08 March 2018

BERKORBAN APA SAJA…



BERKORBAN APA SAJA…

Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di , sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. 
 

Pada suatu hari ia membaca di akhbar bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk  melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi orang gaji  di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai nenek dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. menantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah orang tua.
 


Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pencen yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia memerlukan bantuannya. Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari raya ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu dilua rsejuk sekali dengan hujan  turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah orang tua  tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Suatu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.
Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata putrinya sendiri yang membukakan pintu rumah besar di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: “Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!”
“Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah hari raya untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang hujan sedang turun. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!” kata wanita tua itu.
“Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!” ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.
 


Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian loceng rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya “Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam,teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab disetesen bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kesejukan!”
Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya. Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan  apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap minit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru hendak memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja “Mother’s Day” sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, memberikan hadiah, untuk menilpon saja kita tidak punya waktu.

Kita akan boleh lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah. Renungkanlah: bila kita terakhir kali menelpon Ibu? bila kita terakhir mengundang Ibu? bila terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan bila terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan bilakah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
Sumber: email teman teman _hazaldin

Gadis ini rela jadi isteri ke empat


Gadis ini rela
SEBAGIAN besar perempuan pasti enggan dimadu. Tapi, tidak bagi Cucu Cahyati. Penyanyi dangdut ini rela dijadikan istri keempat. Ada satu alasan penyanyi yang melejit lewat lagu “Mabuk Judi” bersedia dilamar pria yang sudah beristri tiga. “Saya melihat istri-istri sebelumnya rukun dan kompak. Mudah-mudahan saja kami juga begitu,” kata Cucu yang menilai suaminya bisa berlaku adil dan sanggup membagi kasih sayang. Sayangnya keikhlasan Cucu masih berbuah persoalan. Pernikahannya sempat diributkan wanita-wanita terdahulu. Malah, persoalannya bergulir hingga ke polisi. Namun, Cucu bergeming. “Apa pun yang terjadi, saya jalani dengan ikhlas. Kalau pun ada yang terluka, saya mohon maaf,” kata perempuan berusia 34 tahun ini.

Di antara hikmah beristri lebih (poligami)


Di antara hikmah poligami
Di antara hikmah beristri lebih dari satu (poligami):

1. Dengan banyaknya istri akan memperbanyak keturunan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((تَنَاكَحُوا تَنَاسَلُوا؛ فَإِنِّي مُبَاةٍ بِكُمُ الأُمَمَ))
“Menikahlah kalian dan buatlah keturunan karena aku berbangga dengan kalian di depan umat-umat yang lain.”
2. Terkadang wanita itu ada yang mandul tidak bisa beranak, maka manakah yang lebih utama? Apakah mencerainya atau tetap bersamanya menikah lagi, manakah yang lebih utama? Membiarkan suami tanpa keturunan atau dia menikah lagi? Jawabnya, yang lebih utama adalah tetap bersamanya dan membiarkannya menikah lagi.
3. Wanita pada saat nifas dan haidnya seringkali suami tidak bisa sabar menahan sehingga akan menyeretnya pada sesuatu yang haram, dan jalan keluar dari masalah ini adalah dengan suami menikah lagi.
4. Kadang pada wanita ada beberapa aib (kekurangan) maka yang lebih utama adalah suami menikah lagi dan tidak menceraikannya.
5. Bisa jadi wanita seringkali sakit, maka yang lebih utama adalah suami menikah lagi dan tidak menceraikannya, atau mungkin ia sabar atas istrinya akan tetapi dia tidak kasihan terhadap dirinya.
6. Banyaknya istri (poligami) akan mempererat hubungan beberapa keluarga. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
“Dan Allah (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah2 dan adalah Rabbmu Maha Kuasa.” (Al-Furqan: 54)
7. Seorang wanita itu harus ada orang yang memenuhi kebutuhan-kebutuhannya berupa nafkah dan lainnya, maka dengan poligami seorang suami yang akan melaksanakan hal itu. Dan ilmunya berada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

