Tuesday, October 10, 2017

16 Cara Penanaman Bawang merah dengan hasil yang melimpah

16 Cara Budidaya Bawang merah dengan hasil yang melimpah
Budidaya bawang merah merupakan salah satu cara yang sangat bagus dalam dunia pertanian, tetapi dalam budidaya bawang merah ini perlu keterampilan khusus agar mendapatkan hasil yang sangat melimpah dan tidak gagal.

16 Cara Penanaman Bawang merah dengan hasil yang melimpah

 - Cara penanaman bawang merah sangatlah mudah namun tidak begitu juga mudah karena proses penanaman bawang merah harus pada musim tertentu agar menghasilkan hasil yang sangat menjanjikan. Banyak para petani dalam membudidayakan bawang merah menggunakan teknologi terbaru sehingga hasilnya juga dapat melimpah juga.
Bawang merah ini adalah tanaman yang dibudidayakan untuk bahan bumbu dapur serta bahan untuk memasak makanan yang lainnya. Angka permintaan bawang merah dipasaran sangatlah tinggi tetapi ini berlaku hanya musiman saja. Kalau bukan musiman permintaan bawang merah biasanya kurang peminatnya. Bawang merah ini memiliki ekonomis yang sangat tinggi sehingga tidak aneh para petani banyak yang membudidayakan bawang merah tersebut.
Dalam menanam bawang merah seharusnya pada musiman tertentu agar dipasaran tidak ada penumpukan bawang merah sehingga bisa menjadi pembusukan, dan pemerintah juga harus bisa memonitor para petani bawang merah tersebut.
Menjadi para petani bawang merah ini banyak yang dijadikan sebagai peluang usaha yang sangat bagus karena harga bawang merah ini harganya juga sangat mahal. Maka dari itu simaklah Cara budidaya bawang merah agar hasilnya melimpah.

1. Persiapkan Peralatan

Persiapan Alat
Persiapan Alat
Untuk memulai budidaya bawang merah harus segala peralatan yang dimiliki semuanya lengkap, mulai dari cangkul, alat penyemprotan dan yang lainnya. Agar dalam proses budidaya tersebut tidak saling meminjam.

2. Modal

Modal Lahan
Modal Lahan
Dalam membudidayakan bawang merah harus memiliki modal terlebih dahulu untuk menyiapkan segala fasiltas untuk membudidayakannya. Salah satu yang harus dimiliki adalah tempat dan benih bawang merah sebagai modal utama dalam pembudidayaan.

3. Syarat Tumbuh

dataran
Dataran rendah

Untuk pertumbuhan bawang merah disarankan agar membudidayakannya di dataran rendah, karena bawang merah perlu banyak sinar matahari berbeda dengan tumbuhan lainnya.

4. Lokasi Budidaya

Lokasi
Lokasi Budidaya
Lokasi untuk budidaya bawang merah ini sangatlah diperhatikan karena jika tempatnya tidak cocok buat bawang merah maka tidak akan menghasilkan bawang merah yang bagus. Tempat yang bagus untuk budidaya bawang merah ini adalah tempatnya masih banyak zat yang berguna bagi tumbuhan, memiliki humus tanah yang sangat bagus, berada di ketinggian antara 0 sampai 1000 di bawah permukaan laut.
Karena bawang merah bagus ditanam pada daerah yang panas karena bawang membutuhkan sinar matahari yang sangat banyak berbeda sekali dengan tanaman yang lain. Jika di tanam didaerah yang tinggi serta di daerah yang dingin maka tidak akan 100% menghasilkan kualitas yang baik dan bagus.

5. Bibit Unggul

bibit Unggul
Bibit Unggul
Sebelum anda menanam bawang merah, maka dianjurkan anda terlebih dahulu memilih bibit yang baik dan berkualitas. Bibit yang bagus ini adalah bibit bawang merah yang tidak busuk dan tidak ada cacat dan yang lebih bagus dalam memilih bibit bawang unggul adalah bibit yang sudah tua dan masih padat.
Memilih bibit unggul sebaiknya mencari kepada para petani bawang merah langsung dan yang lebih baiknya lagi lihat bawang merah yang akan dijadikan bibit tersebut apa sudah tua atau masih muda. Karena kalau masih muda ketika ditanam akan menjadi busuk walaupun pada awalnya tumbuh, tetapi kalau anda pilih bibit yang sudah tua sekali maka akan sangat bagus sekali untuk dijadikan sebagai bibit baru bawang merah unggulan.
Jumlah bibit bawang merah tergantung luasnya lokasi yang akan di tanam, karena lokasi semakin luas maka benih bawang merah juga akan sangat banyak, maka dari itu anda coba ketahui terlebih dahulu luas untuk di tanam bawang merah sekitar berapa hektar.

6. Proses Pengolahan Tanah

tanah
Pengolahan Tanah
Proses pengolahan tanah adalah modal awal yang dilakukan oleh para petani untuk menanam bawang merah. Tanah yang sudah siap untuk ditanam kembali di cangkul terlebih dahulu agar dalam proses penanaman mudah dan baik. Proses pengolahan tanah bisa anda lakukan dengan mesin ataupun dengan manual kalau lokasinya sedikit, tetapi kalau luas tempat untuk menanamnya pakailah mesin seperti Trcktor atau mesin quick.

7. Proses Pemilihan Pupuk Organik

Pupuk
Pupuk Organik
Di wilayah lain mungkin saja tidak memakai pupuk organik, tetapi lebih bagusnya lagi ketika menanam bawang merah pakai pupuk organik dengan tujuan dalam pertumbuhan akan semakin cepat dan baik. Pupuk organik tersebut digunakan sebelum bawang ditanam, jadi setelah tanahnya di cangkul maka setelah itu tabur pupuk organik tersebut ke dalam tanah.
Pupuk organik tersebut bermacam-macam, tetapi kalau di derah Garut selatan banyak yang menggunakan pupuk ayam ternak yang sudah disediakan oleh para penjual dari perkotaan. Tidak salah jika anda menggunakan pupuk organik ayam tersebut maka dalam pembudidayaan bawang tersebut akan semakin bagus.

8. Proses pemilihan Pupuk Kimia

Selain anda gunakan pupuk organik kandang, anda juga bisa tambahkan pupuk buatan atau pupuk kimia seperti KCL, ZA, NPK secukupnya dan aduk bersama pupuk kandang tadi agar tercampur merata. Tujuan pakai pupuk kimia ini adalah untuk merangsang pembesaran bawang merah, setelah anda  campur pupuk kimia tadi, biarkan terlebih dahulu selama 1 sampai 2 hari agar semua pupuk menjadi merata kedalam tanah.

9. Penanaman

Penanaman
Penanaman
Setelah selesai penanaman pupuk tadi menunggu selama 2 hari, maka anda bisa tanam bawang merah tersebut sesuai aturan. Aturan untuk menanam bawang merah alangkah baiknya diberi jarak sejauh 15 cm x 15 cm, karena jarak tersebut akan menjadi dekat ketika bawang sudah berukuran besar maka harus diberi jarak agar bisa berkembang dengan baik. Cara penanam bawang merah ini adalah dengan seluruh bibit bawang dimasukan kedalam tanah yang sudah dicampur pupuk tersebut.

10. Proses Penyiraman

Penyiraman
Penyiraman
Proses penyiraman juga perlu dilakukan karena untuk memudahkan bawang merah agar cepat berkembang dan tidak mudah kekeringan. Lakukan penyiraman pagi hari atau sore hari.

11. Perawatan

rawat
Perawatan
Bawang merah perlu perawatan juga, seperti tanaman yang lain, perawatan ini bisa anda gunakan dengan membersihkan rumput sekitar bawang agar dalam proses pertumbuhannya juga tidak saling mengganggu dengan rumput liar.

12. Proses Pemupukan Ulang

Memupuk Ulang
Pemupukan
Proses pemupukan ulang dilakukan agar bawang merah yang sudah ditanam tersebut menjadi lebih bagus dan cepat tumbuh.

13. Pemilihan Obat Kimia

obat
Obat Kimia
Dalam Penyemprotan hama harus dilakukan juga pemilihan obat-obatan agar tidak salah memakainya yang bisa berakibat pada pengrusakan bawang itu sendiri.

14. Penyemprotan Hama

hama
Penyemprotan Hama
Selain anda merawat yang lain, maka anda juga harus bisa merawat bawang merah harus bebas dari penyakit. Minimal dalam 1 minggu sekali atau 2 minggu sekali melakukan penyemprotan obat fungisida tanaman bawang merah, karena tidak menutup kemungkinan bawang merah akan terserang penyakit seperti daun kuning, ulat dan yang lainnya.
Maka dari itu untuk mencegah berbagai penyakit gunakanlah obat khusus bawang merah fungisida untuk proses pencegahan hama.

15. Panen Bawang Merah

Panen
Panen bawang
Panen bawang merah ternyata tidak asal panen, karena untuk panen bawang merah perlu diteliti terlebih dahulu apakah sudah tua atau belum. Ciri ketika sudah siap panen bawang merah adalah daunnya yang sudah tua dan tidak ada lagi daun hijau, selain itu anda juga bisa melihat akar dibawah apakah akar serabutnya sudah sedikit atau belum, kalau sudah siap semuanya maka siap untuk dipanen.

16. Proses Pengeringan

mengeringkan
Proses Mengeringkan
Bawang merah tersebut setelah dipanen, perlu juga dengan pengeringan agar bawang merah tersebut tidak mudah busuk.
Itulah 16 cara budidaya Bawang merah dengan hasil yang melimpah.
Powered By Adtival

No comments: