اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ
Sesungguhnya Aku berniat kerana اللهَ:
Tugasan gerak organ-organ tubuh badanKu
Daku Niatkan Tasbih anggota-anggota organ tubuhku buat اللهَ.
Ku serahkan seluruh kehidupanku kebergantungan sepenuhnya KepadaMu Ya اللهَ
Kerdipan Mataku berIstighfar Astaghfirullah (أسْتَغْفِرُاللهَ)
Hatiku berdetik disetiap saat menyebut Subhanallah (سُبْحَانَ اللَّهِ)
Denyutan Nadiku dengan Alhamdulillah (الْحَمْدُ لِلَّهِ)
Degupan Jantongku bertasbih LA ILAHA ILLALLAH (لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱلله)
Bayu Nafasku berzikir Allāhu akbar (اللَّهُ أَكْبَرُ)
الْحَمْدُ لِلَّهِ syukur kepada وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ ...اللهَ
HAKIKAT RASUL
""""""""""""""""""""""
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang RASUL dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan
keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang
mu’min. (Qs. At-Taubah : 128)
__
HAKIKAT NABI & RASUL :
1. NABI ADAM pangkatnya yaitu KHALIFATULLAHU
2. NABI NUH pangkatnya yaitu HABIBULLAHI
3. NABI IBRAHIM pangkatnya yaitu KHALILLULLAHU
4. NABI MUSA pangkatnya yaitu KALAMULLAHU
5. NABI ISA pangkatnya yaitu RUHULLAHI.
6. NABI MUHAMMAD pangkatnya MUHAMMAD RASULULLAH SHALALLAHU
A’ALAIHI WASSALAM, tapi sekarang sudah wafat semua sudah sirna, sudah tidak
ada, jadi sekarang ALLAH TA’ALA , sudah tidak ada utusannya, semuanya sudah
lestari, ini adalah suatu pemahaman yang keliru.
------------------------------------------------------------------------------------------------
RASUL tidak wafat, semuanya akan terus ada sampai hari
kiamat, tidak akan berubah utusan ALLAH, sebab jika tidak ada yang di utus,
tidak akan ada alam dunia, pastinya akan sepi, tidak ada pasti lebur yaitu
kiamat, yang wafat adalah majajinya, yaitu wujud jasmani yang tidak ada bedanya
dengan manusia lainnya, nyatanya adalah rupa jasmani :
__
MUHAMMAD MAJAJI :
Muhammad majaji adalah rupa jasmani ;
MIM AWAL lafadz Muhammad menjadi KEPALA Adam
HA lafadz Muhammad menjadi DADA Adam
MIM AKHIR lafadz Muhammad menjadi PUSAR Adam
DAL lafadz Muhammad menjadi KAKI Adam
sudah bukti menjadi MIM-HA-MIM-DAL
__
Hadistnya yang wafat, Rasul tidak wafat, hakikatnya masih
berjalan atau Muhammad Af’al = pekerjaan, kumpul pada diri manusia, keenam
Rasul “bergulung” di dalam hidup, hidup adanya pasti, sifatnya ada pada diri
manusia di alam dunia.
------------------------------------------------------------------------------------------------
MUHAMMAD HAQ :
Adalah DZAT SIFAT Maha Agung, rupanya terang benderang yaitu
samudra hidup, bibit nyawa semuanya, itulah barangnya dari DZAT SIFAT, sinarnya
menjadi cahaya empat rupa disebut MUHAMMAD HAKIKI
------------------------------------------------------------------------------------------------
MUHAMMAD HAKIKI :
NARUN sifat cahaya MERAH menjadi huruf MIM AWAL
HAWAUN sifat cahaya KUNING menjadi huruf HA
MA’UN sifat cahaya PUTIH menjadi huruf MIM AKHIR
TUROBUN sifat cahaya HITAM menjadi huruf DAL
Ke empat cahaya menjadi lafadz Muhammad.
------------------------------------------------------------------------------------------------
MUHAMMAD HARID :
Nyatanya, yaitu RASA pribadi, yaitu RASA JASMANI sifatnya
pasti. Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, yang berada di
Madinah disebut Muhammad pangkat. Pangkat Nabi Rasulullah, di utus oleh Yang
Maha Suci, untuk membawa Rukun Agama yaitu Syariat Tharekat Hakikat dan
Ma’rifat, agar manusia selamat Dunia dan Akhirat, dan supaya TAHU dan PERCAYA
adanya Allah Ta’ala.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebab hanya Nabi Muhammad Salallahu 'alaihi wassalam yang di
beri ma’rifat kepada Allah, kepada Dzat Sifat Yang Maha Agung, karena mengalami
MI’RAJ, selain Rasul, tidak ada yang kebagian ma’rifat, umatnya begitu juga,
hanya Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam saja kepada umat-umatnya.
__
Pada saat Baginda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam
masih hidup di Mekkah, ilmu ini tidak digelar kepada umat-umat semuanya,
dikerjakannya di Gua Hira disebut Jabbal Iqro, ilmu ini hanya ditibankan kepada
para sahabat terutama Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhahu, supaya
bisa turun temurun kepada anaknya Imam Sayidina Hassan wal Husain dan terus
kepada Wali Rasul Syekh Abdul Qadir Jailani bin Hassan wal Husain bin Sayyidina
Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhahu [Mekkah] dan akhirnya sampai kepada
Syekh Syarif Hidayatullah Rahimakumullah Wali [sembilan] di Cirebon.
------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam
[Gudang/Khazanah Ilmu] LUGHOWI dan NABAWI
2. Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhum
3. Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhum
4. Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhum
5. Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallohu Wajhahu
[Pintu Ilmu] Karamallohu Wajhahu = Tidak pernah melihat
kemaluannya sendiri.
6. Imam Sayyidina Hassan bin Abi Thalib Karamallohu Wajhahu.
7. Imam Sayyidina Hussain bin Abi Thalib Karamallohu
Wajhahu.
8. Syekh Abdul Qadir Jailani bin Hasan wal Husain bin
Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallohu Wajhahu [Mekkah]
Syekh = Sah
Abdul = Abdinya Allah
Qodir = Qudrat dan Iradat
Jailani = Dzat Sifat
9. Syekh Syarif Hidayatullah Rahimakumullah [Wali sembilan]
------------------------------------------------------------------------------------------------
BUKTI HAKIKATNYA NABI DI DIRI MANUSIA
1. Nabi Adam Khalifatullahi, adalah wakil Allah Ta’ala,
wakil untuk menurunkan bibit semua manusia, asalnya dari Adam dan Hawa adalah
pasti, nyatanya Adam yaitu di badan, sekujur tubuh dari atas kepala sampai telapak
kaki itulah wujud nyatanya Adam, Iradatnya Yang Maha Agung, untuk menurunkan
manusia, sebab tidak salah lagi, bikin manusia oleh manusia, bikin kambing
pasti oleh kambing, itulah Allah Maha Kuasa, Iradatnya Maha Agung, hanya satu
kali membuat, tetapi cukup untuk semua.
2. Nabi Nuh Habibullahu, hakikatnya adalah PENDENGARAN
3. Nabi Ibrahim Khalillullah, hakikatnya adalah PENGLIHATAN
4. Nabi Musa Kalamullah, hakikatnya adalah PERKATAAN
5. Nabi Isa Ruhullah, hakikatnya adalah PENCIUMAN
6. Nabi Muhammad Rasulullah, hakikatnya adalah RASA pada
wujud manusia, penghulu Rasul semuanya, buktinya adalah mendengar, melihat,
mencium dan melihat, semuanya masuk ke dalam rasa biarpun wujud yang nanggung,
tetap bisa berdiri dan bergerak. Rasa menjadi kuat karena ada yang menguatkan,
nyatanya ada hidup yang meliputi rasa, rasa meliputi lagi kepada wujud, wujud
meliputi keinginan kepada nafsu yang empat rupa ;
__
1. Nafsu Amarah
2. Nafsu Sufiyah/ Sawiyah
3. Nafsu Lawammah
4. Nafsu Muthmainah
__
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam sebelum diangkat
menjadi Rasul telah berulang kali melakukan muraqabah, mujahadah, muhasabah,
tahannust dan khalwat, untuk mengasingkan diri dan mencari ketenangan jiwa, di
utus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak baathin manusia, membersihkan
berhala yang ada di dada, yang pada waktu itu masyarakat jahiliyah sangat
mengagungkan syair.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Proses muraqabah, mujahadah, muhasabah, tahannust dan
khalwat ini disebut Tharekat-Mari'fat.
_
Tharekat adalah saat Baginda Muhammad Shalallahu 'alaihi
wassalam berjuang untuk menegakkan Agama Allah.
_
Ma'rifat adalah bertemu dan mencairnya kebenaran yang
hakiki: yang disimbolkan saat Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalammenerima
wahyu dari Malaikat Jibril melalui Akal, wahyu tersirat[KALAM QODIM] di
sampaikan oleh Malaikat Jibril : " Iqro! Iqro! Iqro! ". "Iqro
kitab baqo kafa binafsika al yaoma alaika hasbi" :[Bacalah kitab yang
kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri, JAGAT SHAGIR] terjadi dialog di
Qolbu. Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam = Lughowi dan Nabawi
menjadiQur'an.
[Hakikat ; beliau mencoba untuk merenungkan berbagai
perintah untuk IQRA] [bukan seperti Guru dan murid di kelas ]
__
Makna sayap Malaikat Jibril alaihissalam ;
separuh menutupi Bumi = RAHMAT
separuh menutupi Akhirat = MAGHFIRAH
__
Umat yang pada waktu itu hidup pada jaman Nabi, hanya dengan
ittiba kepada Nabi, menurut kepada apa yang di ajarkan Baginda Nabi, di jamin
pasti selamat, tidak perlu menjalani Tharekat Ma'rifat seperti halnya Nabi yang
shalat sampai mengakibatkan bengkak kakinya, melalui Syariat shalat ketika Isra
Mi'raj inilah Baginda Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam melakukan puncak
pendakian tertinggi, hanya untuk menyelamatkan umat akhir jaman...
------------------------------------------------------------------------------------------------
Ilmu ini tidak di tibankan kepada umat pada jaman waktu itu
karena kurang perlunya, pada waktu itu yang masuk Islam begitu mudah, dengan
melihat dan bertemu Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, serta
hatinya percaya bahwa beliau utusannya Allah Ta’ala dan melakoni perintahnya,
maka pada waktu itu semua manusia menjadi Islam [selamat]
__
Jadi sekarang juga haqnya Islam adalah yang sudah ma’rifat
[melihat] Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam sambil dituruti
perintahnya itulah Islam, hanya saja melihat itu bukan kepada syariatnya
[Majajinya] tapi kepada hakikatnya yaitu Jauhar Awwal Rasulullah, cahaya
pertama yang di buat oleh Maha Suci yaitu sifatnya Allah Ta’ala atau sifat
Qudrat [Kuasa] Maha Kuasa yang membuat Ruh semuanya.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Ilmu Hadist, Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, Ushul Fiqih, Nahwu
Sorof dan ilmu lainnya yang sewaktu jaman Nabi tidak ada, dan sekarang ilmu itu
menjadi ada, adalah karena berkat jasa para Ulama sejati hingga akhirnya umat
Nabi di beri kemudahan dalam mempelajari Al-Qur'an dan Hadist.
__

No comments:
Post a Comment