BAHAGIA HIDUP BERMADU



BAHAGIA HIDUP BERMADU

 

 


Ramai Lelaki Tak Peduli Tentang Perkara Ini Dalam Sunnah Poligami



poligami 473
Poligami. Antara salah satu topik yang sangat kontroversi yang sering menjadi penyebab kepada pergaduhan di antara suami dan isteri. Bagi isteri, ia merupakan satu pantang kepada mereka dan bagi suami pula, topik ini membuatkan mereka tersenyum simpul. 
Ramai di antara suami di luar sana yang terlalu kerap menggunakan alasan "sunnah" bagi menghalalkan poligami. Mampu menanggung keperluan isteri dan berlaku adil bukanlah faktor muktamad yang menjadikan perbuatan poligami ini sebagai satu sunnah. Seperti yang dilakukan Rasulullah S.A.W yang berpoligami, ramai yang tidak mengikuti perbuatan sebenar baginda dan hanya berlandaskan nafsu semata.
poligami 2
Sebelum menggunakan alasan poligami itu sunnah, adalah lebih baik kita selami dahulu cara berpoligami yang dilakukan oleh Rasulullah S.A.W.

1. Monogami selama 25 tahun

Rasulullah S.A.W mengahwini Siti Khadijah bagi tempoh 25 tahun, dan hanya berkahwin semula selepas kewafatan Siti Khadijah. Baginda tidak berpoligami ketika tempoh perkahwinannya dengan Siti Khadijah. Kebanyakan yang dilakukan oleh kita adalah dengan mengahwini isteri kedua ketika isteri masih hidup, malah ada yang tak sampai setahun berkahwin sudah ingin berpoligami, dengan alasan mampu. Jadi, adakah kita mengikuti sunnah ini?

2. Mengahwini janda

Tidak seperti kebanyakan yang berlaku di Malaysia mahu berpoligami dengan lebih memilih untuk mengahwini anak dara, 10 daripada 12 isteri Rasulullah S.A.W adalah janda. Siti Khadijah adalah janda yang pernah berkahwin sebanyak 2 kali.
  1. Khadijah
  2. Saudah binti Zum`ah 
  3. Hafsah binti Umar 
  4. Zainab binti Khuzaymah 
  5. Ummu Habibah binti-Abu Sufyan 
  6. Ummu Salamah 
  7. Zainab binti Jahsh 
  8. Juwariyah binti al-Harits 
  9. Safiyah binti Hayi bin Akhtab 
  10. Maimunah al-Hilaliyah 
Jika anda mahu ikutkan sunnah berpoligami, ikutlah juga sunnah baginda mengahwini janda. Namun, kita hanya memilih sunnah yang kita suka dan tidak mengendahkan sunnah yang kita tidak suka. Melihat janda sebagai kurang baik dari anak dara yang dilakukan oleh kebanyakan daripada kita adalah merupakan hasutan syaitan.

3. Mengahwini wanita 15 tahun lebih tua

Beza umur antara Rasulullah S.A.W dan Siti Khadijah adalah 15 tahun. Jarang-jarang kita ingin melihat perkahwinan di antara pasangan yang mempunyai perbezaan umur yang ketara sebegini. Jika anda ingin berkahwin dengan wanita yang mempunyai perbezaan umur sebegini dan keluarga anda berkata, "Baguslah, itu kan sunnah", jadi, anda layak.

4. Mengahwini janda anak 5

Sangat sukar untuk melihat mereka yang berpoligami seperti ini. Ramai lelaki yang mencari anak dara, kalau janda pun, lebih memilih yang tak mempunyai anak atau anak 1 sahaja. Ketika Rasulullah S.A.W mengahwini Sawda binti Zam'a, beliau mempunyai 5 atau 6 anak lelaki. Perkahwinan ini mengejutkan masyarakat di Mekah kerana Rasulullah memilih seseorang yang mempunyai anak yang ramai, tidak muda dan tidak cantik.
Tujuan Rasulullah S.A.W mengahwini Sawda adalah untuk membela nasibnya dan teringatkan ujian yang dilalui oleh Sawda kerana agama yang mana beliau berhijrah ke Abyssinia dan meninggalkan segalanya. Sanggup anda berpoligami sebegini?

5. Mengahwini wanita yang kaya demi agama

Siti Khadijah merupakan seorang usahawan yang sangat kaya, yang mana merupakan majikan kepada Rasulullah S.A.W. Siti Khadijah sendiri yang melamar Rasulullah S.A.W, bukan seperti sebaliknya yang berlaku dalam masyarakat kita di mana lelaki tua yang kaya melamar wanita muda dan diarah menjadi suri rumah.
sunnah
Jadi, adakah anda berasa 5 sunnah yang dilakukan Rasulullah S.A.W ini sukar untuk dilakukan? Jika ya, jangan hanya lihatkan poligami itu sebagai sunnah, tetapi terlebih dahulu melatih dan mengajar diri supaya mengikut sunnah dalam perkahwinan dengan satu-satunya isteri anda seperti yang diajarkan oleh Rasullullah S.A.W, iaitu :
  1. Mengemas rumah
  2. Basuh baju sendiri
  3. Masak makanan sendiri


 


Saya terbaca satu artikel ni dalam satu blog dan rasanya kita semua patut berkongsi idea ini untuk pengetahuan. Mungkin pandangan negatif yang selalu digambarkan dalam hidup berpoligami membuatkan lebih ramai yang memandang serong apabila menyebut tentang poligami sedangkan ianya salah satu sunah Rasulullah s.a.w. Sunah Rasulullah semuanya ada kebaikan dan ada hikmah. Antara banyak sunah, poligami satu-satunya sunah yang sering diperdebatkan dan dijauhi……
Mungkin kita akan mendapat sedikit pengetahuan baru dengan atikel di bawah.
Barangkali hanya yang sedang atau pernah melalui kehidupan bermadu dapat merasai pahit manisnya berkongsi kasih daripada seorang lelaki bergelar suami.
Pernahkah terfikir untuk menamatkan sebuah hubungan dengan seseorang yang anda kenali dan sayangi itu yang nyata milik wanita lain?
Melihat sisi yang pelbagai terutama menelusuri kisah rumah tangga pasangan lain yang pernah hidup bermadu sentiasa bergolak hingga berakhir dengan kehancuran, pasti menggugat impian anda untuk memanjangkan hubungan.
Namun, suratan takdir menyatakan memang dia adalah jodoh anda, lalu anda reda atas segalanya.
Diserang atau dicop dengan pelbagai tuduhan seperti perampas, pemusnah rumah tangga insan lain dan pelbagai kejian atau kata kesat mungkin juga membuatkan anda gentar untuk melayari bahtera berdua walau hakikatnya anda terpaksa berbahagi atau berkongsi kasih.
Jika itu keputusan dan jalan yang anda pilih, beberapa petua berikut mungkin mampu dimanfaatkan untuk menjadi insan yang tabah dalam memadu kasih.
Tidak dinafikan, menjadi isteri kedua sering dipandang serong dalam masyarakat lalu anda harus bersedia secara mental dan fizikal dalam menempuh fasa yang mungkin melukakan perasaan anda. Apa yang penting (bukan menggalakkan), cinta sejati tidak mudah goyah hanya kerana hinaan atau kejian orang.# Jangan peduli apa orang kata, peduli hanya apa yang keluarga dan suami anda kata kerana hanya mereka yang berjasa dan berkepentingan dalam hidup anda.
Masyarakat hanya tahu mengutuk, tetapi tidak tahu memberi jalan penyelesaian. Tidak berdosa hidup bermadu, tidak hina menjadi isteri kedua, ketiga atau keempat, dengan syarat suami anda mestilah seorang suami bukannya seorang ‘lelaki’.
# Sentiasa merendah diri dan hormati isteri pertama, biar dia marah atau mengata apa saja asalkan anda sentiasa mengalah.
Kuatkan hati dengan matlamat bahawa perkahwinan anda adalah mencari keredaan Allah melalui kebaikan suami. Jika niat jelas dan ikhlas, lama-kelamaan isteri pertama akan lembut hatinya bahkan dia boleh menjadi kawan baik.
Pasti anda akan tenang apabila madu menghubungi dan bertanyakan khabar anda di kala suami bersamanya. Lakukan perkara serupa kepadanya apabila suami bersama anda pula.
# Senangkan hati suami, dia akan menyenangkan hati anda. Bukankah semua isteri mahu disayangi suaminya?
Oleh itu, anda perlu sentiasa memainkan peranan aktif supaya hati suami selalu senang dan tenang kerana apabila hati suami senang, madu anda juga senang hatinya. Secara langsung, kebaikan itu datang kepada anda juga, hati akan terus diselubungi kebahagiaan tanpa sedikit pun rasa iri bermukim di hati.
# Jangan tamak masa dan harta, terimalah seadanya daripada suami. Ini kerana segelintir isteri yang bermadu mengimpikan masa yang panjang untuknya sedangkan dia kena ingat dia ‘datang’ kemudian.
# Sewajarnya isteri kedua mampu berdikari supaya masa santai itu dipenuhi sebaik-baiknya. Jadi, akan kurang masa untuk memikirkan yang bukan-bukan dan jangan benarkan syaitan menguasai diri.
Mana ada perempuan yang tidak cemburu? Sedikit sebanyak ada rasa cemburu di hati kerana kita hanya manusia biasa, tetapi biarlah berpada-pada dan tunjukkan juga rasa sedikit cemburu itu kepada suami supaya dia tahu yang anda sayang kepadanya.
# Ambil hati mentua sewajarnya supaya dia juga kasihkan anda dan anak seperti dia kasihkan keluarga suami anda yang satu lagi.
# Tiada siapa yang menang atau kalah dalam perhubungan seperti ini, yang penting adalah ketenangan dalam perhubungan itu.
# Sokongan keluarga sendiri sangat penting untuk wanita seperti anda, jadi anda tidak akan rasa kekurangan apabila suami tiada bersama.
# Fikirkan konsep poligami itu adalah berkongsi bukannya merampas.
Namun, ketika anda menerima lamaran bakal suami untuk bergelar isteri kedua, berhati-hatilah ketika menerima lamaran dengan meneliti beberapa perkara iaitu:
# Tanya dan lihat: Adakah dia lelaki bertanggungjawab kepada keluarga dan ibu bapanya? Jika ya, maknanya dia akan bertanggungjawab juga kepada diri anda.
# Adakah dia menjaga solat setiap kali berjumpa anda? Jika ya, maknanya dia lelaki yang tahu perkara asas.
# Adakah bakal madu anda terdidik akhlaknya? Jika ya, mudah untuk anda berbaik-baik dengannya.
# Adakah dia punya pekerjaan tetap sekian lama? Jika ya, maknanya dia tetap pendirian dan tahu maksud kehidupan.
# Adakah dia faham mengenai perkahwinan sama seperti yang anda faham?
Jika ya, mudahlah bagi anda dan dia bertolak ansur. Jika tidak, lebih baik berfikir dua kali kerana tidak semua perempuan atau lelaki kental. Ramai juga yang mengambil peluang dengan konsep poligami ini, namun hanya mereka yang berwibawa saja mampu melakukannya.
Oleh Noriah Idris.
dipetik dari anikaminda blog.
copyright by hazaldin 7nov13