06 February 2020

SUAMI ISTERI DI USIA SENJA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 






Assalamualaikum



[06/01, 2020 14:58] Mohd Noh Pilus: *SUAMI ISTERI DI USIA SENJA* 💐🍀🌺

Di sebuah rumah sederhana yang indah, tinggal sepasang suami isteri yang sudah memasuki usia senja.
Pasangan ini dikurniakan dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang berkecukupan.

Si suami merupakan seorang pesara, sedangkan isterinya seorang surirumah tangga.
Suami isteri ini lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah, mereka menolak ketika putera-puteri mereka, menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

Jadilah mereka, sepasang suami isteri yang hampir senja itu, menghabiskan waktu mereka yang tersisa, di rumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa, dalam keluarga itu.

Suatu senja selepas Isya' di sebuah masjid tidak jauh dari rumah mereka, si isteri tidak menemukan selipar yang dikenakannya ke masjid tadi.
Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra :
“Kenapa sayang?”
Isterinya menoleh sambil menjawab: “Selipar saya hilang, bang”.
“Ya sudahlah pakai abang punya saja”, kata suaminya, sambil menghulurkan selipar yang dipakainya.
Walau agak ragu, si isteri tetap memakai selipar itu, dengan berat hati.

Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.
Jarang sekali ia membantah, apa yang dikatakan oleh si suami.
Mengerti kegundahan isterinya, si suami mengeratkan genggaman pada tangan isterinya.

“Bagaimanapun usahaku untuk berterima kasih pada kaki isteriku, yang telah kusandarkan hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya".

Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku, saat aku pulang kerja,

Kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai keperluan ku dan anak-anakku”.

Si isteri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus, dan mereka pun melangkah menuju rumah, tempat bahagia bersama….

Kerana usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, si isteri mulai mangalami gangguan penglihatan.
Saat ia kesulitan membersihkan kukunya, si suami dengan lembut, mengambil sepit kuku dari tangan isterinya.
Jari-jari yang mulai berkedut itu, dalam genggamannya mulai dirapikan, dan setelah selesai si suami mencium jari-jari itu dengan lembut, dan bergumam :
“Terima kasih ya isteri ku ”.

“Tidak, saya yang seharusnya berterima kasih kepada abang, telah membantu memotong kuku saya”, potong si isteri tersipu malu. ☺😊

“Terima kasih untuk semua pekerjaan luar biasa, yang belum tentu sanggup abang lakukan.
Abang takjub, betapa luar biasanya sayang. Abang tahu semua takkan terbalas sampai bilapun”, kata suaminya tulus.

Dua titik air mata jernih tergantung di sudut mata si isteri ......
“abang kenapa cakap macam tu?
Saya senang atas semuanya bang, apa yang telah kita lalui bersama, adalah sesuatu yang luar biasa.
Saya selalu bersyukur, atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk.
Semuanya dapat kita hadapi bersama”.

Hari Jumaat yang cerah, setelah beberapa hari hujan.
Siang itu, si suami bersiap hendak menunaikan ibadah Sembahyang Jumaat,
Setelah mengucapkan selamat jalan pada si isteri, ia menoleh sekali lagi pada si isteri, menatap tepat pada matanya, sebelum akhirnya melangkah pergi.
Tidak ada tanda yang luar biasa di mata dan perasaan si isteri, hingga saat beberapa orang mengetuk pintu, membawa kabar yang tak pernah diduganya.......
Ternyata siang itu si suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.
Ia telah pulang menghadap Sang Penciptanya, ketika sedang menjalankan ibadah sembahyang Jumaat, tepatnya saat duduk membaca Tah'iyad Akhir.

Masih dalam posisi duduk sempurna, dengan telunjuk ke arah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.
*"Innaa Lillaahi Wainnaa ilaihi Rooji'uun"*

“Subhanallah.... sungguh akhir perjalanan hidup yang indah”, demikian gumam para jemaah, setelah menyadari ternyata dia telah tiada, di akhir sembahyang Jumaat....

Si isteri terbayang, pandangan terakhir suaminya, ketika hendak berangkat ke masjid.
Terselit tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan, pengganti ucapan "Selamat Tinggal ...".
Ataukah suaminya kuatir, meninggalkannya sendiri, di dunia ini. Ada gundah mengganggu di hati si istri, Walaupun masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,

Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun, cukup membuatnya tergoncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun, keikhlasan dihatinya, yang boleh menghambat perjalanan si suami, menghadap yang Khalik.

Dalam do’a, dia selalu memohon kekuatan, agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan, pada tempat yang layak.

Tak lama setelah kepergian suaminya, si isteri bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah, si suami menghampiri isterinya dan menyisir rambut si isteri, dengan lembut.
“Apa yang abang lakukan?", tanya isterinya senang bercampur bingung.
“Sayang harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang...
» Abang tak mampu tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan di dunia ini berakhir sekalipun.
» Abang selalu perlukan Ibu.
» Ketika disuruh memilih peneman, Abang bingung, kemudian diberitahu "Peneman nya tertinggal", Abang pun memohon izin untuk menjemput Sayang”.

Isterinya menangis, sebelum akhirnya berkata :
“Sayang ikhlas Abang pergi, tapi saya juga tidak mahu menipu, kalau saya takut untuk tinggal sendirian....
Kalau ada kesempatan menemani Abang sekali lagi, dan untuk selamanya, tentulah tidak akan saya sia-siakan."
Si isteri mengakhiri tangisannya, dan menggantinya dengan senyuman.

❤Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya….

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

*_"Isteri mu itu adalah 'Bajumu' dan Suamimu itu adalah 'Bajumu' pula"_*
*QS Al-Baqarah : 187*

Semoga kita boleh mempererat cinta kasih yang sejati pasangan suami istri, ... karena Allah... Aamiin.😭😭😭

Ya Rabb... jadikan keluarga kami _Sakinah Mawaddah wa Rahmah_, wafatkan kami dalam keadaan HUSNUL KHATIMAH...Aamiin..

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalau kedekut di simpan sendiri juga tak apa.

*_Rasulullah S.A.W bersabda :_*! "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." *(HR. Al-Bukhari)*

Silakan share di group supaya kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH...

*Aamiin ya Rabbal'alamin*
 Ilmu yg menyusup kalbu pembacanya juga ilmu yg bermanfaat utk kita juga...👍🏻😥♥️♥️♥️♥️♥️♥️

No comments: