اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقَهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Sesungguhnya Aku berniat kerana اللهَ
Sesungguhnya Aku berniat kerana اللهَ
Tugasan gerak organ-organ tubuh badanKu kepada اللهَ
Daku Niatkan Tasbih anggota-anggota organ tubuhku buat اللهَ.
Ku serahkan seluruh kehidupanku kebergantungan sepenuhnya KepadaMu Ya اللهَ
Ku serahkan seluruh kehidupanku kebergantungan sepenuhnya KepadaMu Ya اللهَ
Kerdipan Mataku berIstighfar Astaghfirullah (أسْتَغْفِرُاللهَ)
Hatiku berdetik disetiap saat menyebut Subhanallah (سُبْحَانَ اللَّهِ)
Denyutan Nadiku dengan Alhamdulillah (الْحَمْدُ لِلَّهِ)
Degupan Jantongku bertasbih LA ILAHA ILLALLAH (لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱلله)
Hela Turun Naik Nafasku berzikir Allāhu akbar (اللَّهُ أَكْبَرُ)
الْحَمْدُ لِلَّهِ syukur kepada وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ ...اللهَ
Cara Menghadapi Jin
Posted on 29/08/2009 by Haba
1 Votes
Dalam Islam dikenal ‘RUQIYAH’, yaitu upaya untuk mengusir
jin dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran
Al-Kariem. Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran terutama pada
ayat tertentu- yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalih dan
bersih imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar
dan pergi.
Karena itu bila orang yang mengerti tentang jin itu
benar-benar menggunakan Ruqyah seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW
secara benar, maka memang seharusnya dilakukan.
Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang,
apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena
tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia kepada
pelanggaran dan syirik kepada Allah.
Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen,
minta kembang, atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik
yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum
Allah.
Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut
dan tidak berani menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-aayt
Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah,
tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu
manusia.
Karena itu pastikan bahwa orang yang anda minta bantuannya
adalah seorang muslim yang shaleh, mengerti ajaran syariah dengan benar, kuat
aqidahnya, benar ibadahnya, lurus fikrahnnya dan yang penting diperhatikan, dia
hendaknya punya pengalaman sebelumnya dalam menghadapi jin, agar mengenal tipu
daya dan trik-trik yang digunakan jin untuk berpura-pura pergi padahal tidak
dan sebagainya.
Nabi saw. Bersabda: Artinya: ” Tidak apa-apa ruqyah itu
selama tidak mengandung syirik” (HR Muslim).
Artinya:” Barangsiapa menggantungkan sesuatu, maka dirinya
akan diserahkan kepadanya” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Al-Hakim).
Agar pelaksanaan ruqyah tersebut sesuai dengan sar?i perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari
Rasulullah saw.
B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
C.
Berkeyakinan bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan
sendirinya, tetapi dengan
takdir Allah SWT.
D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya
selain Allah).
E. Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat
dan syirik.
F. Cara pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
G. Orang yang melakukan terapi harus memiliki kebersihan
aqidah, akhlak
yang terpuji dan istiqomah dalam ibadah.
Ruqyah : Cara Dan Bacaannya
‘RUQIYAH’, dalam praktiknya adalah upaya untuk mengusir jin
dan segala macam gangguannya dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Karim.
Bagi jin yang mengganggu dan jahat, bacaan Al-Quran ?terutama pada ayat
tertentu- yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalih dan bersih
imannya, akan sangat ditakuti. Mereka akan merasakan panas yang membakar dan
pergi.
Diantaranya yang paling sering digunakan adalah ayat kursi,
beberapa penggalan ayat dalaÉ nsurat Al-Baqarah (tiga ayat terakhir), Surat Ali
Imron, Surat Yasin, Surat Al-Jin, surat Al-Falaq dan Surat An-Naas. Selain itu
masih banyak ayat dan doa-doa lainnya yang diriwayatkan kepada kita untuk
dibacakan kepada orang yang kesurupan.
Tetapi bila orang itu menggunakan cara-cara yang menyimpang,
apalagi dengan melanggar syariat dan aqidah, tidak boleh dilakukan. Karena
tujuan jin ketika mengganggu manusia tidak lain adalah untuk menyeret manusia
kepada pelanggaran dan syirik kepada Allah.
Misalnya, bila orang itu bilang bahwa jin itu minta sesajen,
minta kembang, atau dikorbankan hewan sembelihan sebagai tumbal, itulah syirik
yang sejati. Atau apapun yang secara syariah bertentang dengan hukum-hukum
Allah.
Pada dasarnya bila dibacakan Ruqiyah, jin itu sangat takut
dan tidak berani menawar-nawar dengan minta ini itu. Karena pembacaan ayat-aayt
Al-quran itu membuatnya kesakitan yang sangat, sehingga dalam proses Ruqyah,
tidak ada permintaan dari jin kecuali harus pergi dan berhenti dari menganggu
manusia.
Ruqyah sendiri adalah salah satu cara dari banyak jalan
untuk mengusir gangguan setan dan sihir. Abdul Khalik Al-Atthar dalam bukunya
?menolak dan membentengi diri dari sihir? menyebutkan bahwa untuk bisa terbebas
dari pengaruh jahat itu, bisa dilakukan beberapa cara, antara lain:
1. Metode Istinthaq
Methode istinthaq adalah mengajak bicara setan yang ada di
dalam tubuh orang
yang terkena sihir. Dan menanyakan kepadanya tentang
namanya, nama tukang sihir yang memanfaatkan jasanya, nama orang yang membebani
tukang sihir untuk
melakukan sihir, menanyakan tempat penyimpanan sihir serta
barang-barang yang
digunakan untuk menyihir. Meskipun demikian, kita dituntut
untuk tetap waspada
dan tidak mempercayai sepenuhnya akan apa yang diucapkan
oleh setan yang ada di
dalam tubuh pasien, sebab bisa jadi setan berbohong dengan
tujuan untuk
menimbulkan fitnah dan memecah belah hubungan baik diantara
sesama manusia.
2. Metode Istilham
Melalui Istilham adalah memohon ilham dan petunjuk yang
benar dari Allah swt)
agar Ia berkenan memberikan isyarat lewat mimpi, sehingga
sihir yang menimpa
seseorang bisa terdeteksi dan kemudian dilenyapkan.
3. Metode Tahshin
Methode Tahsin adalah pembentengan, yaitu dengan membentengi
dan melindungi korban sihir dengan menggunakan bacaan Al-Qur?an, zikir dan
ibadah-ibadah tertentu.
Syaikh bin Baaz mengatakan bahwa cara yang paling efektif
dalam mengobati pengaruh sihir adalah dengan mengerahkan kemampuan untuk
mengetahui tempat sihir, misalnya di tanah, gunung dan lain-lain. Dan bisa
diketahui lalu diambil, maka lenyaplah sihir itu.
Pengobatan sihir yang diharamkan adalah menyingkirkan sihir
dengan sihir juga, ini sesuai dengan perkataan Rasul yang melarang keras
seorang muslim pergi ke rumah dukun dan tukang sihir untuk meminta bantuan
kepadanya.
Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa mengeluarkan sihir dan
memusnahkannya adalah pengobatan yang paling efektif, sebagaimana yang
diriwayatkan oleh Rasulullah saw bahwasanya beliau memohon kepada Allah untuk
dapat melakukan hal itu. Allah memberi petunjuk kepada beliau, sehingga beliau
pernah mengeluarkan sihir dari sebuah sumur.
4. Hijamah
Cara yang lainnya adalah dengan hijamah (berbekam) pada
anggota tubuh yang terasa sakit akibat pengaruh sihir, karena sihir bisa
berpengaruh pada tubuh, dan melemahkannya.
5. Obat-obatan
Pengobatan sihir dapat juga dilakukan dengan menggunakan
obat-obatan yang mubah (dibolehkan) seperti dengan memberi kurma ?Ajwah kepada
si penderita.
Diriwayatkan dari Amir bin Sa?ad dari bapaknya bahwasanya
Rasulullah saw bersabda,?Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma ?Ajwah maka
tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga
malam hari.? (HR. Bukhari)
Tentang keistimewaan kurma ini Imam Al-Khattabi berkata:
Kurma ?Ajwah memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan
sihir karena berkat do?a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, dan bukan
karena keistimewaan kurma itu sendiri.
6. Ruqyah
Cara yang lainnya yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan
sihir adalah dengan membacakan ruqyah syar?iyyah (pengobatan melaui bacaan
Al-Qur?an, zikir dan do?a).
Imam Ibnu Qayyim mengatakan: Diantara obat yang paling
mujarab untuk melawan sihir akibat pengaruh jahat setan adalah dengan
pengobatan syar?i yaitu dengan zikir, do?a dan bacaan-bacaan yang bersumber
dari Al-Qur?an. Jiwa seseorang apabila dipenuhi dengan zikir, wirid dan
mensucikan nama Allah niscaya akan terhalangi dari pengaruh sihir. Orang yang
terkena sihir bisa sembuh dengan membaca ruqyah sendiri atau dari orang lain
dengan ditiupkan pada dada atau tubuh yang sakit sambil membaca zikir dan do?a.
Berikut ini adalah bacaan-bacaan yang diyakini mampu menolak
dan menghilangkan bahaya sihir, diantaranya:
A. Surat Al-Fatihah.
B. Surat Al-Baqarah, khususnya ayat-ayat 1-5, 254-257
dan 284-286.
C. Surat Al-Imran khususnya ayat 1-9 dan 18-19
D. Surat
An-Nisa khususnya ayat 115-121
E. Surat Al-A?raf khususnya ayat 54-55.
F. Surat Al-Mu?minun khususnya ayat 115-118.
G. Surat Yasin khususnya
ayat 1-12.
H. Surat As-Shaffat khususnya ayat 1-10.
I. Surat Ghafir
khususnya ayat 1-3, dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.
Sedangkan doa-doa yang dianjurkan diantaranya:
Ya Allah, Rabb bagi semua manusia, hilangkanlah rasa sakit,
berila kesembuhan,
Engkau zat yang menyembuhkan tiada yang bisa menyembuhkan
kecuali Engkau,
kesembuhan yang tiada menimbulkan sakit sedikitpun.?
??? ???? ????? ?? ??
??? ????? ??? ?? ?? ??? ?? ??? ???? ???? ????? ??? ????
?????.
Dengan
nama Allah aku meruqyahmu dari kejahatan setiap jiwa atau
pandangan orang yang
dengki, Allah yang memberi kesembuhan padamu, dengan nama
Allah saya
meruqyahmu.?
????? ?????? ???? ?????? ?? ?? ?? ???.
Saya mohon untuk
kamu perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah
yang sempurna dari
kejahatan apa yang diciptakan?
Bin Baz mengatakan: Hendaklah seorang
muslim meminta kesembuhan hanya kepada Allah dari segala
kejahatan dan bencana,
dengan membaca doa-doa berikut ini:
??? ???? ???? ?? ??? ?? ???? ??? ??
????? ??? ?? ?????? ??? ?????? ??????.
Dengan menyebut nama Allah yang dengan keagungan nama-Nya
itu menjadikan sesuatu tidak berbahaya baik yang ada di langit atau di bumi,
dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui? (Dibaca 3x pada pagi dan sore
hari)
Dan dianjurkan pula untuk membaca Ayat Kursy ketika hendak
tidur dan sehabis salat fardhu, disamping membaca surat Al-Falaq, Al-Nas dan
Al-Ikhlash setiap selesai melakukan salat subuh dan salat maghrib serta
menjelang tidur.
Seluruh cara di atas hanyalah sekedar do?a dan usaha, sumber
kesembuhan hanyalah dari Allah semata, Dialah yang Maha mampu atas segala
sesuatu dan di tangan-Nya segala obat dan penyakit, dan segala sesuatu bisa
terjadi berdasarkan ketentuan dan takdir Allah swt.
Nabi saw. Bersabda:
Dan berdasarkan penjelasan ulama, maka pengobatan Ruqyah
Syar‘iyah diperbolehkan dengan kriteria sbb:
A. Bacaan rukyah berupa ayat-ayat Alqur‘an dan Hadits dari
Rasulullah saw.
B. Do‘a yang dibacakan jelas dan diketahui maknanya.
C. Berkeyakinan
bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan sendirinya, tetapi
dengan takdir Allah
SWT.
D. Tidak isti‘anah dengan jin ( atau yang lainnya selain
Allah).
E.
Tidak menggunakan benda-benda yang menimbulkan syubhat dan
syirik.
F. Cara
pengobatan harus sesuai dengan nilai-nilai Syari‘ah.
G.Orang yang melakukan
terapi harus memiliki kebersihan aqidah, akhlak yang terpuji
dan istiqomah dalam
ibadah.
Pada dasarnya membantu pengobatan dengan ruqyah adalah amal
tathowu‘i (sukarela) yang dibolehkan menerima hadiah dan bukan kasbul maisyah
(mata pencarian rutin).
Sumber : http://akanmati.wordpress.com

No comments:
Post a Comment