang sudah menuai bibit yang dahulu mereka tanam. Mereka dahulu menanam bibit kasih sayang kepada umat yang dikemas di balik perjuangan dan doa-doa mereka. Hal itu mereka lakukan semata bentuk keprihatinan hati mereka kepada keselamatan orang lain. Sekarang bibit itu telah menjadi pohon dan berbuah. Mereka didoakan kembali oleh manusia-manusia yang berterima kasih terhadap jasa-jasa mereka. Para Wali itu didatangi dan didoakan oleh orang-orang yang telah merasakan kenikmatan 370 - Menguak Dunia Jin iman yang ada di dalam hatinya hasil jerih payah yang dahulu telah mereka kerjakan. Hal itu sebagai bentuk dzikir Allah kepada para Wali itu kerana mereka dahulu telah berdzikir kepada Allah melalui keperihatinan hatinya kepada umat manusia sepanjang hidupnya. Demikian itu hanyalah sekedar bentuk pelaksanaan janji Allah yang tidak akan pernah dipungkiri-Nya, bahwa Allah telah berfirman yang artinya: Kerana itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) Ku. QS: al-Baqoroh 2/152. Jika kita ingin mendapat kegembiraan seperti kegembiraan mereka. Di saat keluarga kita saja kadang-kadang telah melupakan jasad mati kita, orang lain didatangkan Allah dari segala penjuru tempat sekedar untuk memberikan kegembiraan kepada kehidupan yang ada di balik jasad yang sudah mati itu. Sejak sekarang, terlebih dahulu kita harus mampu membuat hati orang lain bergembira. Dengan itu, ketika hati kita sedang sepi di dalam penantian yang panjang di alam kubur, Allah menghibur dengan datangnya orang lain menziarai kuburan kita. RUQYAH dampak dan bahayanya - 371 Namun demikian, untuk menggembirakan hati orang lain itu bukan persoalan yang mudah. Hal itu kerana terlebih dahulu orang harus mampu mengorbankan kegembiraan hatinya sendiri. Solusinya, terlebih dahulu orang harus mampu membebaskan hatinya dari karakter duniawi yang tidak terpuji. Hasilnya, setelah terjadi pengosongan, yang masuk kemudian adalah karakter ukhrowi. Dengan itu, menjadikan orientasi hidup mereka arahnya menuju kepada kenikmatan ukhrowi. Ketika kenikmatan ukhurowi tersebut mampu dirasa lebih nikmat daripada kenikmatan duniawi, baru orang mampu mengorbankan kegembiraan duniwainya untuk kegembiraan orang lain. Sebabnya, hanya dengan jalan itu orang mendapatkan kenikmatan ukhrowi yang mereka dambakan setiap hari. Ketika kejelekan karakter duniawi yang keluar masuk di dalam hati orang-orang yang beriman sudah tidak sempat lagi membekaskan kejelekan. Ketika fitnah-fitnah yang semestinya membakar telinga malah menyejukkan hati mereka. Itulah pertanda hati orang yang suka berbuat ihsan (al-Muhsinin), kerana yang terlihat oleh matahati dari realita yang dihadapi hanyalah Allah dengan segala qada dan qadar-Nya. Hanya irodah dan takdir-Nya, yaitu kehendak-Nya yang azaliyah untuk mentarbiyah seorang 372 - Menguak Dunia Jin hamba yang dicintai-Nya. Dada mereka bagaikan hamparan bumi, apa saja boleh masuk, boleh kotoran boleh penyakit, akan tetapi yang keluar darinya hanyalah kebaikan dan obat belaka. Layaknya seperti seorang dokter, sungguhpun setiap saat mereka harus bergulat dengan penyakit dan orang sakit, tapi dokter yang sejati itu selamanya tidak akan tertular oleh penyakit orang sakit. Kalau ada orang mengaku dokter tetapi dia masih sempat tertular penyakitnya orang sakit, berarti orang tersebut adalah dokter yang berpenyakitan. Oleh sebab itu jauhilah segera, jangan-jangan malah dia adalah sumber penyakit itu. Keberadaan seorang muhsinin yang sejati, dimana-mana akan menjadi bagaikan tambang kebaikan, kerana setiap tarikan nafas serta detak jantung mereka hanya dimuati dengan pengabdian yang hakiki. Mereka membantu menyelesaikan permasalahan umat sehingga kadang-kadang melupakan urusan pribadi. Kebanyakan orang datang kepadanya untuk sekedar mengadu dan mencari solusi, bahkan tidak peduli walau dia sendiri sedang bersedih. Semakin banyak orang yang mengenalnya, semakin banyak pula masalah yang harus dihadapi. Akibatnya, semakin lama dadanya RUQYAH dampak dan bahayanya - 373 menjadi bagaikan bak sampah, kerana hanya dipenuhi kesusahan dan kesedihan orang-orang yang mengelilingi. Itulah dokter-dokter ummat, dengan amanat yang ada dalam pundak mereka. Amanat itu mendorong mereka untuk menghidupkan dzikir dan mujahadah malam. Ketika doa-doa yang ikhlas itu mendapatkan ijabah dari-Nya, maka jadilah ijabah itu sebagai sebab terbukanya pintu rahmat-Nya kepada umat. Dari sebab linangan air mata yang meleleh di pipi mereka. Mereka menangisi kesedihan umat, kadang-kadang menjadikan sebab Allah menurunkan air hujan di daerah yang ditangisinya. Konon, apabila di Baitullah Makkah al-Mukarromah, selama tujuh hari saja mereka absen tidak melakukan thowaf, berarti hari kiyamat segera akan datang. Sebagian mereka bagaikan pelita-pelita bumi. Di siang hari keberadaan mereka tidak tampak kerana kesibukan lahir untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, akan tetapi di malam hari, bersama gemerlap bintang di langit, mereka sanggup menjadi penerang jalan bagi sang musafir yang sedang bersedih hati. 374 - Menguak Dunia Jin Wahai laron-laron liar yang ingin mencari penerang jalan, segeralah mendekat kesana, mencari dimana mereka menyembunyikan mutiara. Dengan itu supaya sang laron yang nakal dan tidak tahu diri itu dapat menemukan anugerah Allah yang sudah disiapkan baginya. Sungguh benar Allah dengan firman-Nya: Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat dari orang-orang yang berbuat baik. QS:7/56. Asy-Syekh Ibnu Athaillah meneruskan konsepnya dan berkata: [Kepada Kehendak, segala sesuatu itu bersandar dan bukan kepada segala sesuatu, Kehendak itu bersandar]. Apabila akal sedang buntu untuk memahami apa yang sedang terjadi di depan mata, sedangkan mata tidak mampu membeda-kan mana yang kehendak Allah dan mana yang kehendak manusia secara basyariyah. Orang tidak mampu membedakan mana yang irodah azaliyah dan mana yang irodah hadits miliknya, maka hati hendaklah segera berlari kepada Allah. Al-Quran dan hadits adalah penerang jalannya. Oleh kerana Allah yang menciptakan manusia, maka hanya Allah-lah yang paling mengetahui segala yang ada di dalam jiwanya. Allah berfirman: RUQYAH dampak dan bahayanya - 375 (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun(QS.An-Nur:24/40) Yang pasti, datangnya inayah hanyalah dari kehendak-Nya. Barang siapa yang tidak dikehendaki untuk mendapatkannya, sedikitpun tidak akan memiliki inayah di dalam hidupnya. Maksudnya, seorang hamba boleh berusaha dan berdoa, bahkan hendaknya berusaha dan berdoa dengan sekuat tenaga, tetapi mereka tidak boleh bersandar hanya kepada usaha dan doa itu saja, melainkan harus disandarkan kepada kehendak-Nya. Usaha dan doa seorang hamba tidak akan sia-sia kerana usaha dan doa itu adalah ibadah. Ternyata ada kenikmatan yang agung sebagai nikmat penciptaan yang dilupakan manusia padahal saat itu mereka sedang berusaha mendapatkan nikmat pertolongan. Ketika orang sedang meruqyah, kenikmatan pertolongan itulah yang mereka harapkan. Dengan kenikmatan pertolongan itu supaya orang yang sakit mendapatkan kesembuhan dari Allah . Namun sayangnya mereka saat itu melupakan nikmat penciptaan yang ada dalam diri mereka. Itulah nikmat inayah azaliyah, yaitu bahwa pada saat 376 - Menguak Dunia Jin itu mereka sedang ditakdirkan Allah membaca ayat-ayat al-Quran al-Karim. Seandainya nikmat penciptaan itu mampu disyukuri manusia. Rasa syukur itu diterapkan di saat mereka sedang meruqyah, dengan izin Allah setan jin yang ada di tubuh orang yang sedang sakit itu akan segera lari terbirit-birit. Setan jin itu tidak mampu lagi mengganggu orang yang sedang sakit, sehingga orang yang diruqyah itu tidak muntah dan kencing di Masjid. Dengan mensyukuri nikmat penciptaan itu, tidak hanya orang sakit menjadi sembuh, tetapi juga orang yang tidak sadar atas kekeliruan yang diperbuat, dengan hidayah Allah akan menjadi sadar dan bertaubat serta memperbaiki kesalahan. Walhasil, salah satu upaya supaya manusia mendapatkan perlindungan dari gangguan setan jin adalah berusaha dapat mensyukuri segala kenikmatan yang telah dianugerahkan kepada-nya. Baik nikmat penciptaan maupun nikmat pertolongan. Nikmat-nikmat itu, apabila manusia mau menghitungnya pasti mereka tidak akan sanggup menghitungnya, demikian yang telah ditegaskan Allah dengan firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 377 Dan jika kamu menghitung-hitung ni`mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang(QS.An-Nahl:16/18) Hanya Allah yang memberikan hidayah kepada hamba-Nya. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang mau bersyukur sehingga dapat menjadikan kekuatan untuk menolak segala tipudaya setan yang ada, baik setan jin maupun setan manusia. 378 - Menguak Dunia Jin JALAN KETIGA : Berdzikir dengan Dasar Takwa Salah satu upaya manusia untuk mendapatkan perlindungan Allah dari gangguan setan jin adalah melaksanakan dzikir dan wirid dengan cara yang benar. Dzikir dan wirid dengan dibimbing guru ahlinya. Itu dilaksanakan dengan tujuan tidak hanya untuk menjaga diri dari gangguan jin, tetapi juga untuk dapat menaggulangi akibat gangguannya. Namun demikian dzikir dan wirid itu harus dilaksanakan hanya dengan dasar takwa. Artinya semata melaksanakan pengabdian yang hakiki kepada-Nya. Demikian Allah menunjukkan jalan kepada hamba-Nya dengan firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya( QS.Al-Araaf:7/201). RUQYAH dampak dan bahayanya - 379 Hanya amal ibadah yang dilaksanakan oleh orang yang bertakwa saja yang akan diterima di sisi Allah. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa(QS.Al-Maidah:5/27) Lebih khusus lagi Allah mengabarkan dalam firman-Nya, bahwa doa-doa yang dilaksanakan secara berjamaah atau yang lazim disebut istighotsah adalah doa yang akan lebih mendapatkan ijabah dari-Nya. Dengan doa tersebut Allah akan meturunkan para malaikat yang dapat memperkuat sistem penjagaan yang sudah ada, baik terhadap orang-perorang secara individu maupun untuk membentengi suatu kaum dalam suatu wilayah tertentu, bahkan untuk memperkuat pasukan yang sedang berperang di medan perang. Allah berfirman, mengabadikan peris-tiwa yang pernah dialami Baginda Nabi pada saat perang Badar. Nabi melaksanakan istighotsah seorang diri pada malam hari sebelum peperangan tersebut berlangsung. Dengan 380 - Menguak Dunia Jin istighotsah tersebut Allah menurunkan bala bantuan malaikat yang berjumlah seribu malaikat: (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". - Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram kerananya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana(QS.Al-Anfal:8/9-10) Berdzikir adalah sarana untuk menghan-tarkan munajat seorang hamba kepada Tuhannya. Dzikir laksana kendaraan yang dinaiki sedangkan tujuan munajat adalah laksana penumpang yang mengendarai. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 381 Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya(QS.Fathir:35/10) Seorang hamba berjalan di jalan Allah . Mereka mengharapkan sesuatu yang boleh diharapkan kepada-Nya, baik berupa kemudahan hidup, pertolongan, perlindungan maupun penanggulangan akibat gangguan setan jin. Berdzikir adalah satu-satunya jalan yang terdekat untuk sampai kepada-Nya. Dzikir adalah obat kegelisahan hati, penawar kerinduan, penyejuk kegersangan, pencair kebekuan, penyala obor semangat perjuangan, penerang jalan, penyam-bung hantaran, pembuka ikatan, teman dalam perjalanan dan kunci segala pintu pertemuan. Dzikir adalah ruh ibadah sebagaimana yang ditegaskan Allah dengan firman-Nya: Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang haq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku(QS.Toha:20/14). Shalat adalah ibadah yang paling utama. Itu apabila dilaksanakan semata hanya untuk berdzikir kapada Allah . Ibadah apa saja, baik 382 - Menguak Dunia Jin vertikal maupun horizontal, baik sholat maupun membaca Al-Quran al-Karim, apabila di dalamya tidak ada ruh dzikir, berarti bukan ibadah. Perbuatan itu boleh jadi adalah ibadah yang bertujuan kepada selain-Nya. Sebagai ibadah yang penuh kesombongan dan riya. Ibadah yang tujuannya supaya orang memiliki kesaktian atau kelebihan-kelebihan, atau boleh jadi hanya sebagai jalan supaya orang mendapatkan pujian. Ibadah sebagai alat untuk mencari harta karun ghaib dalam bayangan, atau sekedar untuk bonceng kehidupan. Mereka mengaku ibadah padahal sekaligus menjual kaset rekamam, atau boleh jadi sekedar seperti orang mabuk, sehingga tujuan ibadah itu melayang entah kemana. Di dalam ayat yang lain Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya(QS.Al-Ahzab:33/41) Dzikir yang sebanyak-banyaknya, artinya, dzikir di waktu siang dan malam, baik di laut, di darat maupun di udara, di dalam perjalanan dan di rumah, di saat sehat dan sakit, di saat kaya dan RUQYAH dampak dan bahayanya - 383 miskin, di saat susah maupun senang, di saat sedang sempit maupun sedang lapang. Asy Syekh Ibnu Athaillah di dalam kitabnya al-Hikam menyampaikan: Dzikir dibagi menjadi empat tingkat, sekaligus merupakan empat tahapan yang harus dapat diselesaikan oleh seorang hamba yang berjalan di jalan Allah. Empat tingkat dzikir itu yaitu: Pertama: adz-dzikru maa wujudi ghoflah. Yaitu dzikir dalam keadaan lupa kepada Allah. Kedua: adz-dzikru maa wujudi yaqodhoh. Yaitu dzikir dalam keadaan sadar bahwa ia sedang berdzikir di hadapan Allah. Ketiga: adz-dzikru maa wujudi khudhur. Yaitu dzikir dengan hati yang hadir di sisi Allah. Keempat: adz-dzikru maa wujudi ghaibati amma siwah. Yaitu dzikir dengan hilangnya selain yang di-dzikiri, yaitu dzikir yang menjadikan fananya yang selain Allah sehingga yang ada dalam hatinya hanya Allah semata. Sedangkan sebagian ulama sufi membagi dzikir menjadi dua bagian, Pertama membaca 384 - Menguak Dunia Jin kalimat dzikir, dan kedua berdzikir dengan kalimat dzikir. Pertama : Membaca kalimat dzikir, yaitu orang yang lisannya membaca kalimat Laa ilaha illa Allah , tetapi hatinya kosong dari apa yang dimaksud bacaan tersebut. Orang tersebut boleh jadi tidak termasuk kategori sebagai orang yang mengingat (berdzikr) Allahkerana hanya lisannya yang melafatkan kalimat dzikir padahal hatinya kosong dari ingat kapada Allah. Namun demikian asal pekerjaan itu dilaksanakan dengan hati yang ikhlas, dengan melafatkan kalimat dzikir itu mereka akan mendapatkan pahala. Membaca kalimat dzikir inilah yang dimaksud dengan berdzikir dalam keadaan lupa. Asy Syekh Ibnu Athaillah berkata: Kelalaian hatimu (kepada Allah) tanpa adanya dzikir adalah lebih berbahaya dari pada kelalaian hatimu di dalam dzikir. Artinya lebih baik orang yang lupa kepada Allah di dalam dzikir dari pada lupa di luar dzikir. Alasannya, kerana lupa di luar dzikir tersebut dapat menjadikan sebab dirinya masuk di dalam bahaya besar. Sebab, di hati yang lupa itu setan jin betah tinggal di dalamnya. Kedua: Berdzikir kepada Allah dengan kalimat dzikir. Dzikir yang kedua ini dibagi RUQYAH dampak dan bahayanya - 385 menjadi tiga tingkat sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Masing-masing tingkat tersebut adalah berdzikir dengan merasakan. Dengan dzikir itu seorang hamba sedang bertaqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Dzikir yang dilaksanakan itu tidak hanya di dalam perbuatan saja, akan tetapi juga di dalam perasaan dalam hati. Seseorang yang hatinya hanya dapat merasakan kenikmatan duniawi. Mereka belum pernah mencicipi kenikmatan ukhrawi, berarti yang dapat dirasakan oleh hatinya hanya yang bersesuaian dengan nafsu syahwat saja yaitu kenikmatan duniawi. Oleh kerana setiap ibadah selalu bertentangan dengan kemauan nafsu syahwat, dan berdzikir adalah ibadah, maka menjadikan maklum ketika lisan mereka berdzikir, tetapi hati mereka belum dapat merasakan yang diperbuat oleh lisannya. Hal itu kerana hati mereka belum mampu mengenali dan merasakan kenikmatan berdzikir tersebut. Kehidupan dunia adalah rasa-rasa dan kehidupan akhirat juga demikian. Di dalam diri manusia tersedia indera-indera untuk merasakan. Indera lahir untuk merasakan urusan dunia disebut bashoro atau nafsu dan akal. Indera batin 386 - Menguak Dunia Jin untuk merasakan urusan akhirat disebut bashiroh atau ruh dan hati atau matahati. Oleh kerana sepanjang hidupnya sebagian besar manusia hanya mempergunakan indera bashoro saja, maka yang pertama kali dapat merasakan dzikir hanyalah indera bashoro sedangkan indera bashiroh belum mampu merasakannya. Dalam keadaan seperti itu tidak heran jika yang dirasakan hatinya saat berdzikir hanya beban dan kesakitan belaka sehingga awal-awal dzikir yang dilakukan tersebut, manusia selalu masih dalam keadaan hati yang lupa kepada Allah. Seperti orang belajar merokok misalnya. Rokok merk apapun yang pertama kali dihisap pasti rasanya tidak enak. Akan tetapi semakin lama merokok, sedikit demi sedikit dia dapat menikmati merokok. Ketika orang tersebut sudah terbiasa merasakan rokok. Selanjutnya kebiasaan itu menjadikannya tidak dapat meninggalkan merokok lagi. Itu baru urusan rasa-rasa yang lahir, apalagi rasa yang batin yang sifatnya jauh lebih halus dan lebih variatif dari pada rasa lahir. Terlebih lagi rasa batin itu kadang-kadang dalam seumur hidupnya manusia belum pernah melatih diri untuk merasakannya. Berarti orang tersebut RUQYAH dampak dan bahayanya - 387 semakin sulit dapat merasakan dzikir yang sedang dilakukan. Asy Syekh Ibnu Athaillah dengan dengan kalimat yang simple dan sederhana telah menyampaikan konsepnya untuk memberikan solusi, beliau berkata: Jangan engkau tinggalkan dzikir semata-mata kerana tidak adanya kehadiran hatimu bersama-sama Allah di dalamnya, kerana kelalaian hatimu (kepada Allah) tanpa adanya dzikir adalah lebih berbahaya dari pada kelalaian hatimu di dalam dzikir. Barangkali Allah mengangkatmu dari dzikir dengan lalai kepada dzikir dengan sadar, dari dzikir dengan sadar kepada dzikir dengan hadir, dari dzikir hadir kepada dzikir dengan hilangnya selain yang di dzikiri. Yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah. QS:14/20. Menjadikan maklum ketika orang-orang yang hanya dasar latah dan ikut-ikutan, ikut melaksanakan ruqyah padahal mereka kurang melengkapi diri dengan ilmu pengetahuan yang memadai tentang ruqyah yang dilaksanakan itu, baik aspek kemanfaatan maupun aspek dampak dan bahayanya. Terlebih ketika kegiatan tersebut hanya didorong semangat perjuangan secara politis yang masih sangat idealis. Akibatnya, pelaksanaan ruqyah yang sangat 388 - Menguak Dunia Jin membahayakan keselamatan umat itu sekarang terlanjur memasyarakat. Untuk itu para Alim tidak boleh tinggal diam. Dengan ilmu dan amal serta akhlak yang ada, mereka harus ikut mempunyai kepedulian kepada umatnya. Sebabnya, jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan akibat dari kesalahan dalam penerapan ruqyah tersebut, lebih-lebih yang sifatnya massal, maka mereka juga nanti yang akan menjadi repot dan kuwalahan. Para Alim hendaklah ikut turun tangan, barangkali anak-anak kita ini memang sedang kebablasan. Sebelum mereka terlambat, kalau ada yang perlu diluruskan supaya segera diluruskan. Yang pasti bahwa anak-anak kita ini bukan dari kalangan yang berpengalaman. Mereka hanya sekedar mengikuti kata teman. Seandainya mereka mengerti bahwa apa yang sekarang ini sedang mereka budayakan adalah sesuatu yang sangat membahayakan, pasti mereka tidak berani coba-coba melakukan. RUQYAH dampak dan bahayanya - 389 390 - Menguak Dunia Jin Penanggulangan dan Penyembuhan Akibat Terkena Ganguan Jin ab keenam ini memuat konsep dan teori-teori serta metode ilmiyah tentang penanggulangan dan penyembuhan orang sakit akibat gangguan jin. Teori yang disampaikan ini masih sangat kurang memadai dari apa yang dimaksud dengan tujuan penulisan. Hal itu kerana yang dimaksud dari tulisan ini adalah kemampuan diri manusia dalam menerapkan ilmu rasa yang sangat membutuhkan keahlian khusus dan pengalaman serta jam terbang tinggi. Padahal yang tertulis hanya sekedar teori yang sangat terbatas. Teori yang disampaikan dengan bahasa tulisan yang tentunya tidak dapat menampung keluasan bahasa kata, apalagi RUQYAH dampak dan bahayanya - 391 terhadap bahasa rasa. Oleh sebab itu, apapun yang dapat tertulis ini hanyalah sesuatu yang masih mentah yang membutuhkan ditindak-lanjuti dengan latihan panjang dan terbimbing. Dalam menangani penyembuhan penyakit akibat gangguan jin, seperti juga usaha penyembuhan jenis penyakit yang lain, bagian yang terpenting adalah tahapan diagnosa. Diagnosa itu harus dilaksanakan dengan benar, baik terhadap jenis penyakit maupun kadar sakitnya. Hanya dengan itu seorang dapat memberikan pertolongan kepada pasien dengan benar. Dengan diagnosa yang benar seorang ahli dapat memilih dan menentukan jenis obat yang akan diberikan kepada si pasien dengan benar pula. Tanpa diagnosa, boleh jadi obat yang dimasukkan justru menjadi racun. Kemampuan seseorang untuk mendiag-nosa penyakit yang berkaitan dengan dimensi jin ini hanya boleh didapatkan melalui latihan panjang yang terbimbing. Hal itu kerana dimensi jin adalah dimensi yang ghaib bagi indera lahir manusia. Dimensi yang hakikatnya tidak boleh dibahas melalui tulisan. Hanya saja, oleh kerana setiap yang tersembunyi pasti ada tanda-tandanya, untuk keperluan diagnosa awal, kadang-kadang para ahli hanya cukup melihat 392 - Menguak Dunia Jin foto si pasien. Hal itu, kerana pancaran sorot mata yang terrekam dalam foto itu dapat dibaca oleh ahlinya. Sorot mata adalah sorot kehidupan yang tersimpan atau yang sengaja disembunyikan oleh seseorang di balik dadanya. Sorot mata itu boleh jadi sorot kasih sayang, sorot kemarahan, sorot kebencian, sorot kekecewaan, sorot kesungguhan, sorot kemunafikan, sorot penolakan dan sorot penerimaan. Semua yang ada di dalam dada manusia sejatinya tergambar di dalam sorot matanya. Ketika yang dipancarkan sorot mata itu bukan sorot kehidupan manusia, bukan sorot nafsu maupun sorot akalnya, berarti dapat dipastikan bahwa jasad manusia itu telah terisi kehidupan lain. Untuk urusan akibat gangguan jin, dengan cara seperti ini para ahlinya dapat melaksanakan diagnosa awal terhadap pasiennya. Sebabnya, dengan sorot mata itu manusia tidak dapat menipu diri sendiri di hadapan para ahlinya. Allah telah memberikan isyarat hal ini dengan firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 393 Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati(QS.Al-Mumin:40/19). Ayat di atas mengandung suatu konsep atau pemahaman yang tersembunyi. Konsep itu maksudnya: Apa-apa yang disembunyikan manusia di balik dadanya, dari sifat-sifat yang kurang terpuji seperti khianat yang terkadang manusianya sendiri tidak pernah menyadarinya, dengan ilmu Allah dan izin-Nya, para ahlinya dapat membaca melalui sorot mata orang tersebut. Setiap jenis penyakit dan kadar sakit yang berbeda, cara penyembuhannya juga berbeda. Hal ini tidak mungkin dapat dibicarakan melalui bahasa tulisan, maka dengan kemampuan yang sangat terbatas, penulis akan menyampaikan secara garis besar saja, insya Allah. Semoga Allah memudahkan jalannya dan membuahkan hasil yang membawa kemanfaatan. 394 - Menguak Dunia Jin Kekuatan Yang Mengalahkan Seseorang yang sedang melaksanakan pekerjaanpekerjaan yang bersinggungan dengan dimensi jin, baik untuk menanggulangi orang kesurupan jin maupun membantu penyembuhan orang sakit akibat gangguan jin. Mereka itu berarti sedang berhadapan dengan kekuatan dunia jin. Supaya pekerjaan itu tidak salah langkah dan dapat membuahkan hasil yang diinginkan, tahap pertama yang harus dilakukan adalah persiapan. Persiapan itu berupa mengkondisikan diri untuk boleh mendapatkan kekuatan yang didatangkan Allah yang disebut sulthonul ilahiyah atau kekuatan pertolongan yang dianugrahkan Allah kepada hamba-Nya buah ibadah yang dilakukan. Dengan sulthon itu makhluk jin menjadi takut kepada manusia. Setelah seorang hamba mendapatkan anugrah tersebut, sebagai bekal yang utama, selanjutnya dia harus menindaklanjutinya dengan latihan yang terbimbing, baik dengan melaksanakan mujahadah dan riyadhoh maupun praktek menagani pasien di lapangan. RUQYAH dampak dan bahayanya - 395 Yang dimaksud menanggulangi orang kesurupan jin adalah membebaskan kesadaran orang tersebut dari cengkraman jin yang sudah menguasai jiwanya sampai orang tersebut menjadi sadar kembali dan tidak kambuh lagi untuk selamanya. Adapun yang dimaksud penyembuhan adalah membantu kesembuhan orang yang terkena penyakit akibat gangguan jin, seperti orang kena sihir, kena santet dan sakit akibat penyakit dimensi jin yang lainnya, sebagaimana yang sudah disampaikan pada pembahasan terdahulu. Teori mengatakan bahwa setan jin takut kepada malaikat. Hal itu tersirat di dalam firman Allah saat Allah mengabadikan dua peristiwa besar yang dialami Rasulullah bersama para sahabat. Pertama perang Badar dan kedua perjalanan Nabi berhijrah ke Madinah. Di dalam dua peristiwa tersebut Allah menurunkan bala bantuan tentara malaikat. Allah berfirman: Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang 396 - Menguak Dunia Jin manusiapun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya(QS.Al Anfal:8/48) Disebutkan dalam ayat diatas, setan lari kebelakang dan berkata: Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu, sesungguhnya saya melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat. Yang dilihat setan jin terhadap sesuatu yang tidak dapat dilihat mata lahir manusia itu adalah bala tentara malaikat yang diturunkan Allah untuk membantu kaum muslimin yang sedang berperang. Ayat ini mununjukkan bahwa setan jin takut kepada malaikat. Juga firman Allah yang artinya: Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu takut, sesungguhnya Allah beserta kita. "Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara RUQYAH dampak dan bahayanya - 397 yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana(QS.At-Taubah:9/40) Ayat diatas menyatakan: Allah telah menurunkan ketenangan di dalam hati Baginda Nabi dan menurunkan bala bantuan dengan tentara yang kamu tidak dapat melihatnya. Maksud ayat: Yang menjadikan tenangnya hati Rasulullah padahal beliau sedang menghadapi bahaya yang mengancam, itu disebabkan kerana Allah telah menurunkan bala tentara malaikat yang tidak dapat dilihat oleh mata tetapi dapat dirasakan dalam hati. Secara garis besar makhluk hidup dibagi menjadi tiga. Pertama Malaikat, kedua Manusia dan ketiga Jin. Masing-masing makhluk tersebut, di dalam dimensinya mempunyai sunnah yang berbeda, baik secara habitat maupun secara personal. Dimensi kehidupan manusia secara habitatnya adalah bumi dengan segala sunnah yang ada, sedangkan secara personal adalah jasmani dan ruhani serta masyarakat yang ada di lingkungan. Demikian pula makhluk jin dan malaikat. Meskipun secara qudroti jin tercipta lebih kuat daripada manusia. Jin dapat masuk tubuh 398 - Menguak Dunia Jin manusia, sedangkan manusia, melihat saja kepada jin tidak dapat. Namun demikian, apabila manusia dengan segala usahanya mampu mengkondisikan diri untuk mendapatkan sulthon yang lebih kuat dari sulthon yang ada pada seorang jin. Dengan sulthon tersebut berarti manusia berpotensi boleh mengalahkan sulthon jin tersebut. Apabila tidak, maka manusia akan dikalahkan oleh makhluk jin. Untuk mendapatkan sulthon tersebut caranya dengan melaksanakan mujahadah di jalan Allah dan membaca wirid-wirid tertentu yang didawamkan. Dengan melaksanakan perbuatan tersebut manusia akan mendapatkan warid atau buah ibadah yang didatangkan Allah di dunia. Warid-warid tersebut ada yang didatangkan dari dimensi jin dan dimensi malaikat. Pengertian warid dari dimensi malaikat adalah khoddam malaikat sedangkan warid dimensi jin adalah khoddam jin. Kadang-kadang warid dari dimensi jin dapat dijadikan sarana untuk membantu penanggulangan orang kesurupan jin, asal kekuatan warid yang ada pada diri manusia lebih kuat daripada kekuatan jin yang menguasai manusia. Akan tetapi menolong orang kesurupan jin dengan kekuatan jin itu mengandung resiko RUQYAH dampak dan bahayanya - 399 tinggi. Disamping pekerjaan tersebut seringkali kurang membuahkan hasil yang optimal, perbuatan itu juga rentan menyeret pelakunya berbuat syirik. Sebabnya, dengan perbuatan tersebut berarti seorang manusia telah bekerja sama dengan kekuatan jin. Dalam kaitan ini Allah telah memberi-kan memberikan peringatan melalui firman-Nya: Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu akan menambah kesesatan bagi mereka(QS. Al-Jin 72/6). Perbuatan syirik itu boleh terjadi ketika manusia tanpa sadar semakin menggantungkan diri kepada kemampuan atau linuwih yang ada dalam jiwanya sendiri daripada menyandarkan harapan kepada pertolongan Allah . Adapun untuk keperluan membantu penyembuhan penyakit akibat gangguan jin, warid dimensi jin itu sedikitpun itu tidak dapat membantu meringankan penderitanya, bahkan boleh jadi malah menjadikan penyakit itu semakin parah. Konkritnya yang seharusnya penyakit dimensi jin tersebut dilemahkan dulu baru dikeluarkan. Dengan warid dimensi jin ini malah menguatkan. Tidak banyak orang mengerti dan menyadari hal ini. Yang tampak di permukaan 400 - Menguak Dunia Jin hanyalah hasil akhirnya, bahwa ternyata penyakit yang diderita orang tersebut tidak sembuh malah menjadi semakin parah. Adapun warid yang didatangkan dari dimensi malaikat, ketika seorang yang ahli mampu menjadikannya sebagai sarana, baik untuk penanggulangan maupun untuk penyem-buhan, warid-warid dimensi malaikat ini akan sangat membantu memudahkan pekerjaan tersebut. Warid dari malaikat ini bagaikan air dingin yang disiramkan di atas bara api, api itu segera mati. Ketika seseorang berjalan di jalan Allah dengan dibimbing guru ahlinya. Mereka menempuh amaliyah thoriqoh yang diyakini, baik dengan dzikir dan wirid-wirid yang didawamkan setiap hari maupun mujahadah dan riyadhoh yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu. Ketika dangan amaliyah tersebut mereka berhasil mendapatkan anugerah azaliyah yang diturunkan ke dunia. Berupa sulthonul ilahiyah buah ibadah yang dijalani atau yang disebut warid-warid dari dimensi malaikat. Dengan kekuatan tersebut makhluk jin boleh menjadi takut kepada manusia. Itulah rahasia pertolongan Allah yang diturunkan di dunia. Berupa kharisma yang RUQYAH dampak dan bahayanya - 401 memancar dari prilaku dan sorot wajah hamba Allah yang bertakwa. Buah pelaksanan ilmu dan amal yang dipadukan dengan akhlakul karimah. Fenomena itu telah digambarkan Rasulullah tentang prihal Sahabat Umar bin Khottob di dalam haditsnya dibawah ini: Diriwayatkan dari Saad berkata: Umar meminta izin Rasulullah untuk menemui baginda Nabi . Pada saat itu beberapa orang wanita Quraisy sedang berbicara dengan Rasulullah dengan suara yang tinggi. Ketika mereka mendengar suara Umar meminta izin wanita-wanita tersebut berlari menuju balik tabir. Rasulullah mengizinkan Umar masuk. Rasulullah tersenyum ketika melihat beliau. Umar berkata: Semoga Allah memanjangkan usiamu wahai Rasulullah! Rasulullah berkata: Aku heran dengan wanita-wanita yang berada di sampingku itu, ketika mendengar suaramu mereka berlari menuju balik tabir. Lalu Umar berkata: Wahai Rasulullah! Engkaulah orang yang paling berhak untuk di takuti. Umar berkata kepada wanita-wanita yang bersembunyi itu: Wahai wanita-wanita yang menjadi musuh diri sendiri, adakah kamu merasa takut kepadaku tetapi tidak takut kepada Rasulullah. Mereka menjawab: Benar, kerana tingkah laku dan tutur katamu lebih kasar dari Rasulullah. 402 - Menguak Dunia Jin Rasulullah bersabda: Demi Zat yang aku berada di dalam kekuasaan-Nya, tidak ada setan yang akan melalui jalan yang dilalui olehmu, melainkan mereka berusaha melalui jalan yang tidak dilalui olehmu. Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pemulaan Kejadian hadits nomor 3051 Sifat-sifat Terpuji hadits nomor 3407 Etika hadits nomor 5621. Riwayat Muslim di dalam Kitab Kelebihan Sahabat hadits nomor 4410. Rasulullah bersumpah bahwa makhluk jin takut kepada sayyidina Umar bin Khothob sehingga seorang jin tidak berani berpapasan dengannya. Apabila beliau melewati satu jalan, maka seorang jin akan melewati jalan yang lain. Hal itu boleh terjadi kerana seorang jin melihat apa-apa yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia dari warid-warid dimensi malaikat yang ada pada diri beliau sebagai anugerah yang diberikan Allah buah ibadah dan pengabdian yang dijalani. Demikian pula seorang hamba yang sholeh, berkat istiqomah dalam menjalani hidup, RUQYAH dampak dan bahayanya - 403 baik ibadah maupun pengabdian, baik dengan dzikir maupun fikir, baik dengan mujahadah maupun riyadhoh. Warid-warid tersebut akan didatangkan kepada mereka. Sulthon ilahiyah yang didatangkan dari dimensi malaikat sebagai bentuk anugerah (Fadhol) Allah sebagai buah istiqomah yang mereka lakukan. Allah telah mengisyaratkan hal tersebut dengan firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". - Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta(QS.Fush Shilat:41/30-31) Dalam ayat di atas, para malaikat telah menjelaskan fungsi keberadaan mereka bersama-sama orang yang mereka ikuti dengan pernyataan 404 - Menguak Dunia Jin yang diabadikan Allah di dalam firman-Nya di atas: Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat. Dengan perlin-dungan tersebut manusia menjadi ditakuti oleh makhluk jin. Hal itu bukan kerana manusia itu menjadi kuat dan sakti sehingga jin takut kepadanya, melainkan semata-mata saat itu pertolongan Allah telah diturunkan kepadanya. Warid-warid dimensi malaikat itu juga diturunkan Allah sebagai pertolongan khusus kepada orang yang membutuhkan. Diturunkan berkaitan dengan mujahadah atau istighotsah (doa bersama) yang dilakukan sekelompok manusia di suatu tempat. Istighotsah yang dijalani secara khusus oleh hamba-hamba yang beriman dengan niat semata-mata menjalankan bentuk pengabdian yang hakiki jepada-Nya. Demikian yang dinyatakan Allah dengan firman-Nya dalam mengabadikan istighotsah yang pernah dilakukan Rasulullah . Allah berfirman yang artinya : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut" Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar RUQYAH dampak dan bahayanya - 405 gembira dan agar hatimu menjadi tenteram kerananya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS:8/9-10. Juga pernyataan yang disabdakan baginda Nabi dalam sebuah haditsnya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda: Barang siapa membaca: dalam sehari sebanyak seratus kali, niscaya dia mendapat pahala sebagaimana orang memerdekakan sepuluh orang budak. Dia juga diampunkan seratus kejahatan, dibuatkan untuknya benteng sebagai pelindung dari setan pada hari itu hingga petang hari. Tidak diganjarkan kepada orang lain lebih baik darinya kecuali orang tersebut melakukan amalan lebih banyak darinya. Manakala mereka yang berkata: dalam sehari sebanyak seratus kali niscaya terhapuslah segala dosanya sekalipun dosanya itu banyak seperti buih di lautan. HR. Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad Ibnu Hambal dan malik. Rodhiualluanhum. 406 - Menguak Dunia Jin Sabda Baginda Nabi di atas : Dibuatkan untuknya benteng sebagai pelindung dari setan pada hari itu hingga petang hari. Maksudnya, bahwa bacaan: . apabila dibaca dalam sehari sebanyak seratus kali, Allah akan membangunkan benteng perlindung-an bagi para pembacanya dari gangguan makhluk jin. Benteng itu akan melindungi mereka dalam satu hari. Walhasil, dengan mengamalkan alamiyah tersebut setiap hari secara istiqomah. Hasilnya, seorang hamba yang beriman akan mendapatkan warid-warid berupa sistem perlindungan Allah dari gangguan setan jin. Dengan warid-warid tersebut jin takut kepada manusia. Itulah yang dimaksud dengan kekuatan yang mengalahkan. Jadi yang dimaksud kekuatan yang mengalahkan itu bukan bacaan yang dibaca oleh seseorang, tetapi rahasia bacaan tersebut, ketika bacaan itu dibaca orang beriman dengan cara dan niat yang benar dan istiqomah. Manusia itu ibarat bumi sedangkan warid-warid itu ibarat matahari. Selama matahari memancarkan sinarnya di muka bumi, berarti selama itu persada bumi menjadi RUQYAH dampak dan bahayanya - 407 terang benderang, sehingga setan jin lari meninggalkan manusia. Oleh kerana sifat malaikat selalu identik dengan kebajikan, selama manusia berbuat kebajikan, maka warid tersebut akan menyertai hidup mereka. Sebaliknya, ketika manusia berbuat kemungkaran, berarti warid dimensi malaikat tersebut segera akan meninggalkan dirinya. Ini adalah sunatullah yang di dalamnya tidak akan terjadi perubahan untuk selamanya. 408 - Menguak Dunia Jin Kekuatan yang Dikalahkan Kekuatan yang mengalahkan itu adalah kekuatan jatidiri manusia hasil bentukan ilmu, iman dan amal. Dibentuk dalam pelaksanaan mujahadah dan riyadhoh secara istiqomah sehingga jatidiri tersebut mendapatkan sulthon ilahiyyah. Dengan jatidiri yang kuat serta sulthon ilahiyat tersebut, makhluk jin menjadi takut kepada manusia. Hal itu kerana seorang hamba telah mendapatkan perlindungan dari Tuhannya. Kekuatan tersebut adalah sistem perlin-dungan yang turunkan Allah kepada hamba-Nya yang bertakwa. Berupa warid-warid buah ibadah dan wirid yang dijalani maupun sistem penjagaan yang sudah ditentukan Allah sejak zaman azali. Dengan sistem perlindungan tersebut upaya setan jin memperdaya manusia menjadi sangat lemah, kecuali kepada orang yang telah merusak sistem itu dengan perbuatan maksiat dan dosa. Kepada orang yang sistem perlindungan dirinya sudah rusak, setan jin tidak hanya mampu mengganggu dengan tipudaya saja, tetapi juga mendapatkan kemudahan menjadikan manusia tersebut sebagai wali-walinya (tertara-tentara RUQYAH dampak dan bahayanya - 409 setan) yang setia. Demikian pernyataan Iblis yang diabadikan Allah di dalam al-Quran al-Karim. Allah berfirman yang artinya : Setan berkata tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanji-kan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. QS:14/22. Di dalam ayat yang lain Allah menyata-kannya lebih tegas: Kerana sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah(QS.An-Nisa:4/76) Tipu daya jin itu juga lemah terhadap seorang hamba yang telah mampu berbuat ikhlas. Allah berfirman: 410 - Menguak Dunia Jin Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (kepada diri sendiri) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, - kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka(QS.Al-Hijr:15/39-40) Demikian pula terhadap seorang hamba yang senang menjalankan puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Rasulullah telah menerangkan dengan sabdanya: ."Sesungguhnya syaithan masuk (mengalir) ke dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darahnya, maka sempitkanlah jalan masuknya dengan puasa". Berkat anugerah Allah kepada hamba-Nya, jin Qorin yang mengikuti manusia, asalnya kafir menjadi masuk islam sehingga membantu manusia yang diikuti itu untuk melaksanakan kebajikan yang hakiki. Demikian yang telah dinyatakan Rasulullah prihal yang terjadi kepada Beliau: RUQYAH dampak dan bahayanya - 411 . .: .. Tidaklah dari salah satu diantara kalian kecuali sesungguhnya Allah telah mewakilkan temannya dari jin, mereka bertanya: Apakah engkau juga ya Rasulullah?, Rasul menjawab: Dan juga kepadaku, hanya saja sesungguhnya Allah telah menolongku mengalahkannya, maka ia masuk Islam, maka ia tidak memerintah kepadaku kecuali dengan kebaikan. (HR Muslim) Ayat-ayat tersebut di atasbaik al-Quran maupun sunnah Nabitelah menyatakan bahwa makhluk jin yang tercipta lebih kuat daripada manusia, tipudaya mereka terhadap orang-orang tertentu akan menjadi lemah. Makhluk jin yang tercipta sebagai musuh manusia tersebut, diantaranya bahkan menjadi pembantu-pembantu manusia atau yang disebut khoddam. Hal itu bukan kerana manusia telah menjadi sakti mandra guna, tetapi terjadi atas pelaksanaan sunnatullah yang sudah ditetapkan Allah sejak zaman azali. Sunnah tersebut adalah bentuk anugerah yang terbesar bagi manusia. Dengan sunnah itu, manusia berpotensi menjalankan fungsi utamanya sebagai seorang kholifah bumi zamannya. Mereka menjadi 412 - Menguak Dunia Jin sumber tenaga bumi yang terfasilitasi agar segala ketetapkan Allah sejak zaman azali berjalan sebagaimana semestinya. Ketetapan azaliyah yang qodim tersebut menjadi takdir Allah hadits yang terjaga. Allah telah menegaskan dengan firman-Nya: Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir(QS.Al-Jaatsiyah:45/13) Dengan izin Allah manusia berpotensi menjinakkan potensi alam melalui potensi hatinya, termasuk juga kepada alam jin. Namun demikian, untuk menjinakkan segala potensi tersebut, manusia membutuhkan ilmu Allah pula. Tanpa ilmu Allah dan izin-Nya manusia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali hanya istidroj atau kemanjaan sementara. Kelebihan-kelebihan yang terkadang dibangun atas bekerjasama dengan kekuatan makhluk jin. RUQYAH dampak dan bahayanya - 413 Setelah masa tangguh istidroj itu berakhir, sedikit demi sedikit linuwih itu akan ditarik kembali oleh Allah . Selanjutnya manusia harus mempertanggungjawabkan segala penggunaan dengan siksa yang sangat pedih di neraka jahannam untuk selama-lamanya. Kita berlindung kepada Allah dari segala tidupaya setan jin yang terkutuk. Allah telah memberikan peringatan dengan firman-Nya: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. - Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh(QS.Al-Araaf:7/182-183) Jiwa manusia yang tercipta dari beberapa kegiatan yang sejatinya tidak sinkron, seperti nafsu, akal pikir, hati, dan ruh. Apabila manusia mampu mengendalikan kegiatan jiwa tersebut dengan ilmu, iman dan amal, maka manusia mampu membentuk jati dirinya menjadi suatu sistem kehidupan yang gerakannya terarah kepada tujuan yang tunggal. Hanya mengabdi kepada Dzat yang Maha Tunggal, Allah , 414 - Menguak Dunia Jin Dengan demikian, sistem-sistem kehidupan yang beterbangan di alam semesta iniyang memang tercipta berpotensi dijinakkan manusiaakan menjadi tunduk dan jinak kepada manusia. Yang demikian itu kerana memang fungsi seorang kholifah bumi disamping sebagai sumber daya, juga menjadi sistem pengendali bumi. Dengan izin Allah seorang kholifah bumi zamannya akan mampu mengendalikan sistem-sistem pengendali alam itu melalui sistem kehidupan di dalam hatinya sendiri. Allah telah memberikan petunjuk dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya. Dengan hidayah itu mereka berjalan menuju jalan lurus yang diridhoi-Nya. Allah mengajarkan pula supaya mereka selalu berdoa kepada-Nya: Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan (Sulthon) yang menolong. (QS:Al-Isra. 17/80) RUQYAH dampak dan bahayanya - 415 Maksudnya: Manusia hendaknya mampu melaksanakan pengembaraan ruhaniyah menem-bus alam-alam yang ada disekitar hidupnya. Mereka harus mampu keluar masuk alam-alam tersebut dengan benar. Hasilnya manusia akan mendapatkan sulthon yang menolong dari Tuhannya. Itulah kekuatan yang didatangkan Allah untuk hamba-Nya sebagai buah ibadah yang dijalani. Dengan sulthon yang menolong itu kekuatan jin dapat dikalahkan manusia. Walhasil, kekuatan yang mengalahkan itu bukan kekuatan manusia, tetapi pertolongan yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya, ketika seorang hamba telah melaksanakan pengabdian kepada Tuhannya dengan benar. Itulah rahasia (siir) ibadah yang diturunkan di dunia, buah mujahadah dan riyadhoh yang dilaksanakan dengan istiqomah. Tanpa pertolongan tersebut manusia adalah makhluk yang sangat lemah. 416 - Menguak Dunia Jin Penanggulangan Orang Kesurupan Jin Hanya Allah yang menyembuhkan orang sakit, bukan manusia bukan pula kekuatan yang menyertai dirinya. Untuk kesembuhan orang sakit, manusia hanya sebagai pelaku di muka bumi sedangkan kekuatan itu adalah sarana yang membantu. Tanpa kehendak dan takdir Allah atas kesembuhan seseorang, manusia dengan segala kekuatannya tidak dapat berbuat apa-apa. Manusia hanya ikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Demikian itu pemahaman yang tertangkap dari firman Allah dibawah ini. Allah berfirman mengabadikan munajat nabi-Nya Ibrahim : :( 63/08)Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, QS:26/80 Apa saja yang dapat dikerjakan manusia dalam rangka membantu kesembuhan orang sakit hanya sekedar menerapkan teori dan pengalaman yang ada. Apabila Allah menghendaki penyakit tersebut bukan sebagai penyebab kematian, maka RUQYAH dampak dan bahayanya - 417 dengan izin Allah segala penyakit manusia dapat disembuhkan, kecuali penyakit tua. Sakit dengan mati sejatinya tidak berhu-bungan, meskipun sakit seringkali menjadi penyebab kematian. Apabila saat ajal manusia datang, kematian itu pasti akan menjemputnya. Yang demikian itu, supaya manusia tidak dendam kepada malaikat pencabut nyawa. Orang mati boleh dengan cara mendadak, bahkan sebelum sempat mematikan rokok yang dihisap, kerana saat itu ada truk nyelonong masuk rumahnya tanpa minta izin, padahal dia sedang duduk sambil merokok di halaman rumah. Oleh kerana kebanyakan orang takut mati, maka penyakit yang mestinya ringan dirasakan menjadi derita yang menyiksa. Sekedar takut sakit kadang-kadang orang memeriksakan tubuh berulang-ulang. Oleh sebab itu, penyakit yang mestinya sedang bersembunyi, kerana setiap hari habitatnya diganggu, penyakit itu akhirnya terpaksa menampakkan diri. Orang beriman boleh ikhtiar untuk menyembuhkan sakitnya. Boleh datang ke dokter boleh dengan jalan alternatif, asal jangan datang ke dukun yang senang berbuat syirik. Namun demikian, disamping ikhtiar semampunya, 418 - Menguak Dunia Jin hendaknya manusia juga bertawakkal kepada Allah . Sakit dan ihtiar itu hanya sebab. Keduanya boleh membawa manfaat ketika dengan itu orang beriman mampu menemukan hikmah di balik sakit yang diderita. Apabila orang beriman dapat berbuat sabar dengan sakit dan ikhtiar yang dilakukan, mereka akan mendapatkan pahala dengan cara tidak terduga. Berarti sakit dan ihtiar itu bukan penyebab kematian, tetapi malah menjadi penyebab orang mendapatkan pahala dari Tuhannya. Terkadang sakit itu berfungsi untuk kafarot atau peleburan dosa. Sebabnya, seringkali orang tidak dapat mensyukuri nikmat sehat kecuali ketika sehat itu sedang sirna. Ibarat kelelawar, oleh kerana disaat terang mata mereka menjadi buta, maka Allah menciptakan malam baginya. Dengan malam itu supaya kelelawar dapat menjalankan kehidupan. Demikian juga manusia, oleh kerana di saat senang mereka lupa, maka diciptakan susah baginya. Dengan susah itu terkadang manusia lebih dekat kepada tuhannya. Seandainya orang tidak takut mati, maka penyakit-penyakit itu akan merasa malu mendekat dirinya. Berarti manusia akan menjadi orang yang paling sehat di dunia. Sebab, selain sakit yang menjadi penyebab kematian, termasuk RUQYAH dampak dan bahayanya - 419 juga penyakit jin, penyakit itu tidak mempunyai kepedulian lagi kepada tubuhnya. Terkadang orang beriman merasa nyaman dengan sakitnya. Mereka meninggalkan ikhtiar pengobatan. Hal itu kerana mereka percaya bahwa dengan sakit itu dosa-dosa dan kesalahan yang sudah diperbuat mendapat pengampunan dari Tuhannya. Tiga sebab yang menjadikan manusia dapat kesurupan seorang jin sebagaimana yang telah dibahas di dalam bab kedua ialah: 1. Kerana manusia memasuki atau merusak habitat jin dengan cara tidak benar. 2. Kerana rasional manusia dalam keadaan lelah menghadapi realita sehingga emosional dominan menguasai jalan kehidupan. 3. Kerana kondisi manusia lemah, baik lahir maupun batin akibat terlalu sering diperdaya makhluk jin, akhirnya jin Qorin masuk tubuh manusia. Dalam menghadapi orang kesurupan jin dengan sebab kesatu dan kedua, cara penanggu-langannya banyak kesamaan. Jin yang sedang menguasai si pasien seharusnya tidak dikeluar-kan dengan tenaga dalam sebagaimana cara-cara yang diperagakan para pelaku ruqyah yang banyak ditayangkan siaran TV, sehingga mereka 420 - Menguak Dunia Jin harus repot-repot menguras tenaga luar dalam sampai-sampai bermandikan keringat. Orang yang menangani jin dengan tenaga dalam, berarti mereka menghadapi dimensi jin dengan fasilitas dimensi jin. Mereka melawan sulthon jin dengan warid dimensi jin. Hal itu menunjukkan, mereka sejatinya telah terjebak tipudaya setan jin. Perbuatan itu dapat berakibat fatal kepada orang yang kesurupan jindari sebab yang kedua. Hal itu kerana masuknya jin disaat rasional manusia dalam keadaan tidak berdaya. Perbuatan tersebut akan menambah luka pada kesadaran penderitanya, selanjutnya manusia akan dijadikan langganan tetap kesurupan jin. Jin dengan sesuka hati suatu saat masuk lagi di dalam jiwanya. Hendaklah manusia sangat berhati-hati dalam urusan ini, banyak kalangan awam kurang menyadari, sehingga yang semestinya bertujuan menolong saudaranya yang sedang kesurupan jin, malah mencelakai-nya. Akibat kesalahan ini si pasien boleh jadi malah menjadi gila dan mati. Manusia kesurupan jin berarti seluruh instrumen kehidupannya sedang dikuasai jin. Pada saat itu jin sedang bersekutu dengan RUQYAH dampak dan bahayanya - 421 manusia secara total. Jin menjadi satu dengan manusia antara kejadian dengan kejadian. Apabila saat itu anggota tubuh manusia tesebut mendapatkan pijatan, berarti yang merasakan pijatan itu bukan manusia yang dipijat tetapi jin yang sedang menyurupi jasadnya. Keadaan itu, seperti orang yang sedang dibius. Oleh kerana jin masuk ke dalam tubuh manusia melalui jalan darahnya, maka di bagian jalan darah itulah pijatan harus dilakukan. Dalam urat jalan darah manusia terdapat simpul-simpul serabut darah. Apabila di simpul serabut darah itu diadakan sentuhan atau pijatan, walau dengan pelan, jin itu akan merasakan sebagaimana yang dirasakan manusia yang disurupinya. Tempat yang dipijat itu adalah serabut urat darah manusia. Tempat dimana saat apabila manusia mendapat pijatan dalam keadaan sadar, manusia itu merasakan sakit yang amat sangat. Itulah simpul-simpul serabut urat darah yang terdapat di anggota tubuh, baik di bagian kaki, tangan dan bahkan terdapat di sekujur tubuh manusia. Dari simpul-simpul serabut darah itulah seorang jin menguasai kesadaran manusia dengan seluruh kekuatan dan tentara-tentaranya. Melalui simpul-simpul itu pula seorang manusia yang 422 - Menguak Dunia Jin sedang menanggulangi orang kesurupan jin mengadakan pijatan kepada pasiennya. Dalam melakukan pijatan itu manusia harus menggunakan tenaga lahir dan batin. Lahir dalam arti tenaga luar manusia, batin berarti menggunakan sulthon yang sudah didapat dari buah ibadah. Meskipun pijatan secara lahir dilakukan dengan pelan, dengan sulthon secara batin yang kuat, jin merasakan pijatan itu bagai terbakar. Dengan pijatan seperti itu jarang jin mampu bertahan. Setelah jin meninggalkan jasad tersebut, berarti manusia segera sadarkan diri. Hendaknya manusia sangat berhati-hati dalam menangani orang kesurupan jin dengan sebab ketiga. Hal itu kerana yang sedang di dalam jasad yang tidak sadar itu adalah jin Qorin. Apabila jin Qorin sudah masuk secara sempurna di jasad manusia, jin Qorin ini tidak dapat keluar lagi meski jasad tersebut mendapatkan pijatan dengan tenaga dalam. Apabila jin Qorin itu dipaksakan juga harus keluar, jin Qorin ini akan keluar bersamaan keluarnya kehidupan jasad tersebut. Jasad itu selanjutnya harus dikubur kerana telah ditinggalkan oleh kehidupan yang mendiaminya (mati). RUQYAH dampak dan bahayanya - 423 Setelah jin yang menyurupi jasadorang yang kesurupan dengan sebab yang pertamadapat dikeluarkan dan manusia tersebut diminumi air putih yang sudah diruqyahbaik dengan ayat-ayat al-Quran maupun sulthon dari aspek dimensi malaikatdengan izin Allah jin tersebut tidak dapat kembali menguasai kesadaran manusia. Hal itu kerana jalan masuk jin tersebut sudah ditutup dengan rahasia air doa yang diminum tersebut. Berbeda dengan yang sebab kedua. Oleh kerana masuknya jin itu diundang sendiri oleh manusia, meskipun saat jasad manusia yang sudah sadar itu dimasuki rahasia air yang ruqyah yang benar, jasad manusia itu masih sangat rentan dimasuki jin lagi. Yaitu, ketika kondisi seperti saat pertama kali dimasuki jin terjadi lagi, jin segera datang kepada orang tersebut seperti orang yang diundang. Sebabnya, saat rasional itu kembali lemah, berarti saat itu pintu masuk untuk jin sedang terbuka kembali. Kalau itu sampai terjadi, pekerjaan ulang untuk mengeluarkan jin tersebut semakin berat dan sulit. Hal itu kerana jin telah mengenal metode yang digunakan manusia untuk mengusir dirinya. Disamping itu, pada pekerjaan ulang ini, berarti jin sudah memasukkan tehnologi dimensi 424 - Menguak Dunia Jin jin di dalam manusia yang disurupinya. Dengan tehnologi ghaib itu, berarti manusia itu sudah terjangkit virus yang dapat menjadi penyebab manusia menderita penyakit dimensi jin. Selanjutnya apabila virus jin itu tidak terdeteksi, tahap berikutnya muncul gejala sakit pada jasad manusia itu. Berarti, sebagian kehidupan manusia itu telah tergadai kepada makhluk jin. Adapun orang kesurupan jin dengan sebab yang ketiga, kerana kehidupan manusia benar-benar telah tergadaikan kepada jin akibat dosa-dosa dan kesalahan yang dilakukan, maka obat yang paling efektif adalah dengan dilaksanakan Aqiqoh secara syariyyah sebagai kafarot. Dengan izin Allah serta cara yang tidak salah dan juga dilaksanakan oleh ahlinya, dengan aqiqoh ini insya Allah manusia akan mendapat kesembuhan dari-Nya. Dengan pelaksanaan aqiqoh itu, kambing yang dipotong bukan dipersembahkan kepada jin yang sedang menguasai manusia. Kalau itu dilakukan berarti manusia berbuat syirik. Aqiqoh itu untuk kafarot. Dengan mengambil filosofi pelaksanaan ibadah qurban, bahwa Nabi Ismail yang mestinya mati kerana sang ayah Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelihnya, Nabi Ismail tidak jadi mati. RUQYAH dampak dan bahayanya - 425 Nyawa Nabi Ismail ditukar dengan nyawa binatang Qurban. Daging aqiqoh itu kemudian disajikan dalam bentuk masakan kepada orang yang melaksanakan mujahadah, bukan dibuang di laut atau ditanam di dalam bumi kerana jin sudah menunggu dalam keadaan lapar. Pelaksanaan aqiqoh tersebut, baik untuk penanggulangan maupun penyembuhan orang sakit akibat gangguan jin, penulis sebagai seorang hamba yang mengabdi, bersama tim santri di pondok pesantren telah melaksanakan berulang kali. Alhamdulillah penderitanya banyak mendapat kesembuhan dari Allah . Walhasil, hampir semua kasus orang sakit akibat gangguan makhluk jin yang parah. Penderitanya sudah diikhtiarkan kesana-kemari tetapi belum juga menemukan kesembuhan. Penyebabnya, ternyata penderita itu belum diaqiqohi. Setelah aqiqoh untuknya dilaksanakan, pekerjaan penulis bersama tim dalam membantu kesembuhannya menjadi mudah sehingga si penderita mendapat kesembuhan dari Allah . Hanya Allah yang menyembuhkan segala penyakit. Ketika seorang hamba telah melaksanakan hukum-hukum-Nya dengan benar, maka usaha penyembuhan itu mendapatkan 426 - Menguak Dunia Jin kemudahan dan harapan menjadi kenyataan. Yang demikian itu kerana amal ibadah yang didasari keikhlasan dan ketakwaan mendapatkan penerimaan, sehingga ijabah diturunkan. RUQYAH dampak dan bahayanya - 427 Penyembuhan Penyakit Akibat Gangguan Makhluk Jin Penyakit akibat gangguan jin sebagaimana yang telah dipaparkan pada bab ketiga, di dalam diri manusia penyakit tersebut terdapat di tiga tempat. Pertama penyakit pada jasad manusia, kedua penyakit pada kesadarannya dan ketiga penyakit pada hatinya. Namun dari ketiga hal tersebut yang diangkat sebagai topik pembicaraan di dalam sub bab ini hanya bagian yang pertama, yaitu Penyakit yang ada di dalam tubuh manusia. Sedangkan yang kedua, yaitu Penyakit pada kesadaran manusia, pembahasannya sudah terselipkan di dalam uraian terdahulu secara samar (transparan) meskipun masih sangat kurang memadai kerana penulis memang bukan ahlinya. Dalam kaitan penyakit dimensi jin yang menyerang kesadaran manusia tersebut, penulis sekedar Jarkoni, menurut istilah pepatah Jawa: (biso ujar tapi dak biso ngelakoni). Maksudnya, boleh jadi bilasaja kesadaran penulis boleh terinveksi penyakit tersebut. Hal itu kerana tidak ada jaminan bagi siapapun dapat terhindar 428 - Menguak Dunia Jin darinya kecuali orang yang mendapat pelindung-an dari Allah . Adapun yang ketiga, yaitu: Penyakit pada hati manusia. Oleh kerana penulis sama sekali bukan ahlinya, maka penulis tidak mampu memberikan solusi apapun. Yang boleh hanya guru-guru mursyid yang suci, baik lahir maupun batinnya serta akhlaknya mulia. Mereka yang akan sanggup melakukannya. Mareka adalah bagaikan dokter-dokter ahlinya. Untuk itu hanya merekalah yang paling berhak memberikan jalan keluar serta cara penerapannya. Dengan mengikuti thoriqoh di dalam bimbingan mereka, para penderita sakit hati tersebut insya Allah akan mendapat kesembuhan dari Tuhannya. Penyakit akibat gangguan makhluk jin, baik yang kadang-kadang dicurigai oleh para dukun sebagai santet maupun istilah yang lain. Penyebab penyakit tersebut secara umum bentuknya angin. Angin itu bukan angin yang ada di dalam dimensi manusia, tetapi yang ada pada dimensi jin. Maksudnya, apapun bentuk penyakit tersebut, gejala awal yang dirasakan penderitanya seperti masuk angin. Gejala itu semakin lama semakin terasa keras, akhirnya sekujur tubuh penderita itu terasa sakit yang tidak dapat dimengerti sumber pangkalnya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 429 Apabila kadar sakit yang diderita pasien tersebut belum parah, cara pengobatinya,sesuai pengalaman penulispenderitanya diminumi air putih yang sudah diruqyah, baik dengan bacaan ayat-ayat suci al-Quran al-Karim maupun doa-doa. Dalam pelaksanaan ini, yang membacakan ruqyah di dalam air putih itu haruslah orang yang sudah mampu menjalankan kehidupan agamanya dengan istiqomah. Mereka sudah mendapatkan rahasia sulthon ilahiyah yang didatangkan dari dimensi malaikat. Namun pada kondisi penyakit stadium tinggi, penyakit tersebut tidak cukup hanya dikasih minum air putih yang sudah diruqyah saja. Hal itu kerana orang yang sudah terkena penyakit dimensi jin stadium tinggi itu ibaratnya jiwa mereka sudah tergadaikan kepada jin yang memperdaya. Solusinya, orang tersebut harus diaqiqohi. Sebabnya, sebelum orang tersebut diaqiqohi, meski setelah dikasih minum air ruqyah tersebut kelihatannya sudah sembuh, padahal sejatinya belum sembuh total. Hal itu kerana fungsi air putih tersebut sekedar menghilangkan rasa sakit. Ketika daya obat air ruqyah tersebut hilang, gejala penyakit itu kembali dirasakan oleh penderitanya. 430 - Menguak Dunia Jin Fungsi pelaksanaan aqiqoh tersebut, disamping untuk melasanakan sunnah Rasul , oleh para ahlinya juga boleh dijadikan media untuk memindahkan penyebab penyakit yang ada di dalam tubuh manusia itu ke tubuh hewan aqiqoh yang akan disembelih. Ketika para ahli itu sudah dapat memastikan bahwa penyebab penyakit itu sudah pindah ke tubuh binatang aqiqoh, baru kambing itu dipotong dengan membaca basmallah dan diniatkan untuk aqiqoh. Selanjutnya bagian dalam tubuh anggota hewan yang sudah disembelih itu diperiksa, biasanya tampak bekas-bekas tempat penyakit itu dengan jelas. Seandainya sumber penyakit manusia itu di paru-paru misalnya, maka di paru-paru kambing itu terlihat bercak-bercak merah, bahkan terkadang seketika itu juga paru-paru kambing itu menjadi busuk, paru-paru itu harus dibuang kerana tidak dapat dimakan. Terkadang juga hati kambing itu saat dimasak langsung menjadi hancur dan mengeluarkan bau yang tidak enak. Ini adalah kejadian nyata yang sehari-hari dihadapi tim ruqyah di pondok pesantren. Ketika penyebab penyakit itu sudah berhasil dikeluarkan dengan media transfer ini, baru ekses dari penyakit tersebut disembuhkan. Dalam kaitan ini boleh dengan air ruqyah atau RUQYAH dampak dan bahayanya - 431 obat-obat nabati yang lain, seperti madu dan air kelapa muda hijau misalnya, tentunya yang sudah diruqyah. Namun apabila ekses itu sudah menjadi penyakit secara medis, seperti kanker atau tumor misalnya, cara penyembuhannya harus dilaksanakan secara medis pula. Dengan penyembuhan secara medis tersebut, apabila benda jin yang menjadi penyebab penyakit itu belum dicabut, meski si penderita sudah berulang kali menjalani operasi, penyebab penyakit dimensi jin tersebut masih tetap ditempatnya, bahkan seringkali malah menyebar pada anggota tubuh yang lain. Dengan menyebarnya penyebab penyakit itu maka eksesnya juga ikut menyebar. Akibatnya tumor yang semula hanya di satu tempat itu, kini malah menyebar ke tempat-tempat yang lain. Hal itu bukan berarti operasi yang dilaksanakan ahlinya itu gagal, tetapi yang berhasil mereka angkat hanyalah ekses penyakitnya, sedang sumber penyebabnya belum terangkat. Ekses penyakit yang berupa tumor atau kanker tersebut adalah sesuatu bendawi yang ada di dalam dimensi lahir sehingga keberadaannya dapat diketahui oleh ahlinya sedangkan penyebabnya adalah benda dimensi jin yang tidak mungkin dapat didekteksi oleh alat kedokteran 432 - Menguak Dunia Jin yang bagaimanapun canggihnya. Oleh sebab itu, seharusnya orang tidak hanya menyandarkan usaha pengobatan tersebut dengan cara medis saja, sebab yang mendapatkan ilmu Allah itu bukan hanya seorang dokter saja. Dengan ilmu Allah pula, siapapun dapat melaksanakan usaha pengobatan itu, asal usaha itu dilaksanakan tidak bercampur dengan syirik. Cara pengobatan penyakit dimensi jin tersebut menindaklanjuti pemahaman yang dapat terbaca dari firman Allah berikut ini. Allah berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya(QS.Al-Araaf:7/201). Yang di maksud ayat di atas, was-was dari setan (Thooifum minansy-syaithooni) adalah ekses yang diakibatkan gangguan jin. Apabila penyebab penyakit dimensi jin itu menyerang hati manusia maka aksesnya adalah was-was, apabila menyerang jasad manusia, maka eksesnya adalah penyakit-penyakit yang ada di dalam jasad RUQYAH dampak dan bahayanya - 433 manusia tersebut (sebagaimana yang dibahas di atas). Adapun bentuk sumber penyebab yang dimasukkan makhluk jin ke dalam tubuh manusia adalah sama, dalam arti sama-sama tehnologi atau sulthon yang didatangkan jin dari dimensinya. Untuk jenis penyakit yang ada dalam hati manusia, tidak ada seorangpun yang dapat menyembuhkan kecuali usahanya sendiri. Usaha tersebut dengan jalan mengikuti thoriqoh yang terbimbing oleh guru ahlinya, dalam kaitan ini yang berhak membimbing hanyalah guru mursyid thoriqoh yang suci lagi mulia. Dengan menjalani thoriqoh tersebut, disamping penyakit-penyakit hati itu akan mendapatkan kesembuhan, juga derajat seorang hamba di sisi Allah akan meningkat, baik derajat di dunia maupun di akhirat nanti. Fungsi guru mursyid adalah untuk menunjukkan jalan serta membimbing dalam pelaksanaan amal, baik lahir maupun batinnya, kerana apabila perjalanan itu tidak terbimbing oleh guru ahlinya maka yang akan menjadi pembimbing perjalanannya adalah setan jin. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh rasulullah dalam sebuah haditsnya yang 434 - Menguak Dunia Jin artinya: Siapa beramal tanpa guru, gurunya adalah setan. Walhasil, yang menyembuhkan segala penyakit hanya Allah , baik penyakit di dalam jasad manusia, di dalam kesadarannya maupun penyakit di dalam hatinya. Namun demikian, Allah sudah memilih hamba-Nya sebagai seorang kholifah bumi. Mereka sebagai sumber daya di muka bumi supaya segala ketetapan-Nya sejak zaman azali berjalan sebagaimana mestinya. Dengan pilihan tersebut, pertama yang diberikan kepada mereka adalah ilmu pengetahuan. Ilmu itu akan menjadi kemampuan-kemampuan ketika pemiliknya telah menempa diri dengan latihan dan diterpa ujian-ujian hidup. Itulah proses pendewasaan alam, sebagai tarbiyah azaliyah yang diturunkan-Nya kepada hamba-hamba pilihan. Ketika ilmu sudah mendarah daging kepada pemiliknyanya, tahap berikutnya, dengan ilmu, amal dan kemampuan yang berikutnya, seorang hamba akan menjadi kholifah bumi zamannya. Melalui kholifah-kholifah bumi itulahsesuai kemampuan dan kapasitas serta kekhususan yang ada pada merekaapa yang sudah ditetapkan Allah, baik yang berkaitan dengan kesembuhan atau kematian, berjalan mengikuti proses takdir-Nya. RUQYAH dampak dan bahayanya - 435 Bukan Allah tidak kuasa merubah suatu keadaan kepada keadaan yang lain, sehingga Allah membutuhkan seorang pelaksana di muka bumi untuk berjalannya suatu takdir yang sudah ditetapkan-Nya, tetapi itulah sunnah yang telah ditetapkan-Nya, sunnatullah. Sejak sunnah itu ditetapkan, tidak akan ada perubahan lagi untuk selama-lama. Hal itu, supaya apa saja yang telah ditakdirkan akan membuahkan hikmah serta menjadikan pembelajaran bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah telah menyatakan dengan firman-Nya: Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu(QS.Al-Fath:48/23) Hanya Allah Yang Maha Mengetahui dengan segala ilmu-Nya. 436 - Menguak Dunia Jin Membentengi Diri Dari Gangguan Makhluk Jin Membentengi diri dari gangguan jin, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang banyak atau jamaah atau membentengi kawasan yang didiami masyarakat. Untuk pekerjaan tersebut bacaan maupun pelaksanaannya sama, yaitu wirid-wirid atau pelaksanaan mujahadah sebagaimana yang diajarkan oleh guru ahlinya. Namun yang berbeda hanya niat dan cara melaksanakannya. Untuk membentengi diri sendiri, berarti niatnya untuk diri sendiri dan pelaksanaannya juga dilaksanakan sendirian. Untuk membentengi wilayah atau daerah yang didiami masyarakat, niatnya juga untuk orang banyak dan cara pelaksanaannya juga secara berjamaah. Seseorang membentengi suatu kaum secara komunitas boleh dilaksanakan secara sendirian asal orang tersebut mempunyai kemampuan ilmiyah maupun amaliyah. Hal itu boleh dilakukan dengan istilah istighotsah atau doa untuk kepentingan bersama, sebagaimana yang sudah dilaksanakan Rasulullah saat beliau sedang menghadapi RUQYAH dampak dan bahayanya - 437 perang Badar. Allah telah mengabadikan dengan firman-Nya yang artinya: (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan (beristighotsah) kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut" Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram kerananya. Dan pertolongan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS:8/9-10. Seseorang harus mampu membentengi dirinya terlebih dahulu baru kemudian berusaha membentengi orang lain. Mustahil orang dapat membentengi orang lain sebelum dia mampu membentengi dirinya sendiri. Allah talah memberikan isyarat dengan firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (QS.At-Tahrim:66/6) Juga dari apa yang disabdakan oleh baginda Nabi dengan haditsnya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda: Barang siapa membaca: 438 - Menguak Dunia Jin dalam sehari sebanyak seratus kali, niscaya dia mendapat pahala sebagaimana orang memerdekakan sepuluh orang budak. Dia juga diampunkan seratus kejahatan, dibuatkan untuknya benteng sebagai pelindung dari setan pada hari itu hingga petang hari. Tidak diganjarkan kepada orang lain lebih baik darinya kecuali orang tersebut melakukan amalan lebih banyak darinya. Manakala mereka yang berkata: dalam sehari sebanyak seratus kali niscaya terhapuslah segala dosanya sekalipun dosanya itu banyaknya seperti buih di lautan. HR. Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad Ibnu Hambal dan malik. Rodhiualluanhum. Seorang diri melaksanakan istighotsah untuk membentengi umat dalam satu wilayah tersebut, sungguh telah dilaksanakan oleh ulama salafush-sholeh terdahulu. Hal tersebut mereka laksanakan sebelum mereka mengajak umat di suatu tempat untuk memeluk agama Islam serta bersama-sama berjalan di jalan Allah , umat tersebut terlebih dahulu dimujahadahi atau didoakan kepada Allah dengan sendirian. RUQYAH dampak dan bahayanya - 439 Para ulama salafush-sholeh itu bagaikan seorang petani yang akan menggarap sawah. Sebelum sawah ditanami, tanah itu harus dibajak terlebih dahulu, dicangkul dan diairi. Setelah tanah siap tanam, bibit-bibit unggul kemudian di tanamkan di atasnya. Namun yang dilakukan ulama salafush-sholeh tersebut bukan tanah di dataran bumi, tetapi tanah yang ada di dalam dada manusia. Hati manusia itu dimujahadahi dan didoakan terlebih dahulu baru setelah hati itu siap, ilmunya kemudian diajarkan. Dengan cara seperti itu banyak hati manusia mudah menjadi simpatik kepada mereka sehingga apa-apa yang mereka berikan kepada umat, baik ilmu maupun amaliyah dapat dengan mudah diterima dengan baik di hati mereka serta menjadikan kemanfaatan yang hakiki bagi mereka. Ilmu dan amal itu mampu menjadikan masyarakat di wilayah tersebut benar-benar beriman dan bertakwa kepada Allah . Dengan itulah mereka melaksanakan dawah bil hal. Hasilnya, disamping umat tersebut mendapatkan hidayah Allah , juga membentengi mereka dari gangguan setan jin. Hal itu dilaksanakan kerana setan jin adalah musuh utama manusia sesudah hawa nafsu mereka sendiri. 440 - Menguak Dunia Jin Tidak seperti kebanyakan para ilmuwan zaman sekarang. Mereka terkadang hanya memaksakan pendapatnya sendiri kepada masyarakat. Kalau masyarakat tidak mau menerima ilmu mereka, penduduk setempat itu dianggap berbuat mungkar dan dihujat. Amaliyah masyarakat setempat yang tidak dicocoki itu dianggap perbuatan syirik dan bidah yang harus dibumi hanguskan dari lingkungan tersebut. Akibatnya, yang terjadi dari hasil dakwah mereka bukan membangun ukhuwah islamiyah sebagaimana yang telah dilakukan ulama salafush sholeh, tetapi malah menghan-curkannya sehingga umat jadi terpecah belah. Terkadang mereka hanya mengemas ilmunya seperti orang mengemas barang dagangan yang kemudian dijajakan dari satu hotel ke hotel yang lain. Keuntungan yang diperhitungkan dari perbuatan tersebut hanyalah keuntungan duniawi. Ilmu yang tidak layak jualmenurut mereka, mereka tidak mau menyampaikannya kepada masyarakat. Akibat-nya, yang semestinya kebaikan, kerana cara penyampaiannya kurang tepat, kebaikan itu tidak mudah membuahkan kemanfaatan yang hakiki. Dahwah tersebut tidak menjadikan sebab orang mendapatkan hidayah Allah yang dapat mendorong untuk berbuat amal yang ikhlas. RUQYAH dampak dan bahayanya - 441 Dakwah tersebut terkadang malah membuahkan kesombongan di dalam hati para pendengarnya. Hal itu kerana para pendengar itu merasa telah menjadi kelompok pengajian yang elit. Jamaah pengajian di hotel-hotel berbintang. Selanjutnya mereka tidak mau lagi duduk dalam satu majlis dengan masyarakatnya semata kerana memandang rendah kepada orang lain. Mereka memandang orang-orang yang ada di lingkung-annya sebagai masyarakat terbelakang dengan alasan kerana hanya itu-itu saja yang dilakukan, paling-paling tahlil dan yasin yang sudah kuno. Ilmu-ilmu itu tidak dapat membuahkan hasil yang baik melainkan hanya kebanggaan belaka. Apa yang sudah didapatkan hanya untuk modal bicara dan tidak untuk diamalkan dengan ibadah. Bukan berarti yang demikian itu salah. Sebab yang dibicarakan bukan salah atau benarnya melainkan aspek kemanfaatannya. Ketika tujuan pengajian di hotel-hotel berbintang itu tidak murni atau ikhlas semata untuk melaksanakan pengabdian kepada Allah. Tujuan itu dicampur-campur dengan kepentingan yang lain terutama untuk sekedar mencari uang. Pekerjaan ini seperti orang dagang di pasar tetapi yang dijual adalah ilmu pengetahuan. Celakanya ilmu itu adalah ilmu agama, ilmunya Allah. 442 - Menguak Dunia Jin Dengan cara penyampaian seperti tersebut, dikhawatirkan acara itu tidak mendapatkan perlindungan Allah dari gangguan setan jin. Kalau sudah demikian jangan harap acara tersebut dapat membuahkan kemanfaatan yang hakiki, kerana setan jin pasti sejak awal sudah bekerja sama dengan mereka. Adapun bacaan-bacaan untuk melindungi gangguan jin yang harus diamalkan dan tata cara mengamalkannya, baik untuk membentengi diri sendiri maupun untuk membentengi masyarakat secara jamaah adalah sama. Bacaan itu disamping dengan ayat-ayat al-Quran al-Karim dan doa-doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah , ulama-ulama ahlinya jugadengan menyesuaikan keadaan dan medan yang dihadapitelah mengajarkan kepada santri-santri dan pengikut-pengikutnya. Ulama ahlinya tersebut bagaikan dokter-dokter yang telah mampu menerbitkan resep-resep obat. Untuk itu mereka juga telah menerbitkan resep-resep obat untuk mengobati umatnya. Bedanya, apabila para dokter hanya mampu menerbitkan resep obat untuk penyakit jasad saja, mereka para Ulama tersebut - justru jauh lebih luas lagi dari itu. Ulama tersebut telah menerbitkan resep-resep ruqyah yang dapat RUQYAH dampak dan bahayanya - 443 menyembuhkan penyakit manusia secara keseluruhan, baik penyakit yang ada pada jasad, kesadaran, maupun penyakit yang di hatinya. Resep-resep tersebut telah menunjukkan hasil yang luar biasa bahkan telah berhasil merubah karakter dan aqidah manusia. Sejarah telah membuktikan dari hasil yang telah dilaksanakan para Walisongo dan pengikutnya di tanah Jawa. Tapak tilas mereka masih dapat kita baca bilasaja dengan mudah. Meskipun kenyataannya ajaran yang luhur itu banyak dipungkiri oleh anak cucu orang-orang yang penyakitnya berhasil mereka sembuhkan. Anak cucu orang yang telah disembuhkan dari kafir menjadi iman, dari musyrik menjadi tauhid, dari menyembah batu menjadi menyembah Tuhan Semesta alam yang Maha pengasih lagi Maha Pemurah. Ironisnya anak cucu orang yang telah diselamatkan dari neraka tersebut sekarang malah mengikari jasa-jasa para Wali Songgo itu. Mereka bahkan mensyirikkan orang-orang yang datang ke maqom-maqom para Wali tersebut. Padahal para peziarah tersebut sekedar melahirkan rasa syukur kepada Allah melalui hamba-Nya yang telah berjasa atas kenikmatan iman dan taufik yang telah dianugerahkan 444 - Menguak Dunia Jin kepadanya. Bukankah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia berarti juga tidak bersyukur kepada Allah .? Ratib-ratib (ratibul hadad, ratibul ath-thosy dan lain-lain), istighotsah maupun hizib-hizib yang telah diajarkan para ulama salafush-sholeh kepada para pengikutnya adalah untuk kepentingan ini. Resep tersebut untuk meruqyah penyakit umat manusia secara universal, baik untuk kepentingan manusia secara individu maupun secara jamaah. Sesungguhnya bacaan Tahlil dan surat Yasin yang sudah membudaya di mana-mana pada setiap malam jumat atau malam-malam yang lain adalah sudah mencukupi untuk kebutuhan ruqyah massal ini. Dalam hal ini para ulama salafus sholeh itu telah membimbing langsung kepada pengikutnya serta bersama-sama dalam satu kelompok jamaah. Sesungguhnya ruqyah sudah dilaksanakan oleh umat Islam secara berkesinambungan sejak zaman shahabat, tabiin dan tabiit-tabiin dan yang mengikutinya sampai sekarang. Ruqyah ini bahkan telah mengakar dan mentradisi di masyarakat terutama dari masyarakat yang beraqidah Ahli sunnah wal jamaah. Hanya saja para pelaku wirid-wirid dan ratib-ratib tersebut RUQYAH dampak dan bahayanya - 445 tidak memahami bahwa yang dilakukan itu sebenarnya untuk kepentingan ruqyah massal. Demikianlah ulama terdahulu telah berhasil memasukkan ajaran mereka kepada umatnya, baik faham maupun amalan dengan strategi yang sangat jitu. Mereka tidak mengedepankan nama-nama dan atribut-atribut. Bagi mereka yang penting bagaimana umat manusia secara keseluruhan dapat meminum obat dari resep yang diterbitkannya tanpa harus menjadikan umat terkotak-kotak akibat pengaruh nama-nama dan atribut yang diberikan. Mereka tidak mengatasnamakan suatu golongan yang sifatnya mengkotak-kotak umat dalam skub kecil. Mereka adalah golongan yang mampu menampung aspirasi umat Islam secara keseluruhan di dalam naungan panji-panji yang universal, yaitu panji-panji Ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan yang hakiki yang pondasi pertamanya telah ditancapkan oleh manusia paling utama. Manusia yang paling berhak memberikan syafaat atau pertolongan kepada umat manusia sejak saat itu sampai dengan hari kiamat nanti, yaitu Junjungan kita Nabi Besar Muhammad . 446 - Menguak Dunia Jin Pelaksanaan ruqyah yang sekarang inilah yang harus dipertanyakan, baik aspek pelaksa-naan maupun tujuannya. Mereka sedemikian gencar membudayakannya, bahkan hampir di setiap RT di seluruh kota-kota besar di Indonesia sudah terbentuk wadah dan kepengurusan yang layaknya seperti pengurus partai politik saja. Partai Ruqyah barangkali? Ada apa di balik itu ..? Dampaknya, semua orang memahami bahwa ruqyah mereka identik dengan salah satu partai yang ada di Bumi tercinta ini. Apakah mereka mengira yang demikian itu dapat menguntungkan kepentingan partai politiknya..?, Padahal kalau mereka mengerti ilmu politik sufi, sungguh yang demikian itu sangat merugikan dalam banyak hal. Kerugian pertama; orang yang sudah fanatik dengan golongannya sejak dini segera akan menjauhinya tanpa terlebih dahulu melihat apa isi kandungan yang dikemas. Kedua; ketika ruqyah itu dikemas untuk kepentingan suatu golongan, maka golongan lain yang merasa kepentinganya terancam segera ancang-ancang dan menyusun kuda-kuda serta mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk menolaknya. Akibatnya, ruqyah yang semestinya obat yang diharapkan dapat menyembuhkan penyakit RUQYAH dampak dan bahayanya - 447 umat dalam satu aspek yang terbatas malah menimbulkan penyakit umat di dalam aspek lain yang jauh lebih luas dan lebih membahayakan. Dampak negatif itu adalah perpecahan dan permusuhan yang berkesinambungan antara satu golongan manusia dengan golongan yang lain. Fenomena yang ada, bahkan ruqyah yang asalnya dilaksanakan di mesjid-mesjid yang besar dan luas, entah kerana alasan yang mana akhirnya ruqyah itu dilaksanakan hanya di musholla yang kecil dan terpencil. Pada akhirnya menimbulkan kesan yang kurang harmonis di masyarakat terhadap ruqyah itu sendiri. Kalau demikian, bukan saja merugikan golongan itu sendiri, melainkan justru jauh lebih luas lagi yaitu merugikan kepentingan umat Islam secara keseluruhan. Dengan dengan alat ruqyah itu sesungguhnya setan jin telah menyusupkan kepentingan politiknya untuk mengadu bomba kaum muslimin secara keseluruhan. Secara filosofi jauh-jauh Allah telah memberikan sinyalemen kepada hamba-Nya dengan firman-Nya: 448 - Menguak Dunia Jin Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu(QS.Al-Maidah:5/91) Jadi ruqyah itu disamping dapat untuk mengobati orang sakit, lahir maupun batin, juga dapat dipergunakan untuk membentengi diri dari gangguan jin. Namun pelaksanaan ruqyah yang benar itu bukan orang yang sadar malah menjadi tidak sadar, tetapi sebaliknya, bagaimana orang yang tidak sadar menjadi sadar kembali. Bukan keutuhan masyarakat menjadi terkotak-kotak tetapi masyarakat yang asalnya terkotak-kotak menjadi utuh kembali. Ruqyah itu harus dilaksanakan oleh seorang hamba yang hatinya sudah istiqomah. Manusia yang pijakan aqidahnya sudah kokoh. Orang yang pengabdiannya secara vertikal maupun horizontal sudah benar dan mantab. Allah yang memelihara alam semesta, baik alam yang ada di ufuk langit maupun alam yang ada di ufuk dalam dada mereka. Dengan yang demikian itu, maka pelaksanan ruqyah tersebut tidak melenceng arah, baik secara tehnik maupun tujuannya. Sungguh benar Allah dengan segala firman-Nya: RUQYAH dampak dan bahayanya - 449 Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". - Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta(QS.Fush Shilat:41/30-31) 450 - Menguak Dunia Jin Bacaan Bacaan Ruqyah Sufiyyah Ruqyah sufiyyah hanyalah sekedar nama, supaya kelihatan lebih kerenlah, tapi kata orang apa arti sebuah nama.? Di dalam sub bab ini penulis hanya menyampaikan apa-apa yang belum disampaikan oleh buku ruqyah yang sudah ada. Hal itu bukan penulis mengadakan tandingan terhadap yang sudah benar, tapi menambahkan dari aspek yang penulis mampu mempertanggungjawabkan penggunaannya. Bacaan-bacaan ruqyah ini adalah yang telah penulis terapkan dalam pelaksanaan pengabdian bersama-sama teman-teman pondok pesantren selama ini yang hasilnya telah banyak dirasakan oleh masyarakat sekitarnya maupun yang datang ke ponpes tersebut dari tempat-tempat yang jauh. Pertama: Meruqyah orang sakit dengan membacakan ayat-ayat suci al-Quran al-Karim. Orang yang diruqyah tersebut adalah orang yang sakitnya sudah sangat parah, sehingga istilahnya hidup segan tapi mati tak mau. Dokter dan rumah sakit sudah angkat tangan kerana tidak sanggup RUQYAH dampak dan bahayanya - 451 lagi mengobatinya. Orang sakit tersebut sudah diikhtiarkan kesana-kemari tetapi tidak juga menemukan obatnya, sehingga baik si penderita maupun keluarga yang merawatnya sudah sedemikian menderita, sedang ajal yang ditunggu juga tidak kunjung datang. Terkadang sampai bertahun-tahun hanya menjadi Kembang Amben kata orang Jawa, kerana sudah bertahun-tahun aktifitas hidupnya harus dibantu oleh keluarga di tempat tidurnya. Terhadap penderita yang seperti tersebut ruqyah yang dilakukan dengan dibacakan Surat al-Anam satu surat penuh sebanyak tiga kali. Surat tersebut boleh dibaca tiga kali sekaligus boleh dengan tiga kali selama tiga hari. Tujuannya, apabila si penderita itu memang masih ada sisa umur, semoga Allah menemukan obatnya. Apabila penderita tersebut sudah habis jatah hidupnya semoga perjalanan mati itu dimudahkkan dan mendapatkan husnul khotimah berkat syafaat al-Quran yang dibaca tersebut. Caranya: Pertama: Penderita itu ditidurkan dengan kepala diletakkan di arah qiblat atau arah utara dalam keadaan suci. Kalau ia seorang wanita, walau dalam keadaan menstruasi, ruqyah ini boleh tetap dilakukan. Hal itu 452 - Menguak Dunia Jin kerana si penderita tidak ikut membaca, hanya mendengarkan, maka yang penting adalah dalam keadaan suci dari hadats kecil. Kedua: Disaat membaca surat al-Anam tersebut, ketika bacaan itu sampai di ayat nomor seratus dua pulah empat yaitu: (461) Ayat ini adalah tempat yang mustajabah, atau tempat di mana apabila seorang yang sedang membaca al-Quan itu berdoa kepada Allah , doa tersebut lebih berpotensi mendapatkan ijabah dari-Nya. Tempat mustajabah tersebut adalah bertemunya dua lafdhul-Jalalah dengan tanpa ada batas. Tempat seperti itu di dalam al-Quran hanya satu. Ketika pembaca sampai di pertemuan dua lafat Allah tersebut, si pembaca berhenti membaca kemudian berdiri dan al-Quran RUQYAH dampak dan bahayanya - 453 yang dibaca itu diangkat di atas kepala si penderita sambil berdoa kepada Allah yang intinya sebagaimana tujuan tersebut yaitu: Apabila si penderita itu memang masih ada sisa umur, semoga Allah segera menemukan obatnya, dan apabila memang sudah habis jatah hidupnya semoga Allah memudahkan perjalanan matinya dan mendapatkan husnul khotimah berkat syafaat al-Quran yang dibacanya. Ayat tersebut dibaca tiga kali dengan masing-masing membaca doa tersebut. Selanjutnya bacaan seluruh surat itu diteruskan dengan kembali duduk seperti semula sampai akhir surat. Ketiga: Hendaklah bertawakkal serta percaya bahwa hanya dengan izin Allah segala permohonan hamba-Nya boleh mendapat-kan ijabah. Dengan cara seperti ini penulis bersama-sama dengan tim sudah melaksanakannya dengan tanpa dapat dihitung banyaknya dan Alhamdulillah, berkat keikhlasan tim, Allah selalu memberikan ijabahnya. Kalau memang obat sakitnya adalah mati maka jalan itu dimudahkan oleh Allah , kalau belum kemudian dalam waktu dekat si penderita 454 - Menguak Dunia Jin tersebut menemukan obatnya, dengan obat itu menjadikan sebab Allah memberikan kesem-buhan kepadanya. Kedua : bacaan ayat suci al-Quran apabila dibaca dengan terbimbing menjadikan dirinya ditakuti oleh makhluk jin, yaitu surat al-Naml ayat nomor 31: ( 68)(:62/64) Ketiga: hizbul Khofi atau hizib khofi. Yaitu bacaan hizib yang apabila diwiridkan dengan istiqomah serta terbimbing, seorang hamba dengan izin Allah akan mendapatkan Sulthonul Ilahiyah. Penulis sengaja hanya menyampaikan teksnya saja tidak dengan cara mengamalkannya. Hal itu kerana kalau cara pelaksanaan tersebut disampaikan secara umum dengan tulisan, penulis takut nanti pembaca menyalahgunakannya. Disamping itu setiap amal haruslah ada gurunya. 554 - aynayahab nad kapmad HAYQUR ** , . . . ,. niJ ainuD kaugneM - 654 . alibapa gnisam-gnisam gnay aod-aoD :tapmeeK ,aynilha urug gnibmibret nagned nakdiriwid naka abmah gnaroes hallA nizi nagned irad naagajnep nad nagnudnilrep naktapadnem kulhkam natahajek nupuam aisunam natahajek .nij . 754 - aynayahab nad kapmad HAYQUR , , ( ) , , , . .... .458 - Menguak Dunia Jin : Bagi para santri, doa-doa tersebut di atas tidak boleh langsung diamalkan, kerana setiap mengamalkan amalan, lebih-lebih dengan tujuan-tujuan tersebut di atas haruslah minimal mendapatkan izin dari pemilik pendahulunya. Hal itu dikeranakan disamping tujuannya harus benar yaitu semata-mata melaksanakan bentuk pengabdian yang hakiki kepada Allah Taala, juga seorang guru ahlinya itu akan mengetahui apakah orang yang akan mengamalkan amalan tersebut mempunyai kemampuan untuk mengamal-kannya. Ibarat bibit yang akan ditanam di atas bumi, apakah bumi itu cocok menerima bibit tersebut. Kalau ternyata tidak, seandainya toh tanaman itu boleh tumbuh, tanaman itu tidak akan dapat berbuah. Kalau toh dapat juga berbuah, kwalitas buahnya tentunya tidak seperti yang diharapkan. RUQYAH dampak dan bahayanya - 459 Seandainya orang yang sedang asyik dengan mimpi itu tidak dapat keluar lagi dari alam mimpinya, kira-kira apa yang akan terjadi dengan jasad yang sedang ditinggalkan oleh alam sadar itu? Jawabannya mudah, jasad itu segera dikubur kerana telah menjadi jasad yang tidak bertuan(mati). Demikian pula ketika orang berani coba-coba memasuki alam jin. Apabila ternyata di sana dia tersesat, sehingga tidak dapat kembali lagi ke alam sadar, maka jasadnya juga akan terbuang. 460 - Menguak Dunia Jin PENUTUP Alhamdulillah, apa yang dimudahkan Allah ini telah selesai penulisannya. Apapun isinya, semoga dengan maghfiroh dan rahmat-Nya akan dapat menambahkan kemanfaatan bagi para pembaca. Kalau di sana sini ternyata ada yang menjadikan panasnya hati dan pikiran, semoga ia akan menjadi obat yang menawarkan kelupaan, memang setiap obat pastilah pahit dirasa, tapi yang pahit itu kadang-kadang justru malah yang menyembuhkan. Atau barangkali seperti orang yang kulitnya diusap dengan alkohol, apabila kulit itu sehat, maka alkohol itu akan terasa dingin dan nyaman, dan apabila di kulit itu sudah ada luka, alkohol itu akan terasa sangat pedih atau kalau toh memang melukai, semoga menjadi seperti luka seorang pasien yang dilukai oleh dokternya, untuk mengangkat penyakit yang ada dalam tubuhnya sehingga dengan itu si pasien itu akan mendapat kesembuhan dari Allah Taala. RUQYAH dampak dan bahayanya - 461 Akhirnya, terima kasih yang tak terhingga kepada teman-teman seperjalanan dalam mengabdi yang telah memberikan dorongan sehingga kemudahan yang terpampang mampu ditindaklanjuti dengan amal dan perjuangan. Juga kepada orang-orang terdekat yang banyak berkorban kerana bagian perhatian yang agak dikesampingkan. Hanya Allah Taala yang dapat memberikan hidayah serta membimbing hamba-hamba-Nya menuju jalan yang diridhoi-Nya. Al-Faqir Ilaa Afwi Maulaahu, MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI 462 - Menguak Dunia Jin Al-Quran al-Karim (Holy Quran) Hadits Nabi saw (al-Bayan) Kutubut Tisah (Hadits Syarif) Tafsir Qurthubi Tafsir Ibnu Kastir Imam Muhammad al Razy, Tafsir al Fakhr al Rozi, Beirut: Dar al Fikr, 1985 Asy Syekh Utsman Bin Nadi al Ishaqi ra., Khulashotul Wafiyyah Asy Syekh Utsman Bin Nadi al Ishaqi ra., Manbaul Fadhoil Asy Syekh Utsman Bin Nadi al Ishaqi ra., Al-Imla Asy Syekh Ahmad Asrory Al Ishaqi ra., Al-Iklil Asy Syekh Ahmad Asrory Al Ishaqi ra., Faidhur Rahmaani Ali Ash Shobuny, Shafah al Tafasir, Beirut: Dar al Fikr, tt. Ali Ash Shobuny, Rawai al Bayan, Beirut: Dar al Fikr, tt. Ali Ash Shobuny, Al Thibyan fi al Ulum al Quran, Beirut : Dar al Fikr, tt. RUQYAH dampak dan bahayanya - 463 Asy Syekh Abdul Qodir al Jilani ra., Al-Ghunyah, Beirut: Dar al Fikr, Cet. 3, 1980. Al-Ghozali ra.,, Ihya Ulum al Din, Beirut: Dar al- Fikr, tt. Ibnu al Qayyim ra., Al-Ruh, Beirut: Dar al-Jiil, 1988. Habib Ali Bin Muhammad al Habsyi, Futuhat al- Ilahiyyat, Habib Ali Bin Muhammad al Habsyi, Simtud Duror Luthfi , Tawassul Luthfi , Ilmu Laduni Luthfi , Kholifah Bumi Luthfi , Lailatul Qadr Di Luar Ramadhan Luthfi , Percikan Samudera Hikam Luthfi , Menuju Hati Khusyu 464 - Menguak Dunia Jin RIWAYAT PENULIS Muhammad Luthfi Ghozali, lahir di Gresik Tahun 1954. Sejak tahun 1971 terpaksa harus droup out dari pendidikan formal, pertengahan kelas II SMP Darul Ulum Jombang, disebabkan kerana orang tuanya tidak mampu lagi membiayai kebutuhan hidup di Pondok Pesantren tersebut, penulis mulai melanglang buana untuk belajar hidup mandiri. Untuk tujuan tersebut, pertama penulis belajar jahit menjahit, sehingga tahun 1973 pernah membuka usaha perjahitan di Bogor dan 1978 di Situbondo. Selanjutnya dunia jahit menjahit itu ditinggalkan dan beralih belajar usaha dagang, sehingga sejak tahun 1979 sampai 1993 menjadi seorang pengusaha tingkat menengah yang boleh dibilang sukses. Namun sejak tahun 1994, kegiatan usaha dan dagang itu benar-benar dikalahkan oleh orientasi ruhaniah yang didapat dari perjalanan panjang dan pengalaman spiritual hidupnya yaitu total mengabdi kepada masyarakat melalui wadah Ponpes AL-FITHRAH Gunungpati yang diasuhnya sampai sekarang. Di antara laku yang paling disukai penulis, bahkan sejak dia kelas 5 SD adalah mengadakan perjalanan ruhani yang dipadukan antara mujahadah, riyadhah dan perjalanan spiritual dari kuburan yang satu kepada kuburan yang lain, sebelum kemudian RUQYAH dampak dan bahayanya - 465 mengikuti thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah Al-Utsmaniyah dengan mengikuti baiat kepada al-`Alamah, al-Arif billah, Asy-Syeikh Ahmad Asrori Al-Ishaqi Seorang mursyid thoriqoh yang meneruskan gurunya yang juga bapaknya, Asy-Syekh Muhammad Utsman al-Ishaqi . Dibawah kepemimpinannya thoriqoh itu kini telah berkembang pesat, khususnya di tanah Jawa, umumnya di Indonesia terutama di Jawa tengah. Sebagai salah satu Imam Khususi di dalam thoriqoh tersebut, dia juga ahli dalam bidang meditasi Islam, sebagaimana yang diadakan setiap tahun setiap tanggal satu bulan rajab selama 40 hari. Mujahadah dan riyadhah yang diikuti para jama`ah baik santri pesantren maupun masyarakat umum. Di samping itu, setiap waktunya dia juga melayani para tamu yang datang untuk sekedar berdiskusi mengenai tasawuf, bahkan ia juga melayani umat dengan metode charge ruhani guna merecovery ruhani, maupun terapi non-medik secara kuratif maupun preventif. Banyak pasien dari segala penjuru datang untuk mondok, guna menyembuhkan penyakitnya, baik penyakit ekonomi, penyakit akibat gangguan jin, penyakit akibat kecanduan Narkoba maupun penyakit lainnya. Ia juga aktif dalam berbagai seminar dan tergolong produktif menulis diberbagai media lokal dan nasional. Perhatiannya pada umat telah menghasilkan beberapa karya yang telah diterbitkan, di antaranya, Tawassul, Ilmu Laduni, Lailatul Qadr di Luar Ramadhan, Khalifah Bumi, Ruqyah, Syarah al-Hikam, Lembayung Senja dan lain sebagainya. niJ ainuD kaugneM - 664 nakbitretid gnay hastohgitsI naacab ini tukireB helo nususid gnay hahitaF-la tarus aod nad-lA namstU nib yrorsA damhA hkeyS-ysA . 8iqahsI 8-lA hayidnabasqaN naW hayiridoQ hoqirohT diysruM HARHTIF-LA nertnaseP kodnoP husagneP nad hayinamstU .RUMIT AWAJ ayabaruS gnidnideK 764 - aynayahab nad kapmad HAYQUR niJ ainuD kaugneM - 864 964 - aynayahab nad kapmad HAYQUR niJ ainuD kaugneM - 074 )1()1( , , ... / ... 174 - aynayahab nad kapmad HAYQUR , niJ ainuD kaugneM - 274 )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( )111\11\7( 374 - aynayahab nad kapmad HAYQUR niJ ainuD kaugneM - 474 )( RUQYAH dampak dan bahayanya - 475 9 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 6 1 >20ISBN 979152966-39 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 7 8 >20ISBN 979152967-19 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 8 5 >20ISBN 979152968-X9 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 6 1 >20ISBN 979152966-39 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 7 8 >20ISBN 979152967-19 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 8 5 >20ISBN 979152968-X9 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 6 1 >20ISBN 979152966-39 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 7 8 >20ISBN 979152967-19 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 8 5 >20ISBN 979152968-X9 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 6 1 >20ISBN 979152966-39 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 7 8 >20ISBN 979152967-19 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 8 5 >20ISBN 979152968-X9 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 6 1 >20ISBN 979152966-39 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 7 8 >20ISBN 979152967-19 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 8 5 >20ISBN 979152968-X9 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 6 1 >20ISBN 979152966-39 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 7 8 >20ISBN 979152967-19 7 9 9 7 9 1 5 2 9 6 8 5 >20ISBN 979152968-X


Recommended

Ruqyah Syariyah
Ruqyah Syariyah
Doa Ruqyah Santau
Doa Ruqyah Santau
50 Tutorial Ruqyah Mandiri
50 Tutorial Ruqyah Mandiri
Ayat Dan Terjemahan Ruqyah
Ayat Dan Terjemahan Ruqyah
Buku Saku Ruqyah(Www.raasya.wordpress.com)
Buku Saku Ruqyah(Www.raasya.wordpress.com)
RUQYAH SYAR'IYYAH
RUQYAH SYAR'IYYAH
Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar'iyyah Doa dan Ruqyah/[Ummu...Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah…
Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar'iyyah Doa dan Ruqyah/[Ummu...Terapi Pengobatan dengan Ruqyah Syar’iyyah…
Ayat-Ayat Ruqyah Plus
Ayat-Ayat Ruqyah Plus
BAB. VIII DO’A DO’A RUQYAH SYAR’IYYAH - Ar-Raayah ?· BAB. VIII DO’A-DO’A RUQYAH SYAR’IYYAH…
BAB. VIII DO’A DO’A RUQYAH SYAR’IYYAH - Ar-Raayah ?· BAB. VIII DO’A-DO’A RUQYAH SYAR’IYYAH…
Ayat Ruqyah
Ayat Ruqyah
Ayat Ruqyah Syariah.pdf
Ayat Ruqyah Syariah.pdf
A Remedy for Illnesses, Evil Eye, Magic and Jinn from the ... ?· RUQYAH IN THE QUR’ĀN & SUNNAH ‘Ruqyah’…
A Remedy for Illnesses, Evil Eye, Magic and Jinn from the ... ?· RUQYAH IN THE QUR’ĀN & SUNNAH ‘Ruqyah’…
Jalan Menuju Sehat Jasmani dan Rohani Melalui tentang urgensinya ruqyah syar'iyah, bacaan-bacaan ruqyah,…
Jalan Menuju Sehat Jasmani dan Rohani Melalui tentang urgensinya ruqyah syar'iyah, bacaan-bacaan ruqyah,…
Ruqyah With Transliteration - English
Ruqyah With Transliteration - English
Ruqyah with transliteration
Ruqyah with transliteration
Ruqyah - Quranic Healing
Ruqyah - Quranic Healing
Protective and Healing Supplications from the Quran huda al ruqyah-with... · Al Ruqyah! Protective…
Protective and Healing Supplications from the Quran huda al ruqyah-with... · Al Ruqyah! Protective…
Ruqyah Asas 33
Ruqyah Asas 33
Ruqyah Dan Kesehatan
Ruqyah Dan Kesehatan
Ayat-Ayat Ruqyah - Copy
Ayat-Ayat Ruqyah - Copy
View More >
About usContact usTermDMCA
English
Français
Español
Deutsch
Copyright © 2017 VDOCUMENTS


xBy using our site you agree to our Cookie policy.That's Fine

Menguak Dunia Jin
Wallahu Alam Bishshawab.


Moga Bermanfaat.

.........................................................

No comments